CEO, I hate you

CEO, I hate you
18



" Aira tahu dia siapa kan....??".


Kata papa penuh rasa iba, menatapku dengan begitu lembut sekali.


" Mama tahu Aira anak baik, coba jelaskan bagaimana singkatnya?".


Mama masih memelukku yg masih menangis itu.


" Aku bertemu dengan dia ditengah jalan karena dia terluka, aku mengobati lukanya. Kemudian entah bagaimana dia muncul kembali, saat papa sakit dia menawarkan aku sejumlah uang agar aku bekerja dirumahnya. Lalu bagaimana sekarang mama? Aku bingung!!".


Aku terdiam dan sedih.


"Aira bagaimana? Suka tidak?".


Papa bertanya padaku.


" Entahlah papa? Aku juga tidak tahu bagaimana hatiku padanya, help me!".


Aku menjawab dengan tegas.


" Bagaimana sekarang papa?".


Mama juga panik.


" Terserah Aira saja baiknya bagaimana!".


Papa berkata dengan pasrah.


" Sudahlah papa, mungkin dia memang ditakdirkan untukku. Aku pasrah, lihat saja nanti bagaimana ceritanya!".


Aku juga berkata dengan pasrah sambil mengelap air mataku.


" Tapi kamu sudah diikatnya sayang, Aira masa tidak paham?Mama takut kamu tidak akan bahagia bersamanya!!?".


Mama mencium pipiku lembut.


" Sudahlah mama, papa juga jangan khawatir. Aira bakal baik-baik saja!!".


Aku berdiri dan berjalan untuk kembali ke kamar istirahat alias bobo.


Dikamar, aku bergumul melawan hatiku.


' ya Rabb, apa yg sudah terjadi. Niatku untuk menjauh darinya sekarang malah terikat. Dia gila dan galak, aku siap sekali. Bisa mati berdiri aku!' gumamku.


Sementara itu diruangan lain,


" Han, bagaimana menurutmu!?".


Dia masih saja duduk diruang kerja dan berpikir keras.


" Bagus tuan! Tergantung perintah anda!".


Han berkata dengan tegas.


" Han...aku bisa gila. Kalau segera menikah bagaimana Han? Aku hampir gila Han, tolong beri saran!".


Reza mengeluh dan murung.


" Tanya dulu bagaimana pendapat nona Aira dan keluarganya, jangan kegabah tuan muda. Tuan dan nyonya besar juga harus diberitahu juga. Menurutku!".


Han memberikan Reza secangkir teh yg dari tadi ada diatas meja kerjanya.


" Sumpah Han! Banyak wanita sosialita, cantik, sexy, kaya dan wow lah. Hanya Aira yg membuat aku ketakutan karena kehilangan. Kau tahu itu Han...? Aku bisa gila Han!!! Aku sekarat Han...?".


Reza terus mengeluh, pusing dan galau.


" Apakah dia yg anda pilih??".


Han menatap tajam dan serius.


Hem.....!!! Iya?


Jawabnya tegas sambil mengangguk.


"Hah.....aaah!! Baiklah tuan muda, nona Aira kuliah 1 semester lagi, mau tuan harus bagaimana? Hah?".


Han bertanya sambil memijit dahi.


"Han? Bagaimana membuat dia jatuh cinta padaku? Aku tak paham dia? Apa langsung aja kulamar, begitu gimana?".


Reza menatap Han serius.


" Terserah tuan mau bagaimana, nona Aira pasti nurut. Aku akan urus semua, beri waktu aku sebulan..oke??".


Han berdiri dan beranjak membopong Reza kedalam kamar untuk istirahat.


Reza terlelap dalam tidur panjang dengan seribu mimpi indah, kurasa?😂😂😂


Pagi hari, ketika semua sibuk beraktifitas.


" Mama, aku pergi berangkat kekampus. Banyak tugas yg belum kelar, dosennya killer deh mama. Nanti mama aja naik motor, aku naik bus aja. Dah mama!".


