CROWS WARRIORS

CROWS WARRIORS
RENCANA SNAKE HEAD



T.F.O.A (The Front Of Armament)


- Shinkai (Pemimpin)


- Yosuke (Wakil Pemimpin)


Divisi 1


- Rukishi (Pemimpin)


- Muteku (Wakil)


Divisi 2


- Reino (Pemimpin)


- Sakamoto (Wakil)


Divisi 3


- Shireikishin (Pemimpin)


- Reikishin (Wakil)


Divisi 4


- Kairin (Pemimpin)


- Remu (Wakil)


Divisi 5


- Rukito (Pemimpin)


- Taka (Wakil)


Snake Head


- Sukata (Pemimpin)


- Shido (Wakil Pemimpin)


- Rinmeida


- Shinteku


- Yamato


TAMBAH SATU GANK HEHE


Ke esokan harinya Takeshi, Zekuno, Kentaki, dan Kirin, berangkat bersama menuju Suzuran.


"Ini pertama kalinya kita berangkat bersama seperti ini" ucap Kentaki.


"Ya kau benar, kurasa setiap hari seperti ini juga bagus" ucap Zekuno.


Saat mereka berjalan, dari belakang Shinkai menghampiri mereka berempat.


"Yo kalian murid murid Suzuran" ucap Shinkai.


Mereka berempat pun melihat ke arah Shinkai.


"Shin.... Shinkai?!!" ucap Kentaki yang terkejut.


"Takeshi ternyata kau mempunyai banyak teman ya" ucap Shinkai.


"Tidak itu tidak benar" ucap Takeshi.


"Haha baiklah oh ya kemarin aku belum memperkenalkan diri ya, nama ku Shinkai pemimpin dari T.F.O.A" ucap Shinkai.


"Ya aku tau tapi salam kenal" ucap Takeshi.


"Ini terlihat seperti cowok yang menggoda cewek dengan motornya untuk menarik perhatian si cewek" ucap Kentaki dengan suara pelan.


"Jangan membuat ini menjadi aneh sialan kau" ucap Zekuno.


"Apa kau ingin berangkat ke Suzuran?" tanya Shinkai.


"ya" jawab Takeshi.


"Mau ku antar?" tanya Shinkai lagi.


"Tidak usah aku berangkat bersama temanku" jawab Takeshi.


"Baiklah, kalau begitu sampai jumpa" Shinkai pun melanjutkan perjalanan nya.


Saat Takeshi menengok ke arah belakang tiba tiba.


"BAGAIMANA CARA KAU BERTEMAN DENGAN NYA?!!!" Zekuno, Kentaki, dan Kirin mengucapkan secara bersamaan sambil berteriak.


"Tolong gunakan kata kata lain aku sudah bosan mendengar nya" ucap Takeshi.


"berisik cepat katakan" ucap Zekuno.


"Aku tidak berteman dengannya, dia hanya mengantar ku pulang kemarin" ucap Takeshi.


"Itu bisa di bilang sudah berteman" ucap Kirin.


"Haaa...... sekarang menjadi tiga kali kau mengejutkan kami Takeshi" ucap Zekuno.


"Ya benar, suatu saat jika kau berteman dengan gubernur kota Toarushi aku tidak akan terkejut lagi" ucap Kentaki.


"Apa itu, itu tidak mungkin" ucap Takeshi.


"Yasudah ayo kita ke Suzuran" ucap Zekuno.


Mereka pun berjalan kembali menuju Suzuran.


Saat sampai di gerbang Suzuran mereka di hadang oleh Kiyomasa dan anggota fraksi nya.


"Apa mau kalian?" tanya Zekuno.


"Kau orang yang mengalah kan Tokugawa kan?" tanya Kiyomasa kepada Takeshi.


"ya, kenapa?" ucap Takeshi.


Tiba-tiba Kiyomasa menundukkan kepalanya.


"Kumohon jadi kan lah aku bawahan mu, kau lah yang selama ini kucari" ucap Kiyomasa.


