CEO, I hate you

CEO, I hate you
8



Kami tidur diruang tamu bersama dengan alas karpet saja, katanya fajar dan bella ketakutan tidur dikamar. Jadi kami tidur bersama diruang tamu,


Fajar" kakak? Papa bisa sembuhkan?".


Si bungsu kami bertanya, raya dan Bella meliriknya tajam dan kesal.


Bella" bisa dong!!! Kenapa fajar bilang begitu? Ada yg salah syg?".


Bella bertanya lembut dan penuh kasih.


Fajar" tapi kenapa papa gak buka mata kak? Aku menjadi takut sekali?".


Kulirik ketakutan Dimata fajar berlebih.


Aku" sembuh kok, besok kak mau kerja. Kalian baik- baik jaga mama, karena kakak sudah pinjam uang sama bos!".


Sambil mengepalkan tangan.


Raya" hati-hati ya kak. Semoga kak sukses dan selalu bahagia...amin!".


Raya melihatku dengan bahagia, tapi mereka tidak tahu apa sebenarnya yg terjadi kepadaku.


'sudah terjadi, mau bagaimana lagi, hadapi saja. besok sekuat tenaga. Huh?'.


Aku menutup mata.


Tidak butuh waktu yg lama akhirnya kami tertidur juga. Terlelap dalam mimpi panjang yang indah dan penuh kebahagiaan. Meskipun kenyataan nya tidak demikian, tapi harus bisa dan harus kuat menjalani nya. Karena semua sudah diatur, semua ada takaran dan ukurannya serta semua itu sudah ditentukan yg maha kuasa. Semoga dikehidupan ini semua yg kuimpikan terjadi.


Bagaimana bisa terjadi indah, leherku saja sudah terikat tali baja yg kokoh. Kakiku juga sudah terpasang rantai belenggu yg kuat, semua asa, impian dan masa depan hancur seketika.


Reza" bagaimana Han? Apa dia setuju?".


Reza duduk santai diatas sofa ruang tamu sambil menikmati segelas kopi.


Han" iya, ini kontraknya?".


Han memberikan kontrak yg sudah kutanda tangani tadi.


Reza tersenyum bahagia tanda kemenangan besarnya.


" Haiiiz, Aira syg? Mulai sekarang kamu gak akan bisa lepas dari tanganku. Aku jadi tak sabar melihatmu esok disini?".


Han" tuan, ternyata papa Aira.... Tuan Chen adalah sopir gudang kita diperusahaan. Bagaimana?".


Han bertanya apa tanggapan Reza mengetahui papa Aira adalah karyawan di group Habsah.


Reza" bagus lah, berikan santunan yg besar dan tidak usah kerja lagi. Aku akan membiayai hidup mereka, asalkan si Aira setuju dengan syaratku kelak?".


Masih dengan nada sombong selangit dan penuh percaya diri.


Han" baiklah, selamat istirahat tuan muda. Semoga hari anda menyenangkan!".


Han pergi meninggalkan Reza yg masih begitu senang kala aku setuju akan kontrak yg diajukan nya.


Reza" Aira ....Aira datang lah padaku. Sekarang kamu terikat dengan ku selama 6bulan penuh, anak nakal dan periang. Semoga menjadi anak yg penurut! Kamu butuh uang dan aku butuh kamu, kita impas. Aira....Aira polosnya!".


Reza kembali ke kamar dan tidur.


End....


Dikampus, aku dan Arya sibuk mengerjakan tugas yg diberikan dosen.


Arya" Ra....? Habis ini kamu kemana?".


Arya menatapku tajam.


Aku" kerja, mulai ini hari sih. Oh ya kamu dah siap tugas dari pak Hamid?".


Arya" belom, kamu?".


Aku" sama juga dong, aku gak pala paham masalah web. Apalagi pake dreamwaver gitu? Pusing pala?".


Sambil memijit jidat pusing karena gak paham masalahnya sama sekali.


Arya" studi kali ini bisa nilai C aja syukur! Gak usah ribet juga, nilai B itu sebuah keajaiban tahu, Ra.....?".


Arya menjadi lemas dan malas-malasan menulis tugasnya.


" Arya,....Arya....kamu mau ngulang lagi tahun depan hah? Kamu ini ya, jangan malas-malasan Napa. Ayo kita kerjakan bersama, siapa tahu kelar. Ayo dong!".


Aku merayu Arya dengan sebuah permen loli yg besar, membuatnya semangat lagi.


Arya membuka laptopnya dan mulai mengetik ini dan itu sesuai instruksi dariku, kalo ditanya Typing si Arya bisa 90-96 gitu lah rpm nya.


Arya" Ra....? Kamu serius belum ada laptop ayo note book gitu?".


