CEO, I hate you

CEO, I hate you
3



Mama" kenapa syg? Kok kesel gitu?".


Mama heran melihat ku, yg datang2 manyun dan galau segoni.


Aku" habis jumpa setan, Aira digodain gitu. Alangkah sialnya hari ini, iblisnya jahat, mijak bumi dan cecah kakinya. Buat Aira kesel setengah mati... Moga aja Aira gak jumpa itu setan lagi, ma??".


Hah? Mamaku bingung dan tersenyum.


Aku duduk dimeja kasir dan menatap hp ku yg ada 18 pesan masuk.


" Kamu manis, saya senang lihat kamu. Mainlah kemari, pastikan dan lihatlah saya bukan iblis yg kejam!"


" Yakin kamu gak penasaran, nanti nyesal baru tahu rasa kamu. He....he....eee!".


" Kamu baik dan polos, saya harap kita akan bertemu kembali dilain waktu dan kesempatan yg akan datang!".


" Selain cantik, kamu baik. Saya suka!".


Itulah sebagian pesan chat yg kuterima.


Aku mendelete chat nya dan langsung memblokir nomornya.


' he...he...re rasain kan. Dasar iblis, gentayangan ya gentayangan saja kamu. Pria mesum, wajah boleh tampan. Tapi isi otaknya nol besar, ampun deh???!'.


Kataku dalam hati ini.


Malam hari, kami sekeluarga pergi melihat pasar malam yg gak jauh dari rumah. Ngesot atau jalan kaki langsung Sampek tujuan deh.


Mama" papa dan mama duduk dibawah pohon ini saja. Kalian main aja sana, uang juga kan sudah dibagi... Oke?".


Kami berlari berhamburan entah kemana, aku melihat accesoris mainan HP.


Ada yg menarik hatiku, dan aku langsung meliriknya saja.


Mainan hp bergambar bunny yg comel, jika berdekatan maka akan menyala dan mengeluarkan cahaya. Bunny nya sepasang, tapi aku beli saja karena lucu.


Sementara adik-adikku sibuk mencoba berbagai wahana dan aku hanya duduk dicafe sambil santai baca Hot Gossip di infotainment Seleb.


Jam 11 malam, kami pulang dengan hati yg riang gembira. Ya kami hidup sederhana tapi bahagia sekali.


Malam hari, saat orang sudah terlelap. Reza baru saja tiba dirumah dan langsung mandi dan rebahan.


" Sudah tidur belum ya Aira?".


Reza mencoba ngeChat dan gak bisa.


" Sial, dia blokir aku rupanya. Lihat aja besok pagi, kubalas kamu kucing nakal!".


Reza langsung tidur dan melupakan masalah Aira sejenak.


Minggu pagi, seperti biasa waktunya bermalas-malasan. Aku sibuk membantu ibu didapur beres2 aja sih.


Bella dan fajar sibuk dikebun bantu papa membersihkan dan menanam bunga. Raya sibuk menyapu dan mengepel lantai. Ya seperti biasa kalo Minggu kami sekeluarga kerja bakti....


Papa" oh ya, nanti sore joging yuk!".


Papa memberikan harapan pada kami.


Oke.....!!!


Kami jawab serentak sekali.


Jam 11, seluruh kerjaan selesai. Aku pamit kepada papa untuk keluar.


Reza" Han....aku suntuk nih. Ada ide gak? Kenapa ya aku galau?".


Sambil menggaruk kepala dan membuat rambutnya acak-acakan.


Han" tuan muda mau saya bagaimana? Bukankah dimeja kerja anda banyak berkas yg menumpuk?".


Han menunjuk kearah sebelah kamar.


" Sial, Han....!!! Aira memblokir nomorku, mana hp ku yg lain....!!!?".


Reza bertanya pada Reza.


" Yg Sony tuan lempar kedalam kolam renang. Yg xiomi tuan lemparkan kejendela 4hari lalu, yg Nokia tuan banting pas dimeja makan. Waktu tuan jalan2 ketengah laut bukankah tuan juga membuang 2 hp lainnya karena kesal. Yg terakhir tuan gak sadar memasukkan nya kedalam kuah sup karena keenakan ngobrol dan tuan kira sendok sup. Hanya tinggal satu saja....!!!".


Han memberikan penjelasan dengan rinci kepada Reza yg galak.


Reza hanya diam dan menyadarinya, karena malu dia turun kebawah sambil kesal setengah mati.