"ha?" Takeshi, Zekuno, Kentaki, dan Kirin bingung dan sedikit terkejut.


"Bawahan....tidak aku tidak menerima bawahan" ucap Takeshi.


"Kenapa? apa mereka itu cukup buat mu?" ucap Kiyomasa mengarah Zekuno, Kentaki, dan Kirin.


"Jika aku menjadi bawahan mu kau akan mengendalikan penuh atas fraksi yang ku buat, aku lebih berguna di bandingkan tiga bawahan mu itu" ucap Kiyomasa.


"Bawahan? sialan sekali kau bilang seperti itu" ucap Kentaki.


"Walaupun kami tidak berguna untuknya kami ini bukan bawahan melainkan temannya" ucap Zekuno.


"Haha jangan bohong......apa kah itu benar" tanya Kiyomasa dan melihat ke arah Takeshi.


"ya mereka adalah teman ku" jawab Takeshi.


"Kalau begitu jadi lah teman ku aku akan menjadi lebih berguna di bandingkan tiga temanmu itu" ucap Kiyomasa.


"Sekali lagi aku tidak bisa menerima mu!" ucap Takeshi.


"kenapa?!!!! apa yang harus ku lakukan agar bisa menjadi teman mu" tanya Kiyomasa.


"mudah, pertama.....ubah sikap mu kepada teman teman ku" jawab Takeshi.


Setelah mengucapkan itu Takeshi pergi dan di susul Zekuno, Kentaki, dan Kirin, meninggalkan Kiyomasa.


Di suatu tempat Shireikishin dan adiknya sekaligus wakil Reikishin sedang berkendara motor bersama.


"Kak, apakah kakak tertarik untuk menjadi pemimpin T.F.O.A?" tanya Reikishin.


"Ya aku tertarik tetapi masih ada dua orang yang lebih pantas menjadi pemimpin selanjutnya dari pada aku" jawab Shireikishin.


"Yosuke dan Rukito ya?" ucap Reikishin.


"Ya benar" jawab Shireikishin.


Saat mereka sedang berkendara bersama sambil berbincang, tiba tiba sebuah ranjau paku di sebar oleh seseorang yang membuat Shireikishin dan Reikishin terjatuh.


"Apa yang terjadi" ucap Shireikishin yang berusaha bangun dan berdiri.


Shireikishin melihat ke arah Reikishin.


"REIKISHIN BANGUN" ucap Shireikishin.


Reikishin tidak sadarkan diri, Shireikishin yang berusaha membangunkan Reikishin di hampiri oleh segerombolan gank motor dari Snake head yang di pimpin oleh Shinteku.


"Snake Head!!" ucap Shireikishin yang kesal.


"Yo Shireikishin, bagaimana adikmu apa dia baik baik saja?" ejek Shinteku.


Tanpa basa basi Shireikishin menghampiri Shinteku tetapi di hadang oleh anggota Snake Head yang lain.


Shireikishin mau tidak mau harus mengalahkan mereka satu persatu.


"MINGGIR KALIAN SIALAN!!!".


pelan pelan Shireikishin mengalahkan mereka yang menghalanginya, tetapi karena banyak Shireikishin kelelahan dia ingin memanggil bantuan tetapi ponselnya rusak akibat terjatuh tadi.


"Di mana markas kalian jawab" tanya Shiteku.


"Haha..bodoh mana mungkin aku beritahu" jawab Shireikishin.


Shireikishin lanjut menghajar orang orang yang menghalanginya menuju Shiteku.


Saat ingin sampai dari belakang Shireikishin di serang menggunakan pipa besi dan mengenai kepala belakang nya.


"Haa.....sampai jumpa" Shiteku memukul Shireikishin, dan Shireikishin tak sadarkan diri.


Beberapa lama kemudian Kairin dan Remu yang sedang berkendara bersama melihat Shireikishin dan Reikishin yang terkapar di aspal.


Mereka berdua pun menghampiri.


"Hei, SHIREIKISHIN.....REIKISHIN" ucap Remu yang berusaha membangunkan.


Kairin memegang kepala belakang Shireikishin.


