
Kulihat dia menepuk kepala lalu menggaruknya pelan, sambil kelihatan kesal dan kecewa sekali.
"haiiiz!!!! Katakan pada Han untuk mengundang artis favoritmu kerumah. Han akan mengurus segalanya dengan sempurna. Apapun yg kamu inginkan katakan pada Han saja, atau kamu langsung katakan padaku aja! Jangan sungkan atau malu, honey!!".
Dia menarik dan menggenggam tanganku dengan begitu erat sambil menatap layar film.
' oh tidak, ya Rabb. Hampir copot jantungku, ini anak baik sekali. Kalau dia baik...aku menjadi takut sekali. Apa benar dia akan selalu baik dan lembut padaku? Mencurigakan sekali perlakuannya!!'.
Gumamku dalam hati curiga kepadanya.
Kami nonton dengan hikmat dan sangat menyenangkan sekali. Sumpah, baru kali ini aku lihat film action.
" Sudah nonton, shopping?".
Dia menawarkan diri untuk menemani aku shoping.
" Baiklah, karena kemarin malam sudah menghabiskan stok dirumahku. Bagaimana kalau kita belanja keperluan dapur, mau makan apa saja nanti kita beli bahan makanan nya. Setuju?".
Aku tersenyum manis padanya,
" Oke, ayo....!!".
Dia tersenyum lagi dan menggandeng tanganku dengan begitu erat sekali.
Kami berjalan dibagian sayur mayur, aku hanya senyum kecil melihat dia mendorong troly. Awalnya dia gak mau, tapi karena aku yg mendorong nya. Akhirnya dia nyerah dan menggantikan aku mendorong troli sepanjang jalan.
" Wah lihat, mereka suami dan istri yg serasi. Yg satu tampan dan istrinya manis. Waduh....iri sekali aku....!!".
" Lihat mereka, seperti artis saja. Apalagi pria disebelahnya itu, manis dan cool!!".
"Wah lihat, itu bukankah tuan muda Habsah! Itu pacarnya?".
Aku mendengarnya menjadi risih,
" Ayo kita kebagian topi, kamu bisa viral!".
Aku menariknya dan kami berlari, menghindari kerumunan orang.
" Tumben kamu aktif honey!!".
Sambil tertawa menyeringai,
" Mau viral? Gak malu jumpa wartawan?".
Secara refleks Aku menarik telinganya pelan, dan tersenyum nakal.
Aku memakaikan topi, lalu memakaikan jaket lagi.
" Nah..!! Beginilah gak ketahuan, penyamaran yg amat bagus. Berhubung aku jenius dan pintar loh...!!?".
" Ah, begitu. Makasih...!!?".
Dia membelai kepalaku,
Dan kami kembali ke bagian sayur mayur, karena kami tadi meninggalkan troli.
" Mau makan apa malam ini? Ini mau".
Aku menunjukkan daun selada,
Seketika dia kaget dan menggelengkan kepala, aku terkejut melihatnya.
" Aku tidak suka, menakutkan!!".
Hah??? Aku heran dan bingung😨😨
Aku menatapnya lama dan dia juga demikian seriusnya.
" Jangan melihatku begitu, aku bisa marah nih!!! Menyebalkan sekali?!".
Dia buang muka dan ngambek.
" Ya sudah kita gak usah beli, paprika? Mau aku buatkan pizza tuk cemilan!".
Aku mendekatinya dan tersenyum.
Hm......mm, buat saja....!!
Jawabnya singkat dan jelas.
' tak kusangka orang sangar dan galak takut sama selada, oh ya Rabb terbalik duniaku. Sumpah, perkataan nya mengagetkan aku. Ha...ha....aaa, seorang tuan muda Habsah takut selada, hizzz!!'.
Gumamku sambil merasa bangga dan puas melihat dia ketakutan.
Selesai belanja, sambil mendorong troli.
" Rambut kamu bagus, mau lihat accesoris dan beli beberapa?".
Dia menunjuk ketoko Cantik Craft.
Aku tersenyum dan hanya mengangguk, kulihat dia menikmati dan melihat ini itu.
Seleranya bagus dan terlihat dia orang berada, simpel namun modis. Dia memilihkan aku beberapa bentuk unik dan warna yg lembut dan kalem.
" Suka gak?" Tanya nya padaku.
Aku hanya mengangguk saja,
' tidak buruk juga, seleranya bagus kok!'.
