
Shinkai keluar dari T.F.O.A, Shinkai keluar dari T.F.O.A karena dia ingin melanjutkan bisnis ayahnya yaitu berjualan motor.
Yosuke lah yang sekarang memimpin T.F.O.A, tapi sayang semenjak Shinkai keluar, banyak anggota T.F.O.A juga yang ikut keluar karena alasan tertentu.
Seperti Rukishi yang keluar karena ingin bersama pasangan hidupnya, Rukito yang ingin merawat ibunya, dan Taka yang sudah mendapatkan pekerjaan.
Suatu hari di markas T.F.O.A, Remu, Kairin, Shireikishin, Reikishin, Reino, Muteku, dan Sakamoto sedang berkumpul.
"Kenapa Rukishi tidak memberitahu kita sebelum nya kalau dia sudah mendapatkan pasangan?" tanya Remu yang sedikit kesal.
"Tentu karena dia tau kita pasti akan mengganggunya, terutama kau Remu" jawab Kairin.
"Haha benar juga" ucap Remu.
Tak lama Yosuke tiba di markas.
"Bagaimana? apa kau sudah memutuskan formasi kita?" tanya Reino kepada Yosuke.
"Ya aku sudah memutuskan" jawab Yosuke.
"Jadi bagaimana?" tanya Reino lagi.
"Pertama aku memilih Sakamoto sebagai Wakil, karena dia dapat membaca suasana dan berpikir cepat, bagaimana apa kalian setuju" jawab Yosuke.
"Tentu aku sangat setuju" ucap Reino.
"Ya setuju" ucap Remu.
"Aku juga" ucap Kairin.
"Kami berdua juga setuju" ucap Shireikishin mengarah kepada Reikishin.
"Tentu kami semua setuju, di antara kami Sakamoto lah yang paling pintar, terutama Remu" ucap Muteku.
"Sialan kenapa aku terus" ucap Remu yang kesal.
"Haha terimakasih telah menyetujui aku yang menjadi wakil" ucap Sakamoto.
"Baikal karena semua setuju sekarang kita lanjut formasinya, untuk Divisi 1 di pimpin oleh Reino dan di wakili Muteku, Divisi 2 di pimpin Shireikishin tentu di wakili Reikishin, dan Divisi 3 di pimpin Kairin dan wakilnya Remu" ucap Yosuke.
"Bagaimana apa kalian setuju?" tanya Yosuke.
"Tentu kami setuju" ucap Shireikishin.
"Terimakasih, ya aku tau walaupun anggota kita berkurang, tetapi aku yakin kekompakan kita tidak berkurang" ucap Yosuke.
"Haha benar kita akan selalu bersatu" ucap Reikishin.
"Kalau begitu karena kalian semua setuju sebelum aku datang kesini aku membeli beberapa botol minuman, kita akan merayakan" ucap Yosuke.
Yosuke mengeluarkan beberapa botol minuman dan semua anggota T.F.O.A pun merayakan formasi baru mereka.
Di suatu tempat Taka membawa suatu barang bersama seseorang dengan terburu buru.
Karena terburu-buru tiba tiba Taka pun terjatuh membuat barang barang yang dia bawah berantakan.
"Bodoh cepatlah bangun kau akan di hukum nanti, aku yang senior saja melakukan kesalahan sedikit langsung mendapat kan hukuman berat, bagiamana dengan engkau yang masih anak baru" ucap seseorang tersebut.
Dengan cepat Taka berdiri dan membawa barang barang nya yang berserakan, Taka pun melanjutkan perjalanan dengan terburu buru.
Ke esokan harinya Reino dan Muteku baru saja keluar dari suatu cafe.
"Rasa kopinya sama seperti cafe sebelah yang pernah ku minum" ucap Reino.
"Mungkin mereka satu perusahaan" ucap Muteku.
Saat mereka sedang berjalan menuju motor, tiba tiba mereka melihat Taka yang sedang menjual sesuatu kepada seseorang.
"Bukannya itu Taka?" tanya Muteku.
"Ya itu Taka!!" jawab Reino.
Reino dan Muteku pun menghampiri Taka.
"Hei Taka bagaimana kabarmu" ucap Reino dengan menghampiri Taka.
Taka tidak menjawab dan langsung pergi meninggalkan Reino dan Muteku.
