
Aku duduk ruang tv karena sudah selesai menyiapkan makan siang Raja Iblis yg menyebalkan itu. Sambil ditemani makan kripik kentang aku lihat film kartun.
Tiba-tiba duniaku yg damai dan tentram hancur seketika mendengar teriakan yg mengema di seluruh rumah, siapa lagi kalo bukan Tuan muda. Seperti kata Han, biasanya habis rapat dia bakalan ngamuk dan bad mood. Maklum banyak tekanan sana dan sini, ini dan itu...gawat ahh!!!
" Han.....Han.....!!!! Kemari.....!!!".
Suara tuan muda menggema, semua pelayan ketakutan.
" Apa sih? Teriak teriak siang bolong? Dasar iblis, menghancurkan lamunan indahku saja dia? Sial....sial....!!!".
Aku berkata sendiri, dan marah sendiri.
Han yg sedari tadi memperhatikan aku hanya tersenyum sambil berjalan keruangan kerja Reza.
Ya tuan muda....!!! Jawab Han singkat.
" Aku kesal Han, kenapa pimpinan anak cabang kita bodoh. Carikan gantinya, aku bisa bangkrut kalau dia terus yg pimpin. Tolong urus dia, oh ya Han....Hem???".
Kelihatannya dia sedang berpikir,
" Ya tuan, ada lagi kah?".
Han melirik tuan muda dengan senyum kecil, sepertinya Han sudah paham.
" Han? Sudah jam berapa? Apakah Aira sudah datang? Makan siang bagaimana? Aku sungguh lapar Han, Hem......???".
Sambil memijit dahi perlahan dan menghembuskan nafas yg kasar sekali.
" Nona Aira sudah lama tiba, makan siang sudah tersedia. Anda mau saya panggilkan dia bukan?".
Han tersenyum kecil melihat Reza.
Seketika awan menjadi cerah dan matahari menyinari mata Han.
" Kamu paham saja Han, tolong!".
Sambil tertawa lebar dan gembira.
Han" baik tuan, saya turun kebawah!!!".
Han memberikan hormat dan meninggalkan tuan muda diruang kerja.
' asik nih, Aira sudah datang. Hari ini dia mau menghiburku dengan cara apa lagi ya? Aku betah lama dirumah, asalkan Aira ada. Cewek keras kepala itu cukup menghiburku juga sih, ah senang nya!!'.
Reza bergumam sambil senyum dan ketawa seorang diri seperti orang gila.
Han menghampiriku dan menyapa,
" Nona Aira, tuan muda ngamuk tuh. Bukankah nona bisa menenangkan beliau yg lagi ngamuk itu? Beliau diruangan kerja sedang kesal.....!!".
Han duduk didepanku sambil membaca buku yg kulihat sekilas tentang filosofi.
Aku" baiklah, aku akan jadi santapan singa hutan yg kelaparan. Kau licik Han!".
Aku berjalan kedapur dan meninggalkan dia duduk disofa depan tv.
Didapur aku menyiapkan es krim dengan saus strowbery, semoga saja dia suka.
" Ah hidupku jauh lebih sulit sekarang, pasti akan bertanya padaku untuk apa uang 10jt tadi pagi yg kutarik. Pasti dia akan bilang kenapa banyak sekali? Kemana dan bagaimana aku menghabiskannya? Aku harus jawab jujur, pasti dia akan marah atau malah menertawakan diriku ini. Oh tidak, malang betul nasibku ini. Habislah aku bakal kena senyap sekejap mata!".
Aku berjalan sambil membawa semangkuk es krim keruangan kerjanya.
Tok....tok.....!!!!💢
Aku mengetuk pintu perlahan dengan rasa takut dan risau dihati.
"Masuk lah....!!!".
Katanya dengan nada setengah berteriak, sontak.membuatku makin kaget dan panik sekali.
Kurasakan jantungku berdegup kencang dan mau loncat entah kemana. Hawa dingin menyelimuti seluruh tubuhku, bukan karena dingin nya es krim ini. Tapi aku mulai berkhayal apa yg akan dilakukan raja iblis ini padaku, karena aku sudah menarik uang nya pagi buta dengan jumlah yg fantastis menurutku.
' mampus!!! Lebih baik tuhan mencabut nyawaku sekarang saja bukan? Dia kan memukulku dan menghabisiku, hukuman apa yg pantas buat ku tuhan???'.
Gumamku dengan rasa takut dihati.
Sampai didepannya aku meletakkan es itu diatas meja, kulihat wajahnya seperti Jeruk purut yg ditekuk tekuk sangkin jeleknya menatapku saat ini.
