CEO, I hate you

CEO, I hate you
9



"bagaimana kuliahmu Aira?".


Big bos bertanya padaku.


" So far...so good!!! Kenapa?".


Aku bertanya tanya tumben dia peduli. Ternyata dibalik wajah datar dan dingin itu tersimpan perhatian juga.


" Kamu butuh apa untuk kuliah mu, kalau masalah biaya kuliah Han sudah kusuruh yg menanganinya langsung. Lalu apa?".


Masih sambil mengunyah dengan lahap.


" Tidak, aku gak butuh apapun! Terimakasih ya....!!".


Aku kemudian duduk didepannya sambil membaca majalah.


" Kalau kamu butuh shoping katakan saja, aku tidak melarangmu untuk menghabiskan uang yg kupunya!".


Sambil Mengunyah tanpa henti,


' ya tuhan, ini mulut orang ada rem nya gak sih? Makan saja blepotan? Sudah tua tapi gak tahu malu?".


Aku bergumam sendiri melihat dia makan dengan semangat 45.


" Sesuai kontrak, aku orang yg tepat janji kok. Kamu jangan kuatir Aira ...!!".


Sambil membersihkan mulut dengan tisu basah dengan perlahan.


Aku" terimakasih atas bantuan anda tuan muda, saya sangat tertolong. Sudah cukup bagi saya....terimakasih!!".


Reza" sekali lagi kamu panggil saya tuan muda, percayalah. Akan kutarik lidahmu dengan lidahku. Kupastikan kamu akan mengingatnya sepanjang hidupmu...!".


Sambil senyum menyeringai.


Sontak membuat aku gak nyaman dan takut, sumpah kesel sekali deh.


" Iya baiklah. Lalu harus panggil apa?".


Aku bertanya lagi karena bingung dan takut salah bicara lagi.


" Panggil saja sayang, atau honey gitu. Ini wajib hukumnya...oke?".


Si Iblis sialan itu mulai menakuti lagi, kali ini ancamannya berhasil membuatku takut dan gemeteran lagi.


" Iya baiklah, bawel....!!".


Aku ketus berbicara begitu saja.


Sambil merogoh dompet dan memberikan aku sebuah kartu ATM.


" Ini ambil, pergunakan sesuka hatimu. Asalkan kamu senang sayang, aku gak keberatan kok kamu menghabiskan uangku begitu saja, sayangku?".


Gluk.....???!!


Aku meneguk air liurku kembali.


" Didalamnya ada sekitar 200juta lebih gitu kok syg, kamu mau pakai buat beli apa saja sesuka hati. Pin nya 080888, Nanti akan aku suruh Han untuk mengisinya kembali, supaya kamu senang. Oke syg?".


Si Raja Iblis tersenyum padaku, bukannya manis atau ganteng yang terlihat. Tapi menyeramkan dan HOROR.


Aku hanya diam saja menatap kartu ATM itu, kulihat bertuliskan nama Reza Z.H.


" Kamu kok diem saja, ayo ambillah! Atau isinya kurang ya. Ya sudah kamu boleh pilih dari 4 kartu unlimited ku ini...!!".


Sambil memberikan 4 kartu pilihan,


" Ah tidak, yg ini saja cukup. Terimakasih ya, aku berterima kasih....!!!".


Akhirnya aku mengambil kartu yg pertama ditawarkannya padaku.


Si Raja Iblis menepuk paha nya berulang kali, dan aku bingung akan sikapnya.


' gak mungkin dia menyuruhku untuk duduk dipangkuannya bukan? Dasar genit dan play boy nih big bos!'.


Aku menggerutu dalam hati kecil.


" Sini duduk, aku ingin memelukmu. Aku janji gak akan menyentuhmu atau merabamu. Percayalah....!!".


Dia menatapku yg masih bingung.


" Janji kan?.cuma peluk aja??".


Aku mulai gugup dan takut.


" Iya, aku janji kok. Aku selalu tepat janji!".


Dia meyakinkan aku untuk mendekat dan duduk dipangkuannya.


Akhirnya aku duduk juga dipangkuan Sang Raja Iblis yg menyebalkan itu.


Aku duduk berhadapan dengannya, kepalanya terbenam di dadaku.


