
Seputar tentang Reza Zulkarnain Habsah.
Anak dari James Wahid Habsah, ibunya Isnaini Alvida. Dia anak tunggal dari keluarga besar Habsah generasi ke20. Sebagai anak tunggal, Reza hidup bergelimang harta melimpah dan super mewah. Lulusan dari Oxford university, bergelar Master of bisnis diusia yg tergolong muda sekali...33thn.
Diusia yg cukup matang itu, dia belum pernah pacaran serius sekalipun. Namun sudah banyak wanita yg dikenalnya, semuanya identik dengan cantik, kaya, manja, menyebalkan dan hanya uang, uang, dan uang saja yg mereka mau.
Reza tidak suka wanita tipe yg manja apalagi sosialita gak jelas gitu, karena Reza paling gak suka berurusan dengan media dan wartawan.
Makanya tidak banyak orang tahu wajah seorang CEO kaya raya, terutama Reza. Meskipun dia terkenal kejam dan dingin, menyebalkan dan mengerihkan. Hanya kepada Aira, dia bisa bersikap lembut dan ramah. Mungkin itu akibat karena pertama berjumpa, Aira menolong nya tanpa pamrih. Begitu baik dan tulus, membuat sebuah gunung es mencair.
Sejak kecil, hanya Hua saja yg menjadi temannya. Karena mama Hua dan papa Reza adalah sepupu. Jadi Reza dan Hua sering bertemu dan bermain bersama.
Papa Reza orang nya keras, tegas dan bijaksana, berkatnya mendidik Reza dengan baik dan benar. Reza bisa seperti sekarang ini jadinya, dan patut bersyukur.
Meskipun demikian, Reza anaknya pintar dan bijak. Tidak mau sembarangan berteman dengan wanita sebayanya, Reza sangat menghargai dirinya sendiri.
Hampir setiap hari banyak orang tua menghampirinya, hanya sekedar sapa "Say Hello!". Sambil menjodohkan Reza dengan anak mereka, namun Reza menolak dengan lembut.
Dikalangan pengusaha Reza terkenal dengan sebutan CEO dingin, kejam, galak, garang dan menyeramkan sekali. Karena di Habsah Group, hanya orang terpilih saja yg mampu bergabung untuk bekerja disana. Sangat mengerikan sekali kan?
End....
Pagi hari yg gerimis dan gelap, kami sarapan bersama sebelum pergi beraktifitas. Karena hujan papa akan mengantar Mama ketoko dan aku akan naik bus saja kekampus.
Sampai dikampus, aku melihat Arya menungguku tepat didepan gerbang kampus dengan payung.
Aku" Arya, kebetulan sekali? Ada 2?".
Aku membuka kaca mobil.
Arya" sudah kita barengan saja, aku juga baru datang kok. Karena mobil kalian aku lihat dibelakang tadi, makanya aku nunggui kamu. Hai om Chen?".
Arya menyapa papaku dengan ramah, karena Arya salah satu orang yg dekat denganku sejak aku SMP.
Tentu saja, kami dulu tetangga depan rumah. Jadi Arya sering main dan makan dirumah kami. Sudah seperti kakak bagiku dan juga adik ku.
Papa" hai Arya, titip Aira ya. Om buru-buru nih, jangan sampai basah nanti demam! Tolong titip salam sama papa dan mama Arya ya syg, oke? Sesekali main lah?".
Papa menyapa Arya dengan ramah seperti dulu,
Arya" oke om Chen, hati-hati dijalan!".
Arya memegangi ku erat didalam satu payung kami berdua.
" Hati-hati papa, aku masuk dulu!".
Aku mencium pipi papa dan menyalaminya dengan senyuman.
Mobil papa menjauh dan hilang bersama air hujan yg semakin deras. Kami mulai berjalan ditengah hujan dari gerbang menuju lobi kampus.
" Kamu mepet aja ke aku, Aira bodoh! Nanti kamu basah, bisa demam!".
Arya berkata lembut di telingaku dan memelukku erat.
Sontak aku kaget dan hanya diam saja mengikuti langkah Arya yg berjalan, Arya baik dan perhatian kepadaku. Tak ada yg bisa kurahasiakan darinya, karena aku selalu cerita dan curhat padanya.
Sampai didalam kelas,
Loli" cie...cie....yg sepayung berdua nih? Kapan jadiannya? Kapan sih?".
Sambil mencubit pipiku.
Arya" jangan ngaco kalian, aku dan Aira sudah kenal sejak SMP tahu....!".
Arya membuka jaketnya dan duduk tenang dibangkunya, bersebelahan dengan bangku ku.
Aku" aku dan Arya sudah jadi sahabat. Kalian aja yg kepo sekali, iiiisz....!!".
Aku membuka jaket dan duduk juga.
