
" hah? Kenapa heran? Apa kamu tidak mencintaiku, katakan saja...!!?".
Dia bertanya padaku sambil berjalan keruang ganti baju sebelah.
' sial, aku harus bilang apa pada mama dan papa nanti. Bisa syok mereka kalau tahu Reza Z.H sudah melamarku, ya Rabb semoga saja ini cepat berlalu!!'.
Gumam ku dalam hati.
Aku berdiri dan mencuci wajah di westafel biar segar kembali. Kemudian dia keluar dari kamar ganti membawakan aku sepasang baru bersih....piyama.
" Pakai ini, bajumu sudah bau dan kotor. Aku tunggu dibawah ya, atau....???".
Dia menatapku sambil tersenyum menyeringai jahat dan nakal.
Apaan sih? Genit....!!!
Kataku berteriak dan kesal sekali.
Reza tersenyum dan berjalan keluar dari kamar, sementara aku sibuk ganti baju.
Ah....aku baru sadar bahwa kamar ini begitu luas dan nyaman sekali. Mewah dan elegant, sumpah kamar sultan cuy!
Masih dengan piyama pink muda bercorakkan Bunga Sakura. Aku sibuk mencari tas ransel ku, lalu turun kebawah menemuinya.
Aku melihatnya sedang menikmati teh hangat bersama Han diruang tv. Aku berjalan perlahan kearah mereka, masih dengan perasaan kacau balau yg membahana dibumi dan langit.
Reza melirikku sekejab dan tersenyum, kemudian dia menutup mata.
" Pergilah Han, pujaan hatiku tiba. Ambilkan dia sarapan sekarang!!!!".
Han pergi dan sadar akan diriku yg berjalan menuruni anak tangga.
' ah...!!! Ternyata dia datang! Akhirnya tuan muda menemukan tambatan hati, aku sedikit tenang sekarang! Thanks God, i believe you! Syukriya....!!'.
Han bergumam dalam hati Penuh rasa syukur dan bangga.
" Kemari lah dan makanlah, honey! Ayo!!".
Dia tersenyum kepadaku.
Aku duduk didepannya dan gugup separuh mampus. Sambil bingung akan apa yg akan dilakukannya.
" Bagaimana?". Katanya ketus.
Apanya, hah? Tanyaku lagi.
" Kamu sudah enakan? Hem?".
Tanya nya lagi sambil menatapku serius.
" Hem! Sudah kok, makasih ya?".
Aku tertawa lebar dan membuat kecemasannya hilang seketika.
" Apa yg dikatakan Han? Kamu jadi begitu bodoh dan ketakutan?".
Dia menatapku serius dan menjentikkan tangan seraya memanggilku.
Aku berdiri sigap karena ketakutan akan ucapan Han, lalu dia menangkap ku dan aku duduk dipangkuannya.
"Aaahhk......!!! Mau apa kamu iblis?".
Aku berteriak sangat keras.
Seketika Reza kesal dan mengerutkan dahi, menaikkan alis dan mengerakkan giginya. Sangkin kerasnya aku sampai mendengarnya dengan jelas.
" Aku kesal, katakan apa yg dilakukan Han padamu honey! Atau kamu mau malam ini tidur lagi diranjangku? Hah?"
Dia berkata tegas ditelinga ku.
Aku makin takut menjadi jadi dan jantungku mau copot saja.
" Han, tidak bilang apapun!".
Kataku dengan terbata-bata.
"Baik kalo tidak mau bilang, tapi aku akan menghukum mu, honey...!!".
Dia tersenyum jahat.
Cuuup!!!💋
Seketika dia mencium dan aku kaget.
"Itu hukuman karena kamu gak nurut!".
Dia melepaskan aku, dan aku kembali ketempat duduk ku.
Dag....Dig.....Duk....!!! 😱
I m shock now, heart attack!!!!
Han datang dan memberikan aku nampan berisikan makanan yg enak.
Aku menghabiskan makan dengan cepat,
Han menyetir mobil, aku dan Reza duduk bersebelahan. Sepanjang jalan aku menatap lampu jalan yg begitu indah, warna warni seperti bintang indah yg bertaburan diatas langit.
" Indahnya malam ini, lampu jalan yg bersinar kelap kelip begitu indah! Baru kali ini aku melihatnya langsung! Wah..!".
Aku berkata dengan ringan dan tidak sadar bahwa dia disebelahku.
' dasar anak kecil, masa iya dia tidak pernah melihat lampu jalan malam hari. Sesibuk apa sih dia selama ini? Syukurlah dia senang, aku juga senang. Sepertinya dia sudah baikan deh, syukurlah....!!'.
Gumam Reza dalam hati sambil tersenyum kecil sepanjang jalan.
Han yg melihat dari kaca spion sangat senang karena akhirnya Reza tersenyum.
' tuan muda sudah lama sekali tidak sebahagia ini. Terimakasih tuhan, akhirnya dia bisa seperti dulu lagi, yg ceria dan ramah. Semoga nona Aira bisa menjaga tuan muda kelak, semoga!!!'.
Han bergumam dalam hatinya.
