
Karena sudah berganti tahun, murid Suzuran kelas 1 naik menjadi kelas 2, dan untuk kelas 2 akan naik kelas 3, maka dari itu di kelas 1 terdapat murid murid baru.
Penerimaan murid baru Suzuran di mulai, semua murid baru kelas 1 di kumpulkan di aula.
Di aula juga banyak guru yang menyambut mereka.
Beberapa menit kemudian acara penerimaan murid baru selesai, semua murid kelas 1 keluar aula, dan menuju kelasnya masing masing.
Di toilet Suzuran ada 1 murid kelas 1 yang sedang di ganggu oleh 5 murid kelas 2.
"Cepat berikan berapa pun uang yang ada di saku mu" ucap salah satu pengganggu.
"Maaf aku tidak bisa memberikan nya" ucap murid yang di ganggu.
"APA KAU BERANI MELAWAN SENIOR MU SIALAN!!" ucap salah satu pengganggu.
Salah satu dari pengganggu hendak memukul murid tersebut.
Tetapi pukulannya di hentikan oleh seorang murid.
"Siapa kau?" tanya murid pengganggu.
"Kalian tidak perlu tau aku" jawab seorang murid tersebut.
Murid tersebut langsung memukul salah satu murid pengganggu.
Tanpa basa basi murid tersebut juga menghabisi murid pengganggu lainnya.
Setelah di kalahkan murid pengganggu melarikan diri.
"Terimakasih" ucap murid yang di ganggu.
"Sama sama" ucap murid yang menolongnya.
"Siapa nama mu?" tanya murid yang di ganggu.
"Namaku Haise" jawabnya.
"Namaku Daisuke salam kenal" ucap nya.
"Ya salam kenal juga" ucap Haise.
"Apa kau murid kelas 1 juga?" tanya Daisuke.
"Ya" jawab Haise.
"Di mana kelas mu?" tanya Daisuke lagi.
"Kelas ku di 1B" jawab Haise.
"Sungguh?!, kalau begitu kelas mu sama sepertiku, ayo kita ke sana bersama" ucap Daisuke.
"Baiklah" ucap Haise.
Mereka berdua pun menuju kelas 1B
Saat sudah sampai di kelas 1B, mereka terkejut melihat murid kelas 1B yang sudah banyak terkapar.
Di dalam kelas 1B ada 1 murid yang sedang mengalahkan satu persatu murid 1B, namanya adalah Asahi dari kelas 1C.
Asahi pun mengalahkan murid terakhir di kelas 1B.
"HAHAHA, mulai sekarang kelas B menjadi milikku" ucap Asahi.
Tiba tiba Haise berlari ke arah Asahi dan langsung menendang Asahi.
Asahi pun terkena tendangan Haise dan terpental.
"Si..sialan" ucap Asahi yang kesal.
"Masih ada murid kelas B, yaitu aku" ucap Haise.
"Haha baiklah" ucap Asahi.
Asahi pun berdiri.
"Akan ku kalahkan kau dengan sekali serang" ucap Asahi.
Asahi langsung menyerang Haise, tetapi serangannya di hindar, Haise pun membalas dengan memukul wajah Asahi.
Terkena pukulan Asahi pun jatuh ke tanah.
Asahi kalah dari Haise.
"Kelas 1B tidak lagi menjadi milik mu" ucap Haise.
Tak lama bel masuk pun berbunyi.
Asahi bangun dan dia pergi ke kelasnya dengan menahan sakit.
Semua murid kelas 1 juga masuk ke kelasnya masing masing.
Beberapa lama kemudian bel istirahat berbunyi.
Semua murid keluar termasuk Haise.
"Hey kau ingin pergi kemana?" tanya Daisuke kepada Haise.
"Aku ingin ke kantin" jawab Haise.
"Boleh aku ikut?" tanya Daisuke lagi.
"Ya boleh" jawab Haise.
Mereka berdua pun pergi menuju kantin.
Setelah sampai di kantin mereka berdua memesan makanan, setelah mendapat kan pesanan makanan mereka berdua pun duduk.
"Kau orang yang sangat kuat Haise" ucap Daisuke.
"Tidak juga" ucap Haise.
"Apa maksudmu tidak, kau dengan mudah mengalahkan 5 murid kelas 2, dan tadi kau dapat mengalahkan orang kuat di kelas 1 dengan sekali serang" ucap Daisuke.
Tidak lama Asahi menghampiri mereka berdua.
"Siapa nama mu?" tanya Asahi kepada Haise.
"Haise" jawabnya.
Tiba tiba Asahi menundukkan kepalanya.
"JADI KAN LAH AKU BAWAHAN MU, AKAN KU LAKUKAN APA PUN UNTUK MU" teriak Asahi.
Haise dan Daisuke terkejut.
"Kenapa kau ingin menjadi bawahan ku?" tanya Haise.
