
Ku lihat dia memakai jas, dengan pakaian mau pergi kekantor.
" Mau kemana? Kekantor ya? Ha...ha..!?".
Aku menertawakan dia,
" Apa yg salah dengan pakaianku?".
Menatapku dengan amarah.
" Wow, tuan muda Habsah. Apakah anda tidak punya baju biasa? Yang benar saja? Jangan membuatku tertawa geli?".
Aku tertawa dan hampir saja menangis geli karena lucunya.
"Hem? Apa aku terlihat lucu dan aneh?"
Dia menatapku tajam sambil menaikkan alis sebelah dan melotot.
Seketika aku takut dan gemetaran, seperti Wewe gombel aja kulihat. Sungguh kulihat awan hitam mengelilingi seluruh tubuhnya, hawa pun berubah dingin dan mencekam.
' oh tidak? Aku salah bicara? Dia pasti akan menerkam ku sekarang, wajahnya tidak bersahabat sekali. Akankah aku mati saat ini juga? Ya Rabb selamatkan lah hambamu ini dari orang kejam...!!'.
Aku bergumam sambil menutup mata dan menggenggam tanganku erat.
" Han...!!! Han....!!! Kemari lah....!!!".
Tuan muda Habsah berteriak kencang dan sangat keras, membuatku semakin takut dan bercucuran keringat dingin.
Han datang dengan wajah dingin,
" Ya tuan muda....?".
Sambil membungkuk didepan Reza.
" Han, apakah aku punya baju biasa? Aira menertawakan pakaianku, apakah aku terlihat aneh dan lucu, Han.....!!!?".
Masih dengan nada marah dan kesal.
" Secara harfiah, anda terlihat tampan. Tapi jika mau kencan tidak pantas pakaian seperti itu, pakai baju santai!!!".
Han memberikan ide dan menatap Reza.
" Lalu bagaimana ini, berikan aku solusi!".
Reza bertanya balik dengan nada setengah berteriak karena kesal.
" Baiklah tuan muda, tunggu sebentar!!".
Han pergi entah kemana.
" Aira, ayo kita duduk dulu. Aku kesal!!!".
Reza menarik tanganku dan aku dipaksa duduk dipangkuan Sang Raja Iblis kejam.
Aku membuka mata dan menatapnya lekat sekali, wajah yg begitu tampan dan menawan dengan bibir tipis yg Sexy.
" Honey, kamu mau kita jalan kemana?".
Sambil memelukku yg sudah duduk dipangkuannya dengan tenang.
Aku" rencananya mau nonton, sudah lama gak lihat XXI lah...mau kan?".
Aku masih gugup dan risih karena duduk dipangkuan, ditatap oleh banyak pelayan.
"Ah...boleh. Asalkan kamu suka, aku pasti suka kok honey...!!! Habis itu kita kemana, mau belanja juga boleh kok. Akan aku temani kamu sampai puas... Oke??".
Dia mencium pipiku dan membelai rambutku dengan santainya.
"Apakah rambutku bagus? Atau perlu aku potong saja, gerah sekali....!!!".
Aku memegang rambutku dan menatap nya sangat lekat.
" Rambutmu bagus dan lebat, biarkan saja panjang begitu saja honey!!! Aku lebih suka rambut yg panjang dan tergerai, rambutmu indah dan hitam!!".
Reza menciumi rambutku lembut,
" Ah gerah sekali, boleh aku potong!!???".
Aku tertawa lebar sekali.
" Awas saja kalau dipotong, kupastikan kamu tidak bisa keluar rumah sampai rambutmu panjang kembali honey. Mau coba tidak? Gak akan nyesal kok!!".
Dia tersenyum dan menatapku tajam.
" Gerah sekali, susah disisir kalau kusut. Ingin rasanya aku potong saja, huh?".
Aku manyun dan kesal, seketika aku meninju dadanya yg kekar dan kokoh itu.
"Baiklah, setiap kali kamu keramas biar aku atau Han yg akan menyisir rambutmu. Atau kesalon saja, bagaimana? Aku suka rambut hitam panjangmu yg wangi ini, honey.....!!!".
Sambil mencium rambutku lembut.
" Jangan seperti itu, nanti aku bisa ditertawakan oleh orang diluar sana. Seorang Tuan muda Habsah menyisir rambutku, ah.... Yg benar saja lah...!!".
Aku berkata meledeknya, sambil senyum sendiri membayangkan nya.
" Aku gak bohong kok,,,!!! Siapa yg berani menertawakan kamu? Hah? Aku potong lidahnya yg lantam itu, honey....!!".
