
Ella terdiam memandangi pintu keluar dimana Sheilla dan Grayson pergi. Sepeninggalan mereka, beberapa orang keluar dari tempat persembunyian mereka dan menghampirinya. Mereka mengenakan pakaian maid dengan desain futuristic yang begitu khas.
“Apakah kau sadar dengan apa yang kau lakukan?” salah seorang lelaki di antara mereka yang mengenakan pakaian pelayan itu menatapnya dengan wajah tak percaya. Dia tampak sedikit kesal dengan apa yang baru saja Ella lakukan. Sebelumnya, mereka semua sudah ada di sana sejak tadi, datang untuk membantu Ella. Bahkan mereka semua mendengarkan seluruh isi percakapan antara Ella dengan Sheilla dan Grayson.
“Aku tahu ini secara tidak langsung membuka identitasku yang sebenarnya. Namun aku tidak mungkin tinggal diam sementara aku tahu orang yang harus aku jaga berada dalam bahaya. Mereka juga harus tahu kalau anak mereka sekarang ini sedang membutuhkan bantuan.”
“Aku harap kau siap dengan apa yang akan kau hadapi nantinya!” Pria itu mendelik dengan wajah kesal ke arahnya.
“Kau tidak perlu mengingatkan aku, karena aku tahu dengan apa yang akan aku hadapi nantinya.”
“Hey! Sudahlah jangan bertengkar. Ini bukan saatnya untuk kita bertengkar. Sekarang lebih baik kita bawa Stella kembali ke markas, dia membutuhkan penanganan secepatnya,” tutur wanita berambut pendek yang langsung membantu Ella untuk bangun. Salah satu rekan wanitanya yang lain ikut membantunya. Tapi begitu melihat mereka kewalahan, lelaki tadi lekas mengambil alihnya. Dia mendekat dan langsung menggendong Ella. Mereka semua lantas pergi meninggalkan rumah setelah mereka memastikan rumah Sheilla dan Grayson terkunci dengan aman.
...*...
Sheilla terus mencoba menghubungi Kenneth yang masih tak kunjung menjawab teleponnya. Dia harus menanyakan keberadaan lelaki yang menjadi kakaknya itu dan meminta penjelasan darinya. “Argghhh!”
“Dia masih tidak menjawabnya?” tanya Grayson yang sesekali beralih pandang padanya. Sheilla hanya menggelengkan kepalanya pelan.
“Ken sama sekali tidak menjawab teleponnya. Bagaimana ini? Bagaimana kalau ternyata apa yang dikatakan Ella benar?”
“Tenang? Bagaimana mungkin aku bisa tenang sementara aku tahu anakku sedang berada dalam bahaya? Memangnya kau tidak cemas terjadi sesuatu dengan James? Ingat, dia adalah anakmu juga!” Sheilla menatapnya dengan wajah kesal. Di tengah situasinya sekarang ini, dia bisa jadi lebih sensitif. Walau sebenarnya tanpa situasi seperti ini pun dirinya tetap sensitif terlebih kalau sudah bersama dengan Grayson.
“Aku juga cemas, tapi kalau kita bersikap panik yang ada situasinya akan rumit, dan itu akan menghambat usaha kita untuk menemukan James. Maka dari itu aku memintamu untuk tenang!”
“Aku tidak akan bisa tenang sebelum aku memastikan kondisi anakku baik-baik saja!” Sheilla menatapnya sengit. Kini keduanya kembali terlibat perselisihan yang membuat mereka sama sekali tidak bisa fokus dengan apa yang sedang mereka hadapi. Grayson dan Sheilla terus berdebat sampai keduanya sama sekali tidak sadar bahwa titik lokasi yang menangkap sinyal dari GPS di tubuh James sudah bergerak semakin jauh.
...*...
Kenneth sama sekali tidak bisa duduk dengan tenang. Sejak tadi Kenneth tidak bisa mengalihkan pandangannya dari kursi yang terletak tidak jauh dari tempatnya berada. Dari Neoglass miliknya, dia bisa mendeteksi kalau saat ini James ada di dalam pesawat yang sama dengannya, dan sekarang anak itu bersama dengan Rieko yang memasang penyamaran agar tidak dikenali. Walaupun demikian, berkat GPS yang terpasang pada James, Kenneth jadi bisa dengan mudah mendeteksi keberadaan anak lelaki yang menjadi keponakannya itu.
Kenneth terus mengamati sekeliling. Dia berusaha untuk memastikan kalau keadaan saat ini menguntungkan untuknya. Kenneth mulai disibukkan dengan Neoglass nya. Dengan benda itu, dia bisa mengetahui setiap informasi yang memang sangat dia butuhkan mengenai orang-orang yang ada di sekitarnya, bahkan dia bisa dengan mudah mengetahui setiap detail data diri mereka.
James tenanglah. Uncle tidak akan membiarkanmu dilukai oleh mereka! batinnya. Kenneth mengepalkan kedua tangannya erat. Bagaimanapun caranya dia harus bisa menyelamatkan keponakannya dan membawanya kembali sebelum Rieko dan sindikatnya berhasil melakukan sesuatu.
Sepanjang perjalanan dari London menuju Roma, Kenneth sama sekali tidak bisa berpaling dari Rieko yang membawa James. Dia terus mengawasi mereka dan memastikan bahwa James tetap dalam kondisi aman.
...***...