CROWS WARRIORS

CROWS WARRIORS
GENERASI BARU HOUSEN



Sama seperti Suzuran murid kelas 2 Housen naik menjadi kelas 3, sedangkan kelas 1 menjadi kelas 2, karena itu di kelas 1 Housen mempunyai murid baru.


Semua murid baru kelas 1 di kumpulkan di aula dan mereka di sambut oleh guru guru yang ada di sana.


Beberapa menit setelah guru selesai menyambut mereka, Yahiko datang ke aula di ikuti oleh Tomo dan Gin, Yahiko menyambut murid murid baru sebagai pemimpin Housen.


"Apa kau kenal siapa tiga orang murid yang ada di depan itu?" tanya seorang murid kelas 1 kepada murid kelas 1 lainnya.


"Mereka bertiga adalah petinggi dari Housen yang berada di kelas 3, dan orang yang sedang menyambut kita adalah pemimpin dari Housen" jawab murid kelas 1.


Beberapa lama kemudian acara penyambutan pun selesai, saat Yahiko, Tomo dan Gin berjalan kearah pintu keluar aula, tiba tiba seseorang mendobrak pintu masuk aula, dan semua orang yang ada di sana terkejut.


"APA ADA YANG BERNAMA YAHIKO" teriak murid tersebut.


"Aku, ada apa?" tanya Yahiko.


Murid tersebut menengok ke arah Yahiko.


"Namaku Kawada, aku murid baru di kelas 3" ucap Kawada.


"Baiklah, sekarang apa mau mu?" tanya Yahiko lagi.


"Aku ingin mengalahkan mu dengan itu aku akan menjadi pemimpin Housen" jawab Kawada.


"Haha baiklah kalau begitu ikuti aku, kita akan bertarung di luar" ucap Yahiko.


Yahiko pun berjalan kembali menuju pintu keluar aula, tetapi tiba tiba dia di serang oleh Kawada, untungnya Yahiko dapat menahan serangan dari Kawada.


"Sudah ku bilang kita akan bertarung di luar" ucap Yahiko.


"Haha tidak usah, kita akan bertarung di sini saja" ucap Kawada.


Semua murid yang ada di sana mundur agar memberikan ruang saat Yahiko dan Kawada bertarung.


Pertarungan mereka di tonton oleh guru dan semua murid kelas 1.


Yahiko dan Kawada pun bertarung.


Kawada menghampiri Yahiko, tetapi Yahiko menyerang duluan dengan hendak memukul, saat Kawada ingin menahan pukulan Yahiko, Yahiko mengubah serangan dengan menendang Kawada, dan di lanjutkan dengan memukul wajah Kawada.


"Gaya bertarung andalan ku memang selalu berhasil" ucap Yahiko.


Kawada yang kesal langsung berlari menghampiri Yahiko, dan memukul Yahiko, tetapi pukulannya di hindar, Kawada kembali memukul Yahiko, tetapi lagi lagi Yahiko menghindari pukulannya, Kawada kesal dan marah terus terusan menyerang Yahiko, tetapi Yahiko dapat menghindari dan menahan serangannya.


Saat Kawada ingin menyerang kembali dengan cepat Yahiko menyerang nya duluan dengan memukul perut Kawada, saat Kawada ke sakitan Yahiko kembali menyerang dengan memukul wajah Kawada, dan di lanjutkan dengan menendang kepala Kawada, menerima serangan Kawada pun jatuh dan terkapar.


Pertarungan di menangkan Yahiko.


"Kau memang hebat tetapi, kekurangan mu itu masih banyak" ucap Yahiko.


Setelah mengucapkan itu Yahiko pergi dengan di ikuti Tomo dan Gin.


Semua murid kelas 1 juga pergi dari aula.


Guru guru yang ada di sana menghampiri Kawada yang terkapar, saat salah satu guru ingin mengantarnya ke ruang unit kesehatan, Kawada menolak dia berdiri dan langsung pergi.