"Dari semenjak SMP aku selalu menjadi bawahan atau pengikut orang orang kuat" jawab Asahi.
"Saat aku naik ke SMA aku berniat ingin menjadi penguasa, tetapi ternyata ada orang lagi yang lebih kuat dari ku, tadinya aku ingin menantang mu lagi, tetapi entah kenapa aku lebih ingin menjadi bawahan mu" ucap Asahi.
"Jadi bagaiman apa aku boleh menjadi bawahan mu?" tanya Asahi.
"Terserah" jawab Haise.
Mendengar jawaban Haise Asahi pun senang.
Ke esokan harinya dua murid kelas 1 sedang bertarung di lapangan Suzuran.
Pertarungan mereka di tonton oleh murid murid kelas.
Mereka berdua bernama Akira dan Matsuya.
Pertarungan mereka sangat lah sengit.
Matsuya berlari ke arah Akira dan menyerang, Akira menerima serangan Matsuya, Akira membalas dengan memukul Matsuya tetapi pukulannya di hindar Matsuya, Matsuya kembali menyerang dengan memukul perut Akira, dan di lanjutkan dengan memukul wajah Akira.
Terkena serangan berkali kali, Akira marah dia pun hendak menyerang Matsuya dengan keras, tetapi lagi lagi serangannya di hindar, Matsuya memukul wajah Akira, dan di lanjutkan dengan menendang kepala Akira.
Akira pun terjatuh dan terkapar di tanah.
Pertarungan di menangkan Matsuya.
Matsuya menghampiri Akira dan memberikan tangannya.
"Pertarungan yang bagus" ucap Matsuya.
Akira pun mengambil tangan Matsuya dan berdiri.
"Ya, kau memang kuat" ucap Akira.
Pertarungan mereka ternyata di tonton oleh Zekuno, karena pertarungan telah selesai Zekuno pun pergi menuju pinggir kolam.
Di pinggir kolam Kentaki, Kirin, Zekuno, dan Kensai berkumpul.
"Aku tadi melihat 2 murid kelas 1 yang sedang bertarung" ucap Zekuno.
"Berarti Freshman war telah di mulai" ucap Kirin.
"Freshman war ya, aku jadi ingat saat aku kalah melawan Yuki di Freshman war, tetapi aku berhasil mengalahkan Yuki di peperangan antar fraksi, bahkan aku juga mengalahkan Kensai" ucap Kentaki.
"Hei, kau dapat mengalahkan ku karena aku tidak melihat mu" ucap Kensai.
"APA KAU MAU PEMBUKTIAN SEKARANG" teriak Kensai dengan marah.
"TENTU SAJA" teriak Kentaki.
"CUKUP SUDAH TIDAK USAH DI LANJUTKAN" teriak Zekuno.
Amarah Kentaki dan Kensai pun mereda.
"Aku juga mengingat saat kalian berdua di kalahkan dengan cepat" ucap Zekuno kepada Kentaki dan Kirin.
"Ha? apa kau mengejek kami?" tanya Kentaki.
"Tidak bukan itu maksudku, hanya saja aku jadi ingat orang yang mengalahkan mu" jawab Zekuno.
"Takeshi!?" ucap Kentaki.
"Ya benar" ucap Zekuno.
"Haa.....kenapa dia tiba tiba pergi, apa dia keluar dari Suzuran?" tanya Kentaki.
"Sepertinya tidak, karena sama sekali tidak ada kabar kalau Takeshi keluar dari Suzuran" jawab Kirin.
Ke esokan harinya, saat Haise berjalan di lorong Suzuran, dia terkejut melihat Daisuke yang sudah terkapar di tanah dengan terluka.
Haise pun berlari ke arah Daisuke.
"Siapa yang melakukannya?" tanya Haise.
"Aku....tidak kenal mereka berdua.....tetapi.......Asahi sedang mengejar mereka ke arah aula" ucap Daisuke yang lemas.
"Mereka!" ucap Haise.
Mendengar itu Haise pun berlari menuju aula.
Saat sampai di aula, Asahi sedang bertarung melawan Matsuya dan Akira.
Karena 2 lawan 1, Asahi pun kesusahan dan terpojok.
Melihat itu Haise berlari ke arah mereka dan menendang Akira, Akira pun terpental dan terkapar.
"Haha ternyata masih ada orang kuat" ucap Matsuya.
Matsuya pun menghampiri Haise, memulai pertarungan mereka berdua.
Matsuya menendang Haise, tetapi tendangan nya di tahan Haise, Matsuya kembali menyerang dengan memukul Haise, Haise menerima pukulan, tetapi Haise dengan cepat membalas dengan juga memukul Matsuya, Matsuya pun menerima pukulan Haise.
"Lumayan" ucap Matsuya.
Pertarungan mereka di lanjutkan.
