CROWS WARRIORS

CROWS WARRIORS
KEMBALINYA SANG LONE WOLF



Ke esokan harinya di pinggir kolam Suzuran Takeshi, Zekuno, Kentaki, dan Kirin sedang bermain kartu.


"Jujur aku sangat puas menikmati hidangan cafe kemarin" ucap Kentaki.


"Tentu saja nikmat, kau tidak perlu membayarnya" ucap Zekuno.


"Aku bersungguh sungguh menikmati nya, dari pada kau mengajak ke cafe tetapi tidak membawa uang" ejek Kentaki.


"Haha aku lupa membawanya" ucap Zekuno.


"Hhmm, Takeshi apa kau sudah mengerti bermain kartu ini" tanya Kirin.


"Tidak aku tidak pernah mengerti" jawab Takeshi.


"SUDAH KU BILANG KALAU KAU TIDAK MENGERTI TIDAK USAH IKUTAN" ucap Kentaki yang kesal.


Saat mereka bermain sambil berbincang mereka tiba tiba di hampiri oleh Daizen.


"Da...DAIZEN" ucap Kentaki yang terkejut melihat Daizen.


Begitu juga dengan Zekuno, Takeshi, dan Kirin, tetapi Takeshi terkejut bukan karena Daizen tetapi karena Kentaki yang berteriak.


"Hei yang berambut putih siapa nama mu?" tanya Daizen.


"Takeshi" jawab Takeshi.


"Takeshi.....aku baru melihat mu, apa yang kau lakukan sebelum kau mengalahkan Tokugawa" tanya Daizen lagi.


"Tidak ada, aku tidak melakukan apa apa" jawab Takeshi.


"Haha begitu ya, apa kau tertarik dengan puncak Suzuran?" Daizen kembali bertanya.


"Tidak aku tidak menginginkannya" jawab Takeshi.


"Kenapa?" tanya Daizen.


"Tidak alasan khusus, tetapi menurutku menjadi orang penting itu merepotkan" jawab Takeshi.


"Haha...HAHAHA....jawaban mu itu mengingatkan ku kepada seseorang, baiklah sampai jumpa, Takeshi" ucap Daizen, dan Daizen pun pergi.


"Ku kira dia ingin menghabisi kita" ucap Kentaki.


"Tenang walaupun dia ingin menghabisi kita, kita punya Takeshi" ucap Kirin.


"Oh ya benar" ucap Kentaki.


"Jangan melebih lebihkan aku seperti itu aku tidak sekuat yang kalian kira" ucap Takeshi.


"Walaupun begitu kau lah yang paling kuat di antara kita Takeshi" ucap Kentaki.


"Ya terserah, aku tidak peduli" ucap Takeshi, mereka pun kembali melanjutkan bermain kartu.


Di tempat lain seorang siswa dengan tubuh tinggi dan besar datang ke Suzuran.


"Itu...itu bukannya" semua siswa yang melihatnya terkejut.


Siswa itu adalah Tsutomu yang baru saja kembali dari Suzuran.


Daizen yang berada di atap Suzuran di hampiri oleh Tsutomu.


"Kau kembali ya" ucap Daizen.


"Aku mendengar saat ini Suzuran sangatlah ramai" ucap Tsutomu.


"Haha ya saat kau pergi, ada dua fraksi kelas 2 yang saling berperang, tetapi sekarang tidak lagi" ucap Daizen.


"Begitu ya" ucap Tsutomu.


Setelah mengucapkan itu Tsutomu langsung pergi.


"Hei apa kau tidak penasaran siapa mereka?" tanya Daizen,


Tsutomu pun memberhentikan langkah kakinya.


"Baiklah siapa yang memenangkan pertarungan tersebut?" tanya Tsutomu.


"Ada dua fraksi yang berperang yaitu fraksi Tokugawa dan Shikusei, fraksi Medokato juga ikut dan membantu Tokugawa, saat Tokugawa bertarung dengan Shikusei Tokugawa berhasil mengalahkan Shikusei, tetapi hal mengejutkan terjadi seseorang dari fraksi Shikusei bernama Takeshi berhasil mengalahkan Tokugawa" jawab Daizen.


"Takeshi ya...." ucap Tsutomu.


"Oh ya Takeshi ini mengingat kan ku kepadamu, orang kuat yang tidak ingin mencapai puncak, dia mirip seperti mu" ucap Daizen.


Setelah mendengar perkataan Daizen Tsutomu langsung pergi.


Di tempat lain Tokugawa terlihat sedang bersantai, Tokugawa yang sedang bersantai di hampiri oleh Medokato.


"Ada apa?" tanya Tokugawa.


"Aku, tidak akan membantu mu lagi" jawab Medokato.


"Ya aku tau itu, aku tau kau adalah orang yang hanya akan membantu orang yang kuat saja" ucap Tokugawa.


"Haha benar kalau begitu sampai jumpa" ucap Medokato, Medokato pun meninggalkan Tokugawa.


Tidak lama setelah itu Tokugawa di hampiri Ryu, Kensai, dan Yuki.


"Kalian juga boleh keluar" ucap Tokugawa.


"Tidak, kami akan setia mengikuti mu" ucap Ryu.


"Apa maksudmu dengan kita? aku akan keluar" ucap Kensai.


"Ha? apa maskudmu?" ucap Ryu dengan menarik kerah Kensai.


