
Aku dan Han berjalan dilorong yg sunyi karena ini jam pelajaran berlangsung.
Han" sungguh berani anda menentang saya, apa anda tidak tahu siapa tuan muda Reza? Hah? Jawab nona Aira?".
Han masih terus berjalan dengan santai.
Aku hanya diam saja, anggap saja gak dengar. Alias tuli lah.
' emang apa hubungannya denganku? Apa juga sangkut pautnya dengan aku? Mau tuan muda....mau pengeran, bukan urusanku ceritanya. Dasar iblis jahat, ku kutuk jadi batu baru tahu rasa kamu. Hei, Han...apa peduliku dengan kalian!? Hah? Bukan urusanku juga, kalian berbuat sesuka hati. Merepotkan aku saja!'.
Gumamku sambil mengutuk Han,
Han" haiszzz, percuma bicara dengan patung. Dasar keras kepala...!!".
Katanya ketus padaku, sambil tertawa menyeringai jahatnya.
Setengah jam dari kampus, kami memasuki kawasan rumah berpagar yg mewah. Semenjak memasuki gerbang utama aku sudah kagum sekali.
Han membuka pintu mobil dan aku turun. Aku mengikuti langkah kaki Han menaiki tangga menuju sebuah pintu cat putih.
Han membuka pintu,
" Ini adalah kamar tuan muda, saya harap anda dapat membantu saya. Semakin cepat Anda selesaikan semakin cepat pula anda kembali, oke? Bersikaplah baik pada tuan muda jika anda mau selamat!".
Han menghardik ku dengan tatapan tajam seperti ular yg mau mencatok.
Aku ketakutan dan gemetaran melihat mata Han yg begitu mengerihkan.
' sial, kalau bukan terpaksa demi tuan muda. Aku tak mau berurusan dengan anak nakal ini, tapi biarlah!'.
Gumam Han karena kesal.
Aku masuk seorang diri dan Han menutup pintu dengan pelan.
'ya tuhan, keluar dari kandang singa....masuk lubang buaya. Alangkah baiknya hari ini cepat berlalu, si Han sialan itu membuatku mati ketakutan. Bisa dijadikan sate aku kalau si iblis ini bangun. Sesuka hatinya dan seenaknya saja, dia bakal ngamuk dan penggal kepalaku. Ya tuhan, tolong aku...!!!'.
Gumamku ketakutan setengah mati.
Aku melihat dikasur, Sang CEO yg galak, garang, kejam dan mengerihkan itu masih terbaring terbungkus dengan selimut diatas kasur empuknya.
Eheeem.....!!!
Eheemmm.......!!!
" Reza, tuan muda Reza....!!! Ayo bangun, sudah waktunya sarapan....!!!?".
Aku membangunkan dia dengan lembut dan penuh ketakutan.
Rasanya duniaku akan runtuh, ketakutan dan kegelapan menyelimuti hatiku. Setelah aku dengar kalau seorang Reza....CEO yg galak dan garang. Ih seram sekali ah....!!!
" Tidak, Han....kamu keterlaluan. Aku tidak lapar sekarang, pergilah?".
Reza berteriak sangat....sangat keras sekali, membuatku gemetaran dan makin diam membatu.
'sialan, dia malah tidur lagi? Ini anak dikasi hati minta jantung pula...!! Ku doakan tidur selamanya nih anak!'.
Kataku dalam hati.
Aku menepuk tubuhnya dengan lembut,
" Han....hentikan!!! Pergilah keluar!!".
Si iblis itu membentak ku dengan teriakan yg mengerihkan sekali.
Seluruh ruangan bergetar dahsyatnya, kalo ada orang hamil tua.... Udah brojol. Kayak petir menyambar, kaget.
Aku kesal dan mulai gondok,
'Hei, CEO galak dan garang. Aku pulang saja ya, dasar sial...! Ayo bangun?'.
Aku bergumam dan memukul dia dengan bantal,
" Han....lancang kamu. Mau mati ya? Aku tidak mau diganggu...paham???".
Dia kembali berteriak dengan keras.
" Maaf, beneran anda gak mau bangun?".
Aku berkata lembut sambil duduk disebelahnya dan menepuknya pelan.
'hah? Suara Aira? Gak salahkan?'.
Seketika Reza bangkit dan duduk.
" Aira....??? Kamu???".
Dia melotot tak percaya....
" Kudengar kamu sakit, Han yg bilang. Kamu juga gak mau makan dan minum obat, apa masalahnya sih?".
