
Mama" Aira...!!! Bella...!!! Raya...!!! Fajar...!!! Sudah jam 6, nanti telat. Ayo sarapan....cepat sayang ku?".
Ibuku berteriak seperti ini setiap paginya, maradonna nya indonesia lah.
Aku dan adik-adikku berlari kemeja makan, bersamaan dengan papa.
Ya, inilah keluarga kami yang harmonis dan menyenangkan. Meskipun kami hidup sederhana, tapi kami bahagia.
Setidaknya sekarang,,,,!!!
Hai pembaca, perkenalkan....
Aku adalah Aira Salsabila Chen. Aku kuliah semester 5 di fakultas teknik komputer di perguruan swasta yang terkemuka dan terkenal.
Adikku Putri Bella Chen, kelas 2 SMA di perguruan swasta juga.
Raya Catrine Chen, kelas 1 SMA diperguruan yg sama dengan Bella.
Dan adik laki-lakiku Fajar Robin Chen, kelas 2 SMP tidak jauh dari rumah.
Papaku Zuki Chen, Supir di PT. Sinar Bumi salah satu perusahaan besar di negaraku yann bergerak di bidang Properti dan Migas.
Mamaku Hikaru Shindou, peranakan Jepang ORI tidak KW.
End....
" Sayang, maaf ya hari ini Mama bakal pulang telat. Banyak sekali pekerjaan ditoko, setelah pulang kuliah bisa tidak Aira bantu Mama ditoko sayangku?".
Mama bertanya akan kesediaan ku untuk membantu Mama hari ini.
"Hmm.....ok Mama! Aku pasti datang!".
Kataku menjawab tegas dan singkat.
" Hei makan yang banyak, biar tidak lapar. Jadi kalau belajar bisa konsentrasi dan fokus sayang!".
Papa tersenyum sambil makan dengan santainya seperti biasa.
" Mama, bagaimana? Uang sekolah Bella sudah 2bulan menunggak, papa dan uang lagi tidak? Hem...?".
Bella, adikku yang lembut dan ringan tangan akan pekerjaan rumah itu bertanya.
Mama menyerahkan amplop kepada Bella dan adikku yang lainnya.
" Makasih Mama, akhirnya aku tenang Senin bisa ikut ujian. Aku sudah ketakutan sekali loh ma?".
Fajar adikku yang polos dan ceria itu akhirnya buka mulut juga.
" Kalau aku sih, seminggu lagi. Nanti aku singgah ketoko bantu Mama?".
Raya menawarkan diri membantu Mama, dia anak yang baik dan periang.
" Tidak, kak Aira saja sudah cukup. Belajar yang baik dan benar saja sudah bantu Mama sayang?".
Mama memberikan bontot kami masing-masing seperti biasanya.
"Ayo...segera masuk mobil. Nanti papa telat masuk kantor, ini hari anak big bos akan datang berkunjung. Pasti bakal repot dan sibuk, huh....??".
Papa mengeluh sambil membetulkan jas nya yang mulai kusut.
" Hah? Memang anak bos itu menyeramkan ya pa? Kok bisa?".
Aku bertanya pada papa dengan bingung.
" Katanya seram sih, tapi papa tidak tahu juga bagaimana? He...he...eee soalnya belum pernah lihat wajahnya, tapi rumornya dia kejam, tegas dan kasar! Serba menyeramkan sih!".
Kulihat wajah papa agak ketakutan dan gugup, membuatku membayangkan yan tidak-tidak saja seperti kata papa.
" Papa, ayo dong. Nanti telat....!!!".
Raya memecahkan keheningan yang timbul sesaat dan kami berangkat.
Seperti biasa, arah kantor papa sejalan dengan arah sekolah adikku. Hanya aku saja yang naik motor dengan mamaku.
Selesai mengantar Mama, akupun langsung menuju kampus.
Kulihat kerumunan seorang pria malang yanb terjatuh dan luka bagian tangan serta kakinya yanv mengeluarkan darah.
" Anda tidak apa? Ayo saya bantu!!".
Aku memapah pria malang itu kepinggir jalan dekat taman dan memberikan dia air minum yang kubawa dari rumah.
Kami duduk, aku mulai membersihkan lukanya dengan tisu.
" Kenapa bisa seperti ini?".
Sambil membersihkan kakinya dengan sapu tangan ku.
