Dark Agent

Dark Agent
Sakit dan Kesepian



Wajahnya mulai pucat dan tubuhnya mulai demam tinggi hingga mengeluarkan keringat dingin. Sepertinya ia tak bisa pulang ke rumah hari ini.


Tubuhnya sudah tidak memiliki tenaga lagi. Karna kelelahan ia pun tertidur. Hari sudah sore, dan gadis itu perlahan membuka matanya. Walau bagaimana pun juga wajahnya sangat terlihat kalau dia sakit. Ia harus mencari makanan untuk membuatnya kembali bertenaga dan memulihkan lukanya. Gadis kecil itu turun dari dahan yang di dudukinya.


Cara berjalannya sudah terhuyung-huyung, ia berjalan sambil memegang tongkat yang di temukannya di bawah pohon. Tidakkah kalian ingin tahu, kenapa gadis kecil itu tak melawan dengan tongkat atau belati yang di bawanya?. Dengan tubuh yang kecil seperti itu ia takkan bertahan melawan serangan harimau itu dalam satu menit ataupun mampu menusuk tubuh harimau dengan kuat. Ia lebih memilih untuk mengambil resiko yang paling minimum. Daripada ia harus mendekat ke harimau itu ia memilih berlari untuk menghindari bahaya walaupun harus mendapatkan luka yang serius. Ini lebih baik dibanding ia langsung mati saat itu juga karna di terkam harimau.


Setelah agak jauh berjalan ia menemukan buah Raspberry yang tumbuh bergerombol. Tak jauh dari sana ada tumbuhan yang bisa dijadikan obat untuk luka luar. Walaupun hanya untuk luka luar tapi ini lebih baik dibanding tidak ada. Ia memetik banyak buah Raspberry dan mencabut tiga tanaman obat untuk kemudian di tanamnya saat ia pulang. Tentang bunga yang tadi dibawanya itu sudah hancur saat ia berlari dan secara tidak sengaja berjatuhan. Dalam perjalanan pulang, gadis kecil itu menuju ke sungai untuk memetik bunga. Setelahnya ia pun kembali pulang.


Saat sampai di desa ia berjalan mengarah ke makam orangtuanya, meletakkan bunga yang dipetiknya tadi di atasnya dan melanjutkan perjalanannya untuk pulang kerumah. Sebelum masuk ia menanam tanaman obat yang dibawanya. Dua untuk di tanam dan satunya lagi untuk digunakan. Tentu cara ini lebih memudahkannya daripada harus kembali ke hutan secara terus menerus tiap hari.


Setelah penanganan terhadap luka dan demamnya selesai ia berbaring di tempat tidurnya. Dengan luka yang dia dapatkan di bagian pinggangnya ia tak bisa tidur dengan nyaman. Tiap kali ia bergerak itu akan membuatnya merasakan sakit.


Gadis kecil itu berbaring di tempat tidurnya memikirkan apa yang telah terjadi sampai saat ini. Mulai dari pembantaian yang merenggut nyawa orangtuanya hingga luka yang dia dapatkan karna di serang harimau di dalam hutan. Sepertinya hidupnya akan menjadi sulit mulai saat ini. Pada akhirnya pikirannya sampai pada orang-orang yang menyerang desanya. Mungkin sewaktu-waktu orang-orang itu akan kembali lagi dan memeriksa desa ini. Gadis kecil ini berpikir untuk mengalihkan semua kegiatannya di ruang bawah tanah yang sebelumnya menjadi tempatnya untuk bersembunyi.


Lama ia berpikir, hingga hujan turun dengan derasnya di luar. Malam ini akan menjadi malam yang dingin bagi gadis kecil itu. Tak ada pelukan orangtua ataupun sup hangat buatan ibunya yang membuatnya merasa hangat. Mulai saat ini setiap hari yang di lewatinya, semuanya menjadi dingin.


Ia menyudahi semua pekerjaanya hari ini, mulai menutup mata dan terlelap besok ia harus memindahkan semua barang-barang di rumahnya ke ruang bawah tanah.