CEO, I hate you

CEO, I hate you
16



' sekarang dia pasti sedang ketakutan, apa yg harus kukatakan padanya? Bodohnya aku melupakan dia ada disini, kenapa juga aku melupakan hal ini?? Huh? Melelahkan sekali, dia pasti sedang ketakutan dan terkejut...!!'.


Gumamnya dalam hati, menyesali nya.


Reza berjalan kedapur mencariku yg sedang mencuci piring bekas masak. Dia datang tiba-tiba dan mencium tengkuk leherku sambil memeluk erat.


Ah......aaaahk!!! Teriakku terkejut.


" Maaf honey, jangan takut!!".


Katanya dengan nada parau sambil menyandarkan kepalanya di bahuku.


Hm.......mm!!! Iya,,,


Kataku dengan penuh ketakutan sambil menganggukkan kepala.


" Maaf membuatmu takut, tapi itulah yg akan kamu lihat dan dengar setiap hari ketika bersamaku. Kamu harus terbiasa, untukmu...! Aku akan selalu baik!!".


Dengan lembut dia mengatakan hal itu.


Hm.......mm! Baiklah!!


Kataku lagi pelan sambil melotot.


Kali ini aku menelan air liurku dengan kasar sangkin takut dan panik nya.


' kurasa dia masih takut, maaf honey!'.


Kata Reza dalam hati menyesalinya.


" Ayo makan, aku lapar!".


Pintanya dengan lembut dan melepaskan pelukan dipinggangku.


Aku menyajikan makanan dimeja makan, Han kemudian datang dan memberikan sebuah amplop kuning kepada nya.


" Ini tuan, anda periksa saja!!".


" Baiklah kita makan dulu, ayo Han...!!".


Dia mengajak Han juga makan bersama.


Selesai bungkus bontot buat adikku dan memasukkannya kedalam tas ranselku.


" Aku kembali, adikku mungkin sudah kelaparan. Besok aku datang lagi pulang kuliah, baiklah. Sampai jumpa!!!?".


" Duduk dan makanlah sejenak!".


Dia menatapku sedih,


" Aku masih kenyang, aku makan dirumah saja. Selamat menikmati!!".


Aku meninggalkan mereka berdua diruang makan.


Han mengikutiku dari belakang dan memastikan aku baik-baik saja.


" Hati hati dijalan nona Aira , sampai jumpa lagi besok. Semoga hari anda menyenangkan, selamat istirahat!".


Han berkata demikian dan menatapku sampai jauh.


Sepeda motorku melaju dan menjauhi pintu gerbang menuju Rumah sakit.


" Han? Sejak kapan dia melihatnya?".


Menatap Han serius sekali,


" Saya juga menyadarinya terlambat, maafkan saya tuan muda?".


Han merasa bersalah dan membungkuk.


" Han? Apakah dia membenciku?".


Reza bertanya lagi.


Han hanya diam saja dan tertunduk,


" Sudahlah Han, aku yg salah!".


Katanya dengan rasa penyesalan.


' ya nona Aira melihat semuanya. Kini dia pasti ketakutan dan mengira tuan muda orang jahat. Memang seharusnya dia jadi anak yg penurut dan patuh pada tuan muda, kalau tidak aku akan kesulitan untuk mengatasi kucing nakal itu. Itu jauh lebih baik tuan, percayalah. Nona Aira pasti akan jadi patuh terhadapmu!'.


Gumam Han dalam hati kecil merasakan puas bahwa setelah ini dia tidak akan kesulitan untuk menangani aku lagi.


Sepanjang waktu, aku terus mengingat kata Han yg membuatku terganggu dan kepikiran setiap hari.


' tuan muda orang nya keras dan tidak mau kalah, semua keinginan dia harus dipenuhi. Apapun yg dia inginkan akan dia dapatkan dengan mudah, menyingkirkan lawan dan menghancurkan lawan sudah bisa dia lakukan setiap detiknya, berhati-hatilah nona Aira. Tuan muda itu kejam!!!'.


