
" masakan kamu enak....!!! Saya gak kecewa kok, sesuai lidah saya. Han..?".
Reza menghabiskan seluruh makanan dimeja, aku aja gak dapat. Cuma tersisa nasi putih saja, iiis parah euy...!!!
Han" baiklah. Saya paham tuan muda!!".
Han memberikan hormat dan meletakkan sebuah amplop kuning.
Reza" kalau kamu nanti jadi nyonya dirumah ini, setiap hari harus masak seperti ini buat saya. Oke...?"
Bayangkan bibirnya tak bergetar berbicara demikian dengan menggodaku sepuas hatinya.
Seperti lagu " getarkan bibirmu, bicaralah sayang. Walau kau berdusta, aku takkan marah. ...!" Mantap ooooiy.
Aku" hah? Kamu gila?".
Aku mengepalkan tangan dengan kuat,
Kulihat dia tersenyum menyeringai dan Han juga begitu, membuatku geram.
" Sebelum kamu pulang, sebaiknya masak dulu untuk makan malam. Saya gak suka makanan asin dan pedas!".
Dia berkata demikian, lalu pergi kembali ke kamar berlalu begitu saja.
Han" nona Aira, ini hadiah sesuai perjanjian kita tadi. Sebelum pulang tolong masak lagi ya, 2jam lagi saya kembali untuk mengantar anda pulang!".
Han pergi meninggalkan aku diruangan makan, kulihat semua piring bersih.
" Untung aja piring nya masih ada, kalo tidak dimakan habis semua oleh iblis itu. Masakan kampung dibilang enak, dasar Holang kaya seleranya aneh sekali...!!".
Aku berjalan kembali kedapur dan mulai masak sesuai kehendakku.
Ya iya lah, masa masak makanan ala Eropa. Wong yg aku tahu cuma masakan rumahan seperti ajaran mama.
Yup, menu makan malam ini ....
Capcai, sosis telur gulung, cumi sambel tahu dan sup ayam.
Suka....gak suka. Pokoknya aku gak mau tahu, yg penting aku dah masak.
Han' masakannya wangi juga, sialan perutku ini nuntut pula. Meskipun masakan kampung, yg penting tuan suka. Ada baiknya jika makanan nanti malam bersisa, agar aku bisa cicipi rasanya. Tumben tuan muda mau masakan cita rasa ala kampungan gitu. Hadew.....??? Cinta emang buta, gak kenal rasa. Tahiii lincung berasa coklat, seram ah.....!!!?'
Han melihatku dan mengawasi dari jauh.
Selesai masak, Han menghampiriku...
Han" besok pagi anda bisa siapkan makan siang tuan muda lagi? Tenang saja nona Aira, gak gratis kok!".
Han berjalan mengantarkan aku kedepan pintu dan sudah menunggu mobil yg akan mengantarkan aku pulang.
Sampai didepan pintu rumah, kulihat raya dan fajar nangis sengkukan. Aku berlari mengejar dan bingung...
" Ada apa? Kenapa ini...?".
Aku bingung dan bertanya.
Raya" kak, papa masuk rumah sakit karena kecelakaan kak. Bagaimana?".
" Bella mana? Mama?".
Aku panik dan air mataku mengalir lagi.
Fajar" kak Bella dan mama sudah duluan. Bagaimana ini kak? Kak?".
Adikku yg bontot ini nangis menjadi jadi dan membuat aku jatuh terduduk kelantai, seketika mereka panik.
Braaaak.....!!!!💢
Kakak.....!!!! Mereka berdua berteriak.
Aku mengumpulkan seluruh tenagaku ke kedua kaki ku agar mampu menopang beban tubuhku. Lalu aku berdiri, dengan sekuat tenaga aku mencoba bertahan untuk kuat didepan mereka.
" Kemasi barang kalian, kita akan menyusul naik ojol saja. Kakak akan segera pesan, kalian cepat ya?".
Aku kemudian berjalan keluar rumah dan menunggu mereka bersiap.
20menit kemudian kami sampai dirumah sakit umum, lalu mencari keberadaan mama dimana.
Aku bertanya pada recepcionist dan menuju ruangan papa.
Mama....!!! Fajar berteriak kala melihat mama duduk dikursi tunggu.
