CEO, I hate you

CEO, I hate you
14



' sial...Aira masih disini. Dia bakal ketakutan melihatku seperti ini, mujur betul nasip manager ini. Oh tidak...!!'.


Gumam Reza dalam hati sambil melirik aku yg mulai ketakutan sedari tadi.


Aku" aku haus!!!"


Itulah kata yg keluar dari bibirku.


" Hah? Maaf honey, kamu pasti bingung!!! Ya sudah pesan saja apa yg kamu mau!".


Dia mengelus kepalaku dan dan tersenyum.


Seketika wajahnya berubah hangat dan lembut menatap aku yg ketakutan,


" Maaf honey, jangan takut. Aku akan selalu lembut dan baik padamu honey!".


Dia menggenggam tanganku erat.


" Iya, aku takut kamu marah seperti itu. Lain kali kalo bisa aku mau request!".


Aku menatapnya sayu.


" Iya, apa itu honey?".


Dia tersenyum manis sekali, terasa hangat dalam hatiku. Meskipun kurasakan ketakutan yg berbeda.


" Jangan marah dan ngamuk kalau ada aku, sumpah aku kaget dan takut!".


Kataku padanya lembut.


" Iya, aku janji honey!!?".


Dia kembali mengecup keningku.


" Terimakasih ya, aku senang!!".


Aku tertawa lebar karena dia berjanji padaku tidak akan marah lagi.


" Berdirilah, lain kali jangan buat kesalahan sekecil apapun. Paham?".


Dia membentak manager itu dengan keras dan membuatku agak terkejut.


" Terimakasih tuan muda, saya minta maaf. Saya gak akan ulangi lagi. Saya janji. Maafkan saya...permisi!!!".


Dia berdiri dan pergi meninggalkan kami.


Dia melangkah dengan kaki lunglai, lemas dan gemetaran. Kulihat wajahnya seketika pucat dan cemberut.


Tidak lama kemudian minuman datang, kulihat lekat Reza begitu tenang dan santai menikmati teh hijau.


' kalau aku melakukan kesalahan kecil, apa dia juga akan memperlakukan aku dengan buruk....bahkan kasar? Oh tidak, aku membayangkannya saja sudah merinding dan mati ketakutan. Anak sultan gak bisa diganggu gugat orang seperti kami, tuhan tidak adil padaku. Apakah didunia ini semua orang kaya seperti dia? Apakah lebih parah lagi? Ooh no...!!! Aku terlalu takut membayangkannya jika demikian!!'.


Gumamku dalam hati ketakutan.


" Aira...? Honey, kamu melamun apa sih? Sudah jangan dipikirkan lagi, aku akan selalu baik padamu, aku akan selalu lembut padamu juga. Aku janji honey?".


Dia membelai pipiku lembut dan kembali menikmati teh hangat dengan santai.


" Apakah kamu juga akan memperlakukan aku seperti orang tadi jika aku melakukan kesalahan? Huh??".


Aku bertanya sambil ketakutan dan menelan liurku dengan kasar.


" Hah??? Tidak akan, aku janji. Hanya padamu saja aku akan lembut dan bersikap baik. 'cause i love you Aira...!!!".


Tangannya meraih kepalaku dan mengelusnya lagi dengan lembut.


Aku menjadi malu dan baper, alias kepo. Wajahku memerah dan aku mulai gugup. Semua orang disitu memperhatikan kami, sikap Reza kepadaku berbeda sekali saat dia memperlakukan orang lain. Dia begitu lembut, perhatian dan baik padaku, matanya ramah dan senyumannya begitu hangat sekali padaku.


" Eh itu siapa? Bukankah itu Reza Habsah? Pria kaya yg tajir melintir, siapa perempuan yg bersamanya?".


" Eh iya, itu gak salah lagi tuan muda Habsah, beruntungnya perempuan itu!!!".


" Aku jadi iri dengan wanita itu, bisa melihat Reza secara langsung saja sudah berkah yg besar....!!! Irinya aku!!!".


Itulah sebagian ucapan orang yg melihat kami, aku jadi gugup dan salah tingkah.