" aku sudah lama ingin lampu Thumbler yg indah menghiasi kamarku. Tapi biasanya muncul apabila Lebaran dan natal saja bukan? Andai bisa lihat tiap malam alangkah bahagia hati ini!!!".
Aku berkata dengan gembira dan hati yg luas. Sungguh menyenangkan!
Sampai didepan rumah, kami turun.
" Bawakan semua bingkisan nya Han...!".
Reza meminta Han mengurusnya.
"Hah? Bingkisan apa sih? Kok aku gak tahu apapun ya? Apaan sih?".
Aku kemudian bingung,
" Sekedar ramah tamah saja honey!".
Katanya sambil menggandengku.
Tokkk....!
Tokkk....!
" Mama? Siapa didalam?".
Aku mengetuk pintu dengan keras.
Pintu terbuka gak lama aku berteriak,
" Alhamdulillah syg? Kamu kemana saja, mama dan papa hampir saja melaporkan kamu hilang kekantor polisi!!".
Mama memelukku dengan erat sampai air matanya menetes.
Wajah mama panik dan kebingungan begitu melihat orang yg disebelahku berdiri, siapa lagi kalo bukan Raja iblis.
"Oh mama, aku lupa. Perkenalkan ini bos ku yg kemarin kuceritakan itu!".
Aku menunjukkan Reza.
" Perkenalkan Bu, saya Reza Z. Habsah. Salam kenal ya Bu, maafkan saya telah membuat keluarga Tn.Chen cemas...!".
Reza menyalami mama.
Kemudian Han muncul dari belakang dengan segudang bingkisan.
" Perkenalkan saya Han sekertaris pribadi Tuan muda Habsah, selamat malam Ny.Chen, senang bertemu anda....!!!".
Han memberikan hormat.
"Si....silah...kan masuk. Tuan!!".
Mama menjadi gugup dan panik.
Kami masuk dan menuju ruang tamu, Reza duduk dengan sopan. Kulihat papa juga masih belum tidur, duduk diatas sofa tunggal. Adikku juga begitu,
' ya tuhan! Aku tidak salah lihat kan???'.
Papa melotot dan kaget melihat Reza menggandeng tanganku erat.
Mama" Bella bantu tuan Han, cepat!!".
Mama melirik mereka bertiga, seketika mereka beranjak dari duduk meski masih kaget dan panik.
" Siapa nama kalian?".
Han bertanya dengan nada dingin dan wajah yg datar. Alias menyeramkan.
" Aku Bella, ini Raya dan yg bontot itu Fajar! Salam kenal ya tuan Han....!!".
Mereka semua tersenyum kecil.
Fajar" tuan, terimakasih karena sudah menjaga kak Aira. Papa dan mama sudah ketakutan sejak tadi!!".
Fajar membantu dengan membawakan kotak yg lumayan besar.
Bella" tuan, sebenarnya kak Aira kerja apa sih? Dimana lokasinya?".
Bella bertanya dengan intuisi tajam.
Han" maaf tanya saja pada kakak anda, terima kasih sudah membantu saya...!!?"
Han tersenyum dan mereka mengikuti dari belakang.
Han menuju dapur dan memberikan bingkisan kepada mereka.
" Ini hadiah untuk anda sekalian, coba dilihat. Kalau ada yg kurang katakan pada saya. Besok saya akan kembali!!".
Han memberikan jatah mereka semua.
Alangkah senangnya mereka bertiga, melihat isinya yg sesuai hati mereka.
Fajar" asik ada PSP keluaran terbaru, sepatu dan jaket yg keren abis...!!!".
Fajar tertawa riang gembira.
Bella" wow, note book. Dan koleksi buku ternama. Terimakasih ya tuan Han!!".
Bella tersenyum kepada Han.
Han" berterimakasihlah kepada tuan muda Habsah, beliau yg sediakan ini!!".
Han tersenyum dan duduk santai dimeja makan sambil mengamatinya.
' ruang dapur sekaligus ruang makan yg sederhana sekali, keluarga ini begitu bahagia. Akupun iri melihatnya, pantas saja nona Aira begitu menyenangkan. Keluarga yg lengkap dan hangat, penuh kasih sayang ala cinta sejati. Irinya aku!'.
Han bergumam dalam hati kecilnya.
Raya" wow!!!? Tablet baru, merek ternama. Makasih ya tuan Han, bagus dan aku suka sekali tuan, makasih!!".
Raya menepuk lengan Han keras.
Han" tidur lah, besok harus sekolah bukan? Saya harus menyelesaikan tugas, kalau mau apa saja katakan kakak anda!". Han pergi kembali menemui tuannya sementara para Tuyul kembali ke kamar mereka masing-masing.
Tengah malam, oooiy!!!!
Sementara itu Han berdiri dibelakang tuan muda dan berwajah dingin lagi.
" Papa sudah tahu kan?".
Aku melirik papa dengan lembut dan senyuman indah yg manis.
" Perkenalkan saya Tn.chen, bagaimana kabar anda setelah operasi kemarin. Maaf baru sempat menemui anda!".
