CEO, I hate you

CEO, I hate you
11



Suara tawa memenuhi isi rumahku dini hari, suara Reza seperti petir. Tiba tiba Bella terusik dan menggeliat dari tidurnya, lalu dia mencari sumber suara.


" Kakak? Suara ribut apakah itu?".


Berjalan sambil mengantuk mencari sumber suara ribut.


Reza dan Han sudah didepan pintu mobil dan masuk kedalam mobil. Mereka pulang dan membuat duniaku berjalan lancar kembali.


" Tadi ada orang minta makan, biasalah....!!!! Mencari suaka! Tidur lagi sana, besok kesiangan syg ku...???!"


Aku memeluk dan menuntun Bella kembali ke kamar.


Masih setengah sadar, aku melihat HP ku menerima chat pesan masuk baru.


" Makasih Aira... I love you. Besok jangan kelamaan datang, saya kasi kejutan!"


Itulah pesan dari Raja iblis...


Subuh yg dingin, samar samar kudengar suara burung berkicau merdu. Mencoba membuka mata perlahan...meski aku masih begitu mengantuk sekali.


Aku bangkit dan mengikat rambutku meski acak acakan, masih seperti dibuai mimpi indah. Kubuka jendela dan memandang langit yg mulai terang.


Hawa dingin menyisir tiap helai bulu tubuhku, tangan dan kaki. Wow....dingin. namun begitu sejuk dan membuatku menebar senyum akan nikmat yg diberikan Tuhan padaku. Aku masih bisa bangun dan beraktifitas kembali, pelan dan begitu lembut. Kurasakan angin membelai rambut dan angin membisikkan kata cinta padaku.


Aku kembali kedapur dan mulai menyiapkan sarapan adik adikku seperti biasanya. Kusetel musik di speaker mini.


Suara seruling Chinese, menjadi favoritku.


Bella" ih kakak, suka amat musik seruling. Buat ngantuk mata dan adem ayem loh kak?"


Dia merayuku sambil duduk dikursi menyantap sarapan yg kubuat.


Hm......mm, jawabku singkat.


" Kak, papa bisa sembuhkan? Lalu dari mana kakak dapat uang sebanyak itu?".


Seketika tanya Bella membuatku berhenti mencuci piring bekas masak yg ku tumpuk diwestafel.


Aku hanya diam saja dan mulai berpikir,


' ah....anak yg pintar sekali. Kalau kujawab jujur akan mengecewakanmu. Apalah dayaku, secara tidak langsung aku menjual diriku kepada orang itu. Andai papa tidak sakit, hidupku masih lengkap sampai saat ini bukan?'.


Kataku dalam hati, miris rasanya.


" Kenapa kakak diam? Apa aku berkata salah? Atau aku menyakitkan hatimu?".


Bella menatapku sedih dan manyun.


" Tidak sayang, semua akan baik baik saja. Papa akan sembuh dan kita akan hidup bahagia sedia kala. Aku tidak akan membiarkan apapun terjadi pada keluarga kita, percayalah sayang???".


Aku tertawa lebar kepadanya dan melanjutkan mencuci piring.


Fajar dan raya datang, duduk sambil menyantap sarapan mereka.


" Kakak? Pulang sekolah aku mau lihat papa boleh? Kangen kak?".


Fajar bertanya dan meminta ijin padaku,


Raya" aku juga kak, sekalian. Bukankah hari ini kakak gak ada jam kuliah? Mau kemana kak? Kerja ya?".


Raya menatapku tajam.


" Ah iya, kakak masuk agak cepat nih. Maklum saja, belum kerja lama gaji kakak sudah habis untuk 1thn kedepan. Bagaimana sekolah kalian, sayang?".


Aku berusaha bersikap tegar dan meyakinkan mereka agar tidak cemas.


Raya" kak, aku butuh 2jt. Uang buku dan praktik belum dibayar kak?".


Dia mengeluarkan selebaran yg diberikan oleh pihak sekolah. Aku membaca totalnya dan terkejut.


' waduh, banyak juga jumlahnya. Lebih 2jt, bagaimana ini ya?'.


Aku berkata dalam hati.


Bella" ini kak tagihan listrik dan air, surat dari bank juga ada. Listrik dan air, hampir 1jt. Tagihan bank papa 2jt-an gitu kak, lalu bagaimana ini kak?".


Bella menatapku dengan sedih.


Raya" beberapa hari aku gak bakal masuk sekolah, biar gak ditagih kak!".


Raya berputus asa dan hanya diam sambil memakan sarapannya.


Fajar" aku juga kak, gak mau sekolah. Nanti ditagih admin, kan malu kak!".


Sambil meletakkan surat dari sekolah.


" Berapa totalnya syg?".


Aku menatap fajar, sungguh ironis sekali.