Masih sibuk dengan dunianya,


Hm.......mm!!! Jawabku singkat.


" Yang bener kamu Ra...? Jadi gimana kamu belajar nya sih?".


Arya penasaran dan mulai mengintrogasi aku dengan cermat. Biasalah mulut si Arya itu ember yg mblewer.


"Ada, cuma PC aja. Itupun jadul, yg penting bisa dipakai. Kenapa?".


Aku melirik Arya dan tertawa.


" Aku sih ada 2, yg satu sudah model lama. Kalau mau bisa buat kamu, soalnya sayang tidak terpakai kok!?".


Arya menawarkan padaku barang miliknya karena prihatin dan kasihan melihat kondisiku ini.


" Gak usah, aku bisa pakai yg dirumah kok kalau masalah tugas. Lagian meskipun aku gak ada laptop atau notebook kayaknya masalah pelajaran aku selalu unggul dibandingkan dengan kamu loh Arya? Bener gak? Hi..hi...ini?".


Aku terkekeh seketika melihat Arya yg bengong melihatku.


" Iya...iya....iya deh. Aira emang no.wahid. kamu emang bisa diandalkan sejak dulu, makanya aku senang berteduh padamu! Ha...ha....aaaa!!!".


Si Arya menggodaku lagi dengan genitnya dan polosnya itu.


Hampir sejam lebih kami mengerjakan tugas bersama dan akhirnya selesai juga.


Arya" kalau diselesaikan kelar juga Ra?".


Sambil menutup membereskan buku.


" Kamu tinggal print aja, besok kamu kumpulkan aja punyaku. Buat cover nya yg menarik oke. Jangan sama kyk punya mu, jangan lupa itu?".


Aku mengingatkan Arya kembali supaya dia tidak lupa lagi.


Sifat jelek si Arya itu pelupa dan pikun, ituh lidah kalo gak nempel pasti hilang atau tercecer entah dimana. Ini kalo dia lupa taruh dimana? Mau kemana kucari, cilaka bener kan sifatnya itu.


Ha.....ha....aaaaa!!!! 😂


Sebenernya sih, aku dan Arya gak jauh beda sifatnya. Aku juga agak Pikun loh.


Ha...ha...aaa!!!


Maling kok teriak maling sih? 🤣


End...


Ting...Tong....!!! 📲


Private number is calling...


' waduh, kok aku punya firasat buruk ya. Sekujur tubuhku merinding gak karuan!'.


Gumam ku dalam hati kecil.


Aku melirik nya dan mengangkatnya langsung dengan sigap.


Aku: ya halo....?


Aku mulai takut nih,


Seketika telpon mati, aku mulai pucat beneran akibatnya.


Arya yg menyadari akan perubahan sikapku itu mulai curiga dan bertanya,


" Kenapa kamu? Dari siapa?".


" Dari bos, mulai sekarang aku akan bekerja paruh waktu. Karena kemarin aku pinjam uang dari orang ini. Ya sudah, Arya bawel aku berangkat ya. Sampai jumpa besok Arya bawel.....!!!".


Aku meraih tasku dan berlari sekencang angin topan menuju gerbang kampus.


Didepan gerbang, Han sudah nunggu dan membuka pintu belakang.


" Silahkan masuk nona Aira, kita berangkat sekarang....!!!".


Han dan aku meninggalkan kampus.


Han" nona Aira, seperti bisa pekerjaan anda mematuhi perintah tuan muda saja. Jika anda membatalkan kontrak sebelum kontrak berakhir maka anda didenda 1M.


Jika anda tidak melakukan apa yg diperintahkan tuan muda, gaji anda akan dipotong langsung 50%.


Jika anda patuh dan tuan muda puas maka gaji anda akan ditambahi bonus.


Tidak boleh memukul tuan muda apalagi berteriak padanya.


Jika anda butuh apa-apa bilang saja pada saya, maka saya akan penuhi segalanya sesuai perjanjian kontrak.


Mulai saat ini juga seluruh biaya hidup anda dan keluarga adalah tanggung jawab kami, jadi apapun keinginan nona Aira silahkan utarakan saja....


Apa anda paham sekarang nona Aira?".


Han melirikku tajam dari kaca spion.


Aku" apa tidak ada wanita lain? Kenapa juga harus aku sih? Selera kalian Holang kaya itu aneh sekali, diluar nalar?".


Sambil melirik kejendela samping.


Ha....ha....aaaa


Han tertawa geli mendengar ucapanku,


" Maaf nona Aira, kalau masalah itu saya tidak tahu. Kenapa tidak anda tanyakan saja sendiri dengan tuan muda, kan lebih afdol lagi jawaban beliau?".