Semua murid kelas 1 menuju kelas mereka masing masing.


"Oh ya siapa nama mu?" tanya murid kelas 1 yang tadi bertanya.


"Namaku Ayato" jawabnya.


"Kalau aku Natsumi, salam kenal" ucapnya.


"Ya salam kenal" ucap Ayato.


"Kau berada di kelas mana?" tanya Natsumi


"Aku berada di kelas C" jawab Ayato.


"Ha..sayang sekali kita tidak satu kelas, aku berada di kelas A" ucap Natsumi.


Akhirnya mereka berdua pun sampai di kelas masing masing.


"Kita berpisah di sini" ucap Ayato.


"Ya sampai jumpa lagi" ucap Natsumi.


Ayato pun masuk ke kelas C, dan Natsumi masuk ke kelas A.


Saat Ayato masuk dan duduk di kursinya, tiba tiba murid kelas 2 masuk yaitu Kenji dan Denji.


"Selamat pagi semuanya" ucap Denji.


"Kedatangan kami di sini ingin memberitahu tradisi Housen" ucap Kenji.


"Benar, di mana tradisinya adalah rambut kalian harus di potong hingga tidak tersisa" ucap Denji.


"HA!?" teriak semua murid.


"Apa apaan itu aku tidak akan ikuti tradisi bodoh itu" ucap salah satu murid.


Mendengar perkataan murid tersebut Kenji langsung menghampiri murid tersebut dan langsung memukulnya.


Murid tersebut terjatuh dari kursinya, Kenji membangunkan murid tersebut dan menguncinya, Denji pun menghampiri.


"Sialan apa yang kalian lakukan" ucap murid tersebut.


Denji langsung memotong rambut murid tersebut hingga rambutnya habis, setelah selesai memotong rambut Denji langsung memukul murid tersebut hingga terjatuh dan terkapar.


"Yang tidak menurut akan sama seperti nya" ucap Denji.


Semua murid di kelas itu pun terdiam dan menerima.


Satu persatu rambut murid pun di potong hingga tidak tersisa.


Tetapi saat giliran Ayato yang ingin di potong rambutnya, Ayato langsung menolak dengan menahan tangan Denji yang ingin memotong rambut nya.


"Kau melawan?, apa kau mau di lakukan seperti murid tadi?" tanya Denji.


"Tidak aku tidak ingin seperti murid itu" jawab Ayato.


"Kalau begitu, MENURUT LAH" teriak Denji.


"Tidak" ucap Ayato.


Denji kesal dan langsung memukul Ayato, tetapi Ayato berhasil menahan dan membalas dengan kembali memukul Denji, Denji pun terpental.


"Haha baiklah rambut mu tidak akan kami potong" ucap Kenji.


"Ya kau menarik, siapa nama mu?" tanya Kenji.


"Ayato" jawabnya.


"Ayato akan ku ingat itu" ucap Denji.


Kenji dan Denji pun keluar dari kelas tersebut.


Beberapa lama kemudian bel istirahat berbunyi semua murid keluar dari kelasnya masing masing.


Ayato juga keluar dari kelasnya dan dia menuju kelas A untuk menemui Natsumi.


Saat bertemu dengan Natsumi Ayato terkejut melihat Natsumi yang rambutnya sudah tidak ada alias botak.


"Ha? rambut mu tidak di potong?" tanya Natsumi yang terkejut.


"Tidak aku menolak nya" jawab Ayato.


"Bagaimana bisa? kalau kau menolak kau akan di pukuli" ucap Natsumi.


"Ya memang mereka ingin memukuli ku, tetapi aku kembali memukuli mereka" ucap Ayato.


"Apa? tidak mungkin" ucap Natsumi yang masih terkejut.


"Kau sudah melihat buktinya" ucap Ayato.


"Sial kau benar, aku juga sebenarnya ingin menolaknya tetapi aku takut untuk melawan nya" ucap Natsumi.


