CEO, I hate you

CEO, I hate you
2



Sore hari, langit senja yang indah nan sayu. Aku ditoko membantu Mama melayani pelanggan setia toko kami. Meskipun hanya toko kecil, tapi sangat membantu keluarga kami.


" Aira...? Kamu jaga kasir saja sayang, Mama yang akan ladeni para pembeli!".


Mama keluar dan melayani pelanggan, aku hanya duduk menunggu untuk mengembalikan setiap uang kembalian.


Syukurnya, toko kami selalu laris manis tanjung kimpol. Barang habis, duit ngumpul. He.....eee....eee!!! 😂


Ting ting....!!!📱


Hp ku berbunyi dan kulirik.


"Oh, nomor baru ya? Hem, siapa?".


Kataku dalam hati dan cuek saja.


Karena asik melayani pelanggan dan sibuk, aku tidak begitu tertarik dengan hp. Malam pun tiba, toko tutup dan kami kembali pulang kerumah.


" Oh....??? Capeknya?".


Sambil merebahkan diri di kasur sesudah makan malam dan langsung mandi.


Aku kembali teringat chat tadi, kulihat.


"Oh, siapa ya? Kataku penasaran".


Tanpa menunggu waktu lama lagi, aku membalas chat nya 📱


" selamat malam, maaf, siapa?".


Balasku di chat. Tak nunggu lama langsung dibalas.


"Ini Reza, sibuk ya?".


Seketika membuatku kaget dan tertarik. Aku tersenyum sambil cekikikan.


" Oh tidak kok, ada apa?😑".


Tanyaku penasaran saja.


" Bagaimana kabar Aira?"


Tanya dia.


" Ya baik, kan tadi sudah ketemu?😔".


Balasku dengan cuek.


" Iya! Maaf!".


Balasnya singkat, aku mulai kesal.


" ****** aku, kenapa jadi gugup ya. Sumpah baru kali ini begini. Rapat dengan Gubernur saja tidak gugup, chat sama Aira rasanya aku mau pingsan. Untung dia tidak lihat, mati ketawa dia!".


Kata Reza dalam hati gugup.


" Maaf lama balas, bagaimana luka nya tadi. Sudah mendingan? 🤔".


Aku bertanya dengan sedikit mencemaskan luka nya.


" Iya sudah baikan. Thanks ya!".


Balasnya cepat.


" Oke, tak masalah. Ada lagi? Maaf ya aku kecapekan tadi kerja ditoko, aku harus istirahat. Besok kita lanjut lagi?".


Sambil menguap dan tertidur dengan cepat sekali.


" Oke, selamat malam!".


Balasnya singkat.


End...


Reza terdiam sejenak dan memandang sekitarnya dengan tatapan kosong.


" Hah? Dia kerja apa? Penasaran aku!".


Keluar dari kamar dengan baju tidur kimono yang menempel.


"Han....Han.....!!!?".


Suara teriakan Reza membuat Han kalang kabut berlari menghampirinya dibawah tangga.


"Ya tuan, saya? Maaf lama menyahut!".


Han memberi hormat,


" Han, mana info gadis itu. Aku penasaran, antarkan segera kekamar!".


Reza pergi meninggalkan Han.


" Hah? Tidak salah? Tuan peduli sekali dengan gadis tadi pagi, cantik dan manis sih. Masa iya tuan muda suka? Iiis, tidak bisa dipercaya sih! Ya tuhan!".


Han menepuk jidat sambil membawa berkas infomasi tentang Aira kekamar.


"Ini.....tuan muda!".


Katanya tegas meletakkan berkas dimeja tepat didepan.


Reza kemudian duduk tenang,


" duduklah, saya butuh teman!".


Menyuruh Han duduk dan membaca informasi yang tertera dikertas itu.


Han duduk saja dan menunduk diam.


Reza melirik Han dengan tajam, bagai elang yang mau menerkam ayam.


" Han? Bagaimana menurutmu?".


Reza bertanya kepada Han yang tiba-tiba jadi bingung itu.


Han bingung dan terheran sekali,


" hm.....mm maksud tuan muda?".


Melihat wajah Reza yang aneh karena cengar cengir sendiri.


Reza seketika berubah marah dan berhawa dingin seperti pembunuh.


" Han? Kamu bagaimana sih? Ditanya malah bingung? Kebanyakan makan pil? Dasar bodoh? Kamu dengar tidak...?".


Katanya ketus dan kesal melihat Han yang bingung dan melongo.


Han terkejut dan tersenyum kecil. Lalu dia berbicara dengan gagap.