"Dia berdarah" ucap Kairin.


"SIALAN SIAPA YANG MELAKUKAN INI" ucap Remu yang marah.


"Siapa lagi kalau bukan musuh kita saat ini" ucap Kairin.


"Snake Head......Snake Head sialan" ucap Remu yang semakin kesal.


Setelah itu mereka berdua mengantar kan Shireikishin dan Reikishin ke rumah sakit.


Di markas T.F.O.A beberapa anggota sedang berkumpul.


"Shinkai bagaimana, kau sudah berteman dengan Tsutomu?" tanya Yosuke.


"Belum, selalu saja gagal, tetapi aku menemukan seseorang yang menarik dia dapat mampu berteman dengan Tsutomu" jawab Shinkai.


"Apa kau ingin berteman dengannya?" tanya Yosuke lagi.


"Ua, mungkin, kalau dia mau" jawab Shinkai.


Saat mereka mengobrol Kairin datang menggunakan motornya.


"SHINKAI" teriak Kairin yang panik.


"Ada apa?" tanya Shinkai.


"Tadi aku sedang berkendara bersama Remu dan kami melihat Shireikishin dan Reikishin terkapar di tanah, Reikishin pingsan dan Shireikishin mengalami pendarahan di belakang kepala" ucap Kairin.


"APA!!" semua anggota terkejut.


"Yang melakukan nya Snake Head bukan?!!" ucap Sakamoto.


"Ya".


mendengar itu semua anggota T.F.O.A marah.


"Lalu di mana Remu?" tanya Shinkai.


"Dia ingin balas dendam sendirian, aku sudah mencegatnya tetapi dia terus memaksa" jawab Kairin.


"Sial" ucap Shinkai.


"Pergi membalas dendam.....selain markas Snake Head di luar kota mereka memiliki markas kecil disini, kalau tidak salah di sebuah gudang terbengkalai dekat bandara" ucap Sakamoto.


"Pasti dia menuju ke sana, AYO SEMUA KITA AKAN MENYUSUL REMU" ucap Shinkai.


Semua anggota T.F.O.A pun berangkat menuju gudang yang di maksud.


Remu sudah sampai di markas Snake Head.


Di sana dia melihat banyak anggota Snake Head beserta petinggi mereka bahkan Sukata juga ada di sana.


"Ha? cuman sendirian" ucap Shido.


"SIAPA DARI KALIAN YANG MENGHAJAR SHIREIKISHIN DAN REIKISHIN" tanya Remu dengan teriak.


"aku" ucap Shinteku dan dia maju.


"Aku orangnya" ucap Shinteku lagi.


"Haha baiklah kalau begitu, kau akan mati" ucap Remu.


Remu pun langsung menghampiri Shinteku.


Beberapa lama kemudian semua anggota T.F.O.A datang.


"REMU!!" teriak Shinkai.


Shinkai berlari masuk dan dia terkejut Remu yang sudah tidak sadarkan diri.


"HAHAHA YO SHINKAI SUDAH LAMA TIDAK BERTEMU" ucap Sukata.


"Sukata......" ucap Shinkai yang kesal.


"SEMUANYA HAJAR MEREKA" perintah Sukata.


Semua anggota Snake Head berlari ke arah T.F.O.A, anggota T.F.O.A juga berlari ke arah mereka dan pertarungan pun tak bisa di hindarkan.


Shinkai perlahan lahan maju sambil mengalahkan mereka yang menghalangi di susul Yosuke, dan Rukito.


Saat mereka bertiga sampai di tempat para petinggi berada mereka terkejut karena para petinggi sudah pergi melarikan diri dari sisi lain.


Mereka bertiga pun keluar dan melihat para petinggi yang sudah bersiap dengan motor mereka.


"SEBENARNYA KAMI BELUM SIAP MELAWAN KALIAN JADI SAMPAI JUMPA" ucap Sukata.


Para petinggi Snake Head pun pergi melarikan diri.


"SIAL" ucap Yosuke yang kesal.


