
T.F.O.A (The Front Of Armament)
- Shinkai (Pemimpin)
- Yosuke (Wakil Pemimpin)
Divisi 1
- Rukishi (Pemimpin)
- Muteku (Wakil)
Divisi 2
- Reino (Pemimpin)
- Sakamoto (Wakil)
Divisi 3
- Shireikishin (Pemimpin)
- Reikishin (Wakil)
Divisi 4
- Kairin (Pemimpin)
- Remu (Wakil)
Divisi 5
- Rukito (Pemimpin)
- Taka (Wakil)
Ke esokan harinya Takeshi yang baru pulang dari Suzuran di hampiri oleh Shinkai.
"TAKESHI" teriak Shinkai dari kejauhan.
Shinkai pun memberhentikan motornya.
"Takeshi, apa kau ingin pulang" tanya Shinkai.
"Ya" jawab Takeshi.
"Kalau begitu naiklah ke motor ku akan ku antar" ucap Shinkai.
"Baiklah" tanpa pikir panjang Takeshi langsung menerimanya.
Di perjalanan...
"Takeshi....terimakasih sudah membantu T.F.O.A kemarin, kalau kau tidak mencegat petinggi Snake Head mungkin kami akan kerepotan mengejar mereka" ucap Shinkai.
"Sama sama, kebetulan aku melihat dua anggota mu di sekap, jadi aku berniat untuk membantu" ucap Takeshi.
"Haha...".
Beberapa menit kemudian sampailah di rumah Takeshi.
"Terimakasih sudah mengantarku" ucap Takeshi.
"Tidak usah berterimakasih ini bukanlah apa apa" ucap Shinkai.
Takeshi pun segera memasuki rumahnya.
"Takeshi...." ucap Shinkai memanggil.
Takeshi memberhentikan langkah kakinya dan menengok ke arah Shinkai.
"Saat hari Minggu, apa kau senggang?" tanya Shinkai.
"Ya aku selalu senggang" jawab Takeshi.
"Haha baiklah, kalau begitu bisakah kau mengajak semua teman teman mu yang kemarin untuk pergi ke taman dekat toko olahraga saat hari minggu?!" tanya Shinkai.
"ya bisa memang nya kenapa?" tanya Takeshi lagi.
"Datang saja dan tunggu, sampai jumpa" jawab Shinkai.
Shinkai pun langsung pergi, Takeshi juga memasuki rumahnya.
Di tempat lain di Tokyo suatu kelompok sedang berkumpul.
"Sialan bagaimana mereka bisa kalah?".
"Kalau tidak salah musuh menang karena di bantu oleh anak anak ingusan dari Suzuran".
"Suzuran....hei bukannya dulu kau pernah bersekolah di sana?".
"Diam..".
"Oh ya kalau tidak salah di kelompok itu ada anak sematang wayang mu kan".
"Diam....akan ku hancurkan kalian jika membicarakan masa lalu kita lagi".
Ke esokan harinya di pinggir kolam Suzuran Zekuno, Kentaki, Kirin, dan Kiyomasa seperti biasa mereka sedang bermain kartu.
"AKHIRNYA KEMARIN KITA BISA MERASAKAN KESENANGAN, kita hajar sana sini haa....sungguh hari yang menyenangkan" ucap Kentaki.
"Benar sudah lama aku tidak memukul orang" ucap Zekuno.
"oh ya haha...kau dengan ganasnya memukuli habis habisan salah satu petinggi Snake Head" ucap Kentaki.
"Haha ya aku sangat menikmati nya" ucap Zekuno.
"Kiyomasa kenapa kau mengeluarkan kartu ini, jika kau melangkah dengan kesalahan lagi kau akan kalah" ucap Kirin.
"Oh.....oh begitu ya" ucap Kiyomasa.
"Sialan KAU PASTI TIDAK MENGERTIKAN!!, ha......aku sudah lelah memarahi hal yang sama" ucap Kentaki dan menghela nafas.
"Haha bagus kau akan menjadi orang yang penyabar" ucap Zekuno.
Tidak lama kemudian Takeshi datang.
"Yo Takeshi, terimakasih telah mengajak kami kemarin" ucap Zekuno.
"Ya sama sama".
"AAA.... tiba tiba aku ingin buang air" ucap Kentaki.
