CROWS WARRIORS

CROWS WARRIORS
SESEORANG YANG DI KENANG



Suzuran generasi baru


KELAS 3


- Takeshi


- Tokugawa


- Shikusei


- Zekuno


- Rinku


- Ryu


- Tsutomu


KELAS 2


- Kentaki


- Kirin


- Kensai


- Yuki


KELAS 1


- Haise


- Asahi


- Akira


- Daisuke


- Matsuya


Housen generasi baru


KELAS 3


- Yahiko


- Tomo


- Gin


- Kawada


KELAS 2


- Sakachi


- Kenji


- Denji


KELAS 1


- Ayato


- Natsumi


- Yoshi


- Masaru


T.F.O.A generasi baru


- Yosuke (Pemimpin)


- Sakamoto (Wakil pemimpin)


Divisi 1


- Reino (Pemimpin)


- Muteku (Wakil pemimpin)


Divisi 2


- Shireikishin (Pemimpin)


- Reikishin (Wakil Pemimpin)


Divisi 3


- Kairin (Pemimpin)


- Remu (Wakil Pemimpin)


Divisi 4


- Taka (Pemimpin)


Manji Empire


Manji 7


- Yoru


- Jinsei


- Hideyoshi


- Diego


- Hotoke


- Isamu


- Daichi


Di tokyo tepatnya di markas Manji Empire, semua petinggi sedang berkumpul.


"Kau telah mempercayai orang yang bodoh, apa kau tidak malu?" ejek Hotoke kepada Jinsei.


"Berisik" ucap Jinsei yang kesal.


"Tidak hanya Jinsei saja yang gagal, kalian juga gagal" seseorang muncul dari balik bayangan.


"Yoru?".


Orang di balik bayangan itu ternyata Yoru sang pemimpin Manji 7.


"Maaf kan kami" ucap Jinsei dengan menunduk di ikuti dengan anggota Manji 7 yang juga menunduk.


"Sudah angkat kepala kalian, ini baru permulaan, peperangan sesungguhnya akan di mulai" ucap Yoru.


Semua anggota Manji 7 mengangkat kepalanya dan tersenyum.


Kembali ke Toarushi, Haise, Asahi, Akira, Daisuke, dan Matsuya pulang bersama menuju rumah dari Suzuran.


"Jadi melawan aliansi Kurotaki sama saja seperti melawan Manji 7?" tanya Daisuke.


"Ya, petinggi aliansi Kurotaki ternyata merupakan bawahan salah satu anggota Manji 7" jawab Matsuya.


"Apakah kita akan membantu senior kita?" giliran Asahi yang bertanya.


"Aku tidak tau, tetapi pasti suatu saat kita akan membantu senior kita melawan Manji" ucap Matsuya.


Saat mereka sedang berjalan bersama, mereka berpas pasan dengan Kelompok T.F.O.A yang sedang bermotor bersama.


Melihat murid Suzuran Yosuke pun memperintahkan T.F.O.A untuk memberhentikan motor.


"Apakah kalian murid kelas 1?" tanya Yosuke.


"Ya, bagaimana kau tau?" Haise bertanya kembali.


"Wajah kalian masih asing dan masih polos, terutama kau" Yosuke menunjuk ke arah Daisuke.


"Jangan lihat orang dari penampilan nya saja" Daisuke sedikit kesal.


"Haha benar juga" balas Yosuke


"Oh ya, apa benar dua hari yang lalu Suzuran dan Housen bersatu untuk melawan aliansi Kurotaki?" tanya Sakamoto.


"Ya, tetapi kami kelas 1 tidak ikut" jawab Haise.


"Sudah pasti tidak semua murid Suzuran akan ikut" ucap Sakamoto.


"Suzuran dan Housen bersatu, ini sejarah baru untuk kedua sekolah rival itu" ucap Yosuke.