Reza" pak Ali, sekarang anda pergi belikan aku 5 hp baru yg siap tempur. Ajak Han bersama anda, oke!!!?".


Reza meminta bantuan kepada pak Ali, kepala pelayan dirumah.


Reza pergi keluar rumah dan menemui sahabat karibnya itu. Siapa lagi kalau bukan Atmajaya Hua.


Hua" tumben kamu datang? Ada apa?".


Hua adalah seorang dokter yg handal, punya rumah sakit sendiri dan ramah. Hua sudah menikah dan punya anak berumur 4tahun. Mereka berteman sejak masih kecil dan dulu bertetanggaan dengan Reza sewaktu tinggal di Korea.


Reza" aku harus melakukan pemeriksaan jantung nih, kayaknya aku gejala nih?".


Sambil mengelus-elus dada.


"Ah kamu yg bener dong?".


Hua bertanya serius kepada Reza.


" Aku berbisnis dengan gubernur saja santai dan gak jantungan. Masa kemarin jantungku hampir copot gak karuan!".


Reza berkata dengan polosnya.


Hua" iya kenapa bisa sih?".


Hua menatap Reza dengan serius.


" Aku jumpa wanita, masa nyawaku hampir aja terbang melayang. Jantungku rasanya berhenti memompa dan hampir copot? Kakiku gemetaran rasanya mau lepas semua, anehkan....???".


Reza berkata dengan polosnya sekali.


Hua seketika tertawa terbahak.


Ha....ha....aaaa?!!!


" Kamu itu emang aneh ya? Gitu aja udah ciut, bener kata orang. Kamu masih perjaka tulen, gitu aja jantungan!!!".


Hua tertawa gelak sekali.


Ha.....haaa......aaa!!!!


Hua makin berbahak bahak dengan sikap Reza yg seperti anak kecil.


" Sialan, kamu mengejek aku ya? Dasar kamu sialan, aku serius nih. Hua?".


Reza marah dan menendang kaki Hua.


" Itu namanya kamu jatuh cinta, bukan gejala sakit jantung, Reza....??? Aku kira kamu betulan sakit, sialan kamu....!!?".


Selentikan Hua di dahi membuat Reza kesal bukan main lah.


Reza" aku serius nih? Kamu ini?".


Reza marah dan menginjak jari kaki Hua.


Auuuuw.....!!!


Hua terpekik dan kesakitan.


" Sialan kamu?".


Reza menjawabnya lagi.


" Akhirnya, tuan muda Habsah jatuh cinta juga setelah 33thn melajang. Aku bersyukur akhirnya jodohmu muncul juga, selamat ya bro....!!".


Hua menepuk pundak Reza.


Seketika aura Reza membaik dan dia ceria lagi, ketika galau maka Reza akan curhat pada Hua. Karena Hua sudah menganggap Reza seperti keluarganya.


" Siapa gadis yg tidak beruntung itu? Membuatmu jatuh cinta dan galau? Hm?"


Hua bertanya lagi, kali ini serius.


" Aku sih belum begitu dekat, Hua? Dia memblokir nomorku, lalu bagaimana?".


Reza galau lagi.


" Kejar cintamu, jika dia tidak cinta. Ajari dia mencintaimu, jika dia menolak dengan sedikit paksaan pasti kamu akan berhasil. Kira2 bagaimana, kamu yg jalani. Kalau cocok ya bungkus!!?".


Hua menatap Reza lekat.


Reza" iya. Aku akan lakukan!".


Reza memeluk Hua dan kembali kerumah nya dengan semangat baru.


Selama 9hari Reza sibuk mengurus ini dan itu, dia hanya dapat kabar dengan mendengarkan pengawal bayaran yg selalu mengikuti Aira kesehariannya.


Itupun hasil saran dari Han, sekertaris pribadi sekaligus tangan kanan Reza.


Aku" syukur, akhirnya aku bisa bebas dari pria aneh yg kujumpai itu. Ya aku sih udah lupa gimana raut wajahnya sih? Hi...


Hi.....iiii syukurlah aku senang sekali!!".


Aku sangat bahagia sekali,


Aku dan temanku sedang berada diMall terbesar, biasalah nemani temanku shopping. Kalau aku sih, ogah. Rugi buang duit,


Loli" Ra, kamu yakin gak beli sesuatu? Kenapa sih Ra? Kamu ini ya, cupu sih?".


Loli menggodaku dan mencubit pipiku,


Tata" iya, udah deh...Ra. Aku yg traktir kamu, kan kita sahabat nih?"


