
" tapi kurasa dia baik juga sih, meskipun kadang menjengkelkan hatiku. Ya aku harus bersyukur saja, dia menolongku disaat tersulit di hidupku. Semoga saja dia hidup bahagia selalu. Amin!!".
Aku tersenyum dan mulai gelisah.
Tiba-tiba dia datang dan menepuk pundakku, membuat aku spot jantung.
" Aaaaakh.....!!! Siapa sih?".
Kataku berteriak kaget.
" Sudah puas mengatai aku yg buruk dan menyeramkan, hah? Kuhukum kamu!".
Katanya dengan bergedik ngerihkan menatapku dengan tatapan mematikan.
Seketika aku berdiri dan mulai gugup menatapnya dengan penuh ketakutan,
" Ah maaf, hape ku lobet! Sudah lama?".
Aku bertanya padanya dengan gugup.
" Aku mendengar semua tadi, he...he..!".
Reza menatapku dengan licik.
Seketika dia menarik tanganku dan menciumku tiba-tiba dengan kilat.
Cup.....!!!💋
Kurasakan jantung ku hampir loncat keluar, begitu juga suara jantung nya yg berdebar kencang kudengar.
Mataku membulat menatapnya,
" Kamu nakal, itu hukuman karena berani membicarakan hal tentangku yg buruk di belakangku. Itu baru bunga nya, pokoknya kita lihat saja nanti. Honey!".
Reza berkata demikian dan menakutiku lagi dengan liciknya.
Dia mengetuk dahiku dengan jari telunjuk dengan agak keras,
Tuk.....!!! 💢
Aku hanya diam dan menatapnya dengan manyun dan melotot, dia memasukkan sepatuku dan memakaikan tas ranselku. Lalu dia menarikku menuju gerbang kampus yg sunyi senyap.
Dimobil, dia hanya diam saja begitu juga aku yg diam seribu bahasa. Sampai disuatu butik yg mewah sekali, kami berhenti didepan nya.
" Ayo kita cari gaun, ayo turun honey!".
Dia berkata demikian dan aku berjalan dibelakangnya mengikuti setiap langkah kakinya yg ringan dan gagah itu.
" Kita mau apa?".
Aku bertanya sambil terheran.
Sampai didalam, salah seorang pelayan toko datang menyapa.
" Selamat datang, tuan muda. Ada yg bisa saya bantu untuk anda?".
Pelayan itu menyapa dengan lembut dan sangat sopan.
" Pilihkan gaun yg cocok untuknya...!!".
Sambil duduk disofa dengan angkuh.
Pelayan menarik tanganku dan memilihkan beberapa gaun untuk kucoba. Ya...aku gugup dan masih bingung mau apa dan bagaimana.
4 gaun yg kucoba, kata si Raja iblis,
" Jelek, gak cocok, gak suka, ganti sana!".
Sungguh mengesalkan sekali ucapannya.
Untung aja kaya dan tampan, kalo sebaya seperti Arya sudah kujambak Jambak rambutnya dan kucakar wajahnya itu.
Ha...ha.....aaa Nek coyo rek...!!😂😄
Terakhir aku memakai gaun selutut dengan warna cream. Pita pink dibelakang dan bercorakkan mawar putih dibagian rok bawahnya.
Pelayan toko juga memilihkan high heels, dan aku juga mencobanya.
" Ah, aku gak terbiasa pakai begini!?".
Kataku kepada pelayan itu dan mulai mengeluh ini dan itu.
" Coba dulu nona, tuan muda suka yg begini. Bukankah Anda harus patuh akan setiap permintaan beliau? Karena....!!?".
Si pelayan menggantung ucapannya, mungkin dia ragu dan takut.
" Iya aku tahu, harus sempurna bukan?".
Aku mulai kesal dan gondok.
Aku keluar dari kamar ganti, lalu si pelayan juga mendandani wajahku.
