CEO, I hate you

CEO, I hate you
10



Braaak......!!!


Pintu terbuka lebar, aku melihat CEO yg galak dan garang itu terkapar. Aku mendekatinya, kulihat dia begitu nyenyak.


"Hah? Aku gak tega membangunkan dia! Bagaimana ini? Ya sudah lah...!!!".


Aku membuka sepatunya, mengangkat kepalanya dan meletakkan kepalanya diatas bantal sofa yg empuk itu.


Kulihat, begitu banyak keringat yg keluar. Dan aku membersihkannya dengan tisu.


" Wow!!! Dia punya wajah yg polos saat tidur, aslinya....hizzzz galak dan garang. Andai dia seperti ini setiap menatapku, alangkah baik rasanya hatiku. Namun bebanmu begitu berat, aku paham kok. Semoga tuhan menjagamu dan memberikan semua pintamu. Apa iya?".


Aku tersenyum saja dan segera keluar, agar tidak mengganggu dia tidur.


Han sudah menungguku didepan pintu,


" Bagaimana nona Aira?".


Han bertanya seperti detektif aja.


Aku menggelengkan kepala,


" Dia tidur, kasihan sekali. Han, dia kurang sehat. Alangkah baiknya jangan beri obat sembarangan, panggilkan dokter saja! Wajahnya agak pucat, aku akan pulang dan masak sup untuknya. Oke!".


Aku tersenyum dan keluar naik ojol.


Han menatapku sampai hilang,


" Benar kata tuan muda, nona Aira berbeda. Begitu perhatian dan baik hati, ramah dan lembut sekali. Lega rasanya kala tuan muda sudah bertemu gadis yg baik dan pintar, huhh...!".


Han berjalan kembali kedalam ruangan Reza memastikan keadaan tuan nya.


End....


Jam 7 malam, kudengar suara mobil dari kejauhan. Para pelayan sibuk menyambut tuan muda pulang.


Aku sudah selesai menata makanan diatas meja beserta bontot buat adik-adikku dirumah sakit. Karena perjanjian selesai masak makan malam aku bisa pulang dengan DAMAI.


"Kamu masak apa, sayang?".


Suaranya mengagetkan aku saja, aku mengelus dadaku perlahan.


" Duduklah, malam ini makan sup daging manis, nasi kuning dan sayur rebusan saja. Bukankah tidak suka pedas?".


Aku tersenyum lebar sambil mengambilkan piring yg kuisi makanan.


" Wanginya, kata Han kamu tadi keruangan saya ya, syg?".


Dia bertanya sambil membuka dasi.


Aku mendekat, dan membantunya membuka jas dan menggulung lengan kemeja nya yg panjang.


" Habiskan sup nya, panggil dokter!".


" Jadi kamu yg buka sepatu saya dan mengganjal kepala saya dengan bantal?".


Aku hanya mengangguk saja mendengar dia bertanya seperti itu.


Aku" duduklah Han, makan bersama tuan mu. Mulai sekarang kalian berdua harus akur ya. Setidaknya kalau gak mau makan bareng, kamu Han.... Harus duduk juga sambil minum teh. Oke....!!!."


Aku memberikan Han teh jahe kayu manis, resep andalan mama ku.


Han" apa ini nona Aira?".


Han melihatnya aneh.


Aku" kalian pekerja keras, biar gak masuk angin dan badan segar kembali...!!! Ini enak kok, cobalah Han...!!!".


Aku tertawa lebar,


Han mencicipinya dan terdiam,


"Enak nona, segar.....!!!".


Aku" resep dari mama ku, oke. Untuk tuanmu sudah kuasingkan diteko ini. Aku harus kembali, adikku menungguku...!!".


Aku memakai tas ranselku dan pergi.


Reza" dia sudah pulang? Naik apa?".


Reza menikmati makan malam nya dengan santai dan hikmat sekali.


Han" naik motor tuan muda, kenapa?".


Han menjelaskan secara singkat.


Reza" tidak apa? Aman gak?".


Reza mulai mengkuatirkan aku.


Han' sejak kapan tuan muda perhatian sekali dengan wanita, apa karena itu nona Aira ya? Cinta buta, seram!!!'.


Han menggerutu hebat dalam hati, sambil senyum sendiri.


Ting .....


Tong....


Hp ku berdering dan ku angkat.


Arya: Ra....? Dimana?


Arya bertanya dengan cepat dan tempo yg cepat karena kuatir.


Aku: dirumah sakitlah? Kenapa?


Sambil berjalan dilobi menuju ruangan papa dilantai 3.


Arya: ya ampun, Ra? Siapa yg sakit?


Dengan nada kaget dan setengah berteriak histeris kepadaku.


Aku: papa, kecelakaan kemarin. Kenapa?


Dengan nada lemah lembut, aku memberi tahu Arya biar dia gak syok.


Arya: oke, kamu share lock. Aku OTW sekarang juga, sungguh syok aku...!!!.


