Dark Agent

Dark Agent
Tekat untuk Hidup



Matahari yang terbit dari ufuk timur membangunkan gadis itu dengan mata yang masih sembab. Ia pun berusaha kuat, ia akan menjalani hidup yang berat kedepannya tanpa dukungan dari orangtuanya.


Sadar ia tak boleh terpuruk dalam keadaan ini ia memantapkan hatinya bahwa ia akan hidup dengan baik dan membalaskan dendam. Gadis kecil itu mencari cangkul di sekitarnya dan mulai melubangi tanah di sebelah jasad orangtuanya. Dia memakamkan orangtuanya secara sederhana. Hanya berupa gundukan tanah tanpa nisan. Dia tak lagi menangis ia tahu waktunya tidak seluang itu untuk menangisi kedua orangtuanya lagi. Untuk sekarang ia kembali ke rumah mencari makanan karna ia sudah mulai merasakan lapar.


Tak ada makanan di rumah, tak ada cara lain selain ia harus mencari makanan di hutan belakang desanya. Dengan membawa kayu yang diruncingkan ujungnya dan sebuah belati dari rumah ia pergi ke hutan mencari hewan buruan. Dia sudah berkali-kali pergi ke hutan itu sehingga ia sudah sangat hafal setiap inci dari hutan tersebut.


Untuk tujuan pertamanya ia pergi ke arah sungai. Ia berniat untuk mandi dan menangkap ikan. Sungai di hutan itu sangatlah jernih sehingga sangat mudah baginya untuk mencari ikan. Dia melihat ada sekumpulan bunga Aster Kosmos bewarna putih yang sudah mekar dengan sempurna, ia berniat meletakkan bunga-bunga itu di makam orangtuanya. Setelah merasa ikan buruannya sudah cukup dan badannya sudah bersih ia kembali kerumah.


Dalam perjalanan pulangnya di kejauhan ia melihat seekor harimau yang kelaparan. Harimau itu mencium aroma ikan yang dibawa oleh gadis kecil, memastikan darimana aroma itu berasal dan menemukan seorang gadis kecil yang menenteng ikan di tangannya. Harimau itu mulai mengeram menginginkan ikan milik gadis kecil itu. Gadis kecil itu ketakutan dengan harimau yang ukurannya tiga kali lebih besar dari tubuhnya. Walaupun gadis itu memberikan semua ikannya itu tidak menjamin ia selamat. Ia memilih untuk  berlari  namun, tindakannya itu justru memancing harimau itu untuk mengejar si gadis kecil dengan membabi buta.


Dengan sekuat tenaga,gadis kecil itu berlari tak tentu arah. Harimau sudah sangat dekat dengan gadis kecil itu, ia mulai mengaum dan mengayunkan kaki depannya yang memiliki cakar yang tajam. Cakaran yang di ayunkan oleh harimau tersebut mengenai lengan kanan gadis itu hingga membuatnya merintih kesakitan. Darah mengalir dari lukanya membuat jejak sepanjang jalan yang dilewatinya. Harimau itu tak berhenti hanya sampai disana, ia mengayunkan cakarnya lagi kearah gadis kecil itu dan mengenai pinggang kirinya.


'AKU TIDAK BOLEH MATI DISINI !!! AKU HARUS HIDUP !!! DEMI ORANGTUAKU, DEMI HIDUPKU DI MASA DEPAN, DAN DEMI BALAS DENDAM DENGAN TANGANKU SENDIRI, AKU TIDAK BOLEH MATI!!!'.


Dengan segenap kekuatan yang tersisa ia melempar semua ikan yang dibawanya. Berharap harimau itu berpaling mengejar ikan tersebut. Harapan gadis kecil itu terkabul, harimau tak lagi mengejarnya.


Ia tak ingin lagi diburu oleh hewan buas di hutan lagi. Pada akhirnya ia memanjat pohon yang sekiranya aman untuk menghindari di mangsa hewan buas. Dengan duduk di dahan pohon yang tinggi ia mulai membersihkan lukanya. Luka yang di sebabkan cakaran harimau itu cukup parah. Lukanya begitu dalam dan terus mengeluarkan darah. Ia merobek bajunya dan membalut lukanya itu sebisanya.


Wajahnya mulai pucat dan tubuhnya mulai demam tinggi hingga mengeluarkan keringat dingin. Sepertinya ia tak bisa pulang ke rumah hari ini.