" Jangan menor kayak main lenong, yg natural saja ya. Tipis saja, aku gak mau kelihatan kaku, oke?".
Aku berkata sangat cerewet,
Si pelayan toko hanya tersenyum dan terkekeh melihat aku yg cerewet.
' hah? Dari mana tuan muda mengutip wanita aneh kayak gini. Emang cantik sih, tapi gak bisa ngurus diri, huh...!!?'.
Gumam pelayan toko itu.
Akhirnya aku selesai dandan dan ganti baju, aku keluar dan menghampiri Reza yg sedang asik membaca majalah bisnis dengan secangkir teh hangat.
" Bagaimana? Aku jelek ya?".
Aku berdiri dihadapan nya dan bertanya dengan wajah tersipu malu.
Dag.....!!!
Dig......!!!!
Duh.....!!!!
Jantung Reza hampir loncat,
Kulihat Reza terpaku melihatku tanpa berkedip sedetikpun menatapku. Aku terheran dan bingung dengan mengangkat alis sebelah dengan mata membulat dengan senyuman aneh.
" Cantik sekali, honey!!!".
Katanya sambil tersipu malu menatapku.
Dia berjalan kearahku dan berbisik nakal,
" Kamu cantik Aira, aku hampir tidak mengenali mu. Honey, love you....!!".
Katanya dengan lembut ditelinga ku.
Aku tersenyum terpaksa,
' kaki bisa patah nih, mampus aku! Sebenarnya dia mau ajak makan dimana sih? Pake acara ganti baju pula?'.
Kataku dalam hati.
Reza membawaku entah kemana, aku hanya duduk diam melihat kejendela.
" Honey, kamu sangat cantik. Nanti di dalam pesta kamu jangan beranjak selangkahpun dariku, gandeng saja aku. Karena aku gak rela kamu digodai pria lain disana, aku bisa mati cemburu!".
Katanya sambil tersenyum.
Hem.....mm! Kataku singkat.
" Honey, bolehkah aku.....??".
Berbicara setengah dan berhenti.
" Apa? Aneh....!!!".
Aku menaikkan alis sebelah,
Seketika dia mengerem dan meraih wajahku. Dia menatapku dengan mata sayu dan lembut,
" Mau apa sih! Lepaskan aku???".
Kataku mencoba menolak dan menjauh.
Cuuup!!!! 💋
Bibirnya yg Sexy itu menempel di wajahku, aku mencoba melawan untuk lepas dari tangannya. Namun sayang, genggaman Reza kuat dan kokoh sekali.
" Aku mencintaimu, honey! Maaf aku tidak tahan lagi jika melihatmu, kuharap kamu memaafkan aku. I love you Aira!!".
Dia membelai wajahku pelan dan lembut sambil tersenyum indah.
" Dasar mesum, jangan ulangi!".
Kataku dengan nada setengah membentak dan melotot kepadanya.
" Habisnya....!!!kamu cantik dan menarik perhatianku, aku hanya mencium saja kok. Gak lebih...dan gak kurang!!! Aku normal kok Aira...mau mencoba lagi??".
Dia menarik tanganku dan menatapku.
Aku buang muka dan tertunduk saja,
" Honey, aku serius!!! Kamu harus percaya, aku akan sellau baik dan lembut padamu. Jangan mengeluh lagi ya, jika kamu mengeluh kupastikan lidahku akan ada dimulutmu. Mau??? Huh...?".
Dia menggodaku lagi dengan licik.
Aku hanya menggelengkan kepala dan malu serta gugup.
" Kamu seperti candu buatku, entah kenapa aku gak mau kamu jauh!".
Reza kembali menyetir dan sepanjang jalan senyum sendiri kayak orang gila.
" Jangan pergi selangkahpun dari sisiku, pegang erat tanganku. Didalam banyak orang berbahaya, zombie. Oke honey?".
" Ah iya, baik....!".