" Terimakasih....nona?".
Hanya itu yang kudengar dari mulutnya.
" Jangan panggil nona, namaku Aira Salsabila. Panggil Aira saja!!".
Aku menatap wajahnya dan terkejutnya.
Hampir saja jantungku copot, melihat orang didepan mataku ini.
" Wow indah sekali! Begitu tampan dan luar biasa. Aku sudah gila akibat ketampanan pria didepanku ini!".
Gumamku dalam hati sambil terkekeh.
" Terimakasih, Aira...saya Reza Zulkarnain Habsah!! Salam kenal".
Dia mengulurkan tangan dan aku menyambutnya dengan senyuman.
" Hem pertama kali kulihat wajah malaikat yang cantik dan indah tanpa sayap dibumi ini. Membuat jantungku berdebar dan mau loncat lari entah kemana, senyumnya yang membuatku luluh dan hampir saja terjatuh!"
Gumam Reza dalam hati.
" Tunggu sebentar, aku akan membeli sesuatu dulu. Anda bisa?".
Aku bertanya kepadanya,
" Saya lapar, bisa belikan saya sesuatu untuk mengganjal perut saya ini, Aira?".
Sambil mengelus perut yang keroncongan, Reza menatap wajah ku.
"Mm......mm, tunggu ya??"
Aku membuka tas dan mengeluarkan belak ku yang disiapkan mama.
'mau apa dia? Wow? Anak yg mandiri?'
Reza bergumam dalam hati, sambil tersenyum menatapku.
" Makanlah, meski sederhana dan tidak sesuai lidah anda tapi setidaknya ini makanan home Made. Sehat walafiat kok, anda jangan kuatir. Ini buatan Mama, dijamin aman dan higienis!".
Aku menyerahkan bekal yang sudah kubuka, kuberikan ditangannya.
" Apakah tidak masalah? Anda bagaimana nanti?".
Dia bertanya balik sambil menatap bekalku dengan bijak.
" Oh tak masalah, anda jangan kuatir. Okelah saya belikan obat...makanlah!!".
Aku berlari ke apotik yang tepat didepan kami duduk membelikan obat Reza.
Reza melihatku dari belakang dan menyeringai kesenangan entah apa.
" Masih ada juga anak polos dan baik hati didunia ini? Aku tidak bisa membayangkan siapa dan bagaimana keluarga nya membesarkan dia dengan kasih sayang dan cinta. Penasaran aku, tapi sudahlah kita lihat saja dulu...!".
Senyum-senyum sendiri sambil menatap aku dari kejauhan.
Nyam.....!!!
Nyam.....!!!
Dia memakan bekalku dengan lahap.
" Hah? Secepat itu habis ya?".
Alangkah terkejutnya aku, melihat kotak bekalku kosong melompong tak sampai
10 menit sudah ludes.
Reza hanya tersenyum saja kepadaku,
" Beli apa? Untuk apa?".
Sambil menutup kotak bekalku dan minum dengan cepat.
" Kaki ini kalau tidak dibalut bisa infeksi, sementara aku balut saja sesudah disterilkan ya. Agak pedih, tolong ditahan sedikit saja, oke?".
Jawabku dengan bijak seperti dokter.
Aku mulai membersihkan luka nya, lalu membalutnya dengan perban. Ilmu yanh kudapat dari seorang perawat.
"Oh ya tuhan, dia baik juga. Cantik, molek dan baik hati...andai dia bukan mimpi. Meski lari keujung dunia akan kukejar, meski sembunyi didasar laut samudra pasti akan kuselami. Jangankan diatas langit ketujuh, bakal kusamperin deh. Kenal juga tidak, tapi baiknya minta ampun deh. Tidak seperti para pejabat yang penjilat itu, kesal!".
Gumam Reza dalam hati sambil mengepalkan tangan dengan perasaan geram dan benci sekali.
"Sudah siap, anda mau pergi kemana. Nanti aku antar sampai tujuan, mau tidak aku bonceng dengan motor?".
Aku menawarkan bantuan kepadanya,
Ting.....tong....!!! π²π±
Suara hp Reza berdering, aku duduk disebelahnya dengan jarak.
Reza menjawabnya " Ya tunggu saja disitu...!! Paham?".
Kemudian dia menutup telpon.
