Dear Enemy

Dear Enemy
Bab 20 - Penyamaran



Bandara Heathrow, London, Inggris.


Rieko melangkahkan kakinya keluar dari dalam mobil yang ditumpanginya. Jefferson dan Trez hanya diam di dalam mobil sementara melihat wanita itu membawa barang bawaannya dengan James yang masih tidak sadarkan diri. Anak itu telah dipasangi penyamaran agar tidak ada seorangpun yang mengenalinya. “Aku sangat berhutang budi pada kalian. Kalau ada kesempatan, aku akan membalas kalian. Sekarang aku harus pergi dan mengurus tugasku yang lain. Terima kasih untuk semuanya.”


“Kau akan langsung pergi?” tanya Jefferson.


“Aku tidak memiliki banyak waktu untuk terus berada di London. Aku harus segera pergi dan mengurus segala keperluan sebelum tuan datang.”


“Bagaimana dengan urusan tiket dan paspornya?” tanya Trez.


“Aku sudah mengurus semuanya. Seperti yang kau tahu, aku memiliki banyak koneksi. Baiklah, sampai jumpa!” Rieko beranjak masuk ke dalam bandara dengan menyeret koper dan membawa James. Wanita itu juga tidak lupa memasang penyamarannya. Tiba di pintu depan, dia mengalihkan perhatiannya pada ponselnya dan berbicara dengan seseorang yang menjadi orang suruhan Alejandro yang ditugaskan membantunya dalam mendapatkan identitas palsu dan paspor untuk mempercepat keberangkatannya.


“Aku menunggu di tempat yang sudah kujelaskan. Tinggalkan kopermu di sana!” ujar lelaki di seberang sana.


“Aku mengerti.” Rieko berjalan menuju arah tempat yang dimaksud. Posisinya tidak jauh dari tempatnya berada. Dia hanya perlu berjalan sebentar dan pergi menaruh koper miliknya di sana, setelah itu pergi ke tempat lain sebentar sebagai alibi agar tidak ada yang menyadari apa yang mereka lakukan. Tak lama setelahnya pergi, orang-orang itu mulai bergerak. Salah satunya berjaga di ruang kendali dan memastikan apa yang mereka lakukan sama sekali tidak tertangkap rekaman CCTV yang ada di sana, sementara yang lainnya datang untuk menukar koper tersebut dengan koper lain berisi paspor dan benda yang bisa membantunya untuk melanjutkan perjalanan. Sebelumnya, Rieko sudah meminta mereka mempersiapkan hal itu ketika dia masih di Argentina. Mereka menyanggupinya dan mempersiapkan beberapa identitas untuk keperluannya, dan ketika Rieko berada di perjalanan menuju bandara tadi, dia menghubungi mereka lagi dan meminta mereka mempersiapkan identitas untuk James. Mereka yang memang sudah mempersiapkan segalanya hanya perlu meletakan paspor itu pada bagian rahasia di koper khusus yang mereka bawa.



...*...


“KEPARAT! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KALIAN SEMUA MELAKUKAN ITU!” bentak Kenneth dengan wajah murka. Lelaki itu baru saja mendengarkan penjelasan dari salah satu anak buah Jefferson yang baru saja diinterogasi. Sempat lelaki itu berkelit berulang kali sebelum akhirnya mengakui semuanya setelah Kenneth mengancam akan membunuhnya dengan cara yang paling mengerikan dari ini. Kenneth menghempaskan tubuh ringkih lelaki itu ke tanah hingga dia meringis kesakitan dibuatnya. Bergegas dia berlari menuju mobilnya dan mengaktifkan mobilnya di mode paling tinggi. Dia segera berangkat mengikuti jejak yang berhasil ditangkap oleh Neoglass nya, benda yang tak lain adalah kacamata hologram yang dia kenakan sejak tadi.


Sepanjang perjalanan, dia sama sekali tidak bisa tenang. Apalagi ketika dia mendengar kalau keponakannya berada dalam bahaya besar karena dia baru saja diculik oleh sebuah sindikat rahasia. Dia harus menyelamatkannya sesegera mungkin walaupun adik dan adik iparnya tidak mengetahui apa yang saat ini sedang terjadi pada anak mereka.


Kenneth menekan tombol hologram pada sistem mobilnya. Melacak tempat rahasia milik sindikatnya untuk mengambil barang yang diperlukan. Begitu menemukan satu tempat yang paling dekat, dia langsung menghampirinya. Dia menghentikan mobilnya di sebuah bengkel tua yang tidak terurus. Dia segera keluar dari dalam mobil dan menghampiri seorang wanita yang sejak awal terdiam di salah satu kursi reyot yang ada di sana. Dengan segera dia melangkah keluar dan menunjukkan identitasnya. “Aku membutuhkan penyamaran, dan aku sedang buru-buru.”


Wanita itu beranjak dari kursinya dan segera menghampiri pintu masuk dengan Kenneth yang mengikutinya dari arah belakang.


...***...