Aku memeluk mama dengan erat, dengan air mata terus mengalir membasahi pipi.
Mama" kita harus sabar dan berdoa syg. Supaya papa gak apa-apa!!".
Mama memberikan semangat pada kami, padahal aku tahu mama juga sedih.
Sejam kemudian papa dibawa keruangan untuk rawat inap. Mama berbicara dengan dokter, dan aku mengikuti mama secara diam-diam mendengarkan apa kata dokter untuk papa.
Dokter" suami anda harus segera operasi, terjadi penyumbatan dipembuluh darah jantung dan ginjalnya sebelah tak berfungsi dengan baik. Butuh dana sekita 100-200jt buk. Apakah anda sudah siap? Ini bukan perkara mudah buk?".
Dokter memberikan hasil diagnosanya,
Mama terkejut, seolah dunianya hancur berkeping-keping. Mama kaget ya begitu juga aku.
Aku' ya tuhan, bagaimana ini??".
Sambil berlari kembali keruangan papa.
Mama" baiklah, akan segera saya siapkan uang nya. Kapan terakhir...?".
Bertanya sambil sengkukan.
Dokter" 48jam lagi paling lama...!".
Perkataan dokter membuat mama hanya tertunduk dan keluar ruangan dengan hati hancur dan amat sedih.
Aku masih duduk ditaman, seorang diri dengan hati hancur.
Aku" tuhan, berikan aku jalan. Sepahit apapun kelak, sekeras apapun itu dan sesakit apapun itu akan aku lalui. Dari mana mama punya uang sebanyak itu?".
Sambil meneteskan air mata.
Ting....tong....?!!! 📲
Reza_iblis is calling.....
" Ya ampun disaat seperti ini iblis itu masih sempat bergurau denganku. Ya tuhan apa dikehidupan yg lalu aku pernah berbuat jahat atau berhutang padanya?".
Aku terus menggerutu dan ....
Aku: halo...?
Dengan nada kesal
Reza: kamu dimana?
Bertanya dengan lembut....awalnya
Aku: apa pedulimu aku dimana?
Kujawab dengan ketus.
Reza: aku tanya, kamu jawab saja. Ngak usah bawel dan cerewet, jawab saja!!!
Kudengar nada bicaranya mulai galak.
Aku: rumah sakit, kenapa?huh?
Reza: ngapain kamu? Ini dah malam, pulang saja sana....!!!! Cepat...!!!
Kudengar dia mengancam ku lagi.
Aku: papaku sakit, kecelakaan....!!!
Aku mulai meneteskan air mata.
Reza: baiklah, Han akan kesana. Tunggulah dia sebentar, dia akan membereskan semuanya...!!!
Telpon terputus...
' hah? Si iblis satunya mau kemari? Mau apa juga dia. Bisa sial aku nih?'.
Kataku dalam hati.
Reza" Han....!!! Kerumah sakit sekarang, bereskan masalah Aira malam ini juga. Jadikan dia milikku, kau paham kan?".
Reza menatap Han dengan serius.
Han" baik tuan muda, saya berangkat!".
Han memberikan hormat dan pergi.
Reza" Aira syg, kamu gak akan bisa lari lagi. Memang kalo jodoh gak kemana!".
Reza tersenyum karena puas.
Sejam kemudian Han sampai, dan berdiri didepan Aira.
" Nona Aira, selamat malam!!".
Suara Han membuatku kaget setengah mati karena seperti hantu.
Aku" iya...ada apa kamu kemari?".
Dia duduk didepanku.
Han" menyelesaikan semua masalah nona Aira tentunya, seperti perintah tuan muda tadi. Bukankah demikian?".
Han membuka map dan memberikan pada aku yg masih bingung.
"Apa ini??". Kataku tegas.
Han" kontrak, jadilah wanita tuan muda. Seluruh biaya hidup anda dan keluarga akan ditanggung tuan muda. Tentunya anda juga digaji perbulan sesuai yg tertera diatas kontrak itu...lihatlah?".
Aku membuka isi kontrak itu dan membacanya, ya dengan air mata berderai dan bercucuran membasahi pipi
" Apakah tuanmu akan menepati janji?".
Aku memastikan saja.