Pertarungan mereka sangatlah sengit hingga berlangsung lama.
Matsuya menyerang Haise, tetapi Haise berhasil menghindar dan dengan cepat membalas dengan memukul perut Matsuya, dan di lanjutkan dengan memukul dagu Matsuya, Matsuya pun jatuh dan terkapar.
Pertarungan di menangkan Haise, sekaligus Haise lah yang memenangkan pertarungan Freshman war.
"Baiklah....aku mengaku kalah" ucap Matsuya.
Haise pun memberikan tangannya.
Matsuya tersenyum, menerima tangan Haise dan berdiri.
Kemudian Haise, Asahi, Akira, Matsuya, dan Daisuke berkumpul di samping aula.
"Maaf telah menyerang mu" ucap Matsuya kepada Daisuke.
"Ya tidak apa apa, aku memaafkan" ucap Daisuke.
"Jadi Haise apa kau ingin menuju puncak Suzuran?" tanya Matsuya.
"Ya, itu pun kalau bisa" jawab Haise.
"Hhmmm, memangnya kenapa?" tanya Matsuya lagi.
"Aku yakin masih ada orang yang jauh lebih kuat dari ku" jawab Haise.
"Walaupun begitu kau harus yakin dengan dirimu" ucap Matsuya.
"Orang yang kuat ya, apa ada yang tau siapa saja orang kuat di Suzuran?" tanya Matsuya.
"Aku tidak tau" jawab Akira.
Tidak ada yang tau di antara mereka.
"Aku tau"
Tiba tiba seseorang menghampiri mereka dia adalah Rinku.
"Siapa kau?" tanya Matsuya.
"Namaku Rinku aku berada di kelas 3, senior kalian" jawab Rinku.
"Aku akan memberi tahu kalian kekuatan Suzuran saat ini, apa kalian mau?" tanya Rinku.
"Baiklah" jawab Matsuya.
Rinku pun menjelaskan.
Di mulai dari kelas 2.
- Kentaki dan Kirin
Mereka berdua merupakan anggota dari fraksi kecil, tetapi fraksi kecil tersebut tidak bisa di remehkan.
- Kensai
Dia pemenang Freshman war tahun lalu, dan Baru baru ini sepertinya dia juga telah bergabung dengan fraksi Kentaki dan Kirin.
- Yuki
Dulu dia terkenal dengan tendangan nya, Yuki juga sekarang tidak pernah terlihat bergerak lagi.
Lanjut kelas 3
- Ryu
Dia merupakan anggota dari fraksi terbesar di kelas 3.
- Zekuno
Dia bergabung dengan fraksi yang sama dengan Kentaki, Kirin, dan Kensai, sepertinya dia lah otak di fraksi tersebut.
- Rinku
Dulu dia memiliki fraksi, tetapi sekarang bergabung dengan Shikusei.
- Shikusei
Pemimpin dari salah satu fraksi besar, Shikusei sekarang menjadi orang terkuat no 4.
- Tokugawa
Pemimpin dari fraksi terbesar, dulu dia dapat mengalahkan Shikusei, Tetapi dia telah kalas oleh orang bernama Takeshi, Tokugawa pun menjadi orang terkuat no 3, tetapi dia sudah lama pergi alasannya dia ingin memperbaiki diri.
- Takeshi
Pemimpin dari fraksi kecil yang di anggotakan Zekuno, Kentaki, Kirin, dan Kensai, dia orang terkuat no 2, sama seperti Tokugawa Takeshi juga telah pergi tetapi tidak ada yang tau alasannya.
Terakhir.
- Tsutomu
Seharusnya tahun ini dia lulus, tetapi karena dia jarang masuk dia pun harus mengulang tahunnya, Tsutomu adalah orang terkuat di Suzuran, bahkan sebelum pergantian tahun.
"Itulah kekuatan Suzuran yang sekarang" ucap Rinku.
"Begitu ya" ucap Akira.
"Kenapa kau memberitahu kami?" tanya Matsuya.
"Tentu untuk masa depan Suzuran, kalau begitu sampai jumpa" ucap Rinku.
Rinku pun pergi meninggalkan mereka.
"Ternyata banyak sekali orang kuat" ucap Asahi.
"Tentu saja ini Suzuran" ucap Matsuya.
"Tetapi seperti yang di katakan senior tadi, ada dua orang kuat yang pergi" ucap Akira.
"Ya, aku yakin mereka akan kembali saat Suzuran dalam bahaya" ucap Matsuya.
"Aku....."
Matsuya, Daisuke, Asahi, dan Akira menengok ke arah Haise.
"Aku akan mencapai puncak Suzuran" ucap Haise.
"Baiklah kami akan mendukung mu" ucap Akira.
Haise, Matsuya, Daisuke, Asahi, dan Akira pun membuat fraksi untuk mencapai puncak Suzuran.