"Tidak perlu berteriak, cepat sana pergi" ucap Zekuno.
Kentaki pun berlari menuju toilet.
Singkat cerita Kentaki sudah selesai menggunakan toilet, saat dia berjalan menuju kolam Kentaki di hampiri oleh seorang pria yang menggunakan jas hitam.
"Siapa kau?" tanya Kentaki.
Tidak menjawab pertanyaan pria itu langsung memberikan sebuah surat dan pria itu pergi.
"HEI TUNGGU APA INI" teriak Kentaki.
Kentaki pun kembali ke kolam dengan bingung.
Sampai di kolam..
"Kentaki ada apa?" tanya Zekuno yang melihat Kentaki bingung.
"Saat aku dari toilet tiba tiba seorang pria menggunakan jas hitam memberikan ku sebuah surat" ucap Kentaki.
"surat?" tanya Kirin.
Mereka berlima pun membuka surat yang berisi....
"Walau api sudah di siram dengan air, belum tentu api itu akan padam, itu kesalahan kalian"
MANJI EMPIRE
"HA? APA MAKSUDNYA INI?" tanya Kentaki.
"Manji Empire....mereka sudah bergerak" ucap Zekuno.
"Manji Empire, apa itu?" tanya Takeshi.
"Mereka adalah kelompok yang di takuti seluruh jepang, markas mereka berpusat di Tokyo" jawab Kiyomasa.
"Benar, pertarungan mereka sudah berbeda dengan kita" ucap Zekuno.
"Sial kenapa mereka mengirim surat ini?" tanya Kentaki.
"Itu mungkin sebuah surat ancaman" jawab Kiyomasa.
"ancaman? kenapa?" tanya Kirin.
"Aku pernah dengar kalau salah satu dari petinggi Snake Head adalah anak dari anggota Manji Empire" ucap Zekuno.
"Oh ya siapa?" tanya Kentaki.
"Aku tidak tau, tetapi mungkin salah satu dari kita sudah menghajar anaknya habis habisan" ucap Zekuno.
"Ha...karena itu kita di ancam" ucap Kirin.
Setelah membaca surat itu mereka pun khawatir.
"oh ya kemarin Shinkai menyuruh ku untuk mengajak kalian ke taman dekat toko olahraga" Takeshi tidak ingin melihat temannya khawatir.
"Ha? untuk apa" tanya Kentaki.
"Aku juga tidak tau" jawab Takeshi.
"Aku harap ajakan Shinkai bisa membuat ku melupakan surat ini" ucap Zekuno.
"Benar setelah membaca surat ini aku jadi cukup khawatir" ucap Kiyomasa.
Hari Minggu kemudian sesuai janji Takeshi, Zekuno, Kentaki, Kirin, Kiyomasa dan anggota fraksi Kiyomasa datang ke taman yang di janjikan.
"Haha ini lumayan aneh" ucap Kentaki.
"aneh? kenapa?" tanya Zekuno.
"ini pertama kalinya aku melihat kalian menggunakan baju biasa, biasanya aku melihat kalian selalu saat memakai gakuran haha" jawab Kentaki.
"Tentu saja, kita sering bertemu hanya di Suzuran saja" ucap Zekuno.
tidak lama kemudian Shinkai datang.
"Maaf menunggu" ucap Shinkai.
"tidak apa apa" ucap Takeshi.
"Apa teman mu sudah semuanya" tanya Shinkai.
"Belum, belum semuanya tetapi saat aku ajak dia tidak ingin datang" ucap Takeshi.
"Biar ku tebak pasti dia orang yang selalu sendiri itu" ucap Shinkai.
"Ya benar".
"Ngomong ngomong kenapa kau mengajak ku kesini" tanya Takeshi.
"Tunggu saja mereka akan datang" jawab Shinkai.
"Mereka?".
"Oh sudah mereka sudah datang, cepat sekali" ucap Shinkai.
Ternyata semua anggota T.F.O.A juga datang, mereka pun memarkirkan motor mereka.
"Kami sudah datang Shinkai" ucap Yosuke.
"Apa yang akan kita akan lakukan?" tanya Takeshi.
"Aku berencana merayakan kemenangan kita melawan Snake Head" jawab Shinkai.
"BENAR KAH?" tanya Kentaki dengan teriak.
"ya benar" jawab Shinkai.