Sementara itu, orang yg dimaksud saja...alias tuan muda Reza masih begitu tenang. Sepertinya dia cuek saja dan tidak memperdulikan omongan orang.


" Honey, bagaimana? Kamu masih betah disini ya? Jadi kita nonton??".


Dia bertanya, aku terkejut karena sambil melamun menatapnya dengan lekat. Tanpa sedetikpun aku berkedip mata.


" Jadi, sudah puas minumnya?".


Aku berpura-pura saja, aku memberikan dia pertanyaan yg sia sia.


" Kamu ini, kalo bohong ketahuan honey. Jangan dengarkan ucapan mereka, cukup mendengarkan aku saja. Mereka hanya orang yg sibuk bergosip ini dan itu yg tidak penting...honey kamu dari tadi lihat aku saja. Apakah kamu baru sadar aku begitu tampan sekali dimataku?".


Dia berkata demikian percaya diri, dan memuja dirinya itu dengan bangga.


" Ayo, kita nonton. Tapi sebelum itu beli minum dan popcorn dulu buat makan sambil nonton didalam. Oke?".


Aku menarik tangannya keluar restoran, kami berjalan dengan santai menuju XXI.


Sampai di XXI, antrian beli popcorn begitu panjang dan padat.


" Kamu duduk saja, aku yg akan beli karcis dan minum. Kamu mau film apa?".


Dia bertanya begitu perhatian.


" Film apa saja, yg penting asik kok!!".


Aku duduk diruang tunggu,


" Baiklah kamu duduk dan tunggu aku, sumpah honey. Ini demi kamu, kalo tidak aku gak akan repot-repot ngantri begini!".


Dia berjalan dan masuk dalam antrian.


Aku menatapnya sambil tersenyum puas,


'puasnya aku, biar tahu rasa aku kerjai dia. Sampai kapan dia akan genit dan sombong seperti ini padaku. Rasain..!!'.


Gumamku puas sekali.


' ah sial, antrian panjang. Kalau ada Han kan aku tidak perlu repot begini. Besok aku suruh Han beli mall ini semua, biar lain kali kalau kencan gak perlu antri repot begini. Sumpah, aku malas...!!'.


Bergumam seorang diri.


Sementara itu banyak orang


Memperhatikan wajah Reza dan dia menutupnya dengan masker.


' malesnya meladeni orang ini, ih kesalnya aku. Tapi demi Aira, tidak apa!'.


Selesai membeli popcorn dia juga beli karcis kami. Lalu menghampiriku lagi,


" Sudah? Bagaimana?".


Sambil tersenyum ramah.


" Apanya yg bagaimana? Pelayanan disini buruk sekali, besok Han akan mengurus hal ini. Biar lain kali kalo kencan aku gak perlu repot seperti ini, sialnya aku! Haiz!".


Sambil menggenggam tangan dengan kesal sekali.


Sampai didalam, kami nonton dengan damai. Film action adalah pilihannya.


Sementara itu, mama kedatangan tamu. Siapa lagi kalo bukan orang tua Arya, yg menjenguk papaku.


Om" maaf ya Mama Aira baru sempat jenguk sekarang, soalnya kalo bukan Arya yg bilang. Kami tidak tahu....!!".


Om menyalami papa dan mamaku.


Mama" iya, gak apa. Terimakasih!!".


Mama menerima bingkisan yg diberikan oleh Tante.


Papa" makasih ya, sudah repot-repot datang menjenguk saya. Apa kabar kalian semua, bagaimana?".


Papa mulai beramah tamah kepada om dan Tante, sudah lama gak jumpa.


Tante" ah kami baik baik saja kok, semua sehat. Cepat sembuh tuan Chen, biar bisa kita party kayak dulu lagi. Ya kan?".


Tante tertawa lebar,


Ha...


Ha....


Tawa terdengar dari dalam ruangan papa karena kedatangan om dan Tante, papa jadi sedikit terhibur hatinya.


Kegembiraan dan kecerian terpancar dari dalan ruangan papa, setidaknya mama sangat bahagia karena jumpa dengan tetangga lama yg baik.


Mama" tadi malam, Arya nginap disini. Anak yg baik dan ramah, saya suka dengan Arya. Anak periang juga...!".