Gumamku dalam hati kecil.
" Ambil yg beraneka ragam, buat adikmu juga pilihkan. Hitung saja hadiah dariku!".
Dia berkata dengan santai dan lembut, membuatku heran dan kaget.
' ada angin barat daya rupanya berhembus dihatinya, wah...wah...!! Selera tuan muda Habsah tidak bisa diterka, tidak kusangka dia peduli juga dengan keluargaku. Alhamdulillah!'.
Aku tersenyum kecil dan mulai merasa kagum dengan sikapnya.
Selesai membeli aksesoris, dia juga mengajakku ketempat tas dan baju. Namun, alangkah kagetnya aku kala melihat harga bandrolnya.
' what? Baju kaos macem ini harganya ratusan ribu? Beli dipasar dapat lusinan, sumpah aku gak boros!!'.
Gumamku dalam hati kecil sambil mengembalikan lagi baju kaos itu.
" Kenapa ditaruh kembali, ambil saja...!!"
Katanya sambil menatapku dengan heran sambil menaikkan alis sebelah.
"Gak ah, aku gak suka!".
Kataku tegas dan melipat tangan.
" Sudah, ambil. Atau aku bisa belikan semua isi toko ini untukmu, honey...!!?".
Katanya sambil senyum menyeringai.
" Beli dipasar jauh lebih murah, kualitas juga bisa dikondisikan. Kamu saja yg beli, aku gak mau ah. Boros sekali...!?".
Aku hanya diam dan tersenyum.
" Ya sudah kalau gak mau, aku juga gak mau beli apapun. Oke kita pergi!!".
Dia berkata sangat lembut tapi sambil tersenyum geleng-geleng kepala melihat aku yg Terlalu Hemat menurutnya.
Kami keluar dengan tangan kosong, lalu seketika aku melihat toko ponsel dan laptop yg begitu bagus.
Mataku tak bisa berbohong, dan dia sadar akan hal itu.
' ah, ternyata begitu. Tinggal bilang saja, pasti akan kubelikan. Dasar bawel...!!'.
Gumam dalam hati kecil Reza.
Dia menarik tangan ku dan masuk kedalam dengan terburu buru.
" Coba kamu lihat, mana yg bagus!?".
" Ah untuk apa? Aku gak minat!!".
Kataku cuek bebek, menutupi malu.
Sesungguhnya aku ingin beli sih, tapi kan malu minta belikan dia. Ah, gawat!
" Laptop Apple...bagus yg merah itu. Itu tipe terbaru dan terdepan sih!".
Kataku tegas,
Hm.....mm!!! Katanya singkat.
" Harganya puluhan juta, sebanding dengan kualitasnya dan kinerjanya!".
Kataku lagi ketus dan refleks.
' dia tahu banyak juga masalah ini, ah tidak salah pilih aku. Itu baru wanita pujaan hatiku, is the best lah!'.
Sambil senyum sendiri.
" Tapi aku gak minat, harganya selangit!".
Kataku lagi dengan nada kecewa.
" Kalau handphone gimana yg menurut kamu bagus dan nyaman?".
Katanya lagi bertanya padaku.
" Iphone...bagus loh. Tipe idaman semua anak remaja, tapi mehong. No....!!!?".
Aku kemudian menggigit bibir bawahku,
' sumpah aku gak pernah pengen benda mewah kayak gitu. Mahal, beli yg murah saja, yg penting ada dan nyaman!'.
Kataku dalam hati sambil miris.
" Ya sudah, aku belikan buat mu...!!".
Dia kemudian berjalan menghampiri SPG nya dan meminta untuk dikirim kealamat yg diberikannya.
" Hah? Gak mau!!! Aku tidak suka!! Itu terlalu mahal dan mewah, aku gak ada uang sebanyak itu loh!?".
Kataku dengan nada gugup.
" Aku yg bayar, asalkan kamu kuliah baik-baik dan bagus-bagus. Jadikan anak yg penurut padaku! Paham....!!?".
Dia berkata dengan nada parao dan membelai kepalaku.
' hah? Apa iya? Curiga aku, kebaikannya pasti ada udang dibalik batu! Tapi dia memang baik dan lembut padaku!'.
Aku menggaruk kepala dan melotot saja.
Dikepalaku berputar tanda tanya besar, aku masih belum percaya. Aku gak yakin, apa sebenarnya yg diinginkan oleh dia.