Mereka semua pun bersorak senang.
"Yo Kiyomasa, sudah lama tidak bertemu" ucap Muteku.
"Haha ya sudah lama tidak bertemu juga senior" ucap Kiyomasa.
"Apa kalian saling kenal?" tanya Rukishi.
"Ya saat aku di Suzuran dia salah satu orang yang menghambat ku untuk mencapai puncak, tetapi setelah aku lulus dari Suzuran tanpa sadar aku berteman dengannya" ucap Muteku.
"Haha begitu ya" ucap Rukishi.
Di situ juga Kirin bertemu dengan Kairin, mereka hanya saling menatap.
"Hei hei kita sekarang ingin bersenang senang jangan kalian bertengkar" ucap Shireikishin.
"Ya sesama saudara harus akur" ucap Reikishin.
"Siapa bilang kami bertengkar?!!" ucap Kirin.
"Betul inilah cara kami menyapa" ucap Kairin.
"Ha?...." ucap Shireikishin dan Reikishin yang bingung.
"UWAH berapa banyak biaya yang kau keluarkan untuk motor mu ini" tanya Kentaki kepada Remu.
"Biaya? hahaha aku tidak peduli yang penting penampilan nya" jawab Remu.
"Haha mereka akrab dengan cepat" ucap Shinkai.
"Ya begitu lah" ucap Takeshi.
"SEMUA ANGGOTA T.F.O.A NYALAKAN MOTOR KALIAN" teriak Shinkai.
"BAIKLAH" semua anggota T.F.O.A menaiki motornya masing masing dan menyalakan mesin.
"AYO KITA BERANGKAT" teriak Shinkai, semua orang yang ada di sana bersorak, dan T.F.O.A pun berangkat dengan membonceng siswa Suzuran.
"kita akan kemana?" tanya Takeshi yang di bonceng Shinkai.
"Kita akan bersenang senang di sebuah kedai kenalan ku" jawab Shinkai.
Beberapa lama kemudian mereka sampai di kedai yang di maksud, di kedai pelanggan yang melihat segerombolan gank yang datang lari ketakutan.
"TUNGGU KALIAN INGIN KEMANA" teriak pemilik kedai.
Pemilik kedai pun di hampiri Shinkai.
"Pak Kuma apa kabar?" tanya Shinkai.
"Shinkai? HOI SHINKAI SIALAN, GARA GARA KAU DATANG KESINI SEMUA PELANGGAN KU PADA LARI KETAKUTAN" teriak Pak Kuma.
"Begitu kah?" tanya Shinkai.
"TENTU SAJA" teriak Pak Kuma yang kesal.
"Baiklah baiklah, sebagai permintaan maaf, bagaimana kalau mereka yang menggantikan pelanggan mu yang lari" ucap Shinkai dengan menunjuk ke arah anggotanya dan murid Suzuran.
"Itu anak buah mu dan juga....ha? murid Suzuran?" ucap Pak Kuma yang sedikit terkejut.
"Ya apa kah boleh?" tanya Shinkai.
"Tentu saja siapa pun boleh makan di kedai ku asalkan bayar" ucap Pak Kuma.
"Ya kami akan membayar", anggota T.F.O.A dan murid Suzuran pun memesan, dan bersenang senang, ada yang sedang mabuk, ada yang karoke, dan juga ada yang mengobrol dan bercanda.
Setelah memesan kopi Takeshi pergi keluar dan duduk di sebuah batang pohon tumbang.
Tidak lama Takeshi di hampiri Shinkai.
"Ada apa? kenapa kau tidak bergabung?" tanya Shinkai.
"kami tiba tiba di kirimkan surat oleh seseorang" jawab Takeshi.
"surat?".
"Ya dan surat itu berasal dari kelompok bernama Manji Empire" ucap Takeshi dengan menunjukan surat itu kepada Shinkai.
".........kami juga mendapat surat ini" ucap Shinkai.
"Sial mereka sudah bergerak ya" ucap Shinkai.
"Apa benar salah satu dari petinggi Snake Head merupakan anak dari anggota Manji Empire" tanya Takeshi.
"Benar dia adalah Shinteku" jawab Shinkai.
"Shinteku?".
"Dia orang yang di kalahkan oleh teman mu" ucap Shinkai.
