
Housen
Kelas 3
- Fumihiro
- Kinodozu
- Shikaku
- Kaito
Kelas 2
- Yahiko
- Tomo
- Gin
Kelas 1
- Sakachi
- Kenji
- Denji
Waktu pulang Suzuran tiba, satu persatu murid Suzuran pulang, termasuk Kiyomasa, Kirin, Kentaki, Zekuno, dan Takeshi.
"Haa...... akhirnya bisa kembali pulang" ucap Kentaki.
"Ingat Housen masih berada di sekitar sini jadi hati hati" ucap Zekuno.
"Ya kau juga" ucap Kentaki.
Mereka pun berpisah, benar saja tidak lama Kentaki dan Kirin di hadang Kenji bersama pasukannya.
"Yo apa kabar?" ucap Kenji.
"Sialan kau lagi" ucap Kentaki.
Di pinggir sungai Shikusei juga di hadang oleh Yahiko dan pasukan Housen.
"Kau...anak kelas 2 juga kan?" tanya Yahiko.
"Cepat sekali mereka bergerak sialan" ucap Shikusei.
Di suatu tempat Kensai sedang bertarung dengan pasukan Housen dan ada Denji di sana.
"KEMARI KAU SIALAN" teriak Kensai.
"Hahaha.....habisi dia" perintah Denji.
Di Stasiun Renji dan Maru di hampiri oleh Shikaku dan pasukannya.
"Wow ada pembantu Daizen disini" ejek Shikaku.
"Berisik, kau juga seorang babu dari Fumihiro" Renji kembali mengejek.
"Haha...ayo habisi mereka" perintah Fumihiro.
Pasukan Housen pun menyerang mereka berdua.
Di tempat lain Rinku yang ingin pulang tiba tiba di hadang Kaito dan pasukan Housen.
"Haha sekarang ke adaan kita terbalik" ucap Kaito.
Tak lama pasukan Housen pun menyerang Rinku.
Dari pada melawan, Rinku memilih untuk melarikan diri.
"Sialan kejar jangan sampai lolos" perintah Kaito.
pasukan Housen pun mengejar Rinku.
Takeshi dan Zekuno baru saja keluar dari sebuah kedai.
Di luar Tomo dan pasukan Housen menunggu mereka.
"Berambut putih......APA KAU YANG BERNAMA TAKESHI?" tanya Tomo dengan teriak.
"Ya memang nya kenapa?" tanya Takeshi.
"Kalau begitu kau akan mati" ucap Tomo.
"Bagaimana? apa kita akan bertarung melawan mereka?" tanya Zekuno kepada Takeshi.
"Tentu tidak, kita akan lari, kita akan berlari ke arah Tomo" jawab Takeshi.
"Baiklah aku mengerti maksudmu" ucap Zekuno.
"HANCURKAN MEREKA" perintah Tomo.
Pasukan Housen maju menyerang Takeshi dan Zekuno.
Takeshi dan Zekuno berlari ke arah pasukan Housen dan menyerang mereka satu persatu.
Mereka berdua terus maju dan menyerang pasukan Housen.
Hingga akhirnya Zekuno dekat dengan Tomo dan menyerangnya sayang serangan Zekuno berhasil di tangkis.
Tetapi tidak dengan serangan selanjutnya dari Takeshi, Tomo mendapatkan pukulan yang keras membuat Tomo terpental dan terkapar di tanah.
Setelah mengalahkan Tomo Takeshi dan Zekuno pun lari dengan di susul pasukan Housen yang mengejar mereka.
Di tempat Kentaki dan Kirin mereka berdua sudah sangat kelelahan melawan pasukan Housen.
"Kentaki kalau begini terus tidak akan ada habisnya" ucap Kirin.
"Benar.....ayo kita lari" ucap Kentaki.
"Kalau kita lari mereka pasti akan tetap mengejar kita" ucap Kirin.
"SIAL".
Tiba tiba Kirin mendorong Kentaki dari kerumunan.
"CEPAT LAH LARI KENTAKI!!" teriak Kirin.
"KIRIN APA YANG KAU LAKUKAN?" tanya Kentaki yang terkejut.
"Aku akan melindungi mu jadi cepat lari" jawab Kirin.
"Tidak.....tidak akan kubiarkan" ucap Kirin dengan nafas terengah engah.
"Kalian berhenti" Kenji memerintah pasukan Housen untuk berhenti menyerang.
"Biar aku yang akan habisi dia" ucap Kenji.
Kenji langsung menghampiri Kirin.
Kirin pun menyerang duluan tetapi serangan Kirin berhasil di hindar Kenji membalas serangan dan tepat mengenai Kirin, Kirin pun tak sadarkan diri.
Di tempat Renji dan Maru mereka melakukan hal yang sama yang di lakukan oleh Kentaki dan Kirin.
Renji mengobarkan dirinya agar Maru dapat lari, tetapi karena pasukan Housen yang banyak Renji pun kalah.
Tetapi untungnya Maru berhasil kabur, di tempat Kensai.
Kensai sedang bertarung dengan Denji, tetapi karena kelelahan Kensai tidak dapat menyerang Denji melainkan dia selalu mendapatkan serangan dari Denji.
"Haha fisik mu memang kuat, tetapi stamina mu tidak bisa menyeimbangi kekuatan fisik mu" ucap Denji.
