
Manji Empire
Manji 7
- Yoru
- Jinsei
- Hideyoshi
- Diego
- Hotoke
- Isamu
- Daichi
Masih di Suzuran yang baru saja terkena serangan dari Manji 7 dan anggota Manji Empire.
Beberapa lama kemudian Daizen menghampiri Takeshi, Zekuno, Kentaki, Kirin, Kiyomasa, dan Kensai.
"Tadi aku melihat beberapa anggota Manji Empire yang lewat, yang ku lihat seperti nya mereka dari arah Housen" ucap Daizen.
"Berarti Housen juga di serang" ucap Zekuno.
"Ya, dan pasti bukan hanya Housen, T.F.O.A, dan Kurotaki pasti juga di serang oleh mereka" ucap Daizen.
Tidak lama Renji dan Maru pun muncul bersama dengan Shikusei dan Rinku.
"Sial dua kali mereka menyerang kita secara tiba tiba" ucap Maru yang kesal.
"Apakah mereka masih akan menyerang kita lagi?" tanya Shikusei kepada Daizen.
"Pastinya" jawab Daizen.
Tiba tiba Tsutomu juga datang.
"Mereka sudah menyerang ya?" tanya Tsutomu.
"Ya" jawab Daizen.
"Mereka masih akan menyerang kita......, kalau begitu......BAGAIMANA KITA AKAN MENGALAHKAN MEREKA, KALIAN KAN AKAN LULUS BESOK" teriak Kensai kepada anak anak kelas 3.
"Memangnya kenapa? apa kau takut menghadapi mereka" ucap Daizen.
"Tidak aku tidak takut, hanya saja kau Daizen dan Tsutomu lah yang mempunyai kekuatan besar di Suzuran" ucap Kensai.
"Apa maksudmu? setelah aku lulus masih ada orang yang kuat seperti ku, contoh nya dia" ucap Daizen yang menunjuk ke arah Takeshi.
"Dan kau, orang terkuat di antara kelas 1" ucap Daizen.
"Aku tau Takeshi memang kuat, tetapi dia tidak sekuat dirimu atau Tsutomu, kau Daizen tadi dapat mengalahkan salah satu petinggi Manji, sedangkan Takeshi sama sekali tidak bisa mengalahkan nya" ucap Kensai.
"APA MAKSUDMU SIALAN, KEBETULAN PETINGGI MANJI YANG DAIZEN LAWAN ITU LEMAH, SEDANGKAN YANG DI LAWAN TAKESHI ITU JAUH LEBIH KUAT" teriak Kentaki yang marah.
"BAGAIMANA KAU TAU ITU? JAWAB!!" teriak Kensai.
"TENTU SAJA KARENA AKU MELIHAT CARA MEREKA BERTARUNG, PETINGGI MANJI TANG DI LAWAN TAKESHI MEMILIKI CARA BERTARUNG YANG BERBEDA" teriak Kentaki.
"CARA BERTARUNG TIDAK DAPAT MENGUKUR KEKUATAN MEREKA" teriak Kensai.
"CUKUP" teriak Daizen.
"Apa kau tidak mempercayai kekuatan mu Kensai?" tanya Daizen.
"Tentu aku percaya, tetapi orang yang kita lawan melampaui kekuatan ku" jawab Kensai.
"Kalau begitu kenapa kau tidak berusaha melampaui mereka" ucap Daizen.
Kensai pun terdiam.
"Waktu mu masih ada 2 tahun lagi, maka gunakan lah waktu itu untuk menjadi lebih kuat dari dirimu yang sekarang" ucap Daizen.
"Kalian masih bisa bertambah kuat, aku yakin setelah kami lulus kekuatan Suzuran tidak akan berubah" ucap Tsutomu.
"Benar, Suzuran masih memiliki orang yang dapat mengalahkan anak kelas 3 dan dapat mengejutkan semua siswa Suzuran dengan mengalahkan penguasa di kelas 2, orang itu adalah Takeshi, Suzuran memiliki orang yang baru saja masuk di Suzuran dapat menguasai banyak kelas dan menjadi penguasa kelas 2, orang itu adalah Tokugawa" ucap Daizen.
"Dan ku dengar Tokugawa sedang memperbaiki diri, aku tau apa maksudnya itu, dia sedang berlatih keras untuk menjadi lebih kuat" ucap Maru.
"Benar ucap senior, kita bisa menjadi lebih kuat lagi, sekarang aku tidak bisa mengalahkan mu Kensai, tetapi suatu saat aku akan menjadi lebih kuat" ucap Kentaki.
"Haha, kalau kau menjadi kuat, aku akan menjadi jauh lebih kuat" ucap Kensai.
Semua orang yang ada di situ tertawa.
"Baiklah kalau begitu, aku kembali dulu" ucap Daizen.
Daizen pun pergi, di ikuti dengan Tsutomu, Rinku, Shikusei, Renji, dan Maru.
"Haha entah kenapa aku jadi sangat semangat" ucap Kentaki.
"Haha ya aku juga" ucap Kirin.
