
" kak Bella, lihat game baruku. Ini terbaru dan seru loh. Selera game tuan Han benar benar sungguh bagus, ya kan?".
Fajar menunjukkan game PSP baru yg diberikan Han kemarin malam sebagai hadiah bingkisan dari tuan muda Reza.
" Lihat nih, kak Bella. Hape baru, keluaran baru yg limited edition. Harganya dibeli pake dolar tadi sudah ku serching di Internet sama Mbah Gogel. Keren kan?".
Raya per juga kepada Bella dan fajar.
Fajar" wah keren abis kak raya, selera tuan Han keren abis lah... He..he...we!".
Fajar dan raya sangat bahagia, mumpung dapat rejeki nomplok.
" Maklum, rejeki anak Soleh!!!" 😯😂😊
Ah... Masa iya sih? Macem betol aja...
" Lihat neh punya aku, note book Apple. Harganya fantastis loh, keren kan?".
Bella juga gak mau kalah, Raya dan fajar juga ikut kepo.
Fajar" kata tuan Han, kalo ada apa-apa beritahu beliau saja. Ya kan kak? Bener gak itu? Aku juga mau hape baru seperti punya kak raya, boleh gak ya?".
Dengan nada ragu dan gak puas.
Bella" jangan..!!! Nanti kalo kak Aira tahu kita bisa dimarahi. Mau kak Aira Ngamuk dan jadikan kita daging cincang buat makan singa dihutan? Hayo....!!?".
Bella menakuti kedua kurcaci itu dengan sangat sadis dan menyeramkan.
Raya" kak Aira kalo ngamuk bahaya loh, aku gak mau ah buat kak Aira marah!".
Akhirnya raya menyerah juga.
" Jangan takut kak, asalkan kak Aira gak tahu kan tidak apa. Ini rahasia kita saja, toh tuan Han gak akan marah kok?".
Fajar yg cengkal mulai jadi provokator yg professional dengan wajah meyakinkan.
" Jangan ah, kak Aira kasihan tahu...!!".
Bella kemudian mematahkan mantra dahsyat yg dilancarkan oleh fajar.
" Ya sudahlah, terserah kalian, aku gak mau kalau kak Aira Ngamuk. Tanggung sendiri akibatnya ya...!!!".
Bella akhirnya menyerah dan pasrah, dengan wajah kecewa sekali dia pergi kembali ke kamar menikmati note book baru yg diberikan oleh Han itu.
Raya" mana kartu nama tuan Han, aku mau save nomornya. Buat jaga jaga...!!".
Sambil tersenyum bahagia.
Fajar memberikan kartu nama Han, dan Raya ngSave nomor Han di hape nya.
Sementara itu aku yg kelamaan nunggu didalam ruangan akhirnya ngantuk dan bobo cantik aja lah.
" Mana dia? Apa dia sudah makan?".
Reza bertanya pada Han yg berdiri didepan pintu sedari tadi.
" Sudah tuan, nona didalam. Silahkan!!".
Han membukakan pintu dan dia masuk.
" Hem....kucing nakal...!!!".
Reza tersenyum kecil melihat aku tertidur diatas sofa.
Dia mendekati aku dan membelai rambutku dengan pelan agar tidak membangunkan aku.
" Anak nakal, bisanya tidur ditempat macam ini. Tapi....!!!".
Reza mencium keningku lembut, aku menggeliat manja dan masih nyenyak.
" Wajah polos inilah yg membuat aku jatuh cinta padamu, hatimu baik dan ramah. Senyummu manis dan ikhlas, jangan salahkan aku...jika aku menginginkan kamu seutuhnya Aira...!!".
Reza duduk tepat disebelahku dan sibuk dengan hapenya...alias dunianya.
Setengah jam kemudian aku terbangun karena, mendengar suara Han membuka pintu dan masuk.
" Tuan muda, tuan besar dan nyonya mencari anda. Mereka sudah dirumah besar sekarang. Bagaimana?"
Han berkata dengan tegas.
Aku perlahan membuka mata dan menggeliat untuk bangun.