Menutup telpon sepihak.


Aku mengShare lock dimana aku berada,


Gak lama setelah itu chat masuk, siapa lagi kalo bukan dari Tuan muda, iblis....


Reza: hei Aira, kalo dalam Minggu ini saya tidak mendapatkan laporan penggunaan kartu ATM. Saya akan hukum kamu nemani saya turu dikasur. Ingat ya, jangan macam macam. Saya gak mau wanita kesayangan saya gak punya apa apa, besok pagi Han akan mengisi saldonya. Jadi malam ini, pikirkan apa yg akan kamu lakukan pada ATM saya. Baiklah, i love you babe...!!!"


Aku yg membacanya hanya melotot dan melonggo dengan mulut mengangga.


" Gila, sakit jiwa ini cowok. Baiklah, besok aku akan beli seluruh isi mall itu. Biar tahu rasa dia, dasar gila....!!!".


Aku ketawa cekikikan sendiri membaca chat nya si Tuan muda iblis sialan itu.


Gak lama setelah itu, Arya muncul dengan banyak buah buahan dan bunga.


Arya" ya ampun Tante dan om, apa kabarnya? Lama gak jumpa?".


Arya memeluk papa dan mamaku.


Ya, dulu Arya sering dirumah. Kami begitu akrab dan sangat dekat sekali. Dimana ada aku disitu ada Arya juga.


Mama" baik syg...!!".


Sambil mencium pipi Arya lembut.


" Arya kaget loh Tante, waktu Aira bilang dirumah sakit. Aku syok banget deh Tante, kok si Aira diem aja ya? Ra....???".


Arya menatapku tajam penuh kesal, karena aku gak bilang.


Arya memang biasa manja pada papa dan mamaku, hampir tiap jam dia dirumah. Dia sering main dengan adikku Fajar dan mengganggu Bella dan Raya. Papa dan mama juga gak keberatan, karena orang tua Arya ramah dan baik kepada kami. Hampir tiap hari Arya mengantarkan berbagai macam buah dan kue kerumah kami, ya begitulah.


" Iya, aku agak syok juga. Maaf ya, tapi sumpah loh. Aku gak ada niat melupakanmu, Arya bawel....!!".


Aku mencubit pipi Arya dengan geram.


Akhirnya kami makan bersama, untung saja bekal yg kubawa banyak sekali.


Selesai makan, kami pulang. Hanya Arya dan mama saja yg jaga papa, selebihnya pulang.


Mama" Arya, kenapa gak pulang sih?".


Mama memberikan secangkir teh hijau.


" Tante gak senang ya kalo aku disini, aku dah bilang kok sama orang tuaku. Kemungkinan besok mereka kemari juga, lagian besok gak ada jam kuliah kok!".


Arya duduk berhadapan dengan mama disofa dalam ruangan.


" Kamu sekelas dengan Aira ya? Gimana kuliah kalian? Ada yg sulit?".


Mama bertanya dengan lembut.


" Ah biasa aja Tante, kalo masalah Aira gak usah ditanya. Dia orang nya pinter dan gampang dimengerti. Lain sama aku, Aira itu jenius loh Tante...tahu gak?".


Arya memujiku didepan mama.


Tiba-tiba papa bangun dan berbicara,


" Ah....!!! Masa iya sih? Aira pinter?".


" Om sudah baikan, syukur deh kalo gitu!".


Arya tertawa lebar dan mengelus dada.


" Sayang, bagaimana? Baikan?".


Mama mencium kening papa dan duduk disebelah kasur papa.


" Aku mau minum, haus... Tolong!".


Papa meminta minum,


Gluk.....!!!! Gluk......!!!!


Selesai minum papa berbaring lagi,


" Om, bagaimana? Sudah baikan?".


Arya mencemaskan keadaan papa,


" Lumayan kok, tumben kamu belom pulang. Sudah hampir larut, pulanglah...!".


Papa menyuruh Arya pulang, karena kuatir sudah hampir larut malam.


"Ah, aku nemeni Tante. Dah permisi sama orang tua dirumah, tenang aja om...!".


Sambil menggelengkan kepala dan memakai jaket.


" Oh begitu, terimakasih Arya. Om senang, Arya masih seperti dulu!!!".


Papa tertawa pelan,


" Kalo jodoh, Aira dan Arya cocok. Mau jadi mantu Tante, sayang.....!!".


Mama menggoda Arya,


Hah????


I'm shock....!!!! 😂


Arya terkejut, menaikkan alis dan melongo aja. Seakan tak percaya akan perkataan mamaku barusan tadi.


" Iya juga sih, Arya baik dan selalu bersama Aira dari dulu. Lagian om dan tante gak keberatan. Asalkan Aira suka saja, kami gak keberatan.....!!!".


Mama menggoda lagi, mencoba meyakinkan Arya.