Sari" tahu gak, ada istilah. Temen bisa jadi demen loh. Percaya lah? Ada kok!".
Sari mulai menggoda kami, sementara Arya sibuk dengan membaca bukunya.
' untung saja Arya cuek, kalo dia marah bisa mampus kalian. Dasar ular, tukang gosip...pagi-pagi juga nih!!!'.
Gumamku dalam hati.
Gak lama kemudian dosen masuk, dan aktifitas mengajar dimulai tepat pukul 8.
Han" tuan muda? Sudah bangun belum?".
Han mengetuk pintu dan masuk karena tidak ada jawaban dari dalam.
Benar saja, Reza masih molor dibawah selimutnya yg nyaman dan lembut itu.
" Tuan, ayo bangun. Sudah siang...!!".
Han bingung melihat Reza yg masih tidak menjawab,
Han membuka selimutnya dan memegang Reza, sontak Han kaget.
" Tuan, anda demam! Tuan anda dengar suara saya bukan? Tuan muda?".
Seketika Han panik total.
" Berisik....Han???! Kepalaku pusing sekali, kamu terlalu ribut. Berisik....!".
Reza menggeliat dan menatap Han dengan tatapan mata sayu yg merah.
Han" saya panggilkan dokter, anda tunggu saja sebentar ya!!!".
Han pergi meninggalkan Reza yg masih diam dibawah selimut empuknya itu.
Dokter datang dan Han membawakan semangkuk bubur ayam.
Dokter memeriksa dengan teliti " cuma demam biasa, karena masuk angin!".
Dokter tersenyum sambil memberikan resep obat untuk dibeli.
Han" hanya itu saja kan dokter? Atau ada yg lain? Entah apa gitu?".
Han mulai panik bin kuatir, karena Reza tidak kunjung bangun juga.
Dokter" habis makan berikan obat nya 3x1 ya, jangan biarkan mandi biar gak masuk angin. Jaga makanan!".
Dokter kemudian keluar dan pulang.
Han masih diam melihat Reza yg masih diam tak bergerak. Han mulai bingung,
" Tuan makanlah sedikit saja, lalu anda minum obatnya?".
Han membangunkan Reza,
"Aku tidak lapar Han, pergilah!!!?".
Reza kembali menggeliat dan cuek.
Han" dokter menyarankan anda sarapan, lalu minum obat. Ayolah tuan muda, bukankah ini perkara mudah sekali???".
Han menepuk Reza berulang kali.
Namun Reza hanya diam dan tidur saja, membuat Han harus berpikir ekstra.
Han" baiklah jika Anda enggan...!!".
Han duduk didalam mobil dan melaju meninggalkan rumah Habsah.
" Ya tuhan, aku tidak punya pilihan lain. Mungkin nona Aira bisa membantu, aku harus mencarinya sekarang!!!".
Han menuju kampusku, dan mulai menelpon aku. Karena aku selalu menSilient hpku saat belajar, Han ngeChat aku...
Han: nona, maaf sebelumnya. Saya Han, sekertaris pribadi keluarga Reza. Anda dikampus sedang belajar bukan? Saya mau minta tolong anda keluar dan ikut saya. Emergency nona Aira, tuan muda sakit demam dan tidak mau makan. Jangankan makan dan minum obat, bangun saja tuan muda tidak bisa. Tolong saya, keluarlah segera. Ikut saya untuk membuat tuan muda mau makan! Sekali lagi maaf ya nona Aira, jika saya membuat anda repot pagi ini...maaf!!!"
Eeeer......?!!!📳
Aku melirik hpku yg bergetar, dan membaca pesan yg masuk dari nomor yg baru dan tidak kukenal.
Aku kaget, kenapa si iblis satunya lagi menghantuiku dan gentayangan dipagi hari. Aku kaget dan mulai takut.
' sial, hilang bos nya....sekarang anak buahnya gentayangan. Mana sedang nunggu diluar pula, bikin repot aja!'.
Aku kesal dan cuek.
Han" eh sudah dibaca rupanya. Tapi kenapa gak balas ya?".
Han kesal dan geram akhirnya.
Han ngeChat lagi; Nona, tolong lah saya. Bukankah ini perkara yg mudah bagi anda. Tuan muda sedang sekarat, saya serius ini. Mungkin cuma anda yg bisa membuat tuan muda bangun, saya janji hanya sampai tuan muda sembuh saja. Tidak lebih dari itu saja, selesai tuan muda makan dan minum obat anda bisa pulang. Tolong!!".
Aku kemudian membalas; Saya sedang belajar, maaf saya sibuk! Cari orang lain saja yg jadi mainan tuan muda anda, saya sibuk sekali. Makasih"
Sambil cekikikan dengan puas, aku menawan tawa setengah mati.
Han: baiklah, jangan salahkan saya jika saya menerobos masuk keruangan anda. Kampus yg anda sedang duduki adalah salah satu aset keluarga tuan muda. Apakah Anda siap?"