Aku terus memikirkan ucapan Han itu.


Selama seminggu ini, Han memberitahukan aku kalau tuan muda si raja iblis itu tidak makan siang dirumah. Dia hanya akan pulang malam saja, jadi aku hanya memasak makan malam saja setiap harinya selama seminggu.


Aku juga gak ada tanya kabarnya ataupun dia demikian padaku, hanya Han saja yg aku temui tiap harinya dirumah.


Han hanya cuek saja dan hanya menanyakan kabarku sebagai ramah tamah saja, lain dari itu tidak ada.


Papa juga sudah keluar rumah sakit dan berhenti bekerja diperusahaan. Entah apa yg dipikirkan Si Raja iblis itu.


" Nona Aira, belakangan ini saya tidak dapat laporan penggunaan kartu ATM. Apakah nona tidak suka? Atau saldonya sudah habis atau malah terlalu sedikit!?".


Han bertanya padaku didapur.


" Bukan begitu, aku lagi tidak butuh. Lagian aku harus untuk beli apa sih?".


Aku menatapnya dan tertawa gelak.


' kenapa dia tertawa, kuning nakal!'.


Gumam Han dalam hati.


Aku memberikan dia semangkuk es serut kreasi terbaruku, aku ingin dia berkomentar tentang buatanku.


" Bagaimana Han? Kira-kira dia suka?".


Aku mulai ragu dan takut.


" Lumayan, tuan sudah ganti selera. Sekarang tuan lebih suka makanan manis buatan anda, lezat dan enak!".


Han masih lanjut makan dan menghabiskan semangkuk es serut.


" Han, apakah dia akan mengamuk padaku jikalau aku melakukan kesalahan fatal? Seperti manager kemarin, sesungguhnya aku melihat semuanya!?".


Kataku dengan gemetaran dan terbata bata kala mengingat kejadian kemarin.


' Hem? Tahu diri juga, baiklah jangan salahkan aku jikalau menakutimu. Kamu bertanya kepada orang yg salah...alias tepat pada sasaran. Akhirnya kamu masuk perangkap ku juga, huh? Maaf tuan muda, demi anda maka saya harus membuat wanita ini patuh pada anda!'.


" Han, papa dan mama tidak pernah memarahiku. Tapi ketika aku melihatnya marah seperti kemarin, aku ketakutan dan gemetar. Apakah dia sekejam itu?".


Aku bertanya lagi masih dibayangi ketakutan kala mengingat kejadian itu.


" Nona Aira, itu belum seberapa. Percayalah anda pasti akan melihat dan mendengar seperti itu setiap hari, bahkan lebih mengerihkan dari itu. Seram di Neraka maka akan lebih menakutkan lagi jika tuan muda ngamuk. Membunuh pun dia mau, jika itu fatal. Tembakan tuan muda selalu tepat sasaran! Percayalah!".


Han berkata dengan bangga dan ringan begitu saja seperti air mengalir.


Aku hanya terdiam, keringat dingin bercucuran deras, wajahku pucat dan kurasakan jantungku memompa lebih pelan dan lambat. Tiba-tiba kurasakan dingin disekujur tubuh memelukku erat dan pandangan mataku mulai kabur.


Bruuuk.....!!!!💢


Tubuhku jatuh kelantai, dan Han ....


' hm......mm, ah wangi sekali. Kenapa begitu gelap...? Kepalaku sakit?'.


Kataku dalam hati kecil.


Pelan pelan dan kubuka mataku, hal pertama yg kulihat adalah...


Wajah tampan dan mempesona, penuh kharisma dan mata yg indah bersinar. Siapa lagi kalau bukan dia, Reza Habsah.


" Honey, honey? Kamu baikan?".


Katanya dengan penuh kecemasan dan khawatir sekali terlihat dari matanya.


Hm.......mm, kepalaku pusing!