Seketika aku menjadi lembut padanya,
Namun, aku masih ketakutan dan membatu kala dia menatapku serius.
' sialan, meskipun bangun tidur. Dia masih tetap tampan dan manis sekali. Kapan juga dia gak kelihatan tampan, ya tuhan. Hatiku gak bisa diajak kompromi, tubuhku juga menghianatiku. Kenapa tuhan gak adil padaku ya?'.
Gumamku sedikit kesal.
Reza masih menatapku, seakan tak percaya aku ada didepannya.
" Han....Han....sialan kamu!!!".
Dia berteriak dan kesal,
" Maaf kalau aku mengganggu, baiklah sepertinya sudah baikan. Aku pulang!".
Aku berdiri dan berbalik badan, namun Reza menarik tanganku.
" Temani aku, jangan pergi....!! Kamu harus bertanggungjawab karena sudah membangunkan aku dari tidur?!!".
Dia berkata sangat egois dan sombong.
Aku" berdebat denganmu aku gak akan menang, bertengkar denganmu aku juga akan kalah. Jadi apa mau tuan muda, dari saya seorang gadis biasa ini?".
Aku berkata demikian sambil memberikan hormat.
' sial, dia meledekku. Kita lihat, sampai kapan kamu mampu bertahan main akting denganku...hah?'.
Reza mulai semangat lagi.
" Suapi aku makan bubur dan minum obat, kalau aku sudah tidur kamu bisa kembali pulang. Paham?".
Dia berkata dengan tegas,
' hisss, sok cool. Siapa kamu berani nya memerintah aku? Raja bukan? Sial, aku terperangkap di kamarnya. Bisa dijadikan sate kalo gak patuh, sultan gila...!!'.
Aku bergumam kesal sekali sambil mengepalkan tanganku geramnya.
"Kamu dengar gak?" Katanya tegas.
Iiis....geramnya aku, seenaknya saja memerintahku sesuka hatinya.
Aku hanya mengangguk dan duduk disebelahnya sambil menyuapinya makan bubur. Setelah itu memberikannya minum obat sesuai anjuran dokter.
'akhirnya kamu jadi anak baik juga, patuhlah Aira. Kamu akan jadi milikku segera... Tak akan kulepaskan begitu saja, sejak awal jumpa aku sudah jatuh cinta padamu. Meskipun aku tak percaya cinta sejati itu ada, tapi aku dan kamu itu bisa dibilang seperti apa ya? Aku sih gak tahu gimana? Asalkan dijalani dulu, gak masalah kan? Han...mungkin aku harus berterimakasih padamu, kau tahu akan kelemahan ku. Han...terimakasih banyak sudah mengantarkan malaikatku...!!!'.
Aku menyadari akan hal itu, namun aku hanya tertunduk saja. Bayangkan saja, bangun tidur, masih bau kecut, bau iiler aja dia masih begitu tampan. Siapa juga yg tahan melihat nya, air es aja bisa mendidih seketika.
' iiih, tuhan itu gak adil. Udah kaya...terkenal...ganteng pula. Apa kurang nya dia, hanya sifatnya aja yg jelek. Itu gak bisa dirubah tahu? Han dan Reza sama aja sangar nya, sial kan?'
Aku masih menggerutu dan bertengkar dalam hatiku tentang dia.
Reza" aku mau tidur, pulang sana! Sakit mata memandang kamu... Huh?".
Katanya dengan sombong.
" Kamu....? Kamu....???"
Aku melotot dan geram sekali mendengar dia berkata demikian.
' bukannya bilang terimakasih malah mengusirku demikian. Sialan...!!'.
Gumamku padanya kesal.
" Apa...? Kamu mau nemani aku tidur? Kalau begitu silahkan, jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu diantara kita!!".
Katanya menggodaku dengan genitnya.
Aku makin kesal dan dongkol, aku hanya bisa diem sambil mengepalkan tangan.
'heh? Kesal juga dia, tapi aku senang bisa ngerjai dia. Tapi Han kelewatan juga? Pasti Han menyeretnya paksa, Han?'.
Sambil senyum jahat.
' sial, dia menikmati penderitaan ku!'.
Kataku dalam hati.
" Bagaimana Han menemukanmu?".
Dia bertanya sambil melirik hp.
Aku" dia menyeretku dari dalam kampus dan menculikku kemari. Puas kah?"
Oh, begitu??? Katanya sambil menganggukkan kepala.