Han" tuan orang yg tepat janji dan dipercaya, percayalah nona Aira. Saya sudah lama kenal beliau, baru kali ini dan cuma anda yg diikat kontrak seperti ini!".
Han memberikan tisu kepadaku.
' ya tuhan, kenapa nasipku seTragis ini sih? Secara tidak langsung aku menjual diriku kepada iblis itu. Mau bagaimana lagi, papa harus sembuh, adik adik butuh papa. Aku gak punya pilihan. Maaf ya papa dan mama...cuma ini yg bisa kulakukan untuk membantu....!!'.
Air mataku bercucuran, ingin rasanya aku berteriak dan lari menjauh. Tapi kesempatan ini gak datang 2x seumur hidupku kelak. Angap saja aku menjual diri sebagai simpanan Holang kaya.
Tanpa pikir panjang lagi,
"Mana pulpennya? Dimana harus kutanda tangani? Perlihatkan??".
Aku pasrah dan akhirnya setuju.
Han" pilihan bagus nona Aira, mulai besok kontrak berlalu. Aku akan menghubungi nona, sekarang mari kita selesaikan urusan papa nona, ayo...!!?".
Han dan aku kembali kerumah sakit, Han menghadap resepsionis.
Lalu si Han itu menghilang entah kemana. Aku kembali keruangan papa.
Mama masih kelihatan sedih, adikku juga demikian. Wajar saja bukan.
Tok...tok....???!
Pintu kamar papa diketuk,
Lalu dokter datang dengan kabar baik,
Dokter" besok operasi akan dilangsungkan. Selamat ya ibu....!!".
Dokter itu tersenyum ramah,
Mama"tapi saya belum bayar apapun dok, bagaimana bisa demikian?".
Mama keheranan, menatapku.
Aku" aku pinjam uang dari teman ma!".
Aku tersenyum saja dengan rasa takut, apakah mama akan percaya begitu saja.
Mama" kamu bayar pakai apa syg?".
Mama menatapku curiga, membuat aku gugup dan khawatir.
Aku" aku bekerja dirumahnya mama, gajinya lumayan lah!!!".
Aku kemudian berjalan dan memeluk papa yg masih belum sadar diri.
'maaf papa aku harus bohong sama mama, mau bagaimana lagi papa. Jika nyawaku bisa ditukar dengan papa akan aku berikan kok. Karena adik lebih butuh papa dari aku. Maaf mama....papa...!!'.
Kataku dalam hati, dengan sedih.
Terus bercucuran air mataku ini, bagaikan air sungai yg mengalir. Tidak bisa membayangkan bagaimana besok aku akan melaluinya, seperti apa neraka yg menantiku kelak.
Mama' Aira, anak baik dan patuh. Kesayangan mama. Aira bohong kan? Tuhan, apapun yg dilakukan anakku jika salah maafkanlah karena dia tidak punya pilihan lain. Ubahlah kesalahan itu menjadi kebaikan dalam hidupnya karena aku yakin dan percaya mukjizatmu nyata.
Jika itu kebaikan tuntunlah langkah kakinya agar menjadi berkah dalam hidupnya kelak. Terimakasih tuhan...!!'.
Gumam mama dalam hati.
Aku" mama, aku akan membawa adik pulang kerumah. Karena besok mereka harus sekolah. Besok pagi aku akan datang kembali membawa keperluan mama dan mama bisa SMS saja. Berkas papa juga nanti akan kusiap kan, mama!!! Kami pulang ya, jaga diri mama!!".
Aku memeluk dan mencium pipi mama.
Bella" mama besok Bella dan Raya akan datang untuk melihat papa, biar mama bisa istirahat. Fajar juga kok mama!!?".
Bella terisak Isak dengan kuat nya.
Fajar" mama, jagain papa! Aku pulang, besok pulang sekolah aku akan datang!".
Si bungsu kami masih saja menangis.
Raya" iya mama, dah mama!!!".
Raya dan fajar memeluk mama.
Hati-hati syg ku?, Jawab mama tegas.
Kami berempat pamit dan pulang, kulihat adik adikku dengan mata bengkak dan masih sengkukan juga.
Aku' semoga badai pasti cepat berlalu, aku harus kuat. Jagalah hatiku tuhan...!'.
Gumamku didalam hati menahan sakit didada ini.
Jangan lupa like n komen ya....???!!!!