Aku berlari mencium ma dan papa yg sedang sarapan bersama adikku, lalu melambaikan tangan sambil berlari.


Fajar" ma? Kak Aira tumben buru-buru? Belom sarapan pula? Gak apa ma?".


Fajar melirik mama dan papa.


Bella" nanti kan kak Aira bisa sarapan dikampus nya. Tenang aja dia dah besar".


Bella tersenyum nakal.


Raya" mama, kemarin sekertaris Han memberikan kami hadiah. Tuan muda itu baik ya, kaya dan tampan....!!".


Raya bergembira sekali,


Mama" oh ya, kamu senang?"


Mama melirik papa dengan wajah sedih.


Papa" jaga sikap kalian, jangan minta apapun lagi kepada tuan itu. Lagian dia itu bos nya kak Aira, paham??".


Papa menjelaskan agar dimengerti oleh mereka dengan mudah.


Selesai sarapan, adikku berangkat.


Mereka naik bus dan angkutan umum, karena papa sudah gak kerja lagi, jadi mobil perusahaan dikembalikan.


Biasanya papa dan adikku berangkat bersama karena searah.


Mama dan papa naik motor ketoko, dan kaget melihat kerumunan.


" Ah maaf ada apa ya?".


Mama bertanya kepada salah satu orang yg ada disana, kelihatan wajah mama panik dan masih ketakutan.


Papa juga kaget dan masih bingung, setelah parkir motor papa menghampiri mama yg masih bengong.


" Maaf tuan, saya mengantarkan semua barang ini untuk tuan dan nyonya Chen. Tolong diperiksa apakah masih ada yg kurang atau mau diganti sesuai selera?".


Salah seorang berjas biru, dia adalah Guan, orang suruhan Han.


Papa" kalau boleh tahu ini dari siapa?".


Papa memperhatikan 2 mobil box berisikan bahan sembako beraneka macam dan ragam.


Guan" oh, ini anggap saja hadiah dari perusahaan, ini perintah sekertaris Han!".


Dia berkata dengan tegas dan menepuk pundak papa ku.


Mama" oh apa ini tidak berlebihan tuan, kami sungguh tidak paham?".


Mama agak gugup.


Guan" tidak tuan dan nyonya Chen. Bersyukurlah anda sudah sehat!. Baiklah coba anda cek dulu dan dimana kami akan meletakkan barang ini semua?".


Mama berlari dan membuka pintu toko dan membuka pintu gudang yg berada disebelah nya.


Papa" silahkan susun saja didalam gudang, mari saya antarkan!!".


Papa berjalan menuju gudang diikuti oleh Guan dari belakang.


Guan" cepat taruh semua barang ini, ikuti saya sekarang juga. Ayo cepat!!".


Suara Guan bergema keras memberikan perintah kepada pegawai yg lain.


Ada sekitar 4 orang yg menurunkan dan menyusun barang itu kegudang. Mama dan papa hanya saling menatap seakan tak percaya diberikan hadiah yg cukup besar oleh perusahaan.


Akhirnya toko kami punya stok yg banyak dan lengkap, sejam kemudian mereka semua pergi.


Toko kami diserbu pengunjung karena lengkap dan murah, sungguh rejeki.


Dikampus, aku dan Arya di kantin lagi sibuk mengerjakan semua tugas. Karena kelas dimulai pukul 10,


" Aku laper nih, pesan makan yuk?".


Aku mulai.merengek.kelaparan kepada Arya, maklum belom sarapan tadi.


" Ra? Mau makan apa?".


Arya bertanya kepadaku sambil membawakan teh jahe hangat.


" Mie goreng saja, burger ada?".


Aku tersenyum kepadanya,


" Oke. Aku pesan, sabar ya Ra?".


Arya pergi membeli nya dan aku masih sibuk didepan layar laptop.


