Dear Enemy

Dear Enemy
Bab 17 - Anak Baik



“Dia bukan wanita biasa. Dia sepertinya seorang agen atau semacamnya yang ditugaskan untuk menjaga rumah ini. Dia memiliki peralatan untuk melindungi diri. Bahkan aku sekarang terluka dan mencoba untuk masuk. Kalian harus berhati-hati,” ujar Jefferson pada Trez yang saat ini bersama dengan Rieko. Mendengar hal itu, dia langsung mengatakan hal tersebut pada Rieko. Baru saja mereka hendak pergi berpencar mencari HACS yang harus mereka temukan. Ella langsung datang dan menyerang mereka dari arah belakang.


Trez dan Rieko yang menyadari hal itu spontan menghindar dan berusaha untuk melindungi diri mereka masing-masing. Mereka terlibat pertarungan dengan Ella yang berusaha untuk menghadang mereka untuk menemukan James dengan alat yang ada di tangannya. Ella berusaha keras untuk menahan mereka menemui anak asuhnya karena dia cukup tahu seluk-beluk tentang organisasi hitam bernama SOTD itu. Terlebih dari informasi yang dia dapatkan terakhir kali mengenai sindikat itu, mereka sedang melakukan sebuah eksperimen yang melibatkan anak-anak dari beberapa Negara untuk mereka ubah menjadi sebuah mesin teknologi baru yang berbahaya dan mematikan.


“Aku sudah memperingatkan kalian untuk pergi!” Ella terus menyerang keduanya hingga mereka kewalahan. Rieko dan Trez sampai kesulitan mengimbangi pergerakannya yang begitu cepat.


“Ternyata benar, dia bukan wanita biasa.” Trez memegangi bagian tubuhnya yang terluka akibat serangan bertubi-tubi yang Ella lakukan. Di satu sisi Ella terus menyerang Rieko dengan kemampuannya.


Trez yang menyadari mereka tidak akan menang dengan mudah lalu mengeluarkan sebuah alat dari balik kostumnya. Alat itu memiliki bentuk yang begitu mirip dengan pena, namun ujungnya memiliki fungsi yang sama dengan milik Carlota. Benda itu bisa mengeluarkan sengatan listrik ketika ujungnya bersentuhan dengan tubuh objeknya. Melihat Rieko yang kewalahan dan hampir tak memiliki kesempatan untuk menyerang balik, Trez membantunya dengan menyerang Ella.



Bzzttt!


Ella tersentak kaget ketika tubuhnya tiba-tiba saja di sengat dari arah belakang. Wanita itu langsung terkulai di lantai dalam keadaan lemas. Trez tersenyum sambil memandanginya sementara Rieko menatapnya seraya berterima kasih. “Sekarang ayo kita cari benda itu.”


Ella masih berusaha mempertahankan kesadarannya. Wanita itu mencoba menahannya, namun dia sama sekali tidak berdaya karena tubuhnya terlalu lemas. “Jangan kau berani menyentuh apapun di rumah ini!”


Ella berucap dengan terbata. Trez dan Rieko hanya memandangnya dengan wajah dingin. “Lebih baik kau diam di sini kalau kau tidak ingin bernasib lebih parah! Sekarang ayo cari lagi!”


“ELLA!”


James berlari dan langsung berjongkok di dekatnya untuk memastikan kondisi wanita itu. Ella berubah cemas ketika dia melihat James datang menghampirinya, karena begitu anak itu datang, Rieko dan Trez langsung berhenti seraya menatapnya.


“Ella, kau baik-baik saja?”


“James, apa yang kau lakukan di sini? Jangan ke sini. Di sini berbahaya, cepat pergi!” Ella berusaha untuk meminta anak itu pergi dari sana. Namun James sama sekali mengindahkan kalimatnya dan terus berdiam diri seraya menatapnya dengan wajah cemas.


“Rieko!” Trez menunjuk benda yang ada dalam genggaman anak itu. Benda yang ada dalam genggamannya adalah benda yang sedang mereka cari HACS. Alat yang seharusnya mereka dapatkan dan mereka bawa.


“Anak baik. Kau datang agar kami tidak kesulitan untuk mencarimu kan?” Rieko menyeringai. Dia mendekat ke arah James. Melihat hal itu, Ella mencoba melindungi James dengan menarik tubuh anak itu ke belakang punggungnya. Ella bangun dan terduduk di lantai dengan James yang kini berada di punggungnya.


“Jangan kau berani menyentuhnya!” Ella menatapnya sengit.


“Memangnya apa yang akan kau lakukan?” Rieko memandanginya tak kalah sengit. Di sampingnya Trez sudah menggenggam kembali senjata yang tadi digunakan untuk melumpuhkannya. Di saat yang bersamaan, mereka mendengar pintu depan dibobol, dan Jefferson melangkah masuk ke dalam sana. Rieko semakin merekahkan senyum begitu melihat lelaki itu tiba. “Kau terjebak!”


...***...