
James berlari dengan sekuat tenaganya menyelinap di antara orang-orang yang berkumpul di sana. Dia sungguh ketakutan dan hal yang sekarang terlintas di benaknya hanyalah bagaimana caranya agar dia bisa melarikan diri dari Rieko yang telah menculiknya. Anak itu sama sekali tidak sadar kalau sejak tadi Kenneth berusaha untuk mengejar dan terus memanggilnya karena terlalu banyak orang yang menghalangi jalan, serta terlalu banyak suara yang ditangkap telinganya.
Brukk!
Tubuhnya tersungkur jatuh saat dia tidak sengaja menabrak seseorang yang berjalan dari arah lain. Akibat hal itu, wig anak perempuan yang dipasangkan oleh Rieko sampai terjatuh dan lepas dari kepalanya. “Ouch…”
James meringis menahan sakit. Suaranya membuat fokus lelaki yang baru ditabraknya beralih pada datangnya suara.
“Astaga, kau tidak apa-apa, nak?” tanya lelaki itu yang berbicara menggunakan bahasa Italia yang sangat khas. James mendongak. Lelaki itu kini sudah berjongkok sambil berusaha untuk memastikan keadaannya. Dia tampak cemas karena James baru saja menabraknya hingga dia terjatuh. Tapi sayangnya James sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dia ucapkan karena mereka bicara dalam dua bahasa yang berbeda. Ketika sedang termenung kebingungan, tiba-tiba seorang lelaki menghampirinya mereka dari arah lain.
“LUCIO!” teriaknya dengan nyaring, hingga membuat pria bernama Lucio itu menoleh ke arahnya. “Apa yang sedang kau lakukan di sini? kita tidak memiliki waktu. Cepat.”
“Sebentar Ciro, aku harus menolong anak ini dulu.” Lucio mengulurkan tangannya ke arah James, memberikan isyarat padanya bahwa dia ingin membantunya bangun. James awalnya ragu untuk menerima uluran tangannya. Tapi lelaki itu tampaknya baik dan sama sekali tidak memiliki niat buruk padanya. Alhasil James menerimanya dan lantas di bantu untuk bangun.
“Dimana orang tuamu, nak?” tanya Lucio begitu dia bangun.
“A-aku tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan…” gumam James. Mendengar hal itu membuat Lucio mengerti kenapa sejak tadi James hanya diam dengan kebingungan.
“Kau tidak bisa bahasa Italia?” Lucio menggunakan kemampuannya dalam bicara bahasa Inggris. Kali ini James mengerti dengan apa yang dia tanyakan, dan anak itu hanya menggelengkan kepalanya pelan guna menjawab pertanyaannya barusan. “Dari aksen bahasa Inggrismu, sepertinya kau dari UK. Dimana orang tuamu?”
“Ternyata kau di sini?” Belum sempat James meneruskan kalimatnya, tiba-tiba saja dia melihat dua orang lelaki bertubuh cukup besar menghampiri mereka. Mereka memandangi James seolah-olah mengenalnya. Sementara James yang mendapati mereka menghampirinya spontan bergerak menjauh dengan wajah ketakutan. Dia tidak kenal dengan kedua orang lelaki itu, dan hal yang langsung terlintas di benaknya ketika melihat mereka adalah mungkin saja mereka merupakan salah satu anak buah Rieko. Mereka memiliki penampilan yang nyaris menyamai Jefferson yang sudah menerobos masuk ke dalam rumahnya.
Lucio yang menyadari sikap James berubah aneh, langsung menarik anak itu dan melindunginya. Posisi James kini berada di belakang tubuh Lucio. “Kalian siapa? Apakah kalian kenal dengan anak ini?”
“Lucio, apa yang kau lakukan? Kita tidak memiliki waktu untuk ini. Kita harus pergi, ayo cepat!” Ciro mendekat dan berbisik padanya.
“Aku harus memastikan anak ini aman, apakah kau tidak sadar kalau dia jadi bertingkah aneh begitu mereka datang?”
“Tapi ini bukan urusan kita. Ingat, kau ini adalah seorang publik figur, kalau sampai ada orang yang mengenalimu di tempat ini dalam situasi begini akan menjadi masalah, apalagi saat ini karirmu sedang naik-naiknya. Akan lebih rawan untukmu terjebak dalam berita yang tidak diinginkan!”
James masih terdiam sembari memandangi kedua lelaki yang sejak tadi berdiri di sana sambil menatapnya. Dia ketakutan. Tubuhnya gemetar dan entah kenapa dia spontan meremas baju yang kini dikenakan oleh Lucio. Salah satu lelaki itu mendekat, berusaha menangkapnya. Hal itu membuat James refleks bergerak menjauh hingga akhirnya anak itu berbalik dan kembali berlari.
“HEY! JANGAN LARI!” teriak lelaki itu yang langsung mengejarnya. Lucio dan Ciro langsung menyadari apa yang terjadi. Salah satunya sudah berlari mengejar James sementara yang lainnya masih di sana. Lucio berusaha menahan teman lelaki tadi untuk mengejar James. Namun Lucio dan Ciro di buat sama sekali tidak bisa berkutik saat pria itu mendadak menodongkan senjata ke arahnya hingga kekacauan kembali terjadi.
...***...