Ting....


Tong....📲


Raja iblis is calling....???!


Aku: ya. Ada apa sih? Masih pagi?


Aku berkata dengan lembut.


Reza: kamu dimana?


Dengan suara agak keras,


Aku: kampus, banyak tugas. Kenapa?


Aku masih bersuara biasa aja,


Reza: nanti kita makan siang diluar, aku jemput kamu didepan kampus. Oke?


Aku: jam berapa?


Aku bertanya karena masih penasaran.


Reza: jam 1 OTW, dah keluar kelas kan?


Dia bertanya akan jadwalku, eh?😔


Aku: jadi aku gak masak nih?


Dengan nada tiang dan Masih penasaran dan agak senang sikitlah perasaanku.


Reza: iya, sore aja masak! Honey love U?


Dia berkata dengan nada lembut.


Aku: hah? Apa?


Aku masih heran gak percaya,


Reza: love U honey, love you....!!!


Kemudian telpon terputus, aku masih saja bingung dan terheran sambil kembali memasukkan HP ke tas ku.


" Apa aku salah dengar ya? Ah masa iya? Yg benar saja? Gak percaya aku?".


Aku berkata sendiri, bicara sendiri, bertanya sendiri dan jawab sendiri kayak orang gila sendiri sambil melongo.


Kemudian Arya datang dengan nampan berisikan mie gorong dan burger yg lezat.


" Nih makan dulu, nanti kamu mati kelaparan. Gentayangi aku pula..!!".


He.....he....eee!!! Arya terkekeh melihatku.


" Ah, makasih ya. Yuk barengan! Mau?".


Aku menawari Arya sekedar basa basi.


Arya mendekat dan berbisik di telingaku,


"Aku mau disuapai Aira pakai bibir!".


Dengan nada lembut dan halus berhembus di telingaku, wah,,,, baper!


Aku" ah males, dasar Badung!".


Aku menepuk jidat Arya dan tertawa lebar sembari kekeh dengan ucapannya.


Arya hanya senyum saja melihatku,


' andai kamu tahu Ra, aku suka kamu! Apa kamu masih mau berteman denganku? Aku takut kehilangan kamu!'.


Kata Arya dalam hati kecilnya, miris.


Aku makan dengan lahap, sementara aku makan Arya menggantikan mengerjakan tugas yg diketik di laptop.


" Ra? Nanti malam mau kemana? Huh?".


Arya bertanya tanpa melihat wajahku.


" Gak ada tuh? Kenapa tanya?".


Aku bertanya padanya.


" Kamu gak jalan sama pacarmu?".


Arya bertanya kepo sekali,


" Gak tuh!!! Mana sempat aku pacaran, pulang kuliah aku kerja pulang malam. Minggu aku ketoko bantu Mama...!!".


Aku berkata dengan nada biasa dan wajah yg dingin serta datar.


" Mau gak nanti malam jalan samaku?".


Arya menatapku sambil senyum.


" Iya boleh, mau kemana?".


Aku bertanya lagi karena penasaran.


" Nonton yuk? Film horor! Suka?".


Kata Arya padaku dan bertanya.


Oke!!!


Kataku singkat dan tegas.


" Kabari aja dimana aku jemput, oke Ra?".


Arya tersenyum kegirangan.


Aku hanya mengangguk dan fokus lagi kelaptop. Agar cepat selesai tugasnya.


End....


Jam 1 siang, kelas bubar. Arya dan aku berpisah dilobi karena dia ada perlu, buru buru berlari keparkir.


Aku duduk di bangku taman dekat gerbang kampus seorang diri ditepi kolam ikan sambil memberi makan ikan dengan serpihan roti.


" Hei ikan koi mas? Begitu indah nan elok, tak jemu mata memandang keindahan dan warnamu yg membuat hati tenang. Alangkah beruntung nya kamu hidup dikolam, berenang kesana kemari dengan riang gembira bersama temanmu. Semoga kau cepat besar dan berkembang biak ya....!!!".


