CROWS WARRIORS

CROWS WARRIORS
RENCANA HOUSEN



Housen


Kelas 3


- Fumihiro


- Kinodozu


- Shikaku


- Kaito


Kelas 2


- Yahiko


- Tomo


- Gin


Kelas 1


- Sakachi


- Kenji


- Denji


Ke esokan harinya di Housen para petinggi sedang berkumpul.


"Sial bagaimana kau bisa kalah dari Daizen?" tanya Shikaku kepada Kinodozu.


"Dia sangat lah kuat, ku yakin jika kau melawan nya juga kau akan kalah" jawab Kinodozu.


"APA KATA MU?!" teriak Shikaku.


"Hentikan, memang Daizen itu tidak bisa di remehkan" ucap Fumihiro.


"Kalian sudah melakukan yang terbaik sekarang kita tinggal melakukan rencana Kaito" ucap Fumihiro.


Di tempat lain di kelas 2 Housen....


"Apa kata mu? Gin kalah dengan cepat" tanya Tomo.


"Ya begitulah" jawab Yahiko.


"Siapa yang mengalahkan mu Gin" tanya Tomo.


"Kalau tidak salah orang yang sama mengalahkan Tokugawa, aku tidak tau namanya tetapi di antara murid Suzuran yang ku lihat, hanya dia yang berambut putih" jawab Gin.


"Berambut putih, Gin akan ku balas kan dendam mu" ucap Tomo.


"Tidak bukan kau tetapi kita" ucap Yahiko.


"Baiklah kita berdua akan mengalahkan si rambut putih itu" ucap Tomo.


Di Suzuran seperti biasa Zekuno, Kentaki, Kirin, dan Kiyomasa sedang berkumpul di pinggir kolam.


"Oh tidak hari yang buruk ini sudah tiba" ucap Kentaki.


"Kau yang menjanjikan nya" ucap Zekuno.


Tidak lama Takeshi datang dengan tersenyum.


"Lihat lah wajahnya" ucap Kentaki.


"Kentaki" Takeshi memanggil.


"Ada apa?" tanya Kentaki.


"Belikan aku 2 kaleng soda rasa anggur" ucap Takeshi.


"Ha.....baiklah".


Kentaki pun pergi dengan terpaksa.


"Dan.....".


Mendengar Takeshi Kentaki menghentikan langkahnya.


"gunakan uang mu dulu" ucap Takeshi.


"Apa? uang ku ini untuk aku mak...".


Ucapan Kentaki di potong Takeshi.


"Apa kau mengingkari janji mu?" tanya Takeshi.


"ha.....baiklah".


Kentaki pun pergi membeli minuman.


Setelah sampai di mesin minuman Kentaki membeli dua kaleng minuman, saat dia ingin kembali Kentaki di hampiri oleh Tomo.


"Hei apa kau murid Suzuran?" tanya Tomo.


"Ya.....dari seragam mu kau murid Housen kan, kau mau apa" ucap Kentaki dengan tatapan sinis.


"Wow tenang dulu aku datang dengan damai" ucap Tomo.


"Dan bolehkah aku bertanya?" ucap Tomo.


"ya silahkan" ucap Kentaki.


"Apa kau tau murid Suzuran yang berambut putih?" tanya Tomo.


"Berambut putih.....oh ya aku tau, memangnya kenapa?" tanya Kentaki lagi.


"Oh boleh aku tau namanya?" tanya Tomo kembali.


"Namanya Takeshi dan katakan kepadaku apa urusanmu dengannya?" tanya Kentaki.


"Tidak ada aku hanya penasaran dengan orang yang telah mengalahkan temanku, kalau begitu sampai jumpa".


Tomo pun pergi meninggalkan Kentaki, Kentaki juga segera kembali ke Suzuran.


Setelah sampai di Suzuran Kentaki segera menuju ke pinggir kolam, dia melihat Takeshi yang sedang di pijat oleh Kiyomasa dan Kirin, sedangkan Zekuno mengerjakan tugas Takeshi.


"Dia benar benar menggunakan kita" ucap Kentaki.


Setelah itu Kentaki menghampiri Takeshi.


"Ini sudah ku belikan" ucap Kentaki.


"Terimakasih" ucap Takeshi.


"Saat aku ingin kembali ke sini aku di hampiri oleh murid dari Housen" ucap Kentaki.


"Tidak, dia memiliki rambut" jawab Kentaki.


"Berarti dia salah satu petinggi Housen" ucap Kirin.


"Sepertinya dia mencari mu Takeshi" ucap Kentaki.


"aku? kenapa?" tanya Takeshi.


"Sepertinya dia ingin membalas kan dendam karena kau telah mengalahkan temannya saat tradisi 5 lawan 5 kemarin" jawab Kentaki.


"Kalau begitu aku hanya akan bersiap siap saja" ucap Takeshi.


"Kalian boleh berhenti" ucap Takeshi.


Kiyomasa, Kirin berhenti memijit, dan Zekuno berhenti mengerjakan tuga Takeshi.


"Apa kau sudah selesai mengerjai tugas ku Zekuno?" tanya Takeshi.


"Belum" jawab Zekuno.


"Kalau begitu jangan berhenti" ucap Takeshi.


"Sialan" ucap Zekuno yang sedikit kesal.