Dia berkata serius dan menakutiku.
" Sudahlah, tidak akan kupotong! Janji!!!".
Aku mengangkat tangan dan berjanji padanya, akan nurut dan membiarkan rambutku terus panjang sampai dia yg akan menyuruhku memotong rambutku.
" Honey, katakan saja kalau kamu tidak suka atau tidak nyaman dengan sikapku. Atau kamu boleh bilang padaku jikalau ada perlakuanku yg kasar padamu. Aku janji akan bersikap baik dan lembut kepadamu setiap saat. Aku janji....!!".
Dia kembali mencium pucuk kepalaku.
He.....he.....eee!!!
Aku hanya tertawa saja melihatnya.
' mana aku berani? Gajiku bisa dipotong habis, galaknya separuh mampus gitu. Siapa yg berani melawan tuan muda Habsah? Han saja yg begitu menyeramkan bisa patuh dan tunduk.... Nah aku? Ya tuhan, aku tak akan berani!'.
Aku hanya mengelus dada ku.
" Kamu kenapa?".
Dia bertanya sambil menaikkan aliasnya sebelah menatapku bingung.
" Tidak, Han sudah kembali?".
Aku bertanya sambil melirik kekiri dan kekanan memastikan Han dimana.
Kemudian Han muncul membawa tas,
" Tuan muda ini pakaian nya, silahkan anda coba pakai. Kalau cocok syukur, kalau tidak cocok saya akan ganti...!!".
Han memberikan tas itu,
" Ayo ikut aku, bukankah matamu lebih tajam dari Han. Aku ingin dengar pendapatmu, bagaimana honey?".
Dia menarik tanganku dan kami kembali ke kamarnya yg megah bak Kamar Raja.
Aku duduk disofa sambil menunggu dia keluar dari kamar mandi,
' Haiz, dia pakai apa saja cocok. Dasar gantungan baju juga, nyesal setengah mampus aku komentar tadi. Huh??'.
Aku bergumam dalam hatiku.
Kemudian dia keluar, aku terkejut.
" Ya Rabb, tampan sekali...!!".
Mulutku berkata spontan demikian, sumpah aku gak sadar sama sekali.
Bagaimana enggak tampan?
Dia pakai jeans, kaus yg modis, seperti Bak model internasional saja.
" He...he...eee baru sadar ya honey aku ini tampan sekali, kamu sih cuek...!!".
Dia berdiri didepan kaca, memakai farfum dan merapikan bajunya.
" Very perfecto, so kita jadi nih keluar??".
Aku mulai kesal lagi,
"Tentu, kelihatannya kamu suka penampilan baruku honey!!! Thanks!!".
Dia tersenyum kecil dan menggandeng tanganku keluar.
Sampai didepan pintu, kulihat mobil sportku yg putih sudah siap digunakan. Kami masuk dan pergi meninggalkan rumah besar Keluarga Habsah.
Sepanjang jalan, dia hanya diam dan senyum senyum gak jelas gitu. Bukannya buat aku senang, malah membuatku mati ketakutan akan apa yg akan dilakukannya padaku kelak setelah ini.
"Bagaimana? Apakah saldo di ATM mu sudah berkurang? Kalau kurang bilang saja pada Han, dia akan mengisinya kembali dan jangan sungkan honey!!".
Dia membuka pembicaraan duluan.
" Maaf ya, bukannya aku perempuan matre. Tapi aku gak biasa beli ini dan itu, lagian aku bukan tipe cewek boros. Kenapa kamu gak tanya untuk apa uang 10jt itu, apakah gak mau tahu?".
Aku mulai bertanya serius.
" Aku tidak mau tahu, aku gak cerewet seperti Han. Kalo kamu diam...aku juga gak mau tanya. Kalo kamu bilang, pasti akan aku dengarkan. Aku gak keberatan".
Dia berkata demikian dengan santai,
" Dasar orang kaya...!!".
Aku berkata tegas dan singkat.
Ha....ha....aaaa!!!
Seketika dia tertawa geli dan lebar.
" Bukan begitu honey, aku hanya percaya saja padamu. Terserah kamu mau apa, aku tidak keberatan. Toh uang segitu gak akan buat aku jatuh miskin kok honey!".
Sambil mencubit pipiku manja.
" Iya, aku pakai buat bayar keperluan sekolah adik adikku. Lalu bayar uang kebutuhan hidup dan tagihan papa!!".
Aku kemudian jadi sedih dan tertunduk.
" Sudahlah jangan pikirkan lagi, besok Han akan menyelesaikan semua masalah keluargamu. Percayalah...Han bisa diandalkan. Kamu hanya cukup memikirkan aku siang dan malam, oke?".