" Aira syg, untung saya jumpa kamu. Mungkin awal perjumpaan kita itu yg membuat saya yakin kamu anak baik dan beda dari gadis lainnya. Aira syg, saya lelah sekali. Semua sama saja, capek!".


Berbicara seperti berbisik saja.


' bukan urusanku juga, itu masalahmu tahu? Buat apa juga kamu cerita ke aku, toh aku gak tahu apa-apa juga...hallo...??? Tuan muda Habsah yg terhormat. Anda salah orang....!!!! anda salah alamat. Terimakasih...!!'.


Aku bergumam untuk diriku sendiri,


Ngomel sendiri....


Seperti orang gila....


" Aira, setiap melihatmu saya senang dan bahagia. Diduniku selama ini cuma kamu yg baru kupeluk, rasanya nyaman. Kamu wangi pakai farfum apa?".


Dia bertanya dengan manja seperti anak kecil yg cengeng.


" Cuma pake minyak telon kok, wangi dari mana? Hidung anda yg bermasalah!".


Aku menjawabnya dengan kesal.


" Tuh kan? Kamu lupa? Aira, saya bisa menghukum kamu kalo lupa...!!".


Dia kembali mengancam ku, gawat ah! Ternyata Belanda itu rambutnya gak pirang lagi...dah ganti Hitam.


" Aira...saya lelah syg? Saya capek!".


Dia makin manja, memelukku dengan begitu eratnya. Sampek-sampek pinggangku mau putus.


Huuuft......!!! Aku tersenyum dan...


Memberanikan diri membelai kepalanya dengan lembut.


" Adakalanya lihatlah sesekali kebawah, agar anda tahu bagaimana mereka berjuang mati Matian demi bisa seperti anda sekarang ini. Namun, jangan terlampau sering lihat kebawah juga, nanti leher anda keseleo. Lihat juga sesekali keatas, maka anda akan lihat banyak orang yg berusaha untuk mencapai impian dan ambisi nya. Untuk itu jangan putus asa, dunia ini panggung sandiwara. Kerjakan saja sesuai peran anda, gampang bukan....!!".


Aku berkata demikian supaya dia tidak putus lagi dan mengeluh.


Seketika dia tersadar dan kami saling menatap dengan serius.


Dipegangnya kepalaku dan kurasakan benda kenyal dan basah menyentuh bibirku. Aku begitu terkejut namun apa daya, aku tak bisa menghindar apalagi melawan nya.


" Maaf Aira, saya melanggar janji!".


Kulihat pipinya merah merekah.


Aku turun dari pangkuannya dan berlari keluar dari ruangannya.


Baru jalan sedikit, bertemu Han lagi.


Han" anda baik baik saja nona Aira?".


Bertanya dengan lembut dan dingin.


"Hm......mm, Han? Aku mau kerumah sakit, aku akan kembali 2jam kemudian sebelum makan malam. Boleh?"


Aku bertanya seraya meminta ijin.


" Makan malam jam 7 malam. Anda harus kembali jam 5 sore dan memasak untuk tuan muda. Silahkan nona!".


Han memberikan ijin padaku.


" Han, thanks ya. Aku akan kembali tepat waktu kok. Bye...!!!".


Aku berlari dan pesan ojol untuk kerumah sakit melihat kondisi papa.


End....


Bella" kak Aira, bukannya kerja kak?".


Bella bertanya padaku dengan heran.


Aku" iya aku permisi sebentar, gimana? Kapan operasinya dimulai?".


Aku memberikan bingkisan yg aku sisihkan ketika aku masak tadi siang.


Fajar" kakak masak dimana?".


Membuka rantang yg kubawa tadi.


Aku" kakak kerja jadi koki dirumah orang kaya. Jadi kakak sisihkan sedikit buat kalian syg,.ayo habiskan makanannya!".


Mama" kamu balik lagi kerja!!".


Sambil membersihkan wajahku dari keringat dan debu dijalan.


Iya mama!!! Jawabku tegas.


Sementara itu Han, senyum senyum seperti orang jatuh cinta saja.


Han" akhirnya dia menyisakan masakannya sedikit buatku. Ternyata dia tidak lupa padaku juga, terimakasih nona Aira!".