Kataku singkat dan tegas.
Sepanjang jalan masuk, aku melihat banyak artis papan atas dan orang terkenal. Seperti gubernur dan tokoh tokoh ternama yg gak jarang mengisi acara dilayar kaca, wow banget deh.
Tap.....tap....!!!😯
Langkah kaki tuan muda Habsah membuat kesunyian sesat dia masuk dari pintu utama, semua mata tertuju padanya. Wah.....wah....sekali.
" Eh lihat. Tuan muda Habsah masuk, oh dengan siapa dia datang? Pacar nya?".
Mendengar ucapan salah satu tamu pesta membuat aku gugup dan menunduk karena takut.
Reza berkata lembut sambil menatap kearah depan dengan wajah dingin,
" Angkat wajahmu Aira, kamu bintangnya disini. Bukankah kita pasangan serasi?".
Aku mendengar itu kaget, sekatika aku mengangkat wajahku dan senyum kecil agak dipaksakan dikit.
" Aira, senyummu jelek. Jangan gugup!!!".
Reza berkata agak tegas dan membuatku kaget dan tersadar.
" Ah. Iya. Maaf, baiklah....!!".
Aku menatap kedepan dengan senyum kecil meskipun Agak dipaksakan dikit.
' wanita pujaan hatiku tidak mungkin salah, kuat dan tangguh. Ayo Aira syg, tunjukkan pesonaku pada seluruh tamu!'.
Gumam Reza dalam hati sambil tersungging melihat sekeliling.
' ya Karim, gak jauh beda dari Red Carpet! Mimpi apa ya aku kemarin itu? Sebenarnya si Raja Iblis setenar apa sih? Aku heran deh, kukira cuma pamer tampang aja dia. Hadeew....!!!'. 😩
Gumamku dalam hati masih bergantungan dilengan kiri Reza.
Sesuai titah raja yg gak bisa dibantah, dari pada aku dipenggal. End lah...😂
Kami bergabung dengan sekumpulan orang, yg katanya relasi perusahaan yg dipimpin oleh Si raja iblis ini.
Aku hanya bisa mendengar, cengar cengir dan mengangguk saja bahwasanya aku pura-pura mengerti. Tahu...gak tahu...pura-pura tahu aja. Paham...dan gak paham...pura-pura paham aja lah. Cari aman awak nih,😊
Uuuuhuk......uhuuuk......uuhu......uuuk!!!
😖😖😖😖😵😵😵😵😵
Aku terbatuk-batuk, alias seret ah nih tenggorokan karena gak Ngombe...!!!
" Kenapa honey? Kamu baik-baik saja?".
Reza kelihatan panik dan bingung.
" Ya gak apa, cuma aku haus. Uuuhuk!".
Aku kembali terbatuk,
Reza memberikan segelas jus jeruk yg kebetulan ada pelayan yg melintas didekat kami.
" Minumlah,biar enakan dikit! Oke?".
Dia menepuk pundakku pelan.
Glukk...!!!
Aku minum dengan perlahan dan akhirnya gak batuk lagi.
" Makasih...ya!!?".
Aku tersenyum kepadanya lembut.
Kemudian Han datang dan berbisik kepada Tuan muda kesayangan nya.
" Tuan muda, tuan besar ada disini...!!".
Kata Han pelan berbisik.
Wajah Reza berubah, ya kaget mungkin.
" Ajak Aira istirahat dan temani dia, aku segera menyusul. Dimana mereka?".
Kata Reza berbisik juga.
" Baik tuan muda, saya akan membawa nona Aira menjauh. Mereka sudah di dalam aula ini juga. Berhati-hatilah!!".
Han berbisik juga sekedar memberi tahu Reza untuk berjaga jaga saja.
Reza membelai kepalaku dan berkata,
" Honey ikuti Han, tunggu aku datang. Jangan pergi dari sisi Han, aku akan segera kembali menemani ku....!".