" Han, apakah dia sudah datang? Kenapa lama sekali. Aku mau pulang saja!".
Aku berkata parau sambil mengucek mata karena sepet baru bangun.
" Mimpi apa honey? Apakah aku ada dalam mimpimu tadi? Huh?".
Reza mendekatiku dan tersenyum.
Hah? Kaget aku. Sambil mengelus dada.
' ya Rabb seperti hantu. Terkejut aku!!".
Kataku dalam hati.
" Han, tolong siapkan baru baru. Kamu tahu maksudku kan?".
Reza melirik Han tajam,
Han hanya tersenyum dan mengangguk
" Paham tuan, saya siapkan!".
Lalu Han pergi entah kemana.
Manalah awak open, week...!!!😝😜😛
" Ayo ganti baju, aku ajak kamu bertemu seseorang yg spesial. Kamu pasti paham, semoga saja lancar ya honey...!!".
Dengan lembut menarik tanganku keluar.
" Memang kita mau kemana lagi sih? Apa segitu pentingnya mereka? Hei...!!?".
Aku mengikuti langkah kakinya yg panjang dan cepat itu.
" Jangan berlari honey, nanti jatuh loh!".
Kata Reza mengolok diriku, dengan tertawa lebar dan ringan.
" Aku bukannya lari, tapi kamu jalannya yg kencang sekali. Lagian kakiku pendek, langkah kakimu panjang. Dasar licik!".
Kataku sambil agak marah dan kesal.
"Ha...ha...aaa!!! Masa iya sih!".
Reza mulai melambat berjalan dan mengikuti langkah kakiku.
Mobil melaju kesebuah villa yg indah,
Memasuki pintu gerbang yg mewah namun klasik itu. Ditaman dipenuhi bunga mawar yg indah sedang bermekaran dan berbagai macam Bungan serta tanaman lainnya.
Kami berdiri didepan pintu dan Reza mengetuk pintu itu.
" Bibi....bibi....ini aku. Reza pulang bibi!!".
Terdengar suara langkah kaki berlari dan membuka pintu rumah.
Wanita separuh baya itu memeluk Reza dan menciumi Reza seperti 100thn gak ketemu lah pokoknya.
" Tuan kecil sudah pulang, apa kabar!".
Wanita itu melirikku dan heran.
" Oh ya bibi, ini Aira Chen. Calon istrinya Reza, cantikkan bibi?".
Reza berkata seenaknya saja dan aku hanya bisa tersenyum dengan paksa.
" Ya Karim, cantik sekali. Tuan kecil memang tahu saja, oh ya ayo masuk!!".
Bibi mempersilahkan kami masuk.
Didalam villa yg indah dan klasik itu, terpampang foto ukuran besar. Kulihat ada anak kecil, Han...dan entahlah.
Aku berhenti jalan dan melihat foto itu lama tanpa kedip sedikitpun.
" Itu siapa? Han juga ada...!!".
" Tentu aku lah honey, kenapa? Kaget?".
Reza duduk dan membuka sepatunya.
" Hah? Masa iya itu kamu? Aku gak percaya. Bukankah wajahmu seram?".
Aku terkekeh kecil.
Kemudian bibi datang membawakan susu hangat dan camilan manis.
" Iya itu tuan kecil, sewaktu dulu!".
Bibi itu menjelaskan.
" Itu orang tuaku, mereka sudah tiada sewaktu aku kecil. Aku dibesarkan oleh adik papa dan istrinya, mereka baik dan sangat perhatian sekali. Aku beruntung!".
Kata Reza dengan wajah agak sedih.
Aku terdiam dan kasihan melihatnya, baru kali ini aku melihat wajah Seekor macan si Raja hutan sedih. Wow...!!!
" Itu berkah dari yang Maha Kuasa padamu, syukuri dan jalani saja. Banyak orang ingin sepertimu dan banyak pula yg iri dan ingin menghancurkanmu. Mereka sulit mencapaimu, itu juga suatu keberhasilan yg luar biasa. Masih belum bersyukur juga yah? Hayo....??".