Tidak lama tiba tiba mereka di datangi oleh Shikusei.


"Halo kalian, sudah lama tidak bertemu" ucap Shikusei.


"Ya, mau apa kau kesini" tanya Kentaki.


"Kalian sekarang selalu mendapatkan kejadian ya, berteman dengan kelompok T.F.O.A, Kiyomasa yang bergabung, dan Takeshi yang ikut tradisi 5 lawan 5" ucap Shikusei.


"Ya begitulah" ucap Kentaki.


"Oh ya alasan ku ke sini sebenarnya tadi aku di hampiri oleh murid dari Housen" ucap Shikusei.


"Apa?, aku juga di hampiri murid Housen" ucap Kentaki.


"Begitu kah, dia mencari mu Takeshi" ucap Shikusei.


"Sepertinya kau di targetkan oleh dua orang" ucap Kiyomasa.


"Aku hanya ingin mengatakan itu jadi sampai jumpa", Shikusei pun pergi.


Di jembatan Yahiko dan Tomo bertemu.


"Bagaimana apa kau tau siapa dia?" tanya Tomo.


"Tidak orang yang kutanyakan dia tidak ingin memberitahu ku, bagaimana denganmu?" jawab Yahiko.


"Walaupun tidak di beritahu lebih tetapi aku di beri tahu namanya, namanya adalah Takeshi" ucap Tomo.


"Takeshi.....akan ku ingat itu" ucap Yahiko.


Mereka berdua pun pergi kembali ke Housen.


Di Housen Fumihiro di hampiri oleh Kinodozu dan Shikaku.


"Katakan kepadaku apa rencana Kaito sebenarnya?" tanya Kinodozu kepada Fumihiro.


"Sebenarnya rencana ini tidak akan berjalan jika kita menang melawan Suzuran di tradisi 5 lawan 5" ucap Fumihiro.


"apa?".


"Bisa di bilang jika rencana 5 lawan 5 kita kalah, kita akan melakukan rencana lain untuk mengalahkan Suzuran" ucap Fumihiro.


"Dengan cara, kita akan mengirim satu persatu petinggi Suzuran ke rumah sakit saat malam hari" ucap Fumihiro.


"Haha baiklah, tetapi kita belum mengetahui siapa saja petinggi Suzuran?" tanya Shikaku.


"Tenang aku sudah menyuruh Kaito dan pengikutnya untuk memata matai Suzuran, sekarang kita tinggal tunggu mereka" ucap Fumihiro.


Kembali ke Suzuran beberapa siswa Housen dan Kaito menyamar menjadi siswa Suzuran untuk memata matai.


Beberapa lama kemudian Kaito di hampiri oleh beberapa murid Housen yang menyamar.


"Bagaimana kalian mendapatkan informasi?" tanya Kaito.


"Ya, di kelas 3 terdapat 6 petinggi yaitu Daizen, Maru, Renji, Medokato, Kiyomasa, dan Tsutomu, kelas 2 ada 3 Takeshi, Tokugawa, dan Shikusei, dan di kelas 1 ada 3 Kensai, Yuki, dan Kentaki".


"Bagus kalau begitu kita berpisah disini" ucap Kaito.


Semua mata mata Housen pun berpisah keluar dari Suzuran.


Saat Kaito keluar dari Suzuran dia diketahui oleh Rinku.


"Sudah ku duga Housen tidak akan menerima kekalahan semudah itu" ucap Rinku.


Kaito pun menengok ke arah Rinku.


"Dan sudah ku duga yang merencanakannya adalah kau" ucap Rinku.


"Rinku...." ucap Kaito yang kesal.


"Karena kau telah mendapatkan informasi yang penting aku tidak akan membiarkanmu pergi" ucap Rinku.


Anggota dari fraksi Rinku pun keluar.


"Tangkap dia" perintah Rinku.


Kaito pun lari dan fraksi Rinku mengejar Kaito, sayang nya Kaito berhasil lolos.


Setelah kejadian itu Rinku pergi ke ruang guru.


"Ada apa Rinku?" tanya guru.


"Boleh kah saya meminjam mik untuk mengumumkan suatu yang penting?" tanya Rinku.


"Baiklah" guru mengizinkan Rinku.


"HHMM HHMM PERHATIAN SELURUH MURID SUZURAN" semua murid Suzuran pun mendengarkan.


"TADI DI LUAR AKU MELIHAT BEBERAPA MURID HOUSEN DAN SATU PETINGGI MEREKA, SEPERTINYA MEREKA INGIN MERENCANAKAN PENYERANGAN KEPADA KITA, AKU INGIN KALIAN BERHATI HATI KARENA HOUSEN BISA MENYERANG KALIAN KAPAN SAJA, TERIMAKASIH" Rinku mematikan mik dan pergi dari ruang guru.


Di atap Daizen juga mendengar ucapan Rinku.


"Haha dari dulu memang Housen tidak pernah menerima kekalahan" ucap Daizen.


Di pinggir kolam Takeshi dan yang lainnya juga mendengar ucapan Rinku.


"Ternyata bukan aku dan Shikusei saja yang bertemu dengan Housen." ucap Kentaki.


"Kita harus berhati hati, terutama kau Takeshi dua petinggi Housen menargetkan mu" ucap Zekuno.