Memelukku sambil bergantungan dilenganku dengan manja nya.


Sari" entah nih, tinggal pilih aja kok repot sih,,,Ra? Gak usah sungkan, ya syg ku?".


Sari memilihkan sepasang sendal yg cantik dan unik.


Tata" benerkan? Kamu gantungan? Pake apa aja cocok loh Ra....?".


Tata memasangkan jaket yg keren dibadanku sebagai bahan contoh.


Aku menggelengkan kepala dan mulai bosan melihat tingkah sahabatku, yang menurutku lebay sekali.


Loli" baru aja sampai kamu dah minta pulang, gimana sih Ra? Aku belum puas nih? Jangan bilang kamu ngantuk?".


Menatap ku dengan dendam.


Aku" ya sudah deh. Aku haus nih, aku mau ngeTeh dulu dicaffe. Kalian lanjut aja, tanpa aku gak apakan??".


Aku tersenyum manja pada 3 sahabatku itu berharap mereka tidak marah.


Sari" ya sudah, kalo dah selesai belanja nanti kami nyusul kamu. Oke syg?".


Sari mencubit lenganku,


Aku keluar dengan membawa sendal yg diberikan dibelikan sari. Aku berjalan menuju sebuah cafe dan duduk sendiri sambil menikmati teh dan kue.


Ting....tong....!!! ๐Ÿ“ฑ


Arya ngeChat aku akhirnya,


Arya: dimana?


Aku: main di mall bareng Tata, sari dan loli. Biasalah mereka shoping๐Ÿ˜”


Arya: pasti kamu sedang bosen kan?


Aku: tahu aja kamu?๐Ÿ˜‚ Lagi apa?


Arya: bantu papa menyelesaikan pekerjaan kantornya, biasalah ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜Ÿ


Aku: bodoh? Kok nangis? Kenapa?


Aku senyum membaca nya,


Arya: aku juga pengen istirahat, jalan dan main ke mall. Tapi papaku๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Aku: bodoh? Kukira apa juga? Nanti kalo aku ada rejeki kita nonton, aku traktir๐Ÿ˜‚


Arya: iya aku aja yg traktir, dah lama kita gak jalan kan? Okelah, aku mau lanjut kerja. Papaku mulai ngerepet nih...!!!


Aku: semangat ya, bye....๐Ÿ’ช๐Ÿ˜„


Aku mengakhiri chat dan mulai asyik main game di ponselku.


Dari seberang jalan, Han dan Reza berjalan diantara kerumunan orang yg sedang lalu lalang sibuk.


Han melihatku dan berhenti berjalan, seketika membuat Reza bertanya,


" Kenapa Han? Kok berhenti?".


Han" tuan muda, tuh lihat? Ada nona Aira duduk sendiri, ada minat?".


Han menggoda Reza, dan menunjuk ku dengan telunjuknya.


Reza tersenyum menyeringai kesenangan melihatku,


" Berapa waktu yg kita punya, Han?".


Masih menatapku bahagia seperti menemukan mainan barunya.


Han" sekitar 10 menit sampai 20 menit saja tuan muda, tertarik?".


Han melirik Reza yg sedari tadi tersenyum girang dan jahatnya.


Reza" kamu pastikan dia tidak lari!!?".


Reza dan Han berjalan mendekati aku yg masih sibuk dalam duniaku sendiri, sehingga aku gak sadar Reza duduk di depanku dan menatapku.


"Ehem....ehem.....!!! Asik nih?".


Suaranya membuatku tersadar dan kaget setengah mati, jantungku hampir copot melihat iblis jahat ini didepanku.


" Ya tuhan...kamu? Seperti setan aja!".


Nadaku setengah berteriak dan kesal.


" Aira? Kamu sendirian?"


Reza bertanya, sambil meminum teh milikku dengan santainya.


"Hei....kamu? Itu milikku? Kenapa dihabiskan sih? Kamu ......yah?".


Aku berteriak karena kesal, membuat aku jadi bahan gosip pelanggan yg lain.


Reza" kamu galak, tapi cantik kok? Aira, kamu kenapa blokir nomor saya? Jahat".


Reza kemudian memakan kue ku dengan lahap dan habis.


" Kenapa dihabiskan juga sih? Kamu suka ya makan punya orang lain, apa kamu sudah terbiasa. Itu uang jajanku yg terakhir, kamu jahat deh....??".


Sambil manyun, kesal setengah mati mengingat dia menciumku.


Reza" baiklah saya yg traktir kamu sampai puas. Pesan saja Aira....??".