"Kenapa dia pergi?" tanya Reino yang bingung.
"Mungkin dia sibuk" jawab Muteku.
Reino penasaran apa yang di jual Taka, karena itu Reino pun menghampiri orang yang membeli barang Taka.
"Permisi apa yang kau beli itu?" jawab Reino.
"Aku tidak tau, tetapi orang itu bilang kalau ini obat untuk memperkuat fisik dan stamina tubuh kita" jawab orang itu.
"Begitu ya, boleh aku lihat obat itu?" tanya Reino lagi.
"Tidak maaf" ucap orang tersebut.
"Tidak kami tidak akan mengambilnya tenang saja" ucap Muteku.
Orang itu langsung pergi, tetapi tanpa sengaja orang itu menjatuhkan barang yang dia beli.
Reino dan Muteku yang melihat itu langsung mengambil barang tersebut.
Dan orang yang menjatuhkannya langsung pergi berlari.
Reino dan Muteku pun memperhatikan obat tersebut.
"Apa ini bentuk nya sepeti garam" ucap Reino.
"Ini seperti obat narkotika" ucap Muteku.
"Ha? sungguh?" tanya Reino yang terkejut.
"Aku tidak tau, bagaimana kalau kita membawanya ke kantor polisi" ucap Muteku.
"Baiklah ayo" ucap Reino.
Reino dan Muteku segera menuju motor mereka masing masing dan pergi menuju kantor polisi.
Setelah sampai Reino dan Muteku melaporkan obat tersebut kepada salah satu polisi.
"Di mana kalian mendapatkan ini?" tanya polisi.
"Kami mendapat kan nya dari seseorang" jawab Reino.
"Jadi bagaimana, apakah benar itu narkotika?" tanya Muteku.
"Ya benar" jawab polisi.
Mendengar jawaban polisi tersebut, Reino dan Muteku terkejut.
"Kami akan mengamankan ini, kalau kalian melihat orang yang menggunakan obat ini segera laporkan ke pada kami" ucap polisi.
"Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu" ucap Reino.
Reino dan Muteku keluar dari kantor polisi.
"Aku tidak percaya Taka menjual barang seperti itu" ucap Muteku.
"Jangan begitu, siapa tau Taka hanya di suruh oleh seseorang" ucap Reino.
"Ha... kuharap itu memang benar" ucap Muteku dengan menghela nafas.
Reino dan Muteku kembali ke markas, dan melaporkannya kepada Yosuke.
"Kuharap Taka memang tidak menjual barang tersebut" ucap Yosuke setelah mendengar laporan dari Reino dan Muteku.
"Ya tidak mungkin Taka menjual barang barang seperti itu" ucap Sakamoto.
Ke esokan harinya saat Remu baru saja pulang dari suatu tempat, tiba tiba dia di hampiri oleh Taka.
"Taka? oi Taka!! bagaimana kabarmu?" tanya Remu dengan senang.
"Kabar ku baik" jawab Taka.
"Haha baguslah, Taka boleh kah aku bertanya sesuatu?" tanya Remu.
"Ya boleh" jawab Taka.
"Apa benar kau menjual obat narkotika?" tanya Remu.
"Apa itu?!, tentu saja tidak, aku hanya menjual sebuah obat dari apotik tempat kerjaku" jawab Taka.
"Apotik? kau bekerja di apotik!, apa kau menjadi seorang dokter sekarang?" tanya Remu lagi.
"Haha tidak, aku hanya di tugaskan untuk menjual dan memperkenalkan obat saja" jawab Taka.
"Begitu ya, sukurlah kalau begitu" ucap Remu.
"Kalau begitu, apa kau mau melihat obat yang ku jual?, siapa tau kau tertarik" tanya Taka.
"Tentu" jawab Remu.
Taka mengeluarkan obat yang di maksud dan memperlihatkan nya kepada Remu.
"Kenapa bentuknya seperti garam?" tanya Remu.
"Haha ya karena obat ini adalah penemuan baru" jawab Taka.
"Begitu ya, jadi apa fungsi dari obat ini?" tanya Remu lagi.
"Obat ini dapat meningkatkan stamina dan ketahanan tubuh" jawab Taka.
"Sungguh!!" ucap Remu.
"Ya aku sudah mencobanya" ucap Taka.
"Kalau begitu, aku beli 1" ucap Remu.