" Menurut saya cantik dan baik, jarang ada gadis jujur dan ramah begitu. Apalagi belum kenal sama sekali!".


Menunduk lagi dan diam saja.


Reza melirik Han dan memikirkan seluruh perkataan Han tadi.


" Han, dia beda sekali dengan wanita yang kukenal. Selama ini wanita yang kukenal mata duitan dan suka ini dan itu belum lagi nuntut sana sini lagi?".


Dengan jujur berkata pada Han.


Han terbodoh dan memutarkan mata masih bum mengerti maksud Reza.


" maksud tuan muda bagaimana?".


Bertanya karena makin aneh melihat Reza senyum dan wajahnya cerah.


Reza terdiam sejenak dan lanjut bicara.


" Aku beri uang, dia menolak. Matanya indah bercahaya, senyum nya manis. Andai kamu lihat tadi Han, huh?".


Sambil menggeleng-gelengkan kepala, dan tersenyum riang gembira. terlihat dari mata Reza yang bercahaya.


Han hanya kaget dan heran,


" Hah? Yakin tuh tuan muda? Tidak salah anda kecantol wanita yang bertemu dijalan? Sepertinya anda dapat mainan baru? Syukurlah kalau anda senang tuan!".


Han berkata dalam hati sambil mengelus dada lembut.


" Han, lalu bagaimana?".


Reza menatap Han tajam.


" Serahkan kepada saya tuan muda! Saya akan mengurusnya dengan baik!".


Han menatap wajah Reza lembut, memastikan tuannya itu senang.


Reza tersenyum puas.


" pergilah istirahat. Aku lelah seharian rapat live, makasih ya!".


Han keluar setelah memberikan hormat kepada tuan muda kesayangan yanh paling dihormatinya itu.


Pagi hari, seperti biasa. Mamaku Madonna in Indonesia bernyanyi seperti biasanya kala meneriaki kami.


" Mama, besok Minggu. Ada pasar malam dilapangan kita, lihat yuk?".


Fajar sudah merengek pagi-pagi buta.


" Iya aman, nanti kita pergi bersama. Iya kan mama?".


Jawab mama dengan senyuman.


Mama tersenyum dan mengangguk saja kepada kami semuanya.


Bella menyahut dengan cepat,


" kak, ikut kan?".


Melihat kearahku serius.


" iya dong, kita main sampai puas!".


Aku tertawa dan kami lanjut sarapan pagi seperti biasa.


Sabtu, aku tidak kekampus. Hanya membantu mama di toko saja


.


Siang hari, aku mendapat telpon 📱


" Hah? Nomor baru lagi?".


Aku bertanya siapa dalam hati.


Aku segera menjawab,


" Halo, siapa ini?".


Aku kesal dan berkata ketus sekali.


" Sibuk ya?".


Reza bertanya balik padaku.


"Oh no....??? Ternyata Reza si tampan yang menelpon aku disiang hari".


Gumamku dalam hati terkejut batin.


" Tidak sama sekali! Kenapa?".


Pura-pura tidak panik dan santai s akuaja.


Reza: keluar yuk, saya traktir makan siang. Ya hitung hutang kemarin!


Aku: oke lah, dimana?


Reza: taman kemarin, bisa kan?


'Eh, dia bertanya padaku....! Baiklah'


Kataku dalam hati.


Aku: oke. Kapan?


Reza: 2 jam lagi, oke?


Aku: iya oke, bye.....!!!


Kututup telpon karena ada pelanggan yg datang ke toko kami.


Reza kegirangan, dan menyuruh Han mempersiapkan segalanya.


" Han, siapkan makan siang ditaman!".


Gumam Reza dalam hati.


Han melakukan pekerjaan nya seperti permintaan Reza.


Reza" batalkan jadwal ku yg sampai jam 3 sore, yg lainnya undur dulu!!".


Reza kembali bekerja dan menyelesaikan tugasnya secepat mungkin dengan teliti.


Reza rapat dengan dewan keuangan,


Aura dingin dan menakutkan menyelimuti ruang rapat ini. Seluruh wajah manager menjadi ketat dan tidak enak dipandang mata.


" Bagaimana bisa kalian tidak menyadi kesalahan ini? Kalian kerja sambil tidur ya? Atau kalian emang sengaja?"


Suara Reza melengking membentak seluruh staf keuangan.


Seketika anggota rapat menjadi ciut nyalinya kala Reza marah seperti singa lapar di hutan rimba.


GM" maaf tuan, kami akan lakukan revisi secepat mungkin!!".


