
Ia menyudahi semua pekerjaanya hari ini, mulai menutup mata dan terlelap besok ia harus memindahkan semua barang-barang di rumahnya ke ruang bawah tanah.
Matahari sudah mulai menunjukkkan sinarnya dari timur, membuat sorang gadis terbangun dari tidurnya yang penuh rasa sakit di sekujur tubuhnya. Gadis itu terduduk setelah bersusah payah untuk bangun.
Ia memulai harinya dengan menyantap Raspberry yang di simpannya kemarin kemudian mengalirkan air ke bathup, mempersiapkan alat mandi ,dan mulai membersihkan diri. Dengan menahan rasa sakit yang timbul dari luka yang terbuka ia perlahan mulai merebahkan dirinya di bathup secara perlahan. Sambil membenamkan dirinya ke dalam air gadis kecil itu mulai berdialog sendiri di dalam pikirannya.
'Setelah mandi kembali mengobati luka kemudian memindahkan barang ke ruang bawah tanah lalu mencari makanan untuk besok. Apa aku harus pergi ke hutan lagi? Tapi bagaimana kalau terjadi hal seperti kemarin? Aku tak mau nyawaku selamat hanya sehari saja lalu mati dengan cara yang sama.
Bagaimana ini? Apa yang bisa aku makan untuk besok?
Buah...? Buah saja tidak akan cukup.
Daging...? Daging apa yang bisa kudapatkan?
Sapi..?kerbau..? Tidaaak itu sulit didapat.
Lalu bagimana dengan burung? Itu juga sulit.
Aaaah daging ikan!! . Sangat mudah untuk mendapatkannya. Baiklah menu hari ini adalah ikan'
Ia bersemangat hanya dengan memikirkan makanan. Tubuhnya sekarang sudah segar segera ia pun menyudahi kegiatan mandinya, berganti baju dan kembali membalut lukanya dengan obat yang sudah dia buat. Setelah semua kegiatan untuk tubuhnya selesai ia masuk ke ruang bawah tanah lagi.
Ia meratapi kebodohannya dengan senyuman pahit.
"Yah.... bagaimanapun waktu itu sudah terlewati sekarang bagaimana caranya aku bisa bertahan hidup. Baiklah-baiklah sudahi keluh kesahnya sekarang aku harus melihat-lihat tempat ini"
Suara hentakan kaki menggema ke seluruh tempat. Gadis kecil mencoba menerka-nerka kiranya apakah tempat itu cukup aman untuk di tinggali. Walau bagaimanapun ia harus cepat memindahkan barang-barangnya ke tempat ini agar yg berada di atasnya terlihat sudah lama ditinggalkan dan tidak terurus.
"Hmmm..... ruang bawah tanah ini rupanya memiliki banyak perabotan yang masih bagus dan lumayan banyak. Bahkan sulit di percaya ada kamar mandi dan dapur disini. Ada beberapa kamar, lemari, dan juga meja kerja dan kursi?? Apakah ayah atau ibu bekerja disini?? Tapi kenapa??
Hah sudahlah pikirkan itu nanti karna aku sudah memeriksa semuanya sekarang harus waktunya membersihkan dan memindahkan barang-barangku kesini"
Gadis kecil itu memulai kegiatan bersih-bersihnya. Dari menyapu lantai memindahkan barang dan menempatkannya disana. Untuk memindahkan barang-barang ke lantai bawah mebutuhkan waktu yang lama karena berat dan juga tubuhnya yang belum pulih sepenuhnya. Untuk sementara dia hanya memindahkan barang-barang kecil dan beberapa baju. Untuk kasur mungkin akan dilakukannya besok dan juga sisa barang lainnya.
"Nah karena sekarang tempat ini sudah bersih mulai hari ini aku akan tinggal disini. Apa kusebut saja ini markas rahasiaku dan yang kutempati sebelumnya adalah lantai satu?? Sepertinya seru! Baiklah kusebut begitu saja"
Ucap gadis itu sambil menepuk-nepuk tangannya tanda bahwa dia selesai bekerja.
Memindahkan beberapa barang ke 'markas'nya rupanya membutuhkan waktu hingga siang hari. Gadis kecil itu tentu saja lapar setelah bekerja keras. Gadis itupun keluar dari 'markas'nya dan pergi menuju hutan dengan membawa belati. Ia hendak menangkap ikan untuk disantapnya dan juga di pelihara jika sewaktu-waktu ia tak sempat untuk pergi ke hutan. Dalam perjalanan menuju hutan, ia mencari kayu dan tali dari tanaman merambat.
Kayunya diruncingkan di salah satu ujungnya. Kemudian talinya dibuat menjadi perangkap ikan seadanya. Kayu sebagai penyangga dan tanaman merambat itu sebagai jaring. Nantinya perangkap itu diletakkan di tepi sungai sekiranya mungkin ada banyak ikan yang bersembunyi di sana.