Kataku dengan nada parau dan pelan.


" Tenanglah, aku akan ada disini bersamamu. Istirahatlah....!!!".


Dia membelai kepalaku dan mencium keningku lembut penuh kehangatan.


Aku tidur kembali dan dia pergi meninggalkan aku sendiri.


" Sudah hampir tengah malam, siapkan mobil dan makanan buat Aira. Sebentar lagi dia akan bangun, kita akan mengantarnya pulang kerumah. Sekalian bingkisan...jangan lupakan itu?".


Reza meminta Han mempersiapkan segalanya dengan sempurna.


Ting....!!!!


Tong....!!!!


Handphone ku berdering keras dan mengusikku yg masih nyaman dibawah selimut. Mataku begitu berat dan tidak bisa terbuka, tubuhku lemas setengah mati rasanya.


"Aaaahk.....kepalaku berat sekali?".


Aku mengeluh kepada diriku sendiri sambil memegangi kepalaku ini.


Ternyata Reza masuk dan mendekatiku,


" Kamu lapar atau haus honey?".


Dia berkata lembut dan memberikan aku segelas air putih.


" Hm,....mm, bukan itu! Handphoneku dari tadi berdering. Pasti hal penting!!!".


Sambil berusaha duduk dikasur.


" Tentu, sudah hampir tengah malam. Aku akan mengantarmu pulang, sekalian bertemu orang tuamu honey!!!".


Dia berkata lembut dan tersenyum.


" Apa........aaa? Jangan bercanda ah! Kamu menakuti hampir mati dan sekarang keluarga ku juga?".


Aku berkata dengan ketus dan kesal,


Dia bingung dan menaikkan alis sebelah sambil melotot heran kepadaku,


' memang nya apa yg sudah kulakukan sehingga menakutinya! Seminggu lebih gak jumpa, kapan aku menakutinya? Ataukah ini ulah Han? Sial....Han...!!!?'.


Gumam reza dalam hati kecilnya.


" Sudahlah, aku pulang sendiri naik motor. Aku akan pelan dan waspada kok! Jangan cemaskan aku, oh sial....!!".


Sambil menepuk jidatku keras.


" Tidak, aku akan mengantarmu. Han sedang mempersiapkan mobilnya!".


Reza melipat tangan dan mulai marah.


' waduh...!!? Dia mulai tersinggung, mati aku...!!! Bodohnya aku? Sial...!!".


Aku bergumam ketakutan dan gemetaran separuh mampus saat ini.


" Kenapa kamu ketakutan? Apakah kamu membenciku? Hah?".


Dia bertanya dengan mata sayu dan sedih kala melihatku.


Hm......mm!!! Kataku sambil menggelengkan kepala.


" Ingatlah Aira, aku akan selalu baik dan lembut padamu. Aku akan selalu memaafkan kamu, honey. Percayalah!!".


Dia berbicara begitu ditelinga ku dengan begitu lembut dan pelan.


Yah... Membuat jantungku deg deg kan. Wajahku memerah, nafasnya berhembus ketelingaku begitu hangat. Aku diam membisu seperti patung Liberty.


Reza membalikkan badanku, menatapku penuh kasih sayang dan cinta. Tersenyum lembut dan menatap mataku sangat dalam dan lama,


Dengan sepenuh keyakinan, dia menciumku dengan lembut penuh emosi. Aku hanya diam dan menatapnya, penuh rasa takut dan marah.


Cup....!!!💋


Bibir lembutnya yg manis dan wangi itu menyentuh Bak Madu. Aku begitu terkejut dan kaget, namun hanya bisa diam saja.


" Aku akan selalu baik dan lembut padamu, Aira...setelah wisuda ayo kita menikah. Bagaimana?".


Katanya padaku.


Oh my God....!!!!?😱😱😱


Aku begitu kaget dan shock,


" Hei? Kukira aku salah dengar!!?".


Kataku padanya.


Jangan lupa like dan komen ya kak!!!