CROWS WARRIORS

CROWS WARRIORS
DEKLARASI PERANG



Housen


Kelas 3


- Fumihiro


- Kinodozu


- Shikaku


- Kaito


Kelas 2


- Yahiko


- Tomo


- Gin


Kelas 1


- Sakachi


- Kenji


- Denji


Di Suzuran Zekuno, Kiyomasa, dan Kentaki berkumpul di pinggir kolam.


"Haa.....aku benar benar kesal dengan para botak biadab itu" ucap Kentaki.


"Ya ku kira mereka akan menyerang kita nanti, tetapi ternyata mereka menyerang kita satu hari setelah Housen memata matai kita, sial" ucap Zekuno.


"Kiyomasa, apa kau tidak di serang oleh Housen kemarin?" tanya Kentaki.


"Tidak, tetapi aku hanya melihat murid murid Housen yang datang, sepertinya mereka tidak melihat ku" jawab Kiyomasa.


"Kau beruntung" ucap Kentaki.


"Aku ingin pergi menjenguk Kirin, apa kalian ingin ikut?" tanya Zekuno.


"Tentu ayo" ucap Kentaki.


Zekuno, Kentaki, dan Kiyomasa pun pergi menuju rumah sakit.


Saat mereka keluar Suzuran mereka bertemu dengan Takeshi.


"Mau pergi kemana?" tanya Takeshi.


"Ingin menjenguk Kirin" jawab Zekuno.


Takeshi pun ikut ke rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit mereka ber 4 bertemu dengan Daizen yang habis menjenguk Renji.


"Mau menjenguk teman kalian?" tanya Daizen.


"Ya" Jawab Zekuno.


"Jenguki juga Kensai, sepertinya dia tidak mempunyai teman" ucap Daizen dan dia pun pergi.


"Bagaimana? mau menjenguk Kensai?" tanya Zekuno.


"Ya tentu, tetapi kita menjenguk Kirin terlebih dahulu" jawab Kentaki.


Mereka berempat pun menuju kamar Kirin.


Setelah sampai terlihat Kirin yang sudah bangun.


"Yo sahabat ku bagaimana kabar mu?" tanya Kentaki.


"Hanya Masih sedikit pusing" jawab Kirin.


"Kalian menjenguk ku ya, terimakasih" ucap Kirin.


"Haha tidak usah berterimakasih" ucap Zekuno.


"Oh ya, apa kalian di serang Housen juga?" tanya Kirin.


"Ya, aku dan Takeshi di serang, tetapi kami lebih memilih melarikan diri dari pada melawan mereka" jawab Zekuno.


"Aku juga berniat melarikan diri bersama Kirin, tetapi mereka pasti mengejar kita, maka dari itu, Kirin berkorban agar aku bisa lari" ucap Kentaki.


"Kirin tolong jangan lakukan itu lagi!" ucap Kentaki.


"Ya maaf kan aku, tetapi tidak ada cara lain" ucap Kirin.


"Ya tidak apa apa, ngomong ngomong kalian melarikan diri juga, tetapi bagaimana kalian bisa selama?" tanya Kentaki kepada Zekuno dan Takeshi.


"Aku mengikuti rencana Takeshi, kami berdua berlari ke arah petinggi Housen, setelah mendekati nya kami langsung memukulnya, setelah itu kita pun lari, ya tetap saja kita di kejar tetapi hanya sebagian dari mereka yang mengejar kita, karena yang lainnya mengurus Petinggi yang kita kalahkan." Jawab Zekuno.


"Sial aku terlalu terbawa emosi jadi aku langsung melawan mereka" ucap Kentaki.


"Oh ya Kirin kami ingin menjenguk Kensai dulu" ucap Zekuno.


"Kensai, baiklah" ucap Kirin.


"Kiyomasa kau temani Kirin di sini" ucap Zekuno.


"Baiklah" ucap Kiyomasa.


Takeshi, Zekuno, dan Kentaki keluar dari kamar Kirin dan pergi menuju kamar Kensai, sedangkan Kiyomasa menemani Kirin.


Setelah itu mereka sampai di kamar Kensai, mereka pun masuk.


Terlihat Kensai juga yang sudah sadar.


Karena pintu kamarnya di buka Kensai pun menengok ke arah pintu.


"Mau apa kalian?" tanya Kensai.


"Kami hanya ingin menjenguk mu tenanglah" jawab Kentaki.


"Menjenguk?, haha kalian tidak perlu melakukan itu" ucap Kensai.


"Ya, ya kami tau, sepertinya kau sudah sehat ya?" tanya Kentaki.


"Kata siapa? aku masih merasakan pusing yang luar biasa" jawab Kensai.


"Oh ya, Kentaki, apa kau yang menggendong ku ke rumah sakit?" tanya Kensai.


"Entahlah....kenapa kau menganggap ku yang mengendong mu?" tanya Kentaki lagi.


"Sudah kau istirahat lah saja, nanti kami pasti akan mengalahkan orang yang menghajar mu" ucap Zekuno.