Aku bingung dan heran sekali padanya,
" maaf ya, aku harus berangkat kekampus. Katakan dimana tujuan anda, aku harus mengantarkan anda?".
Sambil membereskan dan memakai tas ranselku. Lalu bergegas pakai Helm.
" Oh ya, terimakasih!!".
Sambil mengeluarkan uang 2lembar ratusan ribu dan menawarkan kepadaku.
" Makasih banyak, saya ikhlas menolong anda yang sedang kesusahan!".
Menolak dengan sopan dan ramah dengan senyuman agar Reza tidak tersinggung padaku.
" Ambil saja, ini anggap saja balasan saya karena Aira sudah menolong!".
Memberikan kedalam tanganku,
Aku tersenyum dan memberikan lagi uang itu kepada dia,
" Menolong orang harus ikhlas, bukan berharap balasan. Lagian kalau aku yang demikian belum tentu juga ada yang menolong. Ya sukur-sukur ada yang kasihan, kalau tidak juga tak apa kok! Semoga anda lekas sembuh dari lukanya. Ini simpan saja obatnya, siapa tahu berguna!!".
Aku memberikan obat yang kubeli tadi kepada Reza karena mungkin lebih berguna padanya daripada aku.
Reza menatap kearah 2 pria gagah berjas hitam yang tak jauh dari kami duduk. Reza menatapnya tajam dan menggelengkan kepala, sehingga 2 orang itu tidak mendekat dan hanya diam saja melihat.
" Hei jangan mendekat, awas saja kalau membangkang. Mati!".
Katanya dalam hati.
" Ayolah kita berangkat?".
Aku berkata padanya dengan senyuman.
" Tidak saya disini saja, nanti akan ada teman yang menjemput saya. Bolehkah kita bertemu lagi, Aira?".
Dia menatapku lembut dan hangat.
" Boleh, jika tuhan berkehendak kok!".
Aku tertawa gelak melihatnya.
" Tolong masukkan nomor HP Aira. Nanti saya hubungi, boleh?".
Sambil menyodorkan hp nya agar aku memasukkan nomor telpon ku.
Aku menerimanya dan memberikan nomorku padanya.
" Sudah kumasukkan di kontak, nama nya Aira. Oh ya duluan ya?".
Aku berpamitan dan pergi.
Aku berlari menjauh dan memacu motorku lagi kekampus. Ya semoga saja gak telat masuk, dosennya garang.
" Sial ****** kali ini aku bakal tidak selamat, dosennya garang dan galak sekali. Ya ampun matilah aku, tuhan tolong aku! Selamatkan aku!".
Gumamku dalam hati kecil.
Ya akhirnya aku sampai kampus tepat waktu karena aku bawa motor seperti Valentino Rossi saja. Kalau percaya...π
Han mendekat dan terdiam
" tuan maafkan saya, hukumlah saya karena kecerobohan saya!!".
Han berlutut memohon ampun.
Reza hanya diam dan menatap tajam pengawalnya yg lain.
"Ganti saja mobilnya, kalian tidak becus membereskan amatiran saja tidak bisa, kalian digaji Habsah Group 10x lipat dari gaji karyawan bonafit dinegeri ini. Dasar kalian tidak becus....!!".
Sambil berbicara dengan nada agak tinggi membentak pengawalnya.
" Ya tuan maafkan saya!!".
Han masih saja ketakutan dan tak berani menatap wajah Reza yang menakutkan.
" Kau lihat gadis tadi, namanya Aira Salsabila...Carikan aku informasi sekecil apapun tentang dia. Aku mau akurat dan hari ini juga Han, paham?".
Menatap Han dengan kejam dan sorot mata yang begitu dingin.
" baik tuan muda. Saya laksanakan!".
Han masih saja berlutut.
" Berhubung suasana hatiku baik, kalian kumaafkan. Jangan terjadi lagi, kalau kalian ceroboh lagi. Tahu kan?".
Reza menatap mereka dengan kejam.
Baik tuan.....!!
Mereka menjawab serentak.
" Ayo kita pulang, aku tidak minat apapun lagi sekarang ini. Berdirilah....!!".
Mereka semua berdiri, Reza bangkit dari duduk dan kembali kerumah.
πππππππππππππ
Jangan lupa Like dan Komen ya
biar thoor semangat dan tambah rajin nulis ceritanyaπ Kakak dan Abangβ€οΈ
πππππππππππππ