Dengan nada ketakutan luar biasa berbicara kepada Reza, sang CEO.


Reza" kalian gak becus, kalian sudah bosan kerja ya? Bilang saja....!!!?".


Reza menepuk meja dengan keras.


Semua anggota rapat terkejut dan sebagian ada yg hampir pingsan ditempat kala melihat Reza marah.


Reza terkenal dingin dan selalu berwajah datar tidak bersahabat Dimata semua karyawan. Meskipun demikian dia terbilang pengusaha muda yg sukses membangun Kerajaan bisnisnya dengan baik.


Manager" tidak tuan, hari ini juga akan kami selesaikan masalah ini....!!!".


Berbicara dengan nada ketakutan setengah mati hampir aja pingsan.


Gm' benar kata orang, CEO kami lebih galak dan kejam dari ayahnya. Bagaimana ini sekarang? Pasti kami kena pecat semua, sial nya....!!!'.


GM berkata dalam hati.


Reza" baiklah, jika hari ini gak selesai juga. Besok pagi, aku mau surat pengunduran diri kalian diatas meja!!".


Reza membentak dengan nada seperti petir yg menyambar saja.


Wajah Reza sangat menyeramkan sekali jika sedang marah, siapapun yg tahu pasti akan lari terbirit-birit jika bertemu dengannya karena salah.


Seluruh anggota rapat sudah keluar dan kembali ke ruangan masing2 untuk melanjutkan kerjanya kembali.


Han berdiri dibelakang Reza sambil memperhatikan Reza.


Reza memijit2 jidat dan mengendus kasar seperti baru terlepas dari ikatan yg begitu kuat sekali.


" Han, apakah perlu memecat mereka? Lihatlah hasil kerjanya, mengecewakan sekali. Aku hampir aja mati kesal ....!!".


Reza mengeluh kepada Han.


Han" jangan tuan,kasi kesempatan dulu. Nanti tuan muda menyesal???".


Han memberikan saran saja,


Reza" Han, tolong urus mereka. Bila harus dipecat, ya pecat saja. Paham?".


Reza melirik Han,


Baik tuan muda, saya paham....!!!


Jawab Han singkat saja.


" Aku lapar Han, ayolah kita makan!!".


Sambil tersenyum mengelus perut karena cacingnya sudah mulai demon.


Sampai ditaman, Han sudah menyiapkan segalanya dengan rapi dan begitu sempurna nya loh..,


Reza duduk menunggu aku datang,


Gak lama, aku tiba...


Aku" lama nunggu ya, maaf ya Reza?".


Aku melepaskan helm dan jaketku.


Sepasang mata menatapku dengan heran dan kagum sekali. Senyumnya indah dan menawan.... Membuatku gugup dan begitu malu.


" Apakah ada yg salah?"


Tanyaku padanya yg sedari tadi melihatku dengan tatapan aneh.


Reza tersadar dan tersenyum,


" Tidak, kamu manis sekali Aira!!!".


" Iiiih,,,, jangan menggodaku seperti itu. Aku jadi malu, dasar gombal...!!".


Sambil menahan tawa dan menutup mulutku dengan kedua tangan.


"Duduklah, ayo kita makan. Aku lapar!".


Reza mempersilahkan aku duduk dan kami mulai makan.


Aku" ceritanya nih, kamu kerja dimana? Tumben bisa bebas??".


Reza" ah cuma diperusahaan, buruh!!".


Reza terkekeh dan melihatku.


Aku" perusahaan mana?".


Aku bertanya karena penasaran.


Reza menunjuk kearah gedung yg paling tinggi dikota ini.


Aku"hah? Gak salah tuh? Aku gak percaya tahu? Gak mungkin??".


Aku tertawa geli sambil menikmati makan siang kami.


Reza" masa kamu gak percaya? Hem?".


Sambil makan dengan santainya.


Aku" ya iyalah aku gak percaya, secara itu perusahaan terkenal. Gak bisa sembarangan orang kerja disana, harus punya relasi dan latar belakang yg mendukung. Benarkan???".


Reza" iya sih, benar kamu bilang!".


Katanya dengan gembira.


' heh? Tahu banyak juga ini anak, aku semakin penasaran lagi nih?'.


Gumam Reza dalam hati.


Aku" kalau rejeki aku juga mau masuk kerja kesana, kalau bisa sih?".


Akhirnya kami selesai makan, kenyang.


Reza"tentu kamu bisa, asal sesuai dengan kualifikasi saja!! Kamu lulusan apa ya kalau boleh tahu???".