Sambil memakan bekal yg kusisihkan buatnya tadi dirumah.


Reza" sekertaris, tolong siapkan rapat dadakan. Ada sesuatu yg harus saya revisi mengenai proyek baru!".


Dia menelpon sekretarisnya dan membuat sang sekertaris kalang kabut.


Seperti akan divonis hukuman saja,sang sekertaris mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan rapat.


Setengah jam kemudian rapat dimulai, semua anggota rapat adalah staf khusus dan ketua divisi.


" Apa yg salah ya? Ya tuhan, kalau tuan muda tahu kita bisa tamat semua!".


Berbicara dengan terbata bata dan gugup, ya kemungkinan begitu.


Sekertaris' bakal ada singa ngamuk,.aku harus cari rute aman saja lah! Kalau tuan muda marah, bisa dipenggal semua kepala kami. Lebih seram dari ayahnya!'.


Gumam sekertaris Reza yg cantik jelita.


Reza dan Han masuk beriringan keruangan rapat, semula ruangan yg ribut seperti pasar itu diam seperti tiada satu manusia pun didalam nya.


Siapa yg berani kepada keluarga Habsah? Bahkan gubernur saja enggan mengusik mereka, taat pajak, dermawan dan punya power yg kuat.


Siapapun pegawai di Habsah Group tidak ada yg berani menatap wajah dan mata Reza secara langsung, alias HOROR uuy,


Dikantor, sosok Reza ditakuti dan dikagumi oleh banyak orang. Diusia semuda itu mampu memimpin perusahaan bertaraf internasional. Bahkan nyamuk pun enggan hinggap, sangkin licinnya itu kulit.


Reza" Han tolong pimpin rapat, silahkan".


Reza duduk menjauh, mendekati pintu.


Han' hah? Aku? Yg benar saja tuan muda? Masa saya lagi sih? Kenapa anda tidak ada capeknya mengganggu hidup saya, saya mau lari. Anda datang mendekat, saya salah apa?'.


Han menggerutu dalam hati.


Han" baiklah, tuan dan nyonya mari mulai rapatnya. Kita hari ini membahas proposal proyek taman hijau ditengah kota yg sebulan lalu group Habsah menang tender. Silahkan pendapatnya!".


Bla...


Bla....


Akhirnya Reza bangkit dari duduk diam manisnya itu,


" Jadi maksud kalian semua pembuatan danau buatan itu akan sia-sia saja. Bukankah sudah sesuai dengan kontrak, apapun masalah dibelakang kalian harus selesaikan tanpa harus melibatkan pihak ketiga. Atau kalian resign saja besok!".


Dengan nada berkobar kobar seperti api dan panas yg menyala, suara Reza membuat anggota rapat ketakutan dan gemetaran, alis ciut nyali nya.


Han" baiklah, kalian pikirkan saja sendiri jalan keluarnya. Besok tengah malam waktu terakhir yg kalian punya...!!".


Han memberikan waktu kepada mereka.


Reza" Han, ayo pergi. Kau urus saja sendiri, aku lelah sekali...!!!".


Reza dan Han keluar dari ruang rapat.


Seluruh anggota rapat bernafas panjang dan kasar. Mereka bingung akan keputusan Han dan Reza.


Sampai diruangan, Reza berbaring disofa dan membuka jas nya.


Han" apa perlu saya panggilkan dokter?".


Han mulai gelisah melihat Reza.


Reza" jangan, Han. Ambilkan saja aku air hangat dan obat sakit kepala. Bisa?".


Reza memijit dahinya dengan keras.


Han" baik tuan muda...!!".


Han berlalu untuk mengambilkan barang yg diminta Reza tadi.


Reza" sial, disaat genting sakit kepala pula. Kapan akan berakhir indah, lelahnya aku. Hah? Ya ampun, Aira dimana ya?".


Reza kembali menutup mata sejenak.


Han melihat Aira diloby dan memintanya membawakan air dan obat buat Reza.


Han" tolong antarkan ini kedalam ruangan tuan muda, nona Aira bisa?".


Han memberikan nampan nya.


Aku" ah oke deh, gak masalah Han!!".


Aku membawa nampannya dan masuk kedalam ruangan Reza.


Jangan lupa like n komen ya...???!!!