"Takeshi, semoga kita....." Kiyomasa menengok ke arah Takeshi, tetapi Takeshi sudah tidak ada.
"Cepat sekali hilangnya dia" ucap Zekuno.
Ke esokan harinya hari kelulusan anak kelas 3 tiba.
Semua murid 1-3 berkumpul di aula.
Dan guru di depan memanggil nama satu persatu murid kelas 3, murid yang di panggil pun maju ke depan.
"Dimana Takeshi?" tanya Kentaki.
"Aku tidak tau, sejak kemarin aku belum bertemu dengannya" jawab Zekuno.
"Mungkin dia sedang istirahat karena pertarungannya melawan Diego" ucap Kirin.
Beberapa lama kemudian semua murid kelas yang ada di aula keluar.
Kentaki, Zekuno, Kirin, dan Kiyomasa berkumpul di pinggir kolam.
"Hhheeeee.......a.... aku.......pasti akan selalu mengingat kalian" ucap Kiyomasa dengan menangis.
"Hhheeeemmmmeeee......aku juga.......akan ingat kepadamu..... senior" ucap Kentaki yang juga menangis.
"Kalau begitu......hhhhh.......aku pergi dulu" ucap Kiyomasa dengan mengusap air matanya.
"Ya sampai ketemu lagi senior" ucap Zekuno.
"Ya, ngomong ngomong di mana Takeshi?" tanya Kiyomasa.
"Dia tidak masuk hari ini" jawab Kentaki.
"Mungkin dia sedang beristirahat karena pertarungan nya melawan Diego kemarin, tetapi ini hanya asumsi ku" ucap Kirin.
"Sayang sekali dia tidak bisa datang" ucap Kiyomasa.
"Tenang saja nanti aku akan sampai kan salam mu kepada Takeshi" ucap Zekuno.
"Haha baiklah, kalau begitu, sampai jumpa lagi, terimakasih telah berteman dengan ku sampai setahun" ucap Kiyomasa.
"Haha ya sama sama" ucap Zekuno.
Kiyomasa pun pergi dengan melambaikan tangannya.
Kentaki, Kirin, dan Zekuno juga melambaikan tangan.
Di tempat lain, Daizen, Maru, dan Renji yang berjalan pergi dari Suzuran di hampiri oleh Shikusei dan Rinku.
"Kau ingin pergi kemana?" tanya Shikusei kepada Daizen.
"Untuk sekarang aku ingin pulang" jawab Daizen.
"Apa kau percaya kepada kami, kalau kami bisa melawan Manji?" tanya Shikusei lagi.
"Ya aku mempercayai kalian untuk melawan Manji, tetapi saat kalian membutuhkan bantuan aku siap membantu" jawab Daizen.
"Haha baiklah" ucap Shikusei.
"Tetapi entah kenapa aku merasa kalian tidak akan perlu batuan ku, karena aku yakin generasi baru ini akan ada orang orang yang sangat kuat" ucap Daizen.
Daizen, Renji, dan Maru pun pergi.
"Oh ya, apa kau tau dimana Medokato?" tanya Shikusei kepada Rinku.
"Aku dengar dia keluar dari Suzuran" jawab Rinku.
"Aku tidak tau, mungkin dia memiliki tujuan" jawab Rinku.
Semua murid kelas 3 satu persatu keluar dari Suzuran, murid kelas 2 menjadi kelas 3, murid kelas 1 menjadi kelas 2.
Ke esokan harinya lagi di pinggir kolam Suzuran, Zekuno, Kentaki, dan Kirin sedang bermain kartu.
"Haa... akhirnya aku menjadi senior" ucap Kentaki.
"Haha, dasar" ucap Zekuno.
"Ngomong ngomong sudah lama kita tidak bermain kartu bersama" ucap Kirin.
"Kau benar, dari kemarin kita selalu sibuk" ucap Kentaki.
Tidak lama Kensai menghampiri mereka.
"Apa mau mu?" tanya Kentaki kepada Kensai.
"Aku, lebih hebat bermain permainan kartu itu di bandingkan kalian" jawab Kensai.
"HA? APA MAKSUDMU? APA KAU MENANTANG KAMI?" teriak Kentaki.
"Haha tentu saja" ucap Kensai.
"Yasudah kemari kau akan ku perlihatkan kehebatan ku sebenernya" ucap Kentaki.
Kensai pun ikut bermain kartu.
Tidak lama juga Tsutomu menghampiri mereka.
"Tsutomu?!! kenapa kau masih di sini?" tanya Zekuno yang terkejut.
Kentaki, Kirin, dan Kensai juga terkejut melihat Tsutomu.
"Guru bilang, karena aku jarang masuk, aku di suruh mengulang tahun" jawab Tsutomu.
"HA!?" Zekuno, Kentaki, Kirin, dan Kensai terkejut.
"Artinya kau tidak lulus dan masih berada di kelas 3?" tanya Kentaki.
"Ya" jawab Tsutomu.
"Berarti mulai sekarang kau harus sering masuk Tsutomu" ucap Zekuno.
"Ya aku tau" ucap Tsutomu.