"Kalau begitu kami pamit dulu, jagalah diri mu" ucap Zekuno.


Zekuno, Takeshi, dan Kentaki pun keluar dari kamar Kensai.


"Kalian kalau ingin pulang, pulang saja duluan aku yang akan menemani Kirin" ucap Kentaki.


"Apa tidak apa apa?" tanya Zekuno.


"Ya nanti akan ku bilang kepada Kirin dan Kiyomasa" jawab Kentaki, dan Kentaki pergi menuju kamar Kirin.


Sedangkan Takeshi dan Zekuno menunggu Kiyomasa di luar.


Beberapa menit kemudian Kiyomasa pun keluar.


"Itu pertama kalinya kau hanya berduaan dengan Kirin kan?" tanya Zekuno.


"Ya benar" jawab Kiyomasa.


"Bagaimana rasanya berduaan dengan orang yang kau jarang ajak bicara?" tanya Zekuno kembali.


"Tentu saja canggung tetapi aku sudah terbiasa dalam posisi itu" jawab Kiyomasa.


"Haha begitu kah, yasudah ayo kita kembali ke Suzuran" ucap Zekuno.


Mereka bertiga pun kembali ke Suzuran.


Tetapi di perjalanan mereka di hampiri oleh Maru.


"HEI KALIAN" teriak Maru.


Takeshi, Zekuno, dan Kiyomasa pun menengok ke arah Maru.


"Maru?" ucap Kiyomasa.


"Apa, apa kalian melihat Daizen? dari tadi dia belum saja kembali" tanya Maru.


"Ya kami melihatnya saat kita baru saja sampai di rumah sakit, tetapi setelah itu dia pergi lagi" jawab Zekuno.


"Ha...kemana dia pergi, aku takut dia sekarang menjadi sasaran dari Housen" ucap Maru.


"Benar juga, kalau begitu kita akan membantu mu mencarinya" ucap Kiyomasa.


"Baiklah".


Takeshi, Zekuno, Kiyomasa, dan Maru pun pergi mencari Daizen.


Pindah ke Daizen.


Daizen berjalan menuju suatu tempat.


Setelah sampai dia pun berhenti melangkah kan kakinya.


Ternyata Daizen pergi ke Sekolah Housen.


Murid murid Housen yang melihat Daizen terkejut, dan beberapa dari mereka melapor ke petinggi mereka.


Di suatu kelas para petinggi kelas 3 Housen yang sedang berkumpul tiba tiba di hampiri oleh murid murid Housen.


"Ada apa, wajah kalian seperti itu" tanya Fumihiro.


"TIBA TIBA DI DEPAN HOUSEN ADA DAIZEN" ucap siswa Housen.


"Apa? Daizen" ucap Kinodozu yang terkejut.


"Ayo kita datangi dia" ucap Fumihiro.


Para petinggi Housen pun keluar untuk menghampiri Daizen.


"Yo Daizen, nyali mu memang besar sekali ya" ucap Fumihiro.


"Apa kau yang merencanakan penyerangan kemarin malam?" tanya Daizen.


"Ya, memangnya kenapa?" jawab Fumihiro.


"Kalau begitu aku akan menghancurkan mu" ucap Daizen.


"Haha baiklah, di mana dan kapan?" tanya Fumihiro.


"Di jembatan dekat sungai besok sore" jawab Daizen.


"Baiklah kami akan datang" ucap Fumihiro.


"Ya aku memang sangat berharap kalian datang" ucap Daizen.


Setelah mengucapkan itu Daizen pun pergi.


"Haha akhirnya aku bisa membalas kan dendam ku kepadanya" ucap Kinodozu.


"Ya aku juga" ucap Shikaku.


"Kalian tidak boleh menyentuh Daizen, karena Daizen milik ku, biar aku saja yang membalas kan dendam kalian" ucap Fumihiro.


"Baiklah, jangan beri dia ampun" ucap Shikaku.


Kembali ke Daizen.


Daizen yang berjalan pulang menuju Suzuran, bertemu dengan Takeshi, Kiyomasa, Zekuno, dan Maru.


"Daizen!! aku mencari mu kemana mana!" ucap Maru.


"Begitu kah? maaf kalau begitu" ucap Daizen.


"Kau dari mana?" tanya Kiyomasa.


"Hanya ada urusan penting ke suatu tempat" jawab Daizen.


"Tetapi aku ingin bilang kepada kalian kalau Housen dan Suzuran akan berperang besok sore" ucap Daizen.


"Apa? bagaiman kau tau?" tanya Maru.


"Ya....rahasia, yang jelas kita tidak boleh kalah dari Housen, karena itu lah aku membutuhkan kekuatan di Suzuran, terutama kau" ucap Daizen, Daizen menunjuk ke arah Takeshi.


"Tolong pinjamkan kekuatan mu Takeshi" ucap Daizen.


"Akan ku pikir kan" ucap Takeshi.


"Haha baiklah" ucap Daizen.


Mereka pun pulang kembali ke Suzuran.