"Untuk sekarang ayo kita habisi yang di gudang" ucap Shinkai.


Mereka bertiga pun kembali ke gudang untuk menghajar anggota Snake Head yang tersisa.


Setelah selesai menghabisi anggota Snake Head, Shinkai mengangkat Remu ke motornya.


"Kalian cepat ke markas biar aku yang mengantar Remu" ucap Shinkai.


Semua anggota pun pulang ke markas.


"Hati hati" ucap Yosuke kepada Shinkai.


Setelah mengatakan itu Yosuke pun pergi bersama anggota T.F.O.A yang lain.


Sampai di rumah sakit Shinkai menggendong tubuh Remu dan semua perawat yang melihatnya langsung menolong Shinkai.


Remu di antar ke kamar di ikuti Shinkai, saat sampai di kamar Shinkai tidak di perbolehkan masuk.


Shinkai pun pergi dan dia menanyakan kamar Shireikishin dan Reikishin yang kebetulan berada di rumah sakit yang sama.


Ternyata mereka berdua berada di kamar yang sama Shinkai pun langsung menuju ke sana.


Saat sampai di kamar yang dimaksud terlihat Reikishin yang sudah sadarkan diri.


"apa yang terjadi?" tanya Shinkai kepada Reikishin.


"Aku tidak tau saat aku berkendara dengan kakak ku tiba tiba sebuah ranjau paku di lempar seseorang dan membuat kita berdua terjatuh, setelah itu aku tidak tau apa yang terjadi" jawab Reikishin.


"Baiklah kau istirahat saja di sini biar kami yang urus sisanya" ucap Shinkai.


Shinkai berpamitan dan pergi dari rumah sakit, Shinkai pergi menuju pinggir sungai dia duduk di sana dan termenung.


Tiba tiba seseorang menghampirinya dan menawarkan sebuah kaleng soda.


Shinkai melihat ke arah orang yang memberikan soda ternyata adalah Takeshi.


"Takeshi? kenapa kau disini" tanya Shinkai.


"Aku selalu pulang lewat sini" jawab Takeshi.


Shinkai pun mengambil kaleng soda, dan Takeshi duduk di samping Shinkai.


"Sepertinya kau sedang mengalami masalah ya" tanya Takeshi karena melihat wajah Shinkai yang termenung.


"Ya begitulah, rival kami Snake Head yang dari luar kota sudah bergerak tanpa sepengetahuan kami, dan tiga anggota ku sudah ada di rumah sakit" ucap Shinkai.


"kenapa kau tidak membalas mereka?" tanya Takeshi.


"Itu mau ku tetapi Snake Head tidak bisa di remehkan" Jawab Shinkai.


Mereka berdua pun saling mengobrol dan minum bersama.


Sedangkan semua petinggi Snake Head yang kabur sudah sampai di markas mereka.


"HAHA mudah sekali menipu mereka" ucap Shinteku.


"Haha kau benar" ucap Rinmeida.


"Apa rencana mu selanjutnya Shinkai?" tanya Yamato.


"Seperti biasa akan ku katakan nanti" jawab Shinkai.


Kembali ke tempat Takeshi dan Shinkai.


"Haa.....terimakasih sudah mendengar kan ku Takeshi aku ingin segera ke markas dulu" ucap Shinkai.


"Ya baiklah".


Shinkai dan Takeshi pun berpisah, saat mereka berdua berjalan ke arah yang berbeda "TAKESHI" ucap Shinkai yanh memanggil.


Takeshi menghentikan langkah kaki dan melihat ke arah Shinkai.


"Bagaimana caranya aku berteman dengan mu?" tanya Shinkai.


"Mudah, temani aku minum bersama" jawab Takeshi.


"Temani minum bersama?......bukan kah tadi kita sudah minum bersama?!" tanya Shinkai.


"Ya aku tau", jawab Takeshi.


"Jangan jangan....kita sudah berteman?!!" ucap Shinkai.


Takeshi pun tersenyum dan Shinkai juga tersenyum, mereka pun kembali berjalan ke arah masing masing.