Dark Agent

Dark Agent
Pergi Berbelanja



Hari demi hari berlalu. 2 minggu sudah terlewati. Pasangan tuan dan nyonya pemilik rumah itu tak kunjung pulang. Sedangkan Kirara dan Shen berada di taman menikmati waktu sore mereka. Memang dalam kurun waktu 2 minggu ini Shen dan Kirara sudah cukup akrab. Bahkan terkadang mereka bercanda bersama. Mereka banyak menghabiskan waktu di taman belakang.


"Ting... ting!" Suara notifikasi handphone terdengar. Shen melihat nama pengirim pesan. Rupanya Amelie yang mengirim pesan pada Shen.


'Shen, ibu akan pulang 2 minggu lagi karna mengurus perusahaan. Jadi, kamu tak perlu datang kesini. Tinggallah di rumah dan jaga adikmu. Bawa dia jalan-jalan dan berbelanja. Adikmu tidak memiliki banyak baju. Ayahmu dia akan pulang sebulan lagi. Dia sedang menyelidiki kasus Kirara. Jaga dirimu dan adikmu baik-baik. Dan jangan lupa pesanku tadi'


"Siapa yang mengirim pesan?" Tanya Kirara


"Ibu yang mengirim. Kirara bagaimana kalau kita pergi belanja besok?" Shen berniat menunaikan pesan ibunya.


"Ayo, tapi aku tak punya banyak uang" ucap Kirara sedikit murung. Tak punya uang ternyata sangat membuat kita tak bisa bebas melakukan apapun.


"Kamu tak perlu mengeluarkan uang. Aku yang akan membayar semuanya. Kita sudah jadi keluarga, tak perlu sungkan untuk meminta sesuatu" hibur Shen.


Langit senja mengakhiri kegiatan mereka. Makan malam sudah disiapkan oleh para pelayan. Hanya tersisa makan malam dan kemudian tidur. Shen naik bersama Kirara ke lantai 2, tempat dimana mereka akan tidur.


"Terimakasih untuk hari ini kakak" Kirara tersenyum ceria. Ia menikmati waktunya dengan kakak laki-lakinya itu.


"Sama-sama. Sekarang tidurlah besok pagi kita akan pergi setelah sarapan" Shen mengelus kepala Kirara sebelum ia masuk kamar.


Paginya saat matahari mulai memunculkan sinarnya, Kirara terbangun. Ia sangat bersemangat hari ini karna kakaknya akan mengajaknya berbelanja. Bahkan saat mandi Kirara bersenandung kecil. Sedangkan Shen sudah turun terlebih dahulu.


"Roxy!! Kemarilah" panggil Shen.


Roxy datang dan membungkukkan badan.


"Ada perlu apa tuan muda?"


"Bilang pada Steve untuk bersiap setelah sarapan. Aku akan pergi dengan Rara setelah sarapan" perintah Shen. Steve adalah supir pribadi keluarga Velerie.


"Baik tuan muda" jawab Roxy yang kemudian bergegas menuju asrama pekerja.


"Selamat pagi kak Shen" sapa Kirara.


"Pagi Rara" jawab Shen singkat.


Setelah itu mereka berdua sarapan bersama. Makanan di piring mereka habis dengan cepat. Setelah para pelayan membawa semua perlatan makan di meja, Shen dan Kirara beranjak dari tempat duduk mereka. Mereka berjalan keluar rumah dan berhenti tepat di depan pintu. Disana sudah ada sebuah mobil mewah dan seorang supir yang berdiri menunggu mereka. Melihat kedatangan tuan dan nonanya, Steve membukakan pintu mobil untuk mereka. Shen mempersilahkan Kirara untuk masuk terlebih dahulu barulah ia akan masuk setelahnya.


Sudah menjadi hal biasa jika pergi dengan mobil akan ada seorang supir dan pengawal yang menemani. Pengawal hari ini bernama Larry, dia yang akan bertugas menjaga tuan dan nona mudanya itu. Steve bertanya tujuan dari kedua orang yang dilayaninya.


"Kemana tujuan anda hari ini tuan dan nona?"


"Kita akan berkeliling ibukota dahulu setelah itu bawa kami ke mall di pusat ibukota" Shen menjawab.


"Baik, tuan dan nona jangan lupa untuk memasang sabuk pengaman" ucap Steve ramah.


Kirara dibawa mengelilingi kota dengan mobil. Berbagai pemandangan di ibukota dilihatnya. Taman yang berada di alun-alun, pusat makanan pinggir jalan, gedung pencakar langit dan banyak tempat lainnya. Setelah puas berkeliling ibukota, Steve kemudian menghentikan mobilnya di mall. Meskipun tidak terlalu mencolok tapi mobil dengan desain sederhana yang mereka tumpangi itu mengundang kerumunan. Bagaimana tidak, itu adalah mobil edisi terbatas yang hanya di produksi 100 buah saja. Dan tentunya kerumunan itu penasaran siapa yang mengendarai mobil itu.


Tak lama pintu mobil terbuka menampakkan seorang pemuda rupawan dengan tubuh ideal bak model. Para kaum hawa berteriak kesetanan melihat keindahan yang berada di depan mereka tapi, teriakan itu terhenti ketika pemuda itu mengulurkan tangan pada orang di dalam mobil. Seorang gadis dengan tubuh tinggi, kulit mulus seputih porselen dan wajah yang mungkin mereka anggap seperti dewi tapi itu benar benar adalah suatu kecantikan yang tak terucapkan. Para kaum hawa merasa iri dengan perempuan itu. Bagaimana tidak, wajah cantik yang halus dan bibir merah seperri buah Ceri adalah hal yang diinginkan semua wanita untuk dimiliki. Para kaum adam terpesona dengan kecantikannya. Tapi ekspektasi mereka tak bertahan setelah melihat Shen. Mereka pasti akan kalah jika dibandingkan dengannya.


"Kakak banyak orang disini, aku canggung" kirara berkata dengan berbisik


"Tidak apa apa, mari kita mainkan akting yang bagus di depan mereka" ucap Shen dengan tersenyum tapi, Kirara yakin senyumnya itu punya arti lain.


Selanjutnya Kirara hanya pasrah dan mengulurkan tangannya membiarkan kakaknya memimpin sandiwara ini. Kerumunan yang tadi berada di sekitar sedikit tercengang, ya tertampar oleh kenyataan itu menyakitkan. Sudah menemukan sasaran di depan mata tapi sudah punya pasangan.


Tak lama kerumunan itu bubar karna ber,pikir mereka adalah sepasang kekasih tapi faktanya mereka adalah kakak beradik ya itu semua di sebabkan oleh tinggi kirara yang hampir setara dengan orang berumur 16 tahun walaupun umurnya baru 14 tahun dan juga perlakuan kakaknya yang memperlakukannya seperti seorang kekasih membuat semua orang salah paham.


Kakaknya hanya acuh dengan keadaan di sekitarnya memblokir seseorang untuk mendekat. Sedangkan Kirarara dengan senyumnya yang tak pernah hilang menarim orang untuk menileh ke arahnya. Orang yang melihatnya berpikir bahwa mereka adalah pasangan serasi entah apa yang terjadi jika mereka tahu kalau mereka hanyalah punya hubungan sebatas kakak beradik. Entahlah semua tergantung dengan respon mereka.