"Baiklah, kalau begitu sampai jumpa lagi kalian" Yosuke menyalakan motornya kembali di ikuti dengan anggota T.F.O.A.


"Baiklah" ucap Haise.


Anggota T.F.O.A pun kembali berkendara.


"Haha ya sama, kukira tadi mereka ingin mengajak berperang" lanjut Daisuke.


"Memang benar dulunya T.F.O.A dan Suzuran tidak memiliki hubungan baik seperti ini, T.F.O.A hanya netral dengan Suzuran" ucap Matsuya.


"Terus kenapa T.F.O.A bisa menjadi baik kepada Suzuran sekarang?" tanya Daisuke.


"Aku dengar sebelum kita masuk ke Suzuran, tahun lalu ada murid baru di kelas 2, yang memiliki hubungan baik dengan pemimpin T.F.O.A generasi sebelumnya, tetapi sayang nya murid baru tersebut sudah lama menghilang" jawab Matsuya.


"Siapa nama murid tersebut" tanya Daisuke lagi.


"Namanya adalah Takeshi" jawab Matsuya.


Pindah ke sekolah Housen.


Di depan gerbang, Ayato, Natsumi, Yoshi, dan Masaru sedang berkumpul.


"Sial seharusnya kita ikut menyerang Kurotaki" ucap Yoshi yang sedikit kesal.


"Ya, aku tau perasaan mu, sudah lama kau tidak ikut berperang kan?" tanya Masaru.


"Benar" Yoshi mengiyakan.


Tak lama Yahiko yang ingin pulang melewati gerbang, melihat Ayato dan kawan kawan nya sedang berkumpul, Yahiko pun menghampiri.


"Kenapa kalian tidak pulang?" tanya Yahiko.


"ha? memang nya kenapa?" tanya Masaru kembali.


"Begitu kah" Yahiko kembali berjalan.


"Senior!!" Ayato memanggil.


Mendengar panggilan Ayato, Yahiko memberhentikan langkah kakinya, dan menengok ke arah Ayato.


"Ada apa?".


"Kau orang terkuat di Housen kan?" tanya Ayato.


"Ya tentu saja, karena hal itulah orang orang di Housen mempercayai ku" jawab Yahiko.


"Aku dengar dulu ada murid Suzuran yang setara dengan mu saat kau masih duduk di kelas 2, apakah orang itu adalah orang yang memimpin Suzuran saat melawan Kurotaki?" tanya Ayato kembali.


"Haha bukan, dia......dia sudah lama menghilang" jawab Yahiko.


"Menghilang?".


"Ya, mungkin dia memiliki tujuan yang baru, haha entahlah, kau tau saat kau memiliki seorang rival, itu sangat lah menyenangkan, baiklah sampai jumpa" setelah mengucapkan itu Yahiko pun pergi pulang.


Sambil berjalan pulang Yahiko pun mengingat dirinya saat duduk di kelas 2.


"Ha.....tidak terasa aku sudah sejauh ini" ucap Yahiko.


"Takeshi.......apa kau sedang berjuang sekarang?" ucap Yahiko sambil menatap langit.


Kembali ke daerah Suzuran.


Kentaki, Kirin, Kensai, dan Zekuno sedang berada di sebuah cafe.


"Bukan kah ini cafe yang waktu itu?" tanya Kentaki.


"Ya" jawab Zekuno.


Tiba Kentaki menarik kerah baju Zekuno.


"Kau tidak lupa membawa duit lagi kan?" tanya Kentaki dengan sedikit marah.


"Tenang tenang, aku sekarang membawa duit, aku baru saja mendapatkan gaji dari tempat kerjaku" jawab Zekuno.


"Baguslah" Kentaki melepas kerah baju Zekuno.


Kentaki, Kirin, Kensai, dan Zekuno pun masuk ke cafe tersebut, dan duduk di kursi dekat jendela.


"Silahkan kalian pesan apa saja" ucap Zekuno.


"SUNGGUH!!!" teriak Kentaki.