"RYU hentikan" ucap Tokugawa.


Ryu melepas kerah Kensai, dan Kensai pun pergi.


"Takeshi.....kenapa aku tidak melihat pergerakan mu" ucap Tokugawa.


Beberapa lama kemudian Tsutomu yang sedang berjalan di hampiri oleh Tokugawa.


"Apa kau Tsutomu?" tanya Tokugawa.


"Ya, kau siapa?" tanya Tsutomu.


"Namaku Tokugawa" jawab Tokugawa.


"Tokugawa?......oh kau yang ikut pertarungan antar fraksi itu" ucap Tsutomu.


"Ya, terimakasih kau sudah mengenalku" ucap Tokugawa.


"Apa mau mu?" tanya Tsutomu.


"Tujuanku yang tadinya ingin mencapai puncak Suzuran telah gagal, aku telah di kalahkan, sekarang tujuanku sudah berubah aku ingin mengalahkan orang yang telah mengalahkan ku, aku ingin kau bertarung dengan ku saat aku mengalahkan mu di situlah aku tau kalau aku bisa mengalahkan dia" ucap Tokugawa.


Tidak lama setelah itu Ryu dan Yuki datang.


"Kami mencari mu kemana mana!" ucap Ryu.


"Senior Tokugawa maaf tetapi entah kenapa aku tidak yakin kau bisa mengalahkan nya" ucap Yuki.


"Ha? kau meremehkan ku?" tanya Tokugawa dengan kesal.


"Tidak maksudku orang yang kau tantang itu memiliki kekuatan yang sangat dahsyat, bahkan aku pernah dengar Daizen sang penguasa Suzuran tidak bisa mengalahkan nya" ucap Yuki.


"Daizen tidak bisa mengalahkannya ya......kalau begitu setelah aku kalahkan Tsutomu aku dapat menguasai Suzuran" ucap Tokugawa.


"tidak buk...."


"DIAM" ucapan Yuki di potong Tokugawa.


"Lihat dan perhatikan senior mu ini" ucap Tokugawa.


Tokugawa langsung menghampiri Tsutomu, Tokugawa menyerang Tsutomu tetapi serangannya berhasil di tahan, Tsutomu membalas serangan Tokugawa dengan memukul bagian perut Tokugawa.


Tokugawa yang terkena serangan merasakan sakit yang amat luar biasa.


"Si....sial....pukulannya....lebih sakit dari si.....rambut ubanan itu" ucap Tokugawa yang kesakitan.


Saat Tokugawa ingin menyerang lagi kesadaran nya sudah menghilang dan dia pun tak sadarkan diri.


"Senior!!" Yuki dan Ryu menghampiri Tokugawa dan membawa Tokugawa pergi.


Setelah selesai mengalahkan Tokugawa Tsutomu ingin segera pergi.


Tetapi saat dia berbalik badan dia melihat Takeshi yang dari tadi menonton pertarungan nya.


Takeshi pun menghampiri Tsutomu.


"Apa kau ingin menantang ku juga?" tanya Tsutomu.


"Tidak" jawab Takeshi.


Mendengar jawaban Takeshi Tsutomu langsung pergi


"Tunggu aku ingin bertanya kepada mu" ucap Takeshi.


Tsutomu menghentikan langkahnya.


"Namaku Takeshi, bisa kah kau memberitahu ku apa tujuan mu di Suzuran?" tanya Takeshi.


"Takeshi...." mendengar nama itu Tsutomu mengingat perkataan Daizen yang mengatakan Takeshi mirip dengannya.


"Ikutlah denganku" ucap Tsutomu yang mengajak Takeshi.


Mereka berdua pun sampai di atap Suzuran.


"Kenapa kau menanyakan hal itu" tanya Tsutomu.


"Jujur di Suzuran ini aku belum memiliki tujuan apapun, semua orang yang berada di Suzuran selalu memiliki tujuan untuk mencapai puncak Suzuran, tetapi aku sama sekali tidak tertarik, dan aku mendengar seorang bernama Tsutomu juga tidak tertarik dengan puncak Suzuran" jawab Takeshi.


"Begitu ya...... sebenarnya aku juga tidak memiliki tujuan, entah ini bisa di bilang tujuan tetapi aku sangat suka melihat orang orang kuat yang ada disini" ucap Tsutomu.


"Lalu kenapa kau tidak tertarik dengan puncak Suzuran" tanya Takeshi.


"Karena masa lalu ku saja" ucap Tsutomu.


"Masa lalu......aku juga tidak ingin mencapai puncak karena masa lalu ku, saat aku di puncak aku pernah di khianati oleh pengikut ku, dan aku tanpa sadar aku telah membuat musuh ku koma, karena itulah aku tidak ingin berurusan dengan yang namanya puncak atau pun kelompok" ucap Takeshi.


".......dulu saat aku SMP aku menjadi bawahan terpercaya oleh pemimpin SMP teresebut, suatu kejadian karena aku yang paling di percayai dia aku pun di tuduh, sejak itu aku tidak ingin lagi berada di suatu fraksi" ucap Tsutomu.


"Haha kita sama sama memiliki masa lalu yang jelek" ucap Takeshi.


"Kau benar" ucap Tsutomu.


Tanpa mereka berdua sadar obrolan mereka berdua ini membuat hubungan mereka dekat atau bisa dibilang berteman.