Reza berkata lembut meski dengan wajah dingin dan datar.
" Iya maaf tuan muda Habsah, saya tidak tahu kalau anak saya bekerja dengan anda. Keadaan saya sudah lemah dan tua, saya minta maaf anda harus mampir digubuk kami yg kumuh ini!".
Papa gemetaran berbicara kepadanya.
Mama dan papa saling menatap, tangan Reza yg menggenggam tanganku.
" Iya, saya senang dengan putri anda tuan Chen. Maaf jika mendadak memberitahukan Anda, bolehkah saya bertunangan dengan Aira ....?".
Dia berbicara tegas, singkat dan padat.
Aku menatapnya dengan menaikkan alis sambil melotot, terkejut dan terheran.
"Apa? Jangan melampaui batas!".
Kataku dengan keras karena panik.
Mama" ha....ha....aaa maaf tuan muda Habsah. Apa saya tidak salah dengar, jangan bercanda tuan! Kami orang kecil, tidak punya apa-apa tuan....!!".
Mama kaget, lalu tambah bingung.
" Kalian punya harta berharga, Aira. Saya suka putri anda yg baik, sopan, lembut dan penuh perhatian. Saya suka Aira!!".
Reza berkata dengan wajah lembut meski tak ada senyum.
Papa" maaf tuan, yang benar saja!".
Papa berbicara dengan nada ketakutan.
Aku hanya tertunduk dan diam saja, maklumlah aku masih syok seAbad.
Han" ini tuan muda...!".
Han memberikan tas berisikan perhiasan yg mewah sekali.
Reza membukanya dan tersenyum melihatku, lalu dia mengelus kepalaku dengan lembut penuh kasih sayang.
" Sudah kubilang bukan, aku serius. Jangan takut lagi padaku, didepan orang tuamu akan kuperjelas hubungan antara kamu dan aku. Aira...maukah kamu jadi pendamping hidupku kelak....!!!!?".
Dia berkata dengan nada rendah.
Aku menatapnya dengan dalam,air mataku menetes juga. Lalu aku juga menatap papa dan mama yg masih syok.
" Jika kamu diam, aku anggap itu Ya!".
Katanya lagi dengan lembut sambil tersenyum manis.
Kulihat sisi baik dan lembut Reza saat ini juga, aku terkejut dengan sikapnya.
" Berikan tangan kirimu, honey!".
Dia meminta dengan lembut.
Aku hanya diam dan sengkukan saja, mama dan papa juga sedih.
" Aku menangis bukan senang tahu? Dasar sial, kenapa juga orang seperti ini jatuh cinta padaku. Apa dikehidupan yg lalu aku punya dosa, salah ataupun hutang dengan dia? Ya Rabb, berikan aku yang terbaik dan ampuni dosaku!! Papa ayo jangan setuju dengan dia, mama tolong lah aku, pa...ma....!!!?'.
Gumamku dalam hati, berharap papa dan mama akan protes.
Reza menarik tanganku dan memasangkan cincin berlian ditanganku.
Papa" baiklah tuan muda Habsah! Terserah anda, yg penting anak kami...Aira bisa bahagia bersama anda!".
Papa meneteskan air mata dengan wajah bangga dan bahagia.
Tersisa begitu banyak perhiasan, kalung, giwang, gelang dan cincin fashion yg Note Bene...Mahal selangit.
Mama dan papa kaget setengah mati.
Reza" tuan Chen, saya titip Aira. Kelak ketika dia sudah siap, akan saya lamar. Jadilah anak baik, mulai besok! Han?".
Reza mengelus kepalaku, dan melirik Han dengan tajam sekali.
" Mulai besok tuan Chen tidak usah bekerja kembali, jaga saja kesehatan anda. Masalah biaya hidup, saya sendiri yg akan membereskannya. Ini atas perintah tuan muda Habsah, paham?".
Han menatap tajam kepada papa dan mama ku yg masih syok.
Reza" tidurlah, besok gak usah kerja. Pulang kerja aku akan mampir, bukankah kamu suka lampu Thumbler honey!!".
Dia memelukku didepan orang tuaku.
Han" sudah waktunya pulang tuan!".
Han berbisik ketelinga Reza.
Reza hanya mengangguk saja, "Hem...!!".
Papa dan mama saling menatap dan masih gak percaya melihat kejadian ini,
" Sekarang kamu sudah jadi milikku, Aira! Jangan cemas, aku akan selalu mendukungmu. Aku akan selalu baik.dan lembut itu hanya padamu!! Good night!".
Dia mencium keningku dan berdiri menghampiri papa dan mama.
" Saya pulang, selamat malam! selamat beristirahat tuan dan nyonya Chen. Semoga hari anda menyenangkan!".
Reza menyalami papa dan mama kemudian diikuti dengan Han juga.
Mereka pergi dan berlalu begitu saja, aku masih diam diposisiku. Dan mama menghampiriku,
" Apa yg terjadi anakku?".
Mama mencium pipiku,
" Entahlah ma? Aku juga gak paham!".
Kataku dengan lembut dan hanya tertunduk.
Jangan lupa like n Komen ya Kak!!!