Reza menawari ku dengan sopan.


Aku" gak perlu, kusedekahkan teh dan kue ku yg kamu makan tadi. Untuk fakir miskin seperti kamu, tahu?".


Aku berdiri dengan kesal,


Tiba-tiba ada seseorang dari belakang yg menekan pundakku, sehingga aku terduduk lagi dikursi.


" Sial kamu, lepaskan?".


Aku melirik kebelakang, dan terkejut.


Seorang pria tegap gak jauh beda dari Reza, berjas hitam dan wajah datar pakai kacamata. Wajahnya dingin dan seram.


Han" anda harus sopan didepan tuan muda, harap nona Aira patuh saja!".


" Huh....!!! Sial...! Kalian main setan- setanan disini rupanya?".


Ketusku kepada mereka.


Membuat Reza ketawa menahan geli,


" Kamu tuh, santai aja. Saya gak makan orang tahu? Apakah saya seperti CEO yg galak, garang, kejam dan menakutkan seperti yg kamu katakan kemarin? Aira....Aira....?!!! Kamu bisa saja sih?".


Aku" sial aku hari ini, jumpa 2 setan! Zaman sekarang setan itu sudah mijak bumi dan kakinya cecah ketanah. Haisz, tragis sekali. Dunia mau kiamat...!!!".


Aku melipat tangan didada,


Reza melirik Han, memberikan isyarat untuk memesan makan atau minum.


Han pergi pesan kemeja kasir,


Reza" Aira, kamu unik loh. Saya senang sekali bisa melihat kamu lagi. Saya suka dengan sikap kamu, saya jadi bingung. Kamu yg galak atau saya nih? Hi...huh?".


Ketawa geli melihat wajahku yg kesal.


Aku" entah, terserah. Sinting....!!".


Aku buang muka dan kesal sekali.


' Aira...bidadari ku. lihat saja, akan kujadikan milikku selamanya. Baru kali ini ada wanita yg berhasil membuat aku tak berdaya, hampir mati suri aku. Terimakasih tuhan, kamu menciptakan makhluk yg sempurna ini. Indahnya!!!'.


Gumam Reza dalam hati kesenangan.


Gak lama kemudian makanan dan minuman datang lagi. Kini jumlahnya lebih banyak sekali, aku juga heran buat siapa saja.


" Hah? Gila? Kamu mau makan ini semua? Sekarang ya? Hah?".


Aku terheran dan tercengang saja melihat iblis itu makan lahapnya.


Aku hanya melihat dia makan dengan santai, begitu menikmati sekali.


Hanya tersisa cake brownis, teh hijau dan kentang goreng saus keju.


Reza" jangan heran Aira...? Ketika melihat kamu, selera makan saya jadi membaik. Makasih ya kamu temani makan!".


Aku" terserah, kamu sungguh menyebalkan. Sumpah deh!!?".


Menatapnya dari atas sampai bawah.


' ya tuhan, makanya sangat banyak. Apa dia punya gentong diperutnya itu!'.


Gumamku dalam hati.


Han" tuan muda sudah waktunya pergi!".


Han berkata dengan tegas,


" Sayang nya saya masih kangen sama kamu Aira!!! Sekali lagi kita bertemu, saya pastikan kamu jadi pacar saya. Oke?".


Reza berdiri dihadapanku,


Kemudian dia tiba-tiba mencium pucuk kepalaku dengan lembut dan hangat.


" Jadilah wanita saya, keujung dunia pun kamu sembunyi akan saya temukan. Meskipun kamu bersembunyi dibawah dasar samudra akan saya dapatkan. Mau setinggi apapun kamu terbang meski dilangit yg ketujuh akan saya tangkap. Aira Salsabila... Percayalah. Saya suka kamu sejak awal bertemu, anak baik!".


Dia berbisik di telingaku sambil tersenyum menyeringai kepadaku.


" I hate you, i hate you, gila....!!".


Itulah kata yg keluar dari mulutku.


Reza" menarik sekali, Aira....!!! Hem?".


Melambaikan tangan kepadaku.


Han" saya permisi nona, sampai jumpa!".


Han memberikan hormat kepadaku dan pergi mengikuti iblis itu pergi.


Aku' ya tuhan, pria gila. Buat aku takut setengah mati saja dia, kenapa aku bisa bertemu orang seperti dia sih? Menyebalkan sekali, tuhan gak adil?'.


Aku menghapus air mataku,


Jangan lupa like n komen ya...!!!