"Baiklah" ucap Taka.
"Kalau begitu aku ingin pergi dulu karena aku harus segera menjual habis obat ini" ucap Taka.
"Baiklah sampai jumpa" ucap Remu.
Taka pun pergi.
Saat Remu hendak pergi dari tempat tersebut, tiba tiba dia di hadang oleh beberapa polisi.
"JANGAN BERGERAK" teriak polisi.
"Apa apaan ini?!" tanya Remu dengan terkejut.
"Sudah jangan banyak omong ikut saja dengan kami" ucap salah satu polisi.
Polisi pun menangkap Remu dan memasukkannya ke dalam mobil.
"Aku tidak salah apa apa" ucap Remu yang kesal.
"Diam" ucap polisi.
Remu pun di bawa ke kantor polisi.
Ternyata kejadian itu di lihat oleh Sakamoto, Sakamoto pun segera bergegas pergi ke markas untuk melapor apa yang telah terjadi.
Saat Sakamoto sampai di pun melapor kepada para petinggi T.F.O.A.
"Ha? Remu tertangkap?" tanya Kairin yang terkejut mendengar laporan Sakamoto.
"Ya, aku berniat ingin menolong nya tetapi aku takut di tangkap juga" jawab Sakamoto.
"Sial" ucap Kairin yang kesal.
"Kau bilang sebelum Remu di tangkap, dia membeli sesuatu dari Taka?" tanya Yosuke.
"Ya" jawab Sakamoto.
"Berarti benar kata polisi itu, obat yang di jual Taka adalah obat narkotika" ucap Reino.
"Sial bagaimana Remu tertarik dengan itu?" tanya Shireikishin yang kesal.
"Oh ya sebenarnya aku sebelum melihat kejadian Remu, aku melihat Taka yang keluar dari sebuah gedung terbengkalai di dekat hutan monster" ucap Sakamoto.
"Jangan jangan itu lah markas orang orang yang menghasut Taka" ucap Reikishin.
"Sialan bagaimana kalau kita hancurkan mereka sekarang juga?" tanya Kairin dengan kesal.
"Ya tentu saja kita akan menghancurkan mereka, tetapi sebelum itu ayo kita temui Remu" ucap Yosuke.
Para petinggi T.F.O.A pun pergi menuju kantor polisi untuk menemui Remu.
Beberapa lama kemudian mereka pun sampai, di sama mereka melihat Remu yang ternyata sudah di bebaskan, mereka pun langsung menghampiri Remu.
"Remu apa kau di bebaskan oleh mereka?" tanya Yosuke.
"Ya mereka sudah membebaskan ku" jawab Remu.
"Remu bagaimana kau bisa tertarik dengan obat yang Taka jual?" tanya Reino.
"Awalnya aku tidak tertarik, tetapi saat dia bilang kalau obat ini sebenarnya obat dari apotik tempat dia kerja aku menjadi tertarik" jawab Remu.
"Taka berbohong, kau tau itu adalah obat narkotika" ucap Muteku dengan kesal.
"Ya sekarang aku tau, maaf sebelumnya aku tidak tau" ucap Remu.
"Ya tidak apa apa yang penting kau tidak menggunakannya" ucap Yosuke.
Remu dan petinggi T.F.O.A yang lainnya pun tersenyum.
"Besok kita akan pergi ke gedung terbengkalai di dekat hutan monster, karena Sakamoto melihat Taka yang keluar dari sana, aku yakin kalau markas musuh kita sekarang ada di sana" ucap Yosuke.
"Untuk itu aku ingin semua petinggi T.F.O.A untuk mengumpulkan semua anggota divisi, kita akan menyerang mereka besok" ucap Yosuke.
Semua petinggi T.F.O.A pun bersorak.
Ke esokan harinya semua anggota T.F.O.A bersiap, dan langsung pergi menuju ke tempat gedung yang di maksud.
Setelah sampai benar saja banyak sekali orang yang berada di gedung tersebut, dan terlihat mereka sedang membuat obat yang sama dengan obat yang Taka jual.
Semua anggota T.F.O.A pun turun dari motornya dan langsung menghancurkan beberapa alat tempat tersebut.
Melihat T.F.O.A merusuh tempat mereka, salah satu orang pergi masuk ke gedung untuk melapor kan hal ini kepada bos mereka.