Denji mengakhiri pertarungan dengan sebuah tendangan yang kuat, Kensai menerima tendangan Denji dan Kensai langsung tidak sadarkan diri.
Di tempat lain Rinku bisa lolos dari pengejaran pasukan Housen dia pun kembali berjalan pulang.
Di perjalanan dia tidak sengaja melihat Shikusei yang sudah terkapar di pinggir sungai, dengan cepat Rinku menghampiri Shikusei dan menggendong nya.
"Botak sialan....." ucap Rinku yang kesal.
Takeshi dan Zekuno juga berhasil lolos dari pengejaran pasukan Housen.
"Ha...ha...ha... hampir saja" ucap Zekuno dengan menghela nafasnya.
"Pasti bukan hanya kita yang di serang" ucap Takeshi.
"Kau benar, bagaimana kalau kita mencari murid Suzuran yang lain" ucap Zekuno.
"Baiklah".
Takeshi dan Zekuno pun mencari murid murid Suzuran yang di serang Housen.
Maru yang berlari dari pasukan Housen yang mengejar nya, tanpa sengaja berpaspasan dengan Daizen.
"Maru? ada apa?" tanya Daizen.
Daizen pun melihat ke arah belakang Maru dan dia tau Maru sedang dalam bahaya.
"Maru kau cepat pulang biar aku yang urus mereka" ucap Daizen.
"Aku akan membantu mu" ucap Maru.
"Tidak usah pulang lah duluan" Maru pun pergi pulang.
"Wah wah ada petinggi tertinggi di Suzuran sepertinya aku beruntung" ucap Shikaku.
"Beruntung ya, kemari aku ingin lihat kau beruntung atau tidak" ucap Daizen.
"Ya aku akan menghampiri tetapi setelah pasukan ku menghajar mu".
Pasukan Housen pun menyerang Daizen tetapi Daizen dengan mudahnya mengalahkan mereka satu persatu.
Setelah mengalahkan semua pasukan Housen Daizen menghampiri Shikaku.
"Sialan..." ucap Shikaku yang kesal.
Shikaku duluan menyerang Daizen, serangan Shikaku di hindar Daizen dan Daizen membalas serangan dengan memukul wajah Shikaku.
Shikaku pun terpental, Shikaku mencoba untuk bangun tetapi Daizen segera memukul kembali Shikaku, Shikaku pun terkapar dan tak sadarkan diri.
Setelah mengalahkan pasukan Housen dan Shikaku Daizen melanjutkan perjalanan pulangnya.
Takeshi dan Zekuno yang sedang mencari murid murid Suzuran tanpa sengaja bertemu dengan Rinku yang sedang menggendong Shikusei.
"Apa kalian di serang oleh Housen juga?" tanya Zekuno.
"Ya, tetapi aku melarikan diri dari Housen dan tanpa sengaja aku bertemu Shikusei di pinggir sungai yang sudah tidak sadarkan diri" jawab Rinku.
"Kami berdua juga di serang tetapi kami memilih untuk lari dari mereka, dan sekarang kami ingin mencari murid murid Suzuran yang di serang Housen" ucap Zekuno.
"Baiklah tetapi berhati hatilah karena Housen masih berada di sekitar sini" ucap Rinku.
Takeshi dan Zekuno melanjutkan pencarian dan Rinku mengantarkan Shikusei ke rumah sakit.
Kentaki yang berhasil lolos dari pengejaran pasukan Housen tanpa sengaja melihat Kensai yang terkapar di tanah, Kentaki menghampiri Kensai.
"sialan...akan ku hancurkan kalian nanti para pasukan botak" ucap Kentaki.
Kentaki pun menggendong Kensai dan mengantarkan nya ke rumah sakit, Daizen yang berada di stasiun menemukan Renji yang terkapar, tanpa basa basi Daizen pun menggendong Renji menuju rumah sakit.
"Sialan kau Housen menambah pekerjaan ku saja" ucap Daizen.
Takeshi dan Zekuno akhirnya menemukan Kirin yang terkapar mereka berdua pun langsung menghampiri Kirin.
"Ayo kita membawanya ke rumah sakit" ucap Zekuno.
Takeshi pun menggendong Kirin menuju rumah sakit di ikuti Zekuno.
Singkat cerita setelah mengantarkan mereka yang tak sadarkan diri ke rumah sakit, Daizen, Kentaki, Takeshi, Zekuno, dan Rinku, bertemu di sana.
"Apa kalian juga di serang?" tanya Daizen.
"Ya kami di serang" jawab Rinku
"Ternyata dugaan mu benar Rinku, mereka telah melakukan rencana" ucap Daizen.
"Setelah ini kalian harus pulang ke rumah kalian dengan selamat, karena besok kita akan membalas perbuatan Housen" ucap Daizen.
Satu per satu dari mereka pun pulang.
"Bagaimana dengan ke adaan Kirin" tanya Kentaki.
"Dia terluka cukup parah, tetapi Kirin akan sembuh kemungkinan dalam 2 hari" jawab Zekuno.
"Sialan Kirin pasti akan ku balas kan dendam mu" ucap Kentaki.
"Bukan hanya kau yang akan membalas nya kita juga akan membalas perbuatan Housen" ucap Zekuno.
"Benar" ucap Takeshi.
"Haha baiklah kita akan menghancurkan Housen bersama sama" ucap Kentaki.