Aku berjalan mendekatinya dan duduk disebelahnya sambil tersenyum.
" Mana hape? Aku kasih hadiah...!!!?".
Aku main mata padanya.
Dia memberikan hapenya padaku dan heran melihat aku.
" Ini ada mainan hape, kalau berdekatan jarak 20meter maka lampunya akan berkedip kedip. Lucukan?".
Aku memasangkan dihapenya. Lalu satunya di hapeku.
Lalu aku meletakkan hapeku disebelah hapenya, lalu lampunya berkedip.
" Baguskan? Itu hadiah buat mu!".
Kataku lembut padanya,
" Couple ya honey!!! Bagus kok! Thanks!".
Dia mencium kupingku lembut.
" oh iya sama-sama. Suka???".
Aku bertanya sekedar meyakinkan dia.
" Iya suka, baru pertama kali aku mendapatkan hadiah istimewa dari orang yg kucintai selain orang tuaku dulu. Kamu baik dan perhatian, aku cinta padamu!".
Dia menggodaku lagi,
" Semoga kalian bahagia, tuan kecil akhirnya anda menemukan cinta sejati juga. Bibi sangat senang sekali...!!".
Bibi tersenyum dan kembali kedapur.
" Kamu kesepian ya? Maaf aku tidak paham apapun tentang dirimu!".
Aku menjadi merasa bersalah padanya.
Dia hanya tersenyum saja sambil merebahkan diri sejenak.
Tidak lama kemudian Han tiba dan memberikan aku sebuah bingkisan.
" Nona Aira, bersiaplah. Kita akan berangkat. Kita kembali kerumah besar!".
" Ah iya, dimana aku bisa ganti?".
Aku bertanya pada Han.
" Dikamarku saja, Han tunjukkan!!".
Tiba-tiba dia menyahut alias nyelonong.
Han menunjukkan ruangan itu dan aku mandi dengan segera. Selesai berpakaian aku keluar dari kamar mandi dan alangkah kagetnya aku melihat Reza sudah menunggu dengan handuk dipundaknya.
" Lama juga mandinya? Semedi ya?".
Kata Reza sambil masuk kedalam.
Aku hanya tersenyum karena kaget,
" Dasar aneh, tiba-tiba berubah baik!".
Aku segera turun dan menunggu dia didalam mobil bersama Han.
" Nona Aira, sepertinya sebentar lagi tuan muda akan melakukan sesuatu pada anda. Bersiaplah nona...!!".
Han menghidupkan mobil dan musik.
Aku hanya heran saja, sambil memikirkan perkataan Han tadi.
' hah? Masa iya sih? Amazing...! majikan dan pengikutnya sama gila dan sinting. Entahlah, mau lari juga bakalan gak bisa. Terima saja dengan legowo!'.
Gumamku dalam hati kecilku kesal.
Kemudian Reza masuk dengan pakaian yg amat mengerihkan bagiku, bagaimana tidak?
Masa dia pakai piyama? Aku juga pake pakaian biasa saja, aku sih sudah biasa. Nah dia? Amazing, luar biasa...!!!😱😂
Aku terus menatapnya sepanjang jalan, ya kurasa dia juga sadar akan sikapku.
" Kenapa heran? Aku tidak punya baju biasa, yg ada cuma piyama. Bukankah ini juga baguskan? Ini selera Han loh!!!".
Katanya dengan bangga memakai piyama, memang sih model terbaru.
" Iya aku tahu kok, kamu suka pakai piyama. Sewaktu kerumahku tengah malam, lalu jemput aku ditaman...juga pakai piyama. Kamu pakai apa saja tetap sjaa tampan kok, jangan kuatir kan itu!!".
Aku mengatakannya dengan ringan, alias keceplosan aja.
Maklum bro, remnya blong....!!!
Kulihat seketika dia berubah bahagia dan tersenyum melihatku,
" Kamu juga cantik pakai dress itu. Itu punya mendiang mamaku, aku pikir kamu cocok memakainya. Eh ternyata tebakanku tepat, itu idenya Han ...!!".