Fajar" 3jt-an kak, mana ada uang kita!".


Dia juga diam dan menatapku.


" Baiklah, tunggu kakak pulang. Hanya 10menit saja syg, jangan pergi sebelum kakak pulang. Oke....!!".


Aku berlari meninggalkan mereka didapur.


Aku naik motor sambil meneteskan air mata, ATM tidak terlalu jauh dari rumah.


' maaf, aku harus menghabiskan uang ada tuan Raja iblis. Tuhan terlalu baik untukmu dan tuhan bermurah hati padaku, terimakasih tuhan maha adil!'.


Akhirnya aku menarik uang si Raja iblis 10jt rupiah pagi buta.


Aku masih berdiri didepan pintu rumah, menatap uang yg kupegang. Aku masih gak percaya akan isi saldo yg kulihat, hampir 1Milyar. Seumur hidup aku gak pernah lihat apa lagi pegang uang sebanyak itu.


' Reza, maaf ya. Aku butuh uang ini, urusan aku dan kamu itu akan segera kuselesaikan. Apapun yg terjadi kelak maka terjadilah. Aku pasrah....!!'


Aku masuk kerumah dan menatap adikku yg duduk termenung menungguku.


Fajar" kak lama sekali, aku terlambat!".


" Duduklah kalian, akan kakak lunasi semua tagihan sekolah kalian!".


Aku berkata demikian sambil senyum.


Bella' hah? Uang dari mana kakak?'.


Bertanya dalam hati kecilnya, dan menatapku penuh dengan curiga.


Fajar" makasih kak, aku sayang kakak!".


Fajar mencium pipiku dan berlari kegirangan kesekolah.


Raya" makasih kak, aku bakal rajin sekolah dan belajar. I love you!!".


Raya juga memelukku erat, lalu berangkat sekolah dengan girang.


" Kamu gimana Bella cantik?".


Aku mengelus kepalanya lembut,


"Aku cuma minta uang darma wisata aja kak, 1jt cukup. Boleh tanya kak?".


Bella bertanya dan menatapku tajam.


Jantungku berdegup kencang, aku sudah yakin dia akan curiga kuat. Maklum, Bella itu intuisinya lebih kuat dari yg lain.


Hm.........mm, apa?


Tanyaku padanya sambil senyum untuk menutupi salahku, dan kegugupan.


" Uang nya dari mana? Kakak, thanks!!".


Bella mencium pipiku dan berlari.


" Haiiiz, mereka sudah pergi semua. Sekarang aku mau mandi dan kembali keneraka itu lagi....semangat Aira....!!!".


Selesai mandi, aku sarapan diruang tamu sambil liat tv. Acara berita pagi, berkualitas tinggi dan selera akan bisnis. Seketika mataku terbelalak akan berita pagi ini, Reza Z.H masuk tv. Sebagai pengusaha muda dan terkaya ke-3 di negri yg kutumpangi ini.


" Haih? Jantungku berdebar dahsyatnya, kenapa juga Raja iblis ini selalu saja diberkati Tuhan. Apakah dikehidupan lalu dia berbuat baik dan ahli agama ya? Sial....sial.... Seujung kuku pun aku bukan apa apa baginya. Kalo dilihat di tv dia keren juga sih, aslinya menyebalkan!!!".


Aku terus menggerutu inya dengan kesal,


Sudahlah tampan, Holang kaya raya....!!!


Apalagi coba kurang nya dia? Otaknya bisnis dan pintar, badanya bagus sempurna. Terkadang aku berpikir tuhan gak adil padaku? Tapi entahlah....hanya tuhan yg tahu bagaimana Indahnya.


Sambil sarapan nasi goreng yg kumasak tadi pagi ditemani susu hangat. Membuat pagiku lebih menyenangkan, sambil lihat acara tv tentunya.


Kedamaian yg kurasakan terusik,


Tok.....!!! Tok......!!!🤔


Pintu rumahku diketuk oleh seseorang, kubuka pintu dengan semangat.


Ci.....Luk.....Baa......!!!! 😂


Arya, lelaki tampan, putih, baik dan ramah. Sudah lama kukenal, muncul.


" Hai....!!!!? Aira cantik....!!!! Pagi???".


Menyapaku dengan ramah dan senyum,


" Oh, ayok sarapan. Aku masak nasi goreng. Kebetulan kamu datang 'ya...!!!?".


Aku mempersilahkan Arya masuk.


Kami duduk diruang tv, dan aku mengambilkan sepiring sarapan dan susu hangat seperti punyaku.


" Kamu laparkan? Ayo kita makan?".


Sambil memberikan sarapannya.


" Iya dong, sudah lama gak makan nasi goreng buatan kamu. Pasti enak nih!!!".


Arya mulai meminum dan makan.


