Dear Enemy

Dear Enemy
Bab 21 - Pelacak



Kenneth menggunakan handsfree nya untuk menghubungi rekannya di markas guna meminta bantuan. Namun belum sempat dia melakukannya, dia tiba-tiba mendapatkan sebuah pesan khusus yang masuk pada Neoglass nya. Begitu dia membukanya, pesan yang dia terima dari sebuah IP anonim yang mengirimkan sebuah lokasi terkini dari James, dari pesan yang dia terima, orang itu mencantumkan sebuah kalimat dengan bunyi, “Aku memasang alat pelacak pada tubuh anak itu. Kau bisa terus mengikuti sinyal dari GPS yang terpasang.”


Kenneth sempat bingung dan penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Dia juga sempat merasa ragu sebelum akhirnya pesan lain masuk, dari alamat IP yang sama. Kali ini dia mengirimkan sebuah nomor padanya dan memintanya untuk menghubungi nomor tersebut untuk meyakinkan lokasi yang dia kirimkan itu akurat. Mendapati hal tersebut, Kenneth langsung menghubungi nomor tersebut dengan nomor virtual. Begitu dia menghubunginya, dia langsung mendengar suara Jefferson dari arah sana.


Menyadari hal tersebut, Kenneth langsung memanfaatkan situasi. Dia menggunakan voice changer pada mikrofon handsfree nya dan mengubah suaranya menjadi suara salah satu anak buah Jefferson yang sebelumnya sempat terekam dalam Neoglass miliknya. Maka ketika Jefferson mendengar suaranya sama dengan suara anak buahnya, dia sama sekali tidak merasa curiga dan langsung menjawab setiap pertanyaan yang dia lontarkan. Kenneth juga tidak lupa memancingnya untuk mengatakan kemana Rieko membawa James, dan Jefferson dengan polosnya langsung mengatakan tujuan wanita itu. Hal itu membuat Kenneth yakin dengan titik lokasi yang dia terima karena titik lokasinya benar-benar mirip dengan titik lokasi yang dijelaskan oleh Jefferson.


Setelah mengetahui kemana Rieko akan pergi membawa keponakannya, dia segera mengambil alibi yang diberikan oleh agen yang bertugas ditempat yang dia datangi dan segera pergi dengan menggunakan kendaraan lain. Salah satu agen itu mengantarkannya dengan menyamar sebagai taksi yang kemudian pergi menuju bandara.



...*...


Sheilla dan Grayson melangkah keluar dari dalam mobil mereka setelah mereka memarkirkan benda itu di dalam ruang rahasia yang ada di bawah rumah mereka. Tempat itu langsung terhubung dengan jalan yang biasa mereka gunakan untuk menuju markas. Begitu keluar dari dalam mobil, keduanya menghampiri salah satu ruangan untuk mengganti pakaian mereka dan naik ke ruang pribadi mereka dengan menggunakan lift yang terhubung dengan cerobong asap di sana.


“Ada apa?” tanya Grayson ketika dia mendapati istrinya itu berulang kali mengecek ponselnya dan mencoba menghubungi nomor yang sama berulang kali juga.


“Ken menghubungiku sejak tadi. Dia mencoba meneleponku beberapa kali dan aku tidak menyadarinya karena kita terlalu sibuk berdiskusi dengan Nico dan Adeline mengenai misi kita.”


“Kenapa dia menghubungimu?”


“Aku juga tidak mengerti. Semoga saja tidak ada sesuatu yang terjadi.”


“Kenapa kau berkata seperti itu?” Grayson mengerutkan kening. Dia sama sekali tidak mengerti kenapa istrinya berkata demikian.


“Sungguh? Jadi kau juga merasa tidak tenang?”


“Kau juga merasakannya?”


“Ya, sebenarnya aku juga merasakannya. Mungkin karena Ella sakit, jadi kita merasa tidak tenang membiarkan James bersamanya.”


“Mungkin…” gumam Sheilla. Perhatian mereka seketika beralih ketika lift itu terbuka dan mereka tiba di ruang pribadi mereka. Keduanya melangkah keluar begitu mereka tiba di sana, dan lift itu kembali bergerak turun sebelum akhirnya tampilannya kembali berubah menjadi perapian. Sheilla dan Grayson tanpa menunggu lama langsung berjalan keluar dari ruangan tersebut. Awalnya mereka berniat untuk mengecek James yang kemungkinan sedang ada di dalam ruang bermainnya atau di kamarnya bersama dengan Kenneth. Namun saat melintasi tangga, mereka langsung berhenti dan bergegas turun dengan panik saat mendapati seluruh ruangan dalam keadaan basah akibat alat pemadamnya menyala.


“Apa yang terjadi di sini?” Sheilla membelalakkan matanya ketika dia melihat seluruh ruangan dalam keadaan kacau.


“ELLA!” Grayson dan Sheilla bergegas berlari menghampiri wanita yang terkapar di lantai sembari menahan sakit itu. Keduanya berjongkok di dekatnya dengan wajah cemas.


“Ella, apa yang baru saja terjadi di sini? Kau kenapa?” Sheilla menyerangnya dengan berbagai pertanyaan.


“J-James… James diculik… dan tuan Ken sedang mengajar penculiknya…”


“APA?!” Sheilla dan Grayson membelalakan mata. Mereka sungguh syok dengan apa yang baru saja mereka dengar. Bergegas keduanya membantu wanita itu untuk bangun dari posisinya dan memintanya menjelaskan apa yang terjadi. Sheilla dan Grayson sama sekali tidak bisa menyembunyikan perasaan cemas mereka. Keduanya berubah gelisah begitu mendengar penjelasan dari Ella.


Grayson tidak ingin tinggal diam. Lelaki itu mencoba menghubungi lelaki yang menjadi kakak iparnya itu dan menanyakan keberadaannya. Namun Kenneth sama sekali tidak bisa mereka hubungi. Entah dimana lelaki itu saat ini berada. Sementara Sheilla, dia mencoba mencari bantuan dengan menghubungi teman sesama agennya yang lain.


...***...