' hah? Masa iya sih? Aku sih gak nolak, tapi Aira apa mau? Jangan berharap Arya, Aira terlalu baik dan cantik buatmu. Bisa bisa batang lehermu di las oleh Aira, jadi jangan mimpi bisa memiliki Aira...!!'


Arya berkata dalam hati, mencoba menenangkan hati sekuat tenaga.


Arya tidur disofa, mama tidur dikasur sebelah papa. Karena diruangan ini ada 2 kasur yg hangat.


Tengah malam, jam 1 pagi dini hari,


Ting....tong....!!!! 📲


Handphone ku berdering,


Raja iblis is calling....


Aku melirik dan masih saja mengantuk.


Hoaaam......!!!!


Aku: ya halo, ini sudah tengah malam...


Aku berHoam dan kesal,


Reza: aku lapar, kamu ini masak sedikit sekali sih? Aku mau makan mie goreng!


Dengan nada setengah berteriak...


Aku: aku mau tidur, tolong jangan ganggu hidupku lagi. Baiklah....


Aku masih saja mengantuk dan ngelantur


Reza: buka pintumu, aku sudah didepan pintu rumahmu. Han cerewet sekali...!!!


Masih dengan nada berteriak,


Aku kaget dan berlari membuka pintu,


Benar sekali, 2 iblis didepan rumahku sudah on the stay in here...!!!


" Sial, kalian gentayangan ditengah malam. Mau apa lagi, hidupku sial...!!".


Sambil membukakan pintu rumah.


Reza" saya mau masuk, dingin diluar!!".


Dia masuk saja sambil menggigil kedinginan kulihat dari gerak geriknya.


Han masuk sambil senyum-senyum, entah apa yg dia lihat dan tertawakan.


" Oh, hidupku!!! Bukan lelucon untuk kalian. Ada apa sih, kalian sialan....!!!"


Aku berdecak kesal dan geram.


Reza" saya lapar sayang, buatkan mie goreng Napa. Han tak bisa masak mie, rasanya asin gak karuan. Saya mau kamu saja yg masak, oke...!!!".


Sambil menggelegar kedinginan.


Aku kembali ke kamar dan mengambilkan selimut bed cover dan 2jaket papaku. Kulihat mereka datang dengan baju piyama, seperti orang bodoh saja mereka.


" Hanya orang bodoh saja keluar rumah dengan hari dingin pakai piyama, siapa lagi orang itu??? Hah? Kalian berdua adalah orang tolol itu, ya kan?".


Sambil memakaikan jaket kebadan Reza.


Han tersenyum saja, sambil tertunduk.


" Terimakasih nona Aira, anda baik!!!".


Dan memakai jaketnya.


" Aku masak dulu kedapur, kalian tunggu saja disini oke??".


Aku kembali kedapur dan membuatkan sup bakso dan mie instan goreng.


Setengah jam, masakan sudah siap. Aku membawakan makanan keruang tamu,


" Wow....wangi sekali!!! Enak nih?".


Reza memuji karena dia sudah kelaparan sedari tadi.


' enaklah jidatmu!!! Sesuka hati menggangguku, dasar raja iblis, menyebalkan hati saja kalian. Ya tuhan, hutang apa aku dikehidupan yg lalu dengan mereka. Sehingga roh mereka bergentayangan menggangguku!!!'


Aku bergumam didalam hati.


Han" makasih nona, ini enak sekali!!!".


Sambil mulai memakan mie dan sup nya.


" Enak sekali, Aira sayang kamu pinter masak. Nanti kalau kita menikah, tiap hari saya akan makan masakan enak buatanmu bukan? Senang nya??".


Sambil senyum sendiri,


' hah? Seenaknya saja? Siapa yg mau?'.


Aku berkata dalam hati dengan kesal.


" Habiskan makan kalian dan terus pulang kerumah kalian. Aku mau tidur, bukankah besok siang aku akan datang kerumah, lalu malam hari harus jaga papa dirumah sakit. Oke...???".


Aku duduk sambil minum kopi.


Reza" bagaimana keadaan papamu?".


Reza menatapku lembut,


" Lumayanlah sudah baikan!!!!".


Aku menatapnya lembut sambil senyum.


" Han, tolong atur jadwal kita melihat papa Aira. Oke Han???".


Berbicara dengan keras.


" Baiklah tuan muda....!!!".


Han menjawab cepat juga.


" Gak usah repot, terimakasih ya!!!".


Aku tertawa lebar dan lanjut liat tv.


Sedangkan mereka asik makan, mie goreng sebaskom end. Sup bakso...kill. Raja iblis dan wakilnya menghabiskan stok dirumahku.


Aku hanya geleng kepala saja, melihat mereka berdua lomba makan.


' Ya, mau gimana lagi, besok akan kuhabiskan uangmu buat bayar kerugian ku malam ini. Lihat saja besok...!!'


Aku tertawa sendiri didalam hati.


Jangan lupa like n komen ya kak,


Terimakasih....