" Bagaimana tadi malam? Capek ya temani mama dan papaku?".


Aku bertanya penuh perhatian,


" Gak kok, cuma tiduran aja sih. Tapi lumayan bisa selingan sama tante. Gantian tidurnya, kan enak tidak terlalu lelah jadinya. Kenapa?".


Menatapku dengan lekat.


Aku" makasih ya Arya, kamu memang sahabatku yg baik. Thanks ya...!!".


Aku tersenyum dan lanjut makan.


Akhirnya kami sehabis makan lanjut bercanda, seperti dulu. Arya masih seperti yg dulu, baik dan ramah serta perhatian padaku. Tentu saja tak ada yg bisa kusembunyikan darinya, apapun itu. Kecuali masalah Reza, aku tak bilang apapun padanya.


" Kalau kamu ada masalah cerita saja Ra, aku siap kok membantu sekuat tenagaku. Kamu kan tahu, aku....!!!".


Arya terdiam menatap wajahku yg berubah menjadi sedih.


" Makasih Arya, aku tahu kamu baik. Tapi ada kalanya semua masalahku ini kusimpan saja, akan melukaimu dan yg lain. Tapi percayalah, aku bisa jaga diri. Aku bisa menyelesaikannya, suatu hari nanti akan aku katakan semua padamu. Tapi nanti, bukan sekarang ya???".


Aku memeluk Arya sambil nangis sengkukan didadanya.


" Katakan saja, apa aku tak pantas?".


Arya membelai kepalaku lembut,


" Bukan begitu, percayalah. Tidak semudah yg kamu katakan Arya!!!".


Masih menangis didadanya.


" Baiklah, aku akan menunggu sampai kamu siap katakan padaku. Ketahuilah Aira, kasih sayang besar untukmu. Perhatian dan simpatiku berlebih untukmu, kau sudah seperti bagian hidupku. Meskipun aku pergi jauh berapa tahun ini, tapi kamu selalu dihatiku...!!".


Arya berkata tegas dan membuatku nyaman berada didekatnya.


' andai kau tahu Aira....!!!!'.


Katanya miris dihati kecil.


Jam 10 pagi, aku bersiap pergi kerja.


" Mau aku antarkan kamu?".


Arya menawariku menumpang dimobilnya, katanya sekalian jalan.


" Pulang aku naik apa? Ojol? Males ah, buang duit saja. Lagian pulang kerja aku harus belanja kesuper market beli bahan makanan buat stok. Naik motor jauh lebih gampang kok, makasih!!!".


Aku menghidupkan motor dan memakai helem dan jaketku.


Arya" ya sudah. Kamu hati-hati ya dijalan, jangan langgar rambu lalin ya...!!?".


Si Arya mulai cerewet dan bawel.


Oke....!!! Jawabku tegas.


Aku kekiri dan Arya kekanan, kami berpisah didepan rumahku.


Ketika lampu merah, aku menerima telpon dari nomor tak dikenal.


Han: nona dimana? Makan siang tuan?


Si wakil raja iblis yg menelpon.


Aku: dijalan kok, sebentar aku mampir beli bahan makanan. Anda mau makan apa ya? Biar ku buatkan? Apakah tuanmu suka es krim?


Aku bertanya karena bingung,


Maklum selera orang kampung sama Holang kaya itu berbeda jauh.


Han: terserah anda nona, hati-hati dijalan


Telpon terputus dan aku singgah kesupermarket membelikan es krim.


Sampai didepan pintu rumah, Han sudah menantuku dan membantuku membawakan belanjaan.


Aku segera masak didapur dan Han masih berdiri gak jauh dari pintu.


" Apa yg kamu lihat, hah?".


Dengan wajah jutek dan kesal.


Han" gak ada nona, memastikan makan tuan muda matang tepat waktu saja!".


Berbicara padaku dengan wajah datar dan tidak ada ekspresi sama sekali.


" Iya jam 12 siap kok, aman itu!!".


Memberikan Han jempol dan tertawa.


" Nona, tuan hari ini gak kekantor. Dari tadi pagi tuan muda bertanya anda terus pada saya. Saya bingung jawab apa!!".


Han mulai buka suara.


Hah? Apa?, Tanyaku singkat dan kaget.


" Dia seperti anak kecil, sekarang tuan sedang rapat online. Setelah ini mood tuan muda bakal jelek, waspadalah!".


Han pergi meninggalkan aku didapur.


Han memberikan aku info yg penting, berarti sehabis rapat dia bakal ngamuk. Sungguh tidak bisa ditebak juga itu anak.


Menu hari ini, rendang daging dan sayur acar buah. Jus timun dengan selasih.


Suka....? Gak suka....? Itulah dia.


Jangan lupa Komen dan like ya kak...!!!