"Temanku? yang mana?" tanya Takeshi.
Shinkai pun menunjuk ke arah murid Suzuran, "Zekuno!" ucap Takeshi yang terkejut khawatir.
"Kau harus melindungi teman mu terutama dia" ucap Shinkai.
Takeshi pun termenung.
"Oh ya apa kau tau Takeshi aku sudah menemukan cara yang lebih ampuh untuk berteman dengan Tsutomu" ucap Shinkai.
"Ternyata kau masih memikirkan itu" ucap Takeshi.
"Tentu saja akan ku beritahu" ucap Shinkai
Shinkai pun memberitahu dengan membisiki Takeshi.
Setelah selesai membisik....
"Bagaimana?" tanya Shinkai.
"Ya tentu" jawab Takeshi.
"Haha bagus, kalau begitu ayo kita bergabung" ucap Shinkai.
Shinkai dan Takeshi pun bergabung dengan yang lainnya, beberapa lama kemudian mereka pun lelah bersenang senang.
"INI HARI YANG SANGAT MENYENANGKAN, TETAPI KITA HARUS AKHIRI INI" teriak Shinkai.
Semua anggota T.F.O.A pulang dengan membonceng murid Suzuran, anggota T.F.O.A yang membonceng murid Suzuran pergi ke taman, sedang kan yang tidak kembali duluan ke markas.
Saat sampai di taman mereka pun menurunkan murid Suzuran.
"Terimakasih telah mengajak kami" ucap Takeshi.
"Sama sama anggap saja ini sebagai terimakasih kami T.F.O.A karena kalian telah membantu kami" ucap Shinkai.
"Sampai jumpa" ucap Shinkai yang berpamitan.
Shinkai pun pergi dengan di ikuti anggota T.F.O.A lainnya.
"Aku duluan ya" ucap Kiyomasa.
"Ya baiklah" ucap Zekuno.
Satu persatu murid Suzuran pun pergi, Takeshi, Zekuno, Kentaki, dan Kirin berjalan bersama.
"HAHA SUNGGUH HARI YANG SANGAT MENYENANGKAN" ucap Zekuno.
"Ya benar, kemarin kita memukuli orang sekarang kita bersenang senang di sebuah kafe" ucap Kentaki.
"Tolong bayar hutang mu tadi ya" ucap Kirin kepada Kentaki.
"Haha tenang nanti akan ku bayar" ucap Kentaki.
Setelah itu mereka berpisah ke rumah masing masing.
Ke esokan harinya, di Suzuran Tsutomu yang sedang berjalan di hampiri oleh Takeshi.
"Ada apa Takeshi?" tanya Tsutomu.
"Apa kau kenal dengan orang yang bernama Shinkai" tanya Takeshi kembali.
"Ya dia pemimpin T.F.O.A, memangnya kenapa?" tanya Tsutomu lagi.
"Apa pandangan mu terhadap dirinya" tanya Takeshi lagi.
"Dia orang yang menggangu" jawab Tsutomu.
"menggangu?".
"Hampir setiap hari dia ada di hadapanku, entah dia mengikuti ku menantang ku atau mengajak berbicara secara tiba tiba, itu sangat mengganggu entah apa tujuannya" ucap Tsutomu.
"Aku sudah berbicara dengannya, dia melakukan itu hanya ingin berteman denganmu" ucap Takeshi.
"Berteman?" tanya Tsutomu.
Shinkai pun keluar dari tempat persembunyian nya.
"Shinkai..." ucap Tsutomu.
"Itu benar Tsutomu aku melakukan itu hanya ingin berteman denganmu" ucap Shinkai.
"Jadi bagaimana apa kau mau berteman dengan ku?" tanya Shinkai.
"Tergantung tingkah mu....... baiklah aku terima" jawab Tsutomu.
Mendengar jawaban Tsutomu Shinkai sangat lah senang.
Dari kejauhan Zekuno, Kentaki, Kirin, dan Kiyomasa sedang mengintip.
"Ini seperti wanita yang membantu sahabat wanitanya untuk menembak seorang pria" ucap Kentaki.
"Jangan membuat ini menjadi aneh sialan kau" ucap Zekuno.
Di luar Suzuran juga terlihat beberapa murid sekolah lain sedang melihat mereka, murid sekolah itu semuanya tidak memiliki rambut.