Heeeh??? Aku buang muka, tanda aku kesal dan marah padanya.
" Baiklah kalau begitu, kamu pulang sore saja. Nanti Han yg akan mengantarkan kamu pulang, berhubung aku sakit. Kamu harus temani aku seharian dirumah!".
Dia berkata sepihak.
" Aku keberatan, bagaimana?".
Aku mengajukan keberatan dan mulai marah sambil melotot.
" Pergilah kedapur, semua yg kamu masak akan dibayar. Bagaimana?".
Dia tertawa menyeringai.
Deal.....!! Jawabku tegas.
Akhirnya dia tertawa dan aku keluar dari kamar. Han sudah berdiri didepan pintu kamar menungguku.
Han" nona Aira, mari saya antar anda kedapur. Apapun yg anda inginkan akan saya penuhi, selamat memasak!!".
' sial, lebih menyebalkan lagi si Han! Menyeretku paksa hanya untuk jadi pembantunya saja, apa semua Hilang Kaya selalu menyebalkan, yah? Pikirannya gak mudah ditebak, selalu sesuka hatinya dan buat marah aja!!!'.
Kataku dalam hati.
Sampai didapur, kulihat seluruh pelayan dan koki keluar. Hanya dengan satu isyarat saja, Han mengusir mereka semua. Seperti malaikat pencabut nyawa....seram ah....!!!😨
Han" tenang nona Aira, anda akan dapat kompensasi dari kami. Lakukan tugas anda dengan baik, maka anda bisa keluar hidup-hidup dari rumah ini....!!"
Han mengancam ku dan berhasil menakuti ku sekali lagi.
'apa? Hidup-hidup? Apa aku tadi mau dipotong-potong dikasikan ke Siang? Macem betul aja si Han ini, parah!!!'.
Gumamku dalam hati sambil menatap pundak Han dari belakang.
" Oke, deal....!!".
Aku berjalan menuju kulkas dan masak sesuai seleraku saja.
Sejam aku berperang didapur, mie goreng seafood, sop bakso, ikan sambal dan acar nenas. Hanya itu yg bisa kulakukan.
Aku menata semua masakan ku diatas meja makan yg mewah dan besar itu. Selesai menata makanan, aku sempatkan diri berjalan melihat-lihat isi rumah mewah ini bak Istanah Raja.
"Wow...semuanya bagus, mewah dan lukisan yg indah. Tembikar ya juga bagus, isi lemari kacanya serba mewah. Tiang nya juga pahatan klasik seperti ala Spanyol gitu, wow....keren sekali...!!".
Aku mencubit pipiku karena takjub.
" Sudah puas melihat lihat nona Aira?".
Suara Han mengagetkan aku,
" Saya bukan hantu, kenapa pucat?".
Kembali dia bertanya dan menatapku.
" Kenapa kamu selalu saja menakutiku? Kamu seperti hantu, tahu tidak?".
Aku mengelus dadaku perlahan.
Han" sudah saatnya tuan muda makan siang, anda sudah bisa memberitahu!".
Han mengajakku berjalan kearah kamar yg tadi kukunjungi.
"Tidak bisa jalan? Dia kan punya kaki!".
Aku mengeluh juga,
" Tuan tidak enak badan, yg penting lakukan saja tugas anda dengan benar. Atau anda tidak mau kembali dalam keadaan utuh ya? Nona Aira...???".
Han mengancam ku lagi dan menatapku tajam seperti ular.
Terserah....!!! Jawabku singkat.
Aku dan Han masuk ke kamarnya, lalu aku terkejut si iblis itu keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk mini melilit di pinggang nya.
'sial, kenapa dia kekar sekali. Macho n cool banget deh, tubuhnya bagus dan berotot. Tuhan, kenapa semua horang kaya seperti ini? Gak adil sekali!!!? Sial!'.
Gumamku dalam hati, sambil menundukkan kepala.
Seketika wajahku berubah merah dan malu, aku berbalik badan dan diam saja.
" Aira? Bisa bantu saya pakai baju?"
Dia tersenyum licik dan cekikikan dibelakangku. Jahat nya....
" Terimakasih, aku tunggu didapur. Cepatlah, nanti makanannya dingin!".
Aku beranjak pergi, meninggalkan Han dan dia didalam kamar.
Kemungkinan mereka main setan setanan kali yah? Kan sama jahat dan liciknya mereka? He...he....eee!!!😂
Jangan lupa like n komen ya.....?