"Ya, tidak usah berteriak seperti itu".


"Haha, ayo Kirin kita pesan menu kesukaan kita dan menu yang belum pernah kita coba" ajak Kentaki.


"Baiklah Ayo" ucap Kirin.


Kentaki dan Kirin pun langsung pergi berpesan.


"Kau tidak pesan sesuatu?" tanya Zekuno kepada Kensai.


"Saat kita baru saja masuk, aku sudah memesan minuman" jawab Kensai.


"Begitu ya".


Beberapa lama kemudian Kentaki dan Kirin pun kembali dengan banyak makanan dan minuman.


Makanan dan minuman tersebut pun satu persatu di taruh di meja.


"Baiklah, selamat makan" dengan lahap Kentaki dan Kirin mencicipi semua menu.


"Wah, ini surga dunia" ucap Kentaki dengan bahagia.


"Haha, pelan pelan saja makannya".


"Oh ya ngomong ngomong, cafe ini adalah tempat di mana kita bersatu seperti layaknya sahabat ya" ucap Kentaki.


"Haha kau benar" ucap Zekuno.


Kentaki pun lanjut makan.


"Jujur aku sangat merindukan nya" ucap Zekuno dengan melihat keluar jendela.


"Bukan hanya kau saja, kami juga merindukan nya" ucap Kirin.


Zekuno tersenyum.


"Saat kita bertemu lagi dengannya, apakah dia akan berubah?".


"Kalau dia berubah, kita akan berusaha untuk mengembalikan dia seperti dulu" ucap Kentaki.


"Haha dengan memberinya minuman kaleng?" tanya Zekuno.


"Tidak dengan memaksanya untuk bergerak" jawab Kentaki.


"Hahaha" Kentaki, Kirin, dan Zekuno tertawa.


"Apakah orang yang kalian maksud itu Takeshi?" tanya Kensai.


"Tentu saja........Takeshi" jawab Zekuno.


Di suatu tempat di gang sempit, 2 murid Suzuran sedang di pukuli oleh anggota Manji Empire.


"Ini lah akibatnya kalau kalian berani melawan kami" ucap salah satu anggota Manji.


"Tidak bukan kami yang melawan kalian, kami hanya anak kelas 1" ucap salah satu murid Suzuran.


"Haha kami tidak peduli dengan itu yang jelas kalian itu murid Suzuran".


Anggota Manji tersebut hendak kembali menyerang menggunakan pipa, tetapi berhasil di tahan oleh seseorang dari belakang.


"Siapa yang....." saat orang tersebut menengok kebelakang, dia mendapat pukulan keras hingga membuat orang tersebut terpental jauh.


"SIAPA KAU?" teriak salah satu anggota Manji.


Orang yang memukul salah satu anggota Manji menggunakan kupluk.


"Ayo kita serang dia" semua anggota Manji yang tersisa mengeroyok seseorang tersebut.


Tetapi dengan hitungan detik semua anggota Manji kalah.


Setelah mengalahkan anggota Manji seseorang menggunakan kupluk segera pergi.


Murid Suzuran yang melihat itu pun terkejut melihat kejadian itu di depan mata mereka.


"Hebat sekali....dia jauh di atas kita".


"Dia pasti sang lone wolf Suzuran, yaitu Tsutomu".


"Bagaimana kau tau?".


"Tentu aku tau, karena di daerah ku orang orang selalu saja membicarakan betapa kuatnya Tsutomu sang lone wolf Suzuran".


"Begitu ya".


Seseorang menggunakan kupluk pun berjalan menuju suatu tempat.


Saat sampai di tempat tersebut, dia pun memandang ke atas, ternyata tempat tersebut adalah Suzuran.


"Sekolah para gagak" ucap seseorang tersebut.


TOLONG DUKUNG SAYA DENGAN LIKE, SUBSCRIBE, VOTE, DAN COMMENT 🙏