"Haa.....yasudah lah" ucap Natsumi yang pasrah.


"Apa kau ingin ke kantin bersama ku?" tanya Ayato.


"Ya boleh" jawab Natsumi.


Mereka berdua pun menuju kantin.


Saat sampai di kantin mereka melihat Kawada yang ada di sana, mereka berdua menghiraukan dan memesan makanan.


Saat Kawada sedang menikmati makanannya, dia di hampiri oleh 2 murid kelas 1 yang berambut, salah satu dari mereka tiba tiba menendang meja Kawada membuat makanan Kawada jatuh ke lantai.


"Kau Kawada kan?!, orang yang sok menantang Yahiko" ucap salah satu murid tersebut.


"Apa mau kalian?" tanya Kawada dengan marah.


"Sebelum kami menjawabnya biarkan kami memperkenal kan diri dulu, namaku adalah Yoshi dan temanku Masaru, kami...." ucapan Yoshi terpotong.


Kawada langsung memukul wajah Yoshi hingga Yoshi pun terpental dan tak sadarkan diri.


Melihat itu Masaru terkejut, dan dia langsung menyerang Kawada, Kawada menerima serangan Masaru, tetapi dengan cepat Kawada membalas dengan memukul wajah Masaru, di lanjutkan dengan memukul lagi wajah Masaru dengan kencang, Masaru pun ikut terpental dan terkapar.


"Kalian harus mengganti makanan ku" ucap Kawada.


Setelah itu Kawada pun pergi dari kantin.


Tak lama Yoshi pun mendapat kan kesadarannya kembali.


"Aahhh.... pukulan nya...sangatlah sakit" ucap Yoshi.


"Kau benar...." ucap Masaru.


Tiba tiba Natsumi pun menghampiri mereka berdua.


"Apa kalian baik baik saja?" tanya Natsumi.


"Haaa....siapa kau?" tanya Masaru lagi.


"Aku murid kelas 1 sama seperti kalian" jawab Natsumi.


Masaru dan Yoshi pun berdiri pelan pelan.


"Apa mau mu?" tanya Yoshi.


"Tidak, tidak ada" jawab Natsumi.


"Hhmmmm, hahaha kau botak berarti kau ini lemah" ejek Masaru.


"Ya haha kukira dia orang yang spesial hahaha" ejek Yoshi.


Natsumi hanya terdiam.


"Kalau begitu rasakan ini" ucap Yoshi.


Tiba tiba Yoshi hendak memukul Natsumi, tetapi dengan cepat Ayato menahan pukulan Yoshi.


"Siapa kau?" tanya Yoshi.


"Dia memiliki rambut, berarti kau orang yang kuat ya" ucap Masaru kepada Ayato.


"Kalau begitu bergabung lah dengan kami, kami berniat untuk menjadi pemimpin Housen" ucap Masaru.


"Tawaran kalian menarik tetapi karena kalian mengejeknya aku jadi tidak tertarik" ucap Ayato.


"Mengejeknya maksudmu dia?" tanya Yoshi dengan menunjuk ke arah Natsumi.


"Ya" jawab Ayato.


"Haha kami tidak mengejeknya, itu hanya fakta, orang yang tidak berani melawan tradisi Housen dia orang yang lemah hahah" ucap Yoshi.


Mendengar itu Ayato langsung memukul sekuat tenaga ke arah wajah Yoshi, Yoshi pun lagi lagi terpental.


Masaru terkejut dan langsung menyerang Ayato, tetapi dengan cepat Ayato menendang perut Masaru, Masaru pun kesakitan dan terkapar.


"Sudah kubilang jangan mengejeknya" ucap Ayato.


Ayato melihat ke arah Natsumi.


"Kau....kau membela ku" ucap Natsumi yang senang.


"Haha mulai hari ini kita adalah sahabat" ucap Natsumi.


"Ya, ya, terserah ayo kita pergi" ucap Ayato.


Ayato dan Natsumi pun pergi dari kantin.