Aku berbicara dengan ikan mas koi yg dikolam, meskipun mereka gak paham akan ucapanku setidaknya mereka menghabiskan serpihan roti yg kuberi.


Aku melirik hape ku dan ternyata lobet,


" Ah sial, bagaimana ini? Ya sudahlah, mau bagaimana lagi sekarang?".


Aku menyimpan hapeku kembali ke dalam tas ransel ku.


Aku buka sepatu, lalu kucelupkan kakiku kedalam kolam sebatas betis saja.


" Wah segarnya...!!! Sungguh sejuk!!".


Suaraku riang dan gembira.


Sekumpulan ikan mengerumuni kaki ku dan membuatku geli serta tertawa.


Ha.....!!!!


Ha....aaaa!!!


Geli tahu....???"


Seruku seorang diri kepada ikan mas koi.


Sementara itu, Reza bingung mencariku karena tidak muncul. Kemudian dia melihatku dari jauh sambil tertawa riang gembira dengan lepasnya.


' ah disana kamu rupanya, Aira honey ku!'.


Seketika dia berjalan pelan tanpa mengeluarkan suara kearahku. Dengan santainya dan perlahan.


'sedang apa dia disitu? Hem, aneh??'.


Reza bergumam dan penasaran akan apa yg aku lakukan seorang diri ditepi kolam yg banyak ikan itu.


" Ha...ha....aaa, ikan nakal! Kugoreng baru tahu rasa kamu, mau? Ha...haa....aaa geli tahu ikan nakal, awas kamu ya...!!".


Suaraku riang gembira bermain dengan ikan koi mas yg menurutku lucu.


' hah? Dia berbicara dengan ikan dikolam? Yg benar saja, honey!!!? Kamu sangat menggemaskan sekali sih?'.


Reza tersenyum melihatku dari belakang.


" Hei ikan, akan ku ceritakan tentang raja iblis alias tuan muda Reza Habsah. Mau dengar tidak? Hah???".


Aku bertanya kepada ikan, tanya sendiri ya jawab juga sendiri lah.


' sial dia bilang aku raja iblis? Awas kamu Aira, awas saja kalau kamu bilang yg aneh aneh tentang saja, akan kuhukum kamu sampai gala kan bisa lupa!'.


Reza bergumam dalam hati dan menjadi geram sendiri akan ucapanku tadi.


" Reza Habsah, biarpun wajahnya tampan dan menawan kata orang mirip Oppa Korea gitu. Aku heran dari segi mana sih dia dibilang tampan, orang yg melihatnya pasti matanya sudah rabun min.10. Ha...ha.....aaa ya kan? Dia kaya raya seperti raja, tapi otaknya mesum dan menyebalkan. Makannya banyak segentong, bibirnya Sexy sih... tapi lancip seperti pisau silet. Serem oiiii....!!!. Meskipun dia sempurna Dimata orang banyak bagiku dia Raja iblis, menyeramkan dan suka menindas ku dengan kejamnya. Dia keras kepala dan egois tentunya, kalo marah membuatku ketakutan seperti mau dicabut nyawaku. Pokoknya aku gak suka kalau lihat dia marah, berteriak keras seperti petir. Dan wajahnya datar serta dingin seperti es, ya meskipun kutahu dia baik dan ramah padaku sih. Tapi kalau dia senyum, horor dan menakutkanku saja loh. Iiih.....iiih!".


Aku berkata dalam hati tapi senyum sendiri membayangkan wajah Reza.


' apa? Seburuk itukah aku dimataku? Ya tuhan, kau menakutiku aira, my honey! Aku janji akan berubah kok, aku akan selalu baik dan lembut padamu...!!'.


Reza agak kesal dan menyesal mendengarkan semua ucapanku.


Jangan lupa like n komen ya kak...!!😘