"Ngomong ngomong di mana Takeshi?" tanya Tsutomu.
"Kami juga tidak tau, semenjak Manji menyerang Suzuran Takeshi sudah menghilang" jawab Zekuno.
"Begitu ya" ucap Tsutomu.
Tsutomu pun pergi.
"Sial, sebenarnya Takeshi kemana?" tanya Kentaki yang kesal.
"Bagaimana kalau kita menjenguk Takeshi di rumahnya" ucap Zekuno.
"Setuju, ayo" ucap Kentaki.
"Tetapi memangnya kau tau di mana rumahnya?" tanya Kirin kepada Zekuno.
"Tidak aku tidak tau" jawab Zekuno.
"Sialan, selalu saja, saat itu kau mengajak kami ke cafe tetapi kau tidak membawa uang, sekarang kau mengajak kami ke rumah Takeshi kau tidak tau rumahnya" ucap Kentaki yang kesal.
"Tenang aku tidak tau rumahnya, tetapi aku tau orang yang mengetahui rumah Takeshi" ucap Zekuno.
Di markas T.F.O.A.
T.F.O.A juga sudah berganti generasi, Shinkai tidak menjadi pemimpin lagi, melainkan Yosuke yang menggantikan nya, karena Yosuke sebelum nya adalah Wakil, kini dia menjadi pemimpin T.F.O.A generasi baru.
Setelah itu Zekuno, Kentaki, Kirin, dan Kensai pergi ke markas T.F.O.A.
Beberapa lama kemudian mereka sampai di markas T.F.O.A, dan mereka di sambut oleh Yosuke dan Shireikishin.
"Kenapa kalian kesini?" tanya Shireikishin.
"Apa Shinkai ada?" tanya Zekuno lagi.
"Tidak dia tidak ada disini, apa kalian punya urusan dengan nya?" tanya Yosuke.
"Ya kami hanya ingin menanyakan sesuatu kepada nya" jawab Zekuno.
"Kalau begitu, mungkin sekarang Shinkai sedang berada di toko bunga di arah kuburan" ucap Yosuke.
"Begitu ya, kalau begitu terimakasih" ucap Zekuno.
Zekuno, Kentaki, Kirin, dan Kensai pun pergi ke toko bunga.
Saat mereka sampai benar saja Shinkai berada di sana, mereka pun menghampiri Shinkai.
"Hmm...murid Suzuran!, ada apa?" tanya Shinkai.
"Kami teman dari Takeshi" ucap Zekuno.
"Oh hahaha, baiklah apa yang bisa ku bantu?" tanya Shinkai lagi.
"Apa kau tau di mana rumah Takeshi?" tanya Kirin.
"Ya aku tau" jawab Shinkai.
"Boleh kah kau menunjukkan jalannya" tanya Kentaki.
"Baiklah ikuti aku" ucap Shinkai.
Shinkai mengantarkan mereka dengan berjalan bersama.
Di perjalanan.
"Kalian sekarang sudah naik kelas kan?" tanya Shinkai.
"Ya" jawab Zekuno.
"Haa....tidak berasa generasi baru akan di mulai" ucap Shinkai.
Beberapa menit kemudian mereka berlima pun sampai di rumah Takeshi.
"Permisi Takeshi.......PERMISI TAKESHI" teriak Kentaki.
Mendengar teriakkan Kentaki salah satu tetangga Takeshi keluar.
"Permisi nak, orang yang kau panggil itu sudah pergi dari kemarin" ucap tetangga.
"Begitu ya" ucap Kentaki.
"Apakah ibu tau kemana dia pergi?" tanya Zekuno.
"Aku tidak tau, tetapi aku melihat ada seorang laki laki dewasa yang menjemput teman mu itu" jawab tetangga.
"Laki laki dewasa..... baiklah makasih telah memberitahu kami" ucap Zekuno.
Zekuno, Kentaki, Kirin, Kensai, dan Shinkai pun pergi.
"Memangnya kenapa kalian mencari Takeshi?" tanya Shinkai.
"Karena Takeshi menghilang, semenjak penyerangan Manji" ucap Zekuno.
"Kenapa dia pergi?" tanya Shinkai lagi.
"Kami tidak tau" jawab Kirin.
Di tempat lain Benjiro pemimpin Kurotaki bertemu dengan Jinsei salah satu anggota Manji 7.
"Kau istirahat lah Benjiro, biar aku yang akan mengurus mereka" ucap Jinsei.
"Tetapi mereka tidak bisa di remehkan" ucap Benjiro.
"Haha tenang saja, aku mempunyai orang yang sangat ku percayai" ucap Jinsei.
Dari belakang Jinsei muncul seseorang.
"Namaku Akiyama, mulai sekarang aku menjadi pemimpin aliansi Kurotaki" ucap Akiyama.
Selama ini Kurotaki sebelum beraliansi dengan Suzuran, Housen, dan T.F.O.A, Kurotaki sudah lebih dulu beraliansi dengan Manji Empire untuk menghancurkan Suzuran, Housen, dan T.F.O.A.