
Sementara Kirara tidur. Evan dan Amelie sibuk berbincang-bincang dibawah. Sofa di ruang keluarga di tempati mereka. Evan dan Amelie duduk berdampingan dengan Amelie yang bersandar di bahu Evan. Mereka berdua membicarakan tentang Kirara dan alasannya pergi ke ibukota.
"Evan, bagaimana kau bisa bertemu dengannya?" Tanya Amelie penasaran dengan pertemuan suaminya dengan Kirara
"Aku bertemu dengannya di markas besar La Meera* Awalnya penjaga disana menghubungiku. Dia berkata ada seorang gadis kecil mengaku sebagai anaknya Fillen dia juga menunjukkan lencana milik Fillen. Entah bagaimana caranya ia menemukan La Meera"
"Mungkin dia diberitahu ayahnya. Fillen kan sahabatmu" jawab Amelie
"Benar juga. Tapi untuk pergi ke ibukota membutuhkan waktu yang lama. Aku jadi penasaran bagaimana dengan tempat tinggalnya dulu?" Evan.
"Kenapa kau penasaran? bukankah kau pernah pergi kesana?" Amelie.
"Aku memang pernah pergi kesana tapi, itu sudah lama sekali. Pasti terjadi sesuatu disana sehingga ia harus pergi ke ibukota untuk mencariku" Evan.
"Apa kau tidak diberitahu apa yang terjadi oleh Kirara?" Amelie.
"Tidak, tapi dia memberiku surat ini" Evan mengulurkan surat yang tadi didapatnya. Amelie menerimanya kemudian membacanya. Dia benar-benar tahu maksud Fillen menulis surat itu.
"Jadi Fillen sudah tiada. Dan dia menitipkan anaknya pada kita. Lalu dimana Valeria?" tanya Amelie
"Entahlah aku juga tidak tahu. Sebaiknya kita harus mendengarnya dari mulut Kirara sendiri" Evan menjawab.
Fillen Castiella dan Valeria Asyelan, orang tua Kirara adalah sahabat mereka berdua. Fillen adalah seorang yang sangat berbakat dengan latar belakang yang misterius. Sedangkan, Valeria adalah seorang anak konglomerat. Dia anak kedua dari 3 bersaudara. Sedikit informasi yang diketahui tentang Fillen. Sedangkan semua orang tahu tentang Valeria karna keluarganya merupakan orang yang sukses.
Fillen, Evan, Valeria dan Amelie sudah bersama sejak masa kuliah. Mereka berempat adalah orang yang sangat populer dikampus. Kecantikan dan ketampanan orang itu selalu membuat siapapun menoleh. Mereka berempat memiliki kepribadian yang berbeda. Evan dengan sikap cuek namun peduli dan sedikit bicara. Fillen dengan sikap ramah namun misterius. Valeria yang selalu ceria dan murah senyum. Dan Amelie si kutu buku yang jadi primadona, bak mawar merah yang berduri.
Tak ada pertemanan tanpa rasa suka. Evan menyukai Amelie. Sedangkan Valeria menyukai Fillen. Hingga kemudian Evan dan Amelie menikah lebih cepat dibanding Fillen dan Valeria. Mereka berdua memiliki anak di usia pernikahan 2 tahun. Sedangkan Fillen dan Valeria tak kunjung menikah. Cinta mereka terhalang restu orangtua Valeria. Keluarga Valeria tak ingin Valeria menikah dengan orang yang tak jelas asal-usulnya. Valeria tak setuju dengan pendapat orang tuanya. Pada akhirnya valeria memutuskan untuk kabur dari rumah. Valeria pun menikah dengan Fillen dan dikaruniai seorang anak perempuan. Valeria memisahkan diri dari keluarganya untuk hidup bersama Fillen.
Sedangkan Fillen, dia hanya fokus untuk membahagiakan Valeria. Fillen membangun sebuah rumah untuk ditinggali mereka berdua dan anaknya nanti. Rumah itu bukanlah rumah yang mewah. Rumahnya dibangun jauh dari kebisingan kota, berada di bukit dekat dengan pegunungan. Terkadang Fillen bertukar surat dengan Evan. Sesekali mereka keadaan mereka juga anak mereka. Valeria yang hidup bersama Fillen tak menyesal meski harus tinggal jauh di desa. Valeria yakin jika hidup bersama orang yang dicintai tak akan ada penyesalan seumur hidup. Karna, orang yang kita cintai pasti akan selalu membahagiakan kita.
Saat Fillen terlunta-lunta di ibukota untuk mencari pekerjaa, ia bertemu dengan sahabatnya dulu, Evan. Evan menawarkan Fillen untuk bekerja padanya swbagai salah satu orang kepercayaannya. Karna Fillen adalah orang yang berbakat dan punya fisik yang bagus, juga karna Fillen adalah sahabatnya, Evan menawarkan posisi yang tinggi. Fillen tahu kalau keluarga Evan berkecimpung dalam dunia gelap. Namun karna keadaan dan ia juga tak bisa menolak ajakan sahabat lamanya itu akhirnya ia menerimanya.
Tahun demi tahun mereka lewati berdua. Evan menjadi seorang tirani pada orang yang mengusiknya dan Fillen adalah seorang pesuruh yang melakukan segala tugas yang diperintah. Mereka berdua adalah orang yang paling dicari di negaranya. Tapi tak ada satupun yang tahu dimana mereka. Mereka berdua adalah perpaduan yang mematikan untuk membuat kehebohan di sana-sini.
"Evan menurutmu bagaimana jika Rara menjadi anak angkat kita?" Tanya Amelie meminta pendapat.
"Apa kau yakin, Amelie?" Evan mencoba mengingatkan istrinya itu.
"Iya. Sangat menyedihkan jika dia tidak memiliki seseorang yang bisa dijadikan sandaran. Lagipula aku menginginkanseorang anak perempuan" jawab Amelie antusias.
"Kau mau anak perempuan? Kenapa tak bilang padaku? Aku selalu siap" jawaban Amelie hanya ditanggapi dengan candaan oleh Evan.
Amelie yang mendengarnya malu.
"Shuuut! Apa yang kau katakan. Aku malu tahu. Lagipula, aku tak ingin merasakan rasa sakit saat melahirkan lagi. Itu benar-benar sangat menyakitkan"
"Baiklah selama itu maumu, aku akan menurutinya. Dan maafkan aku yang tak mengerti keadaanmu" ucap evan sambil mencium kening istrinya.
"Hmm tidak apa lagipula itu sudah berlalu" Amelie tak ingin membahasnya lagi.
*La Meera\= markas pusat/utama yang berada di ibukota