Di dalam gedung memang ada bos mereka yang bernama Torao, dan 2 orang terpercayanya yaitu Ageda dan Yasha.
Orang yang tadi pergi ke gedung pun akhirnya melaporkan yang terjadi kepada Torao.
Menerima laporan Torao, Ageda, dan Yasha langsung keluar dari gedung.
Saat di luar.
"WOI APA KAH KALIAN GANK T.F.O.A?" tanya Torao dengan berteriak.
"Ya, apa kau pemimpin mereka?" tanya Yosuke.
"Haha apakah kalian tau siapa kami?" tanya Torao lagi.
Yosuke dan petinggi T.F.O.A lainnya hanya diam.
"Kami ini sebuah gank yang bernama Taigakuro, kami menjual obat narkotika untuk mendapatkan uang yang banyak" ucap Torao.
"Ternyata dia mengaku sendiri" ucap Reino.
"Karena kalian telah menyerang markas kami, akan kuperkenalkan anak buah terpercaya ku nama mereka adalah Yasha dan Ageda" ucap Torao.
Yasha dan Ageda pun maju.
"Mereka berdua adalah anggota terkuat dari gank kami" ucap Torao.
Tanpa basa basi Yosuke berlari dan langsung menendang Ageda hingga terpental, Ageda terkapar di tanah dan tak sadarkan diri.
"Hmm hanya segitu?!" ejek Yosuke.
"Sial, kalian semua CEPAT MAJU" perintah Torao dengan teriak.
Semua anggota Taigakuro pun menghampiri T.F.O.A, dan semua anggota T.F.O.A juga menghampiri Taigakuro.
Peperangan pun di mulai.
Dengan mudah petinggi T.F.O.A mengalahkan anggota Taigakuro.
Sampai akhirnya Yosuke dan Shireikishin di hadang oleh Yasha, sedangkan Torao melarikan diri.
"Tolong urus dia, aku akan mengejar pemimpin sialan itu" ucap Yosuke.
"Baiklah" ucap Shireikishin.
Yosuke pun pergi mengejar Torao, sedangkan Shireikishin bertarung dengan Yasha.
Setelah mengejar cukup lama akhirnya Yosuke dapat menangkap Torao, dan mengunci Torao.
Ternyata di situ juga ada Taka.
"Woi....Taka...... cepat pukul dia" ucap Torao dengan menahan sakit.
Taka pun menghampiri Torao dan Yosuke, tetapi Taka lebih memilih untuk memukul Torao.
"Apa yang kau lakukan bodoh" ucap Torao yang marah.
Yosuke melepas kuncian dan memukul Torao hingga terjatuh.
"Selamat datang kembali" ucap Yosuke kepada Taka.
Yosuke dan Taka pun memukuli Torao bersama sama.
Beberapa lama kemudian Yosuke dan Taka keluar dari gedung.
Di luar Shireikishin dapat mengalahkan Yasha dengan bantuan para petinggi T.F.O.A yang lain.
"WOI TAKA" teriak Kairin.
Semua anggota T.F.O.A pun menghampiri Taka dan Yosuke.
Tiba tiba Taka pun menundukkan kepalanya.
"Maaf kan aku, aku melakukan ini karena aku memiliki hutang yang harus ku bayar 2 hari lagi" ucap Taka.
"Hahah ternyata itu alasan mu, kenapa kau tidak bilang saja kepada kami" ucap Remu.
Remu pun mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya.
"Aku tidak memiliki uang banyak, tetapi kau bisa menggunakannya" ucap Reino.
Reino juga mengeluarkan uangnya.
Yosuke dan para petinggi lainnya juga mengeluarkan uang mereka.
Taka pun mengangkat kepalanya dia senyum dengan air mata.
"Maaf aku sangat sangat minta maaf" ucap Taka.
"Sudah tidak usah di pikirkan" ucap Yosuke.
"Benar, kau ambil uang kami dan bayarlah hutang mu, jika belum lunas kau boleh meminta kami untuk menghajar penagih hutang mu itu" ucap Remu.
"Haha tidak perlu" ucap Taka.
"Apa kau akan kembali ke T.F.O.A?" tanya Reino.
"Ya tentu" jawab Taka.
Semua anggota T.F.O.A pun bersorak, dan langsung pulang ke markas.
Taka pun kembali menjadi petinggi di T.F.O.A.