Han mulai mengancam ku.
Aku: siapa takut? Weeek.....!!!😝
Aku kemudian mengakhiri chat dan konsen belajar lagi.
Han kesal dan sebel sekali denganku, sehingga dia mulai memaksakan kehendaknya dengan jalur khusus.
Han masuk keruangan direktur, spontan membuat Sang direktur kaget dan panik melihat kedatangan Han yg tiba-tiba.
Han" maaf tuan, saya tidak telpon terlebih dahulu. Saya perlu bantuan anda!".
Sambil duduk di sofa bersama direktur.
Direktur" ah....tidak masalah. Bantuan apa yg anda inginkan dari saya? Semoga saya dapat membantu.....!!!".
Direktur menyuguhkan segelas teh hijau.
Han" begini, salah satu mahasiswi bapak adalah teman tuan muda. Saya ingin menjenguknya sebentar saja, ada keperluan mendadak sekali....!!".
Han tersenyum kecil.
Direktur" baiklah kalau begitu, siapa namanya ya? Boleh saya tahu?".
Sang direktur bertanya dengan lembut.
Han" Aira Salsabila Chen, semester 5 jurusan teknik komputer. Tolong bawa saya sekarang, ini penting....!".
Han mengahabiskan teh nya dan berdiri.
Direktur" baiklah, anda ikut dengan saya".
Han dan direktur menuju ruangan kelasku perlahan tapi pasti.
' maafkan saya nona Aira, saya terpaksa demi tuan muda. Apapun akan saya lakukan agar anda mau ikut, meskipun harus menyeret anda dengan paksa!'.
Gumam Han dengan sedikit menyesal.
Sampai didepan pintu, Sang direktur masuk dan meminta ijin kepada dosen.
Direktur" maaf bapak dosen, saya mengganggu. Saya ada perlu dengan mahasiswi anda, boleh pak?".
Dosen" ah...silahkan pak. Jangan sungkan-sungkan ya. Silahkan....!!".
Dosen memberikan ijin.
Direktur" tuan...masuklah....!".
Direktur meminta Han secara hormat masuk melihat kedalam.
Aku kaget setengah mati setelah melihat wajah yg datar, dingin dan menakutkan itu menatap kesemua mahasiswa didalam ruangan itu. Mencari sosok yg dia cari, yaitu akulah. Siapa lagi.
Aku' gila dia? Bagaimana bisa iblis ini gentayangan didalam kampusku. Sampai membawa direktur kedalam, sebenarnya dia maunya apa sih? Sial....aku sangat sial hari ini, mana hujan...becek...sial!'.
Aku pura-pura saja tidak kenal dan buang muka, kayak orang bego gitu.
' ketemu juga, mau lari kemana lagi kamu, nona Aira....!!! Gara- gara anda saya harus repot dan berpikir keras sekali, dasar anak nakal. Kali ini gak bisa mengelak lagi kamu kan?'.
Gumamnya dalam hati sambil berjalan ke arahku dengan santai.
Kulihat awan gelap berjalan ke arahku dan menghampiriku. Kurasakan suasana hening yg mencekam disekitar tubuh Han, sangat menakutkan. Tatapan matanya tajam kearahku.
Han" nona Aira, tolong ikut saya!".
Sambil menatapku dengan sadisnya.
Aku hanya menatapnya dan melotot saja, aku melawan dan pura-pura gak kenal.
Aku" maaf saya tidak kenal...!".
Kataku dengan tegas dan menatapnya dengan menantang.
Han" saya juga gak kenal anda, saya gak peduli dan gak butuh pengakuan anda!".
Han menarik tanganku keras.
Aku" lepaskan aku, dasar iblis!"
Suaraku melemah agar tidak didengar orang diruangan ini.
Han" apa perlu saya gotong anda? Atau menyeret anda sekarang dengan paksa? Atau saya mengeluarkan anda dari kampus ini nona Aira....??"
Han berbisik kepadaku ditelinga, membuatku geram dan gentar sekali.
Han menarik tanganku, dan aku menghempaskannya. Aku membereskan buku dan memakai ranselku.
Aku mendekati Arya dan berbisik,
" Tolong buatkan aku catatan kecilnya, besok kasi aku ya. Bye....!!!?".
Aku melambai dan tersenyum pahit kepada Arya, berat rasanya meninggalkan ruangan ini.
Han" terimakasih direktur, saya pamit dulu sekarang. Tolong ijinkan nona Aira untuk hari ini saja...sampai jumpa?".
Han dan aku pergi berlalu begitu saja.
Direktur' apa hubungan anak itu dengan sekertaris Han dari keluarga Habsah? Dia bukan anak sembarangan kurasa!'.
Direktur kembali keruangannya.
Jangan lupa like n komen ya...???