Reza berkata dengan lembut padaku.
" Oke, aku paham. Jangan lama ya?".
Aku mengikuti Han dari belakang,
" Silahkan nona ikuti saya saja, oke!".
Han berjalan didepanku dan aku hanya mengikutinya saja dari belakang.
"Han? Ada apa sebenarnya? Huh?".
Aku mulai penasaran kenapa raut wajah Reza berubah lebih menyeramkan ketika Han berbisik sesuatu tadi.
Han hanya diam saja dan membukakan pintu sebuah ruangan, kulihat sepertinya ruangan karoke gitu.
" Duduklah nona, saya ambilkan minum. Jangan tinggalkan ruangan ini, itu pesan tuan muda tadi. Tolonglah patuhi..!!".
Han pergi keluar dan aku sendiri diruangan itu melihat sekeliling.
" Hah? Ada apa sih sebenarnya? Penasaran sekali aku, kenapa ya?".
Aku hanya duduk diam dan menyalakan tv sekedar membuang suntuk.
Ting....
Tong.....
Hapeku berdering keras,
Raja iblis is calling....!!!! 📱📲
Aku: ya ada apa? Masih lama?
Aku bertanya lembut padanya karena cemas apa sebenarnya yang terjadi.
Reza: it's ok honey, patuhi perintah Han. Ada urusan yg harus kupenuhi, setelah itu aku akan membawamu kesuatu tempat. So pasti, akan membuatmu senang dan bahagia, honey. Oke?
Kata Reza kepadaku, membuat kegundahan hatiku sedikit berkurang.
Aku: baiklah aku tahu, hati-hati...!?!
Aku mencemaskan anak itu juga akhirnya karena masih belum tahu apa yg sebenarnya terjadi.
Reza: tunggu aku ya honey, bye...!!.
Telpon nya mati, dan aku sedikit tenang.
Kemudian Han datang dengan membawakan minum dan makan siang.
" Makanlah nona, silahkan anda cicipi. Saya akan ada diluar menunggu perintah nona, katakan saja pada saya!".
Han keluar dan menunggu didepan pintu.
" Sebenarnya ada apa sih? Han juga aneh sekali, horor ah kurasakan sekarang!".
Aku mulai melirik makanan yg dibawakan Han tadi dan menyantapnya.
Selesai makan aku main game sambil rebahan disofa, ngerih ah...gak bisa ditiru gayanya. Macem anak sultan...!!😱
Sementara itu, papa dan mama sibuk berjualan ditoko karena sungguh ramai. Maklum banyak barang yg masuk tadi pagi, jadi lengkap stok nya.
Mama" Alhamdulillah ya papa, toko kita rame sekali. Rejeki nomplok nih!!".
Mama tertawa.ringan sejenak.
Papa" iya mama, harus selalu bersyukur. Punya anak baik dan pengertian, itu berkah dari yg Maha Kuasa...!!".
Papa mengelus dada perlahan.
" Aira sudah dewasa, Bella dan raya juga akan menyusul 3-5thn lagi. Tinggal fajar, kok tiba tiba sepi ya papa? Huh?".
Mama mulai mengeluh dan sedih.
" Semoga saja tuan muda Habsah sayang pada Aira, rasanya gak mungkin aja bila kemarin mereka datang!".
Papa mulai mengeluh dan merengek.
Mama" sudahlah, biarkan tuhan yg mengaturnya. Kita cuma bisa menjalani dengan baik saja bukan? Jangan mengeluh lagi ini dan itu, pamali papa!".
Kata Mama agak tegas,
Papa hanya senyum saja dan kembali menyusun barang yg berantakan. Mama juga menata ulang barang yg kosong dan mengisi kembali sebagai pajangan.
Sementara itu adikku dirumah sedang bersenda gurau saling menunjukkan barang yg kemarin diberikan Han.
Jangan lupa like n komen ya kak...!!😇