" Kenapa kamu takut Aira? Apakah saya menakutkan mu? Apakah saya jelek?".
Dia bertanya sambil menatapku tajam, bayangkan saja matanya itu seperti elang yg siap menerkam mangsanya.
" Ah tidak kok!!!".
Jawabku singkat dengan nada yg terbata bata dan gugup sekali.
" Kamu bawa apa itu?".
Dia menatapku dan tersenyum manis.
" Es krim stroberi, manis...enak. Mau?".
Aku menyodorkan sendok kepadanya.
" Boleh lah, kamu duduk temani saya!".
Dia mulai makan es krim yg kubuat.
Aku hanya diam sambil tunduk saja.
' syukurlah dia gak marah dan ngamuk, dasar Han sialan. Beraninya menakutiku dan mengerjaiku, awas saja kamu Han. Lain kali akan kubalas kamu!!'.
Gumamku dalam hati kecil ini.
" Enak sekali loh Aira!!! Kamu yg buat?".
Sambil memakan dengan perlahan.
" Iya, anda suka ya? Nanti saya buatkan lagi kalau anda mau?".
Kataku perlahan, menutupi rasa takut.
" Huh? Jangan panggil begitu, mau saya hukum kamu? Panggil sayang ya....!!".
Dia berkata dengan lantang dan membuatku terpaku dan kagum.
" Ah iya maaf ya. Maaf sayang?!".
Aku berkata demikian sambil menahan tawa yg hampir saja keluar.
" Begitu kan mesra sih, ah....Aira honey!".
Sambil tertawa lebar, meledekku.
Selesai dengan es krim dia langsung mengajakku turun keruang keluarga. Katanya nemani dia main catur dengan Han, entah apa maksudnya. Yg penting aku manggut saja dengan anteng.
Suasana hening dan mencekam, baik Han dan Reza hanya diam saja.
Han" tuan, tadi pagi saya dapat laporan kartu ATM anda ada yg menggunakan. Sepertinya itu laporan dari ATM nona Aulia, jumlahnya anda lihat saja!!!".
Ham memberikan handphone nya untuk dilihat oleh Reza.
Reza hanya tersenyum saja,
" Berapa jumlahnya? Katakan saja!!".
Sambil meminum teh yg hangat.
Aku hanya terdiam dan mulai takut kembali, kulihat Han tersenyum licik.
" Sekitar 10jt, nona Aira bagaimana?".
Aku menunduk dan memegangi jantungku kuat dan erat.
"Oh cuma 10jt, aku kira 100jt. Itu belum seberapa dibanding rasa senang dihatiku selama ini karena kamu selalu ada buatku. Oh Aira .....honey! Jangan takut begitu, saya tidak akan marah...!!".
Reza tertawa dan mencium keningku.
Cuuu......uup!!!💋
Han berdiri dan meninggalkan kami berdua diruangan keluarga ini.
" Jangan takut, saya masih bisa menahan diri. Lagian saya gak akan memaksa dan menyakiti wanita yg saya sukai kok, hei honey...jangan takut!!!".
Reza memelukku dan menarikku agar duduk dipangkuannya.
" Ah.....kamu jahat. Apa maumu?".
Aku berteriak dan mencoba lepas dari pelukannya yg semakin erat.
" Aira, percayakah pada cinta pertama? Apakah kamu percaya honey?".
Reza menggigit kupingku, membuatku gugup dan kaget.
Seketika pipi ku berubah merah dan mataku melotot memandang matanya.
' ya tuhan, matanya bersinar seperti berlian. Alisnya tebal dan indah, wajahnya lebih tampan dari biasanya. Hidungnya seperti tembok Cina yg panjang dan menjulang tinggi. Rambutnya coklat tua dan lebat, begitu klimis dan rapi setiap saat. Bulu mata yg indah nan panjang, sumpah aku terlena. Inilah makhluk ciptaan Tuhan paling sexy yg dikatakan Mulan Jameela. Begitu tampan, cool dan perfecto...ah!!! Tuhan tak adil, kenapa cuma dia saja yg tampan dimataku. Ah, jantungku hampir copot dan lepas berlarian entah kemana. Sumpah, bahwa Tuhan tak adil....!!'.
Gumamku dalam hati menjerit.
" Apa kamu baru menyadari bahwa aku begitu tampan honey? Ayolah!!!".
Reza mencium dan mengendus tengkuk leherku dengan lembut.
" Jangan seperti ini, tolong! Hentikan?".
Aku mulai gelisah dan galau, aku mulai merasakan duduk yg mulai menyiksa.
