
Medokato, Kensai, dan Yuki baru saja turun dari atap Suzuran.
Tetapi saat mereka bertiga berjalan mereka di hadang oleh Shikusei.
"Wwaaaahhh, Shikusei apa kabar mu?" ucap Medokato yang menyapa Shikusei duluan.
"Diam kau sialan, aku tau kau lah yang berbuat curang seperti ini" ucap Shikusei.
"Hmm?, apa maksudmu?" tanya Medokato.
"Tidak usah berpura pura bodoh senior, atau kau memang bodoh beneran?" ejekan Shikusei kepada Medokato.
"Haha ucapan mu besar sekali ya, dengar walaupun aku berbuat curang kau mau apa?, mengalahkan ku?, itu tidak mungkin kan hahaha" Medokato mengejek kembali Shikusei.
"Ya dia memang tidak bisa mengalahkan mu" tiba tiba Tokugawa menghampiri mereka.
"Yo Tokugawa" ucap Medokato.
"Tokugawa!!" ucap Shikusei yang sedikit terkejut melihat Tokugawa.
"apa benar kau berbuat curang senior?" tanya Tokugawa kepada Medokato.
"Tidak aku tidak melakukan nya" jawab Medokato.
"Sampai kapan kau berpura pura bodoh seperti senior, cepat mengakulah kau sialan" ucap Shikusei dengan kesal.
"Sudah kubilang itu bukan aku" ucap Medokato yang masih tidak ingin mengaku.
"KAU...."
"Tunggu" ucapan Shikusei di potong Tokugawa.
"Dia benar, bukan dia lah yang melakukan nya karena...." ucap Tokugawa.
"HA?"Shikusei bingung mendengar ucapan Tokugawa.
Belum sempat bilang apa apa Shikusei tiba tiba di tendang oleh Tokugawa hingga terpental.
"Karena itu rencanaku" ucap Tokugawa.
"SI.....SIALAN KAU TOKUGAWA" ucap Shikusei dengan menahan rasa sakit.
"Dengan begini hanya tersisa 2 petinggi fraksi mu yang masih sehat haha" ucap Tokugawa.
Setelah itu mereka berempat langsung meninggalkan Shikusei.
"Tu...tunggu" Shikusei kehilangan kesadarannya.
Beberapa lama kemudian Shikusei perlahan membuka mata.
"Kau sudah bangun" ucap Rinku yang berada di sebelahnya.
"Sialan itu, apa kau menemukan ku Rinku?" tanya Shikusei.
"Tidak bukan aku, Takeshi lah yang menemukanmu" jawab Rinku.
"Begitu ya dimana Takeshi?" tanya Shikusei.
"Dia didepan" jawab Rinku.
Rinku dan Shikusei pun keluar dan mereka berdua melihat Takeshi yang sedang memasang wajah marah kesal dan sedikit lemas.
Mereka berdua pun menghampiri Takeshi.
"Kau baik baik saja?" tanya Shikusei kepada Takeshi.
"Haha benar juga" ucap Shikusei.
"Ngomong ngomong siapa yang melakukan ini kepada mu Shikusei" tanya Rinku.
"Yang melakukan kecurangan ini bukanlah Medokato, melainkan pemimpin mereka sendiri Tokugawa", jawab Shikusei.
Mendengar perkataan Shikusei Takeshi mengepalkan tangannya.
"Jadi Tokugawa yang melakukan ini ya" ucap Rinku.
"Oh ya bagaimana ke adaan Zekuno, Kentaki, dan Kirin apa mereka baik baik saja" tanya Rinku kepada Takeshi.
"Ya, mereka bilang mereka bisa ikut berperang besok" jawab Takeshi.
"Baiklah besok kita akan hancurkan mereka" ucap Shikusei.
Setelah selesai mengobrol mereka bertiga pun pulang.
Sebelum pulang Takeshi menyempatkan dirinya untuk pergi ke rumah Zekuno.
Saat sampai Takeshi langsung mengetuk pintu rumah Zekuno.
"sebentar" ucap Zekuno yang berjalan menuju pintu, dan setelah itu membuka pintu.
"Oh Takeshi" ucap Zekuno.
"Apa kau sudah sembuh" tanya Takeshi.
"Ya, sudah ku bilang besok aku bisa ikut berperang" jawab Zekuno.
"Bagaimana dengan Kentaki dan Kirin" tanya Takeshi lagi.
"Mereka berdua juga baik" jawab Zekuno.
"Syukur lah" ucap Takeshi yang lega.
"Kalau begitu aku pulang dulu" ucap Takeshi.
"Ya hati hati dijalan" ucap Zekuno.
Takeshi pun berjalan pulang ke rumah nya.
"Takeshi...." Zekuno memanggil, mendengar panggilan Zekuno Takeshi berhenti melangkah kan kakinya dan menengok ke arah Zekuno.
"Ada apa?" tanya Takeshi.
"Terimakasih sudah membawa kami dan mengkhawatirkan kami" jawab Zekuno.
"ya sama sama" setelah mengucapkan itu Takeshi lanjut pergi pulang.
Ke esokan harinya, Tokugawa telah bersiap dengan anggota fraksinya yang sangat banyak di lapangan Suzuran.
"Haha aku tidak sabar untuk menghancurkan mereka" ucap Medokato.
Tidak lama Shikusei dan fraksi nya juga datang di lapangan.
"WOI SHIKUSEI DARI SINI JUGA SUDAH KETAHUAN SIAPA YANG AKAN MENANG" Medokato mengejek Shikusei, karena fraksi Medokato lebih banyak anggota di bandingkan fraksi Shikusei.
"YA BENAR YANG MENANG ADALAH AKU" Shikusei kembali mengejek.
"HAHA BERMIMPI LAH" Medokato kembali mengejek.
di tempat lain Daizen dan teman nya melihat peperangan dari atap Suzuran, dan pertarungan itu juga di tonton oleh seluruh siswa Suzuran.