Dear Enemy

Dear Enemy
Bab 30 - Tolong!



“APA?! BODOH! KENAPA KALIAN BISA MENGATAKAN HAL ITU?”


“Karena kami awalnya hanya mengira itu adalah anak buah kami, jadi kami memberitahunya.”


“ITU ARTINYA SEKARANG…”


“Bisa saja saat ini ada orang yang berusaha untuk mengejarmu, untuk menyematkan anak itu.”


Sial! Rieko mengumpat dalam hatinya. Wanita itu seketika diliputi oleh rasa cemas. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, berusaha untuk bersikap waspada sementara dia mengeratkan pelukannya terhadap James.


Di sisi lain, James perlahan membuka kedua matanya. Anak itu tersadar dari pingsannya, dan mendapati dirinya berada di tempat yang sangat asing dengan banyak orang yang kini berlalu-lalang di sekitarnya. James terdiam dengan wajah panik, anak itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dan sama sekali tidak ada orang yang dia kenali di sana.


Aku dimana? Kenapa ada begitu banyak orang di sini? James membatin. Anak itu masih mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi sampai akhirnya dia melirik ke arah wanita yang kini masih menggendongnya. Wanita itu tampak asing, namun di saat yang bersamaan James juga seolah pernah melihat wajahnya. Setelah beberapa saat, dia baru sadar kalau wanita yang kini menggendongnya adalah orang yang sudah menculiknya.



“KYAA! TOLONG!” James mulai berteriak histeris seraya meronta berusaha untuk melepaskan diri dari gendongan Rieko. Wanita itu tersentak kaget dan spontan membelalakan matanya begitu sadar anak itu telah siuman. Teriakan anak itu seketika membuat semua orang di bandara menoleh ke arah datangnya suara. Mereka melihat Rieko yang kini menggendong James yang berteriak seraya meronta hingga membuatnya kewalahan.


Ponsel yang sedang digunakan untuk menghubungi Jefferson dan Trez terjatuh hingga benda itu mati. James semakin kuat meronta hingga membuat Rieko panik dan berusaha untuk bersikap tenang agar semua orang tidak mencurigainya. Sayangnya anak itu tidak mudah untuk ditenangkan. Bahkan alih-alih tenang, dia malah memukul sambil berteriak dengan suara nyaring pada Rieko hingga membuat wanita itu mengaduh kesakitan.


“LEPASKAN AKU! KYAA!” James semakin brutal memukuli wanita itu sampai membuat perhatian semua orang benar-benar tertuju pada mereka. Rieko yang panik langsung membekap mulut anak itu, dan memintanya diam. Sayangnya James terlalu cerdik untuk dia tangani. Anak itu langsung menggigit tangannya begitu dia dibekap. Gigitan yang keras membuat Rieko tersentak hingga spontan menjatuhkan anak itu di lantai.


Orang-orang yang melihat itu seketika berbisik seraya menatapnya dengan tatapan menuduh, sementara Kenneth yang melihat keponakannya dihempaskan dengan begitu kasar semakin kesal dengan Rieko. Dia tidak bisa diam saja. Segera dia menghampirinya guna membantu James, bersamaan dengan apa yang terjadi itu, beberapa petugas keamanan di bandara langsung mendekat ke arah Rieko.


James yang tersungkur di lantai melihat adanya kesempatan untuk melarikan diri. Anak itu segera bangkit dan berlari dengan sekuat tenaga menjauh dari Rieko. Rieko berusaha untuk mengejarnya, tapi yang terjadi adalah wanita itu dihadang oleh para petugas keamanan dan dituduh sudah melakukan kekerasan di depan banyak orang pada anak itu. Para petugas keamanan itu juga berusaha untuk membawanya. Alih-alih berhasil membawanya, para petugas keamanan itu malah gagal dan berakhir terlibat perkelahian dengannya yang mencoba melawan ketika para penjaga itu ingin menyeretnya.


Terjadi pertikaian antara Rieko dan beberapa petugas yang berusaha untuk menyeretnya. Hal ini membuat mereka semakin menjadi bahan tontonan orang-orang. Sementara mereka bertengkar, beda halnya dengan Kenneth yang langsung mengalihkan perhatian pada James yang kini sudah berlari menuju kerumunan orang-orang. Dia berusaha untuk mengejar anak yang menjadi keponakannya itu dan berusaha menangkapnya. Sayangnya usahanya terhambat karena terlalu banyak orang yang berkerumun hingga menghalangi jalan dan membuatnya sama sekali tidak bisa melihat kemana arah anak itu pergi.


“JAMES!” teriak Kenneth berusaha untuk mencari anak lelaki itu. Tapi seberapa banyak pun dirinya berteriak, sama sekali tidak ada jawaban dari anak yang sedang dia kejar. James seolah benar-benar sudah hilang entah kemana tertelan oleh kerumunan orang banyak. Walau demikian, Kenneth tidak lantas menyerah begitu saja. Dia terus berusaha mengejar James dan mencarinya dengan seluruh kemampuannya. Dia bahkan mencoba melacak jejak James dengan menggunakan Neoglass miliknya.


...***...