Han hanya tersenyum saja,
' benar juga, nona Aira cocok memakainya. Cantik dan anggun seperti nyonya besar. Aku tidak salah bukan?'.
Gumam Han dalam hatinya.
' ya tuhan, kedua orang ini memang aneh sekali. Aku heran kenapa tuhan tak adil padaku, aku selalu saja dikerjai. Ya Karim, ridhoilah aku. Amin...!!'.
Aku terus menggerutu sepanjang jalan.
Sementara Reza tersenyum bahagia, seperti orang yg kejatuhan emas satu karung, sementara Han seperti liburan aja cuti setahun sangkin bahagianya.
Sampai dirumah, aku terkejut kenapa ramai sekali orang didalam. Suara tawa mereka terdengar hingga pintu depan.
' sudah dimulai ya kumpul keluarganya, papa dan mama pasti bahagia. Ya...!!'.
Kata Reza dalam hati.
Reza menggandeng tanganku erat dan Han berjalan dibelakang kami,
" Ah...anak kesayangan mama. Selamat datang, mama rindu anak mama ini!!".
Mama menyapa Reza dengan hangat dan senyuman ramah.
Papa" siapa itu nak? Kenalkan lah!".
Papa tersenyum sambil main mata.
Reza dan aku berjalan kearah mereka dan menyalaminya dengan sopan. Kemudian kami duduk didepan mereka, aku begitu gugup dan takut.
" Ah iya, mama...papa...ini Aira Salsabila Chen. Calon istri Reza, bukankah Han sudah bilang kan hari ini Reza akan bawa mantu mama kerumah. Ya kan papa?".
Reza masih saja menggenggam tanganku dengan begitu erat.
'hah? Apanya mantu? Siapa yg mau sih? Ini CEO saraf ya, ya tuhan matilah aku!! Seenaknya memutuskan sesuatu sih?'.
Aku terus berkata dalam hati,
Mama" bagus dong kalau begitu, mama sudah gak sabar pengen Gendong cucu!".
Dengan nada riang gembira,
' apa? Cucu? Ya ampun, tolong selamatkan aku ya Rabb, ini kandang singa berbahaya sekali sih?'
Kataku dalam hati geram sekali.
" Iya mama, rencana nya Aira wisuda dulu. Tapi karena mama pengen Gendong cucu, Reza usahakan bulan ini?".
Dia berkata dengan ringan tanpa beban,
Lah? Kok gak tanya aku dulu, bagaimana dengan hatiku dan keluargaku. Apakah aku tidak bisa menolak ya.
Aku hanya bisa mendengar dan diam menunduk saja, takut salah. Langsung dipenggal sama Sultan. Parah ah...!!!
Papa" loh kok lama sekali, kenapa gak Minggu depan saja sayang? Lebih cepat lebih baik kok. Papa yang atur, kasih tahu saja dimana alamatnya Aira. Oke!!"
Papa tertawa lebar sekali.
Aku hanya melotot saja menatap Reza dan menetes juga air mataku, seketika Reza memeluk aku dan membenamkan wajahku kedadanya.
" Kenapa nangis, bukankah kamu senang kalau aku bersungguh sungguh kepadamu. Aku sudah berjanji akan menjagamu seumur hidupku, Aira. Jangan nangis lagi ya, orang tuaku suka padamu. Aku cinta padamu. Apa lagi?".
Dia berkata lembut dan berbisik di telingaku didepan orang banyak.
Mama" Reza, kamu romantis sayang. Seperti papa kamu dulu sama mama!".
Mama mulai memuji pahlawannya itu.
" Aira jago masak loh mama, katakan papa mau makan apa? Masakan Aira terbaik didunia ini, mau coba?".
Reza mencoba mengalihkan mereka.
"Ayolah honey, kita kedapur. Jangan nangis lagi, atau kamu mau kuberikan hukuman yg berat untukmu honey?".
Reza berbisik lagi padaku.
Aku hanya mengangguk dan mencoba untuk bersabar saja.
Jangan lupa like n komen ya kak...!!!