CROWS WARRIORS

CROWS WARRIORS
KE ADAAN YANG BERUBAH



Setelah perang selesai, ke esokan harinya Takeshi seperti biasa berangkat pergi ke Suzuran.


Saat sampai di Suzuran banyak siswa Suzuran yang langsung menghindari Takeshi saat Takeshi lewat.


Ada juga yang tiba tiba langsung menantangnya.


"YO, kau yang mengalahkan Tokugawa kan" tanya siswa tersebut.


Takeshi tidak menjawabnya dan langsung pergi.


"HEI SIALAN" siswa tersebut ingin menyerang Takeshi, tetapi sebelum bisa menyerang, Takeshi menendang nya duluan membuat siswa itu terkapar di tanah.


Setelah menendangnya Takeshi pergi dari sana menuju ke tempat biasa dia berkumpul di pinggir kolam Suzuran.


Saat sampai Takeshi terkejut melihat banyak sekali siswa yang berada di sana.


Setelah Takeshi memperhatikannya lagi ternyata mereka merupakan anggota dari fraksi Shikusei, karena di sana ada Shikusei, Rinku, ada juga Zekuno, Kentaki, dan Kirin.


Semua orang yang ada di situ tidak menyadari Takeshi yang sudah datang, Takeshi pun menghampiri Zekuno.


"Apa yang terjadi?" tanya Takeshi kepada Zekuno.


"TA....TAKESHI" Zekuno terkejut melihat Takeshi.


Semua orang pun akhirnya menyadari Takeshi yang berada di situ.


"Maaf kan aku" ucap Zekuno.


"Maaf?" ucap Takeshi yang bingung mendengar perkataan Zekuno.


"Sekarang kami telah menjadi pengikut mu atau bisa di bilang bawahan mu" ucap Zekuno.


"Bawahan?" Takeshi semakin bingung, Takeshi yang masih bingung di hampiri oleh Shikusei.


"Zekuno benar sekarang kami akan menjadi pengikut mu, kami akan mendukung mu untuk bisa cepat menuju puncak Suzuran jika kau mau" ucap Shikusei.


"Benar kami akan menjadi pengikut mu yang setia" ucap Zekuno.


"Ya betul" ucap Kentaki dan Kirin.


"Jika kau bingung ingin melakukan apa untuk fraksi mu ini, kau bisa meminta bantuan ku, aku akan bantu karena aku pengikut mu paling pintar di antara yang lain" ucap Rinku.


"HA? APA MAKSUDMU AKU LAH PENGIKUT YANG PALING PINTAR DI SINI" ucap Kentaki.


"Haha...kau hanya pengikut yang paling berisik" ejek Rinku kepada Kentaki.


"Apa katamu?" tanya Rinku yang kesal.


"Pengikut.....pengikut berisik, aku tidak membutuhkan pengikut" ucap Takeshi.


"Jangan begitu Takeshi aku tau kau kuat, tetapi memiliki pengikut kau akan menjadi lebih kuat dan tak mudah di kalahkan" ucap Rinku.


"Sudah kubilang aku tidak membutuhkan dan juga bisa kah kalian semua pergi dari sini" ucap Takeshi yang mengusir secara halus semua orang.


Semua orang yang ada di sana pun menuruti perkataan Takeshi dan pergi, saat Shikusei ingin pergi.....


"Dan satu lagi aku sama sekali tidak ingin di ikuti kalian" ucap Takeshi.


Shikusei pun pergi di susul dengan Zekuno, Kentaki dan Kirin.


"Tunggu kalian bertiga" ucap Takeshi yang memanggil Zekuno, Kentaki, dan Kirin.


"Kenapa?" tanya Zekuno.


"Tolong jangan jadi pengikut ku jadilah temanku kembali" ucap Takeshi.


Zekuno, Kentaki dan Kirin yang mendengar perkataan Takeshi tertawa.


"HAHA....maaf ku kira setelah kau mengalahkan Tokugawa kepribadian mu akan berubah" ucap Zekuno.


"Aku tidak akan berubah" ucap Takeshi.


"Merayakan!! berarti kita akan ke kantin?" tanya Kentaki.


"Tidak ini lebih dari kantin kita akan ke sebuah cafe, tetapi nanti malam" jawab Zekuno.


"BAIKLAH AKU JADI BERSEMANGAT" ucap Kentaki.


"Ya aku juga" ucap Kirin yang juga semangat.


Sedangkan Takeshi yang mendengar nya tersenyum senang.


Malam pun tiba dan sesuai yang di rencanakan Zekuno, Takeshi, Kentaki, dan Kirin, pergi ke sebuah cafe.


"Wah terlihat sangat mewah" ucap Kentaki.


"Ac disini sangat dingin, pasti aku sangat betah jika bisa berlama lama di sini" ucap Takeshi.


"Haha..apa kalian baru pertama kali kesini, yasudah ayo masuk" ucap Zekuno.


Mereka pun masuk dan memesan sebuah kopi sambil mengobrol.


Setelah selesai.


"Baiklah aku sudah puas Zekuno cepat bayar" ucap Kentaki.


"Hhmm? aku yang membayar?" tanya Zekuno.


"iya kau.......tunggu jangan bilang" ucap Kentaki.


"Haha aku tidak membawa uang" ucap Zekuno.


"KALAU BEGITU KENAPA KAU MENGAJAK KAMI KE SEBUAH CAFE SIALAN" ucap Kentaki yang kesal.


"sudah tenang aku yang akan membayarnya" ucap Kirin.


"Kirin....kau memang teman terbaikku" ucap Kentaki.


Kirin pun membayar dan setelah itu mereka berempat keluar dari cafe.


Saat keluar tiba tiba, Zekuno, Kentaki, dan Kirin menundukkan kepalanya ke arah Takeshi, Takeshi terkejut melihat itu.


"Tolong katakan kepada kami kenapa kau ingin berteman dengan kami?" tanya Zekuno kepada Takeshi.


"Apa maksud kalian?" tanya Takeshi yang bingung.


"Kau itu orang yang sangat kuat Takeshi, kami ini tidak sebanding dengan mu" jawab Kentaki.


"aku bersungguh sungguh, sudah angkat kepala kalian" ucap Takeshi.


Zekuno, Kentaki, dan Kirin mengangkat kepalanya tetapi dengan memasang wajah yang sedikit takut.


"kalian masih tidak percaya? kalau begitu" ucap Takeshi dan Takeshi menundukkan kepalanya.


"Jadilah temanku" ucap Takeshi dengan menundukkan kepalanya.


Zekuno, Kentaki, dan Kirin, terkejut melihat Takeshi yang menundukkan kepalanya.


"Dia....dia memang menganggap kita teman....hhuu" ucap Kirin yang menangis di pundak Kentaki.


"Hei jangan menangis" ucap Kentaki.


"Baiklah kita akan menjadi temanmu selamanya, sekarang angkat kepalamu" ucap Zekuno.


Takeshi pun mengangkat kepalanya,


"Haha ini sedikit canggung, yasudah kita akhiri hari ini sampai bertemu besok" ucap Zekuno.


Mereka berempat pun berpisah dan pulang.