Bagaimana tidaaaaaak??? ðŸ˜
Aku merasakan ada yg mengganjal ditempat aku duduk, sumpah kulihat dia menikmati siksaan yg kudapat darinya.
'aagr.........aaarghhh......!!!! Dasar sialan, dia mulai menyiksaku lagi. Bagaimana ini, tuhan selamatkan aku dari singa yg sedang lapar ini. Tolonglah aku.....!!!'
Aku terus berdoa didalam hati, agar tuhan menyelamatkan aku.
" Tenanglah honey, aku tidak akan mengusikku kok. Aku tidak akan menyiksa wanita pujaan hatiku, percayalah. Kasih sayang ku besar padamu sampai saat ini, aku tidak akan memaksamu melakukan hal yg tidak kamu suka, Aira....honey....!!!!".
Reza terus menempelkan kepalanya dipundakku dan mengendus leherku.
" Apa....apa....apa maumu?Hem....eem!".
Aku mulai terenggah enggah menahan emosi dan rasa aneh yg muncul sedari tadi yg kutahan.
" Kamu anak pintar dan bijak, aku ingin kamu selalu disisiku. Jadilah wanitaku, jangan jauh dariku. Aku akan menjagamu dan menjaga keluargamu. Aku janji!!".
Sambil membelai rambutku,
" Aku tak paham apa maksudmu...!!".
Aku menjawabnya spontan, pikiranku kacau balau dan berantakan.
Jantungku berdebar kencang,
" Jantungmu berdebar sangat kencang, tubuhmu merespon juga. Aku tahu kamu juga tertarik padaku bukan? Aira...pacaran yuk? Aku cinta padamu!!".
Reza berkata lembut di telingaku, membuatku bingung dan masih tidak percaya akan apa yg kudengar.
Apa????" Kataku seketika.
" Aku tidak akan mengulang, Han akan mengurus semua kebutuhanmu. Keluargamu akan diurus Han mulai hari ini, jangan menjauh dariku. Tahu tidak?".
Suaranya lembut membuatku malu.
Apa? Katakan!!! Kataku lagi.
" Kamu seperti candu versi ku, mulai saat ini kamu adalah wanitaku, milikku dan hanya aku yg bisa menggodaku dan menghukummu seperti ini honey...!"
Dia melepaskan pelukannya yg erat tadi,
" Ah, makasih. Kamu menakutiku!!".
Aku berdiri dan masih bingung menatapnya dengan tajam.
" Aku mau makan es krim tadi, honey!!!".
Dia tertawa lebar karena berhasil sudah menggodaku sedari tadi.
"Oke. Aku ambilkan sebentar!!".
Aku berjalan kedapur dan membuatkan semangkuk es krim untuknya.
" Han....Han.....!!!?".
Reza memanggil Han segera datang.
Han datang dan memberikan hormat,
" Ya tuan muda. Saya disini!!!".
" Urus semua keluarga Aira, semua tentang dia kuserahkan padamu Han. Mulai sekarang dia akan jadi wanita kesayanganku. Berdamailah dengannya mulai saat ini Han, bisa kah?".
Reza tersenyum melihat Han.
" Baiklah tuan muda, seperti perintah anda. Akan saya lakukan!!!".
Han pergi meninggalkan Reza,
' aku pastikan Aira, kemanapun kau pergi akan kutemui. Jangankan keujung dunia, bahkan kedunia bawah sanapun akan aku cari sampai ketemu. Ternyata tuan Chen berhasil mendidik dan merawat bunga yg indah, dipenuhi duri dan dijaga oleh begitu banyak kumbang. Akhirnya aku menemukan wanita impianku, tangguh, baik, lembut, dewasa dan perhatian. Tidak seperti gadis yg sombong dan yg lainnya. Aira...my honey, aku cinta padamu sygku!!'.
Kata Reza dalam hati.
Gak lama, aku datang dengan semangkuk es krim stroberi.
" Habiskanlah. Tidak kekantor?".
Aku bertanya padanya,
Dia hanya menggelengkan kepala,
" Kita kencan yuk? Kamu mau aku temani kemana? Ayolah katakan!!".
Aku" baiklah kita kencan ala Rakyat jelata. Apakah kamu sanggup?".
Aku tertawa dan mulai mengejeknya.
Maklum dendam yg kemarin belum terbalaskan juga, maklum saja.
" Oke, bersiaplah. Hanya kita saja!!".
Sambil tersenyum.
' alah Mak. Rencana ku gagal lagi, dia memang iblis. Aku melupakan itu!!'.
Gumamku dalam hati kecil.
Sambil menepuk jidatku, kulihat dia tersenyum menang menatap ku.
Jangan lupa Komen dan like ya kak...!!!