Sampai dirumah, aku duduk disofa dan memandangi dia yg duduk didepanku. Kami minum teh hangat bersama.
" Hei? Kenapa? Apa ada yg salah?".
Dia bertanya dengan heran.
Aku hanya menggelengkan kepala,
' mampus!! Gak bisa ditebak pikiran nya!'.
Kataku dalam hati kecil.
" Ada apa? Bertanya lah!!".
Dia menatapku sambil senyum.
" iPhone tadi mahal ya?".
Aku menjadi penasaran, dan memberanikan diri bertanya padanya.
" Murah...cuma 25jt saja!!!?".
Katanya dengan santai, dengan wajah datar dan wajah dingin.
Seketika jantungku hampir saja loncat dan lari meninggalkan aku, jikalau saja itu buatan Rusia...😨😨😨
"Hah??? Apa? 25jt...? Ya ampun, gak salah dengar aku nih...? Hah....??".
Aku mengelus dadaku perlahan.
" Hi....hi.....!!! Kenapa honey?".
Dia cekikikan dan geli melihat ekspresi ku yg kaget bukan main tadi.
Aku hanya menggelengkan kepala berulang kali, dan masih syok.
' ya tuhan, gaya anak sultan gak bakal bisa diikuti. Main ah...syok aku. Sesak nafasku... Sakit jantungku. Waduh...!!'.
Gumamku dalam hati gak percaya.
" Masak sana! Aku lapar!! Cepat ya!!".
Dia rebahan disofa dan pejamkan mata.
Aku kembali kedapur dan mulai membuatkan mie goreng dengan jamur.
' kuharap dia suka, seleranya gak bisa ditebak sih? Untung dia gak galak padaku, sumpah kadang dia membuatku takut setengah mati...!!'.
Gumamku dlm hati.
Masih didapur, aku membuatkan teh jahe untuknya karena aku tahu dia suka.
Tiba....
Tiba....
"Kau bodoh, hanya sehari saja kau sudah membuat kesalahan sebesar itu. Apa matamu buta? Tidak bisa membedakan mana yg baik dan buruk, kalau memang begitu aku akan membuatmu buta sekalian biar jadi pelajaran!!".
Suaranya meninggi berteriak memenuhi seluruh ruangan rumah.
Aku kaget dan mengintip apa yg Sadang terjadi disana. Aku berdiri dibalik dinding dan menutupi diriku dengan tirai yg tergantung indah disitu.
" Oh tidak! Kenapa kamu bisa menjadi manager di perusahaan cabang, jika kemampuanmu sekulit bawang. Hah?".
Masih berteriak dan marah-marah, seluruh pelayan kabur hanya Han saja yg berani berdiri disitu.
' ih main setan setanan rupanya mereka berdua, yg satu raja iblis...yg satu asisten nya yg malang! Suara nya seperti petir membuatku gemetaran seperti ini, jika aku yg diposisi manager itu. Ya Rabb, gak bisa kubayangkan, aku akan mati berdiri. Untung bukan aku yg disitu, mendengarnya saja aku mau pingsan!'.
Gumamku sambil ketakutan mendengarkan suaranya yg seperti petir.
" Aku mau besok pagi, surat pengunduran diriku dimeja kerjaku. Tak ada tawar menawar...!! Aku tidak meminta ganti rugi saja sudah baik, karena aku punya etika! Dasar bodoh, Han....!!!? Urus dia...?!!".
Dia masih kelihatan kesal.
Kulihat dari jauh, aku mengintipnya. Wajahnya memerah seperti Angry Bird, seperti tomat masak. Raut wajah yg dingin dan menyeramkan sekali, tatapan matanya mengerihkan. Sumpah,,, aku ketakutan dan tidak percaya dia bisa melakukan hal kejam demikian! Wow...!!
Han mendekati Reza dan berbisik pelan,
" Tuan muda, nona Aira ketakutan!".
' hah? Dimana kucing nakal itu?'.
Reza berkata demikian dalam hati.
Aku berjalan pelan meninggalkan mereka dan kembali kedapur, setelah melihat tuan muda yg Hobby marah itu mengendus keras dan menepuk jidat.
' mengerihkan sekali jika dia marah, sumpah aku mulai takut beneran ini!!'.
Gumamku dalam hati, sambil menuangkan teh jahe kedalam gelas.
Jangan lupa like n komen ya kak...!!!