Aku"iya sih! Teknik informatika! Masih semester 5 kok".


Reza" bagus itu, semangat ya. Yakin kamu mau bergabung?".


Reza menatap aku dengan lekat.


Aku" tentu, tapi???".


Aku mulai diam dan ragu.


" Tapi apa sih?".


Reza tanya balik padaku.


" Dengar-dengar...CEO nya super galak dan garang sekali. Berwajah dingin dan menyeramkan sekali, sadis dan sangat sama karyawannya. Dia bakal gak segan2 buat mencampakkan karyawannya sesuai hatinya, seperti iblis saja seenaknya. Iiis....kalo ingat itu aku bisa merinding! Gak bisa kubayangkan kenapa iblis macam itu bisa jadi CEO ya? Kesal tahu??".


Kataku dengan polosnya pening dengan semangat 45 saja.


Reza yg mendengar seketika tertawa terbahak-bahak membuatku kesal.


Ha.....ha.....!!!! Reza terbahak.


" Kok ketawa, aku serius loh?".


Aku kesal padanya, seolah mengejekku.


Reza" masa iya CEO nya galak, garang, seram seperti iblis sih? Memang kamu sudah pernah lihat belum??? Sembarangan saja kamu bicara???!!!"


Reza hampir terserah dan aku memberikan dia air minum.


Aku" nih dengar ya, aku bersumpah. Demi langit yg tinggi, demi bumi tempatku berpijak. Jika aku bertemu dengan CEO galak itu akan kusiram dia dengan air, ku beri pita dirambutnya. Lalu akan kuberi dia air ludahku...!".


Aku mengangkat tangan seperti bersumpah beneran.


" Memberikan air ludahmu dengan cara seperti apa? Pakai lidah ya? Ha...ha...!".


Reza ketawa geli sendiri dan aku kesal.


" Kamu ya,suka menggodaku. Huh kesal aku sama kamu!!".


Aku menjulurkan lidah kearahnya,


Weeek.....???!!!


" Aira, sekali lagi kamu menjulurkan lidah akan kulahap sampai habis. Jadi jangan salahkan aku ya!!!?".


Reza berdiri dan membetulkan dasi.


Aku berdiri dan mendekat kearahnya,


" Memang nya kamu siapa?".


Weeeeeek......!!!?


Aku menjulurkan lidah sambil mengejeknya sesuka hatiku, yg penting aku puas dan aku plooong.


Raaap.....!!!✨


Tubuhku ditariknya dan Reza memeluk pinggangku erat sekali.


Aku kaget dan berusaha keras untuk melepaskan diri dari dekapan tangannya yg kuat dan kokoh itu.


Cuuup.....!!!!💋


Aku terkejut, kurasakan daging lembut dan kenyal menyentuh bibirku.


Kutatap kedua mata yg melihatku tajam dengan begitu hangatnya, aku kaget dan masih mematung.


Reza" akulah CEO galak, garang, menyeramkan dan kejam seperti iblis yg kamu bilang tadi Aira....!!!".


Reza membisikkan kalimat itu ditelingaku dengan lembut.


" Gak mungkin? Kamu bohong?".


Aku berkata demikian.


Reza" coba kamu lihat lagi,,,, apakah aku menakutkan seperti yg kamu bilang barusan Aira? Tidakkan Aira?".


Reza menyelipkan bunga mawar putih disela telingaku.


Aku diam dan mematung seakan tak percaya akan mimpi ini.


Reza" datang lah, lihat sendiri. Pastikan saja apa yg kamu ketahui. Aku akan senang menunggumu disana, Aira...?".


Reza mengecup ujung kepalaku,


Cuuup.....!!!💘


Aku" Reza....sialan kamu!!".


Aku membentaknya dan manyun.


Reza" kamu tambah cantik, aku harap kamu akan sering mengunjungiku. Aira...aku sangat senang sekali...!!".


Reza pergi meninggalkan aku yg kesal dan mematung itu.


Aku pulang dengan hati kesal bercampur takut yg amat sangat.


"Apa iya demikian ya? Dasar pembohong, aku tidak akan menemuimu lagi kelak. Sialnya aku, ciuman pertamaku hilang begitu saja. Ya Tuhan, tolonglah aku yg Malang ini. Baiklah, akan kuanggap saja berlalu kayak buang sial. Semoga kedepannya gak jumpa dengan dia lagi...!!".


Aku berkata sendiri sepanjang jalan.


Sampai di toko, mama bertanya padaku kenapa wajahku kesal.


jangan lupa like n komen ya.....