Seketika dia meraih daguku dan terjadi,
Cuuup!!! 💋
Bibinya yg manis, Sexy dan basah itu kurasakan landing. Aku begitu terkejut dan berhenti bernafas.
" Honey, bernafas bodoh!!! Kamu bisa pingsan kalo nafas ditahan, hi...hiii!!".
Sambil melepaskan ku.
' sialan, dia menggodaku lagi. Dasar iblis kejam, sambil nyetir bisa saja berlaku mesum gitu. Aarrg.......aaaargh!!!'.
Aku kesal setengah mati, aku menatapnya dengan penuh amarah.
" Kenapa? Kamu marah? Mau membalas? Mau kita selesaikan saja diKasur? Terserah kamu mau melakukan apa padaku honey, bagaimana?".
Dia menatapku penuh trik licik,
Aku hanya buang muka dan diam,
" Reza sialan, dasar mesum!!!".
Seketika mulutku berkata demikian.
Ha....ha....aaa!!!
Dia tertawa geli,
" Akhirnya kamu kesal juga honey!!".
Mobil melaju dan kami menuju mall terbesar dikota ini, setelah parkir kami keluar mobil. Dia berjalan dibelakangku dengan santai, sementara aku tidak peduli apa yg dilihatnya sepanjang jalan.
" Dimana kita nonton? Mau film apa?".
Dia bertanya padaku dengan wajah datar yg begitu dingin.
"Dilantai atas ada XXI, film apa yg bagus. Aku juga belum tahu, maunya film apa?".
Aku meliriknya sekejap saja.
" Aku bertanya honey, kok malah tanya balik. Kalo aku suka film action gitu!!".
Masih dengan wajah dingin.
' iya sih! Orang yg menyeramkan seperti dia memang cocok lihat film action. Nyesal aku tanya, dasar aneh. Sudah kaku...menyebalkan pula. Oh tidak...!!'.
Gumamku dalam hati kecil.
" NgeTeh yuk, aku mulai haus loh!!".
Dia menarik tanganku menuju sebuah restoran mewah.
Kami duduk disudut ruangan, dan pelayan datang menghampiri.
" Ah....selamat datang tuan muda. Maaf kami tidak tahu anda datang!!!".
" Mana menunya, mana manager mu?".
Dia berkata dengan wajah dingin.
'hah? Menyebalkan sekali sikapnya!!'.
Kataku dalam hati.
Pelayan itu pergi dan manager pun datang dengan wajah gugup.
" Oh selamat datang tuan muda, apa kabar anda!? Ada yg bisa saya bantu?".
Sang maneger bertanya ramah dengan senyuman manis dibibirnya.
" Pelayanan di resto ini buruk, sejak kapan Han punya selera yg rendahan. Lihat saja, warna ruangan ini sangat buruk. Mataku sakit melihatnya dari jauh, sepertinya harus ada perubahan!!!?".
Dia berkata dengan santai, dengan nada dingin dan wajah datar tanpa ekspresi.
' hah? Ya tuhan. Sial sekali, dia masih saja mengeritik dengan sadis. Lidahnya lebih berbisa dari bisa ular King Cobra, tidak kusangka dia begitu tega orangnya!'
Aku terkejut melihat ekspresinya berubah menjadi begitu menyeramkan dan menakutkan sekali.
Manager" maaf tuan muda, jika anda kecewa. Mulai besok akan saya ubah konsepnya, sesuai permintaan anda. Maafkan kami tuan muda, maaf ya!!".
Manager itu tertunduk dan terkulai lemas dilantai sambil bersujud.
" Seharusnya anda tahu, saya tidak suka ada kesalahan sedikitpun. Apa Han tidak menjelaskan padamu sebelumnya??".
Menatap sang manager dengan tajam.
" Maaf tuan muda, saya salah. Tapi kumohon jangan pecat saya!!!".
Manager itu menangis sambil sengkukan tidak karuan, membuatku terkejut.
" Saya tidak suka ada kesalahan didalam ruang lingkup bisnis saya, kesalahan sekecil apapun tidak saya maafkan. Karena gaji kalian 5x lipat dari standart, itu sebanding dengan kerja keras kalian!".
Dengan nada tinggi sambil berteriak dan memenuhi isi ruangan.
'sungguh kejam dan sadis sekali, apa dikantor dia juga seperti ini ya? Perusahaan besar yg dia pimpin buka isapan jempol belaka bukan? Hisss!!'
Aku terus bergumam dalam hati.
Jangan lupa like n komen ya....!!!?