Han masih saja tersenyum melihatku.


" Bagaimana mau tanya? Kamu bilang tidak boleh berteriak ataupun bersuara tinggi jika berbicara padanya bukan. Tahu tidak? Melihat wajahnya yg aneh itu saja aku sudah mual dan kesal mau mampus seketika itu juga, hah? Tahu gak?".


Akhirnya aku mengungkapkan kekesalanku pada Han dengan blak blakan juga akhirnya.


Han" hai nona Aira, kalau boleh saya kasih saran pada anda. Didunia ini tidak ada yg bisa menolak tuan muda keluarga Habsah, gubernur saja tunduk. Sekedar informasi saja buat anda nona Aira...?".


Aku" kau dan tuanmu sama breengseknya loh, aku benci kalian...!".


Aku meninju pindah Han, membuat dia terkejut.


Han" terserah nona saja kalau begitu?".


Kami tiba dirumah besar, alias neraka bagiku. Disinilah awal penyiksaan ku.


Han" langsung saja kedapur, masak untuk makan siang tuan muda....!!".


Aku berlalu saja tanpa berbicara dengan Han, maklum efek kesal tadi. Jadi masih kebawa bawa emosinya yg membara.


Sejam sudah aku perang didapur, dan akhirnya selesai.


Han" rapikan makanan nya dan kita bawa kekantor...tuan muda sudah nunggu!".


Ada 2 pelayan yg membantuku untuk menyiapkannya di box bekal.


Aku" tugasku selesai bukan?".


Aku bersiap sampul merapikan rambut.


Han" anda juga ikut nona Aira, itu perintah tuan muda tadi?!".


Sambil menarik tanganku dengan keras.


Aku mengikuti saja langkah kaki Han, didalam perusahaan ini Han juga begitu disegani. Sepanjang jalan banyak karyawan yg memberikan hormat padanya tapi.... Si Muka datar ini cuma diam saja dan berlalu. Buat kesal aja...


Sampai disebuah ruangan, kulihat si Raja Iblis sedang fokus kerja. Kedatangan kami aja dia gak tahu. Han juga diem saja berdiri disebelahnya tanpa ekspresi dan suara sedikitpun.


Ehem......!!!


Akhirnya aku gak sabar karena kesal nunggu si Raja Iblis itu sadar akan kami.


" Aira? Kapan kamu datang nya?".


Menutup laptop dan senyum sumringah seperti matahari disiang hari.


" 5menit yg lalu, kamu asik sendiri didalam duniamu itu. Apalagi tuh, si Han ditegur yg lain diem aja kayak patung!".


Aku berkata dengan kesal dan ketus.


" Ah masa iya sih? Bener gitu Han?".


Dia menatap Han, memberikan kode agar Han pergi meninggalkan mereka.


Han" selamat makan tuan muda, saya permisi dahulu....!!".


Han pergi meninggalkan kami.


" Kamu masak apa hari ini sih? Pasti enak nih, jadi pengen makan segera! Sajikan!".


Masih dengan nada bicara yg dingin.


Aku menyajikan makanan,


" Kamu gak makan?".


Dia bertanya dengan tatapan mengerihkan dan menakutkan lagi.


" Aku sudah makan dirumah tadi, habiskan saja makan siang nya. Nanti dingin, gak enak loh?".


Aku menyodorinya jus orange.


Kulihat dia makan dengan lahapnya, aku melihat lihat sekeliling ruangan kerjanya.


Saat aku menatap dari kaca, kulihat pemandangan indah.


Orang yg berjalan tampak kecil, rumah besar tampak mungil dan kendaraan yg lalu lalang tampak lucu dan imut seperti semut yg berjalan berbaris.


Menatap itu semua, membuatku bersyukur bahwa aku dapat melihatnya dari sudut pandang yg berbeda. Ternyata indah jika dilihat dari atas.


"Tuan muda? Apakah setiap hari anda memandang seperti ini ya?".


Aku bertanya dengan spontan.


" Tuan muda? Hei jaga ucapanku Aira?".


Dia kesal karena aku memanggilnya tuan muda, padahal sebelumnya aku memanggilnya dengan nama saja.


Itu semua karena si Han,lidahku jadi keplesat juga gara-gara dia.


"Indah loh, ya kan?".


Aku kemudian berkata demikian dengan spontan juga.


"Iya, setiap hari saya memandang demikian kok...kamu juga boleh menatap demikian. Asalkan jadi istri saya!!!".


Seperti petir menyambar, begitulah yang kurasakan saat ini juga.


Aku hanya terdiam saja dan kembali menatap pemandangan indah itu.


Jangan lupa like n komen ya....!!!