Mama berkata sambil tersenyum.


Om" ah terimakasih atas pujian anda ny.Chen... saya bangga akan Arya!".


Om menepuk pundak papaku.


Papa" semoga saja nasib baik dan rejeki melimpah selalu didepan Arya! Amin!".


Papaku mendoakan Arya, membuat orang tua Arya bahagia.


Tante" maaf sebelumnya Tuan Chen, jika tidak keberatan bolehkah Aira saya pinang jadi menantu saya. Jika diperkenankan kita bisa berbeda!!!".


Tante dan om tersenyum, berharap.


"Boleh, tergantung sama anak anak saja. Saya gak keberatan, lagian saya kenal sekali dengan Arya. Anak baik...!!".


Papa memberikan ijin dengan bangga.


Mama" iya, saya juga suka dengan Arya. Anak nya baik dan penurut, cocok untuk dijadikan suami dan mantu saya!!".


Mama juga memberikan ide.


Tante" baiklah, calon besanku. Kapan kita resmikan hubungan ini...!??".


Tante memeluk mamaku,


"Tunggu mereka wisuda saja, biar lebih dewasa sedikit, bagaimana?".


Mama memberikan ide pada om dan Tante, berharap mereka setuju.


" Kalau itu sih gak masalah, biar Aira dan Arya kuliah sama. Menikah kan gak jadi halangan, mereka bisa jadi sama tiap hari. Bukankah lebih baik begitu?".


Om berkata demikian pada papa.


" Terserah saja, bagaimana baiknya...!!".


Papa memberikan ide juga,


Air mata mengalir dari mata mereka semua, bahagia dan senang sekali.


Tapi,,, andai mereka tahu aku terikat oleh rantai? Bagaimana reaksi mereka?


Ya Rabb, aku tak bisa membayangkan bagaimana reaksi para orang tua itu? Apalagi wajah Arya, aku tak sanggup membayangkan bagaimana jadinya.


Hanya Allah beserta staf stafnya yg tahu!


Sementara itu, kami masih menikmati film didalam ruangan. Memang tidak penuh, paling hanya setengah kursi yg terisi oleh penonton dan dominan pria. Maklum film nya action gitu, seperti Transformer atau Fast n Furious lah.


" Kamu suka gak filmnya honey? Maaf ya kamu harus ikut selera aku, heem?".


Dia bertanya tanpa melirikku.


" Ah iya gak apa, sekali kali lihat film action juga bagus kok. Lagian film nya bagus juga kok, yah lumayanlah...!!".


Aku memberikan minum padanya, dia langsung meminumnya tanpa tanya.


" Honey, sebenarnya kamu punya gak aktris favorit gitu? Luar atau dalam negeri juga bisa, boleh aku tahu...!?".


Dia bertanya lagi padaku,


" Ada sih, kalo artis China Li Hong Yi, Angelina Jolie, Katty Perry, Shahruk Khan, dan Ayumi Hamasaki. Kenapa?".


Aku mulai menatapnya serius dan bingung akan pertanyaan nya itu.


" Semua nama yg kamu sebutkan itu honey, aku kenal semua. Mereka termasuk orang hebat kok, kalau tidak salah Hong Yi artis China itu baru naik daun ya kan? Aku pernah sih jumpa!!".


Dia berkata demikian dengan lembut,


" Ah benar sih? Andai aku bisa minta tanda tangan nya kan asik bisa pamer. Beruntung nya tuan muda yg satu ini!!".


Aku berkata dengan rasa kecewa.


" Ah biasa saja, bukankah perusahaan kami ada juga yg bergerak di bidang entertainment juga? Hong Yi dan Ayumi Hamasaki termasuk pernah artis yg kami naungi pernah, ya kalo gak salah!!".


Dia memakan popcorn dengan santai nya sambil menatap film dengan serius.


' ya tuhan, selain tampan, kaya dan terkenal...dia juga berKharisma. Artis terkenal saja dia kenal, tak bisa kubayangkan. Sebenarnya dia ini manusia atau malaikat sih??'.


Aku bergumam dalam hati kecil.


Jangan lupa like n komen ya kak...!!!?