
Setelah 1 bulan tersisa 5 bulan lagi Alice magang di J. Corporation bagian divisi marketing ia senang karena ia bisa mendapatkan pelajaran dari magangnya di sini dan juga mendapatkan karyawan dan karyawati kepadanya
Tiba-tiba saja Alice di panggil oleh manager marketing untuk ke ruangannya
Manager Marketing Room
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
“masuk” teriak bu Rina selaku manager marketing
Alice pun masuk ke ruangan bu Rina
“ibu memanggil saya?” tanya Alice yang masih berdiri di depan meja bu Rina
“oh iya, kamu duduk dulu aja” bu Rina mempersilahkan Alice duduk terlebih dahulu
Alice pun duduk di kursi yang ada di depan meja bu Rina
“maaf ada apa ya ibu memanggil saya?”
“oh engga apa-apa, saya cuman ingin memberitahukan kamu sesuatu” jelas bu Rina memanggil Alice ke ruangannya
“saya ingin kamu menjadi asisten Mr. Johnson untuk menggantikan sementara Mrs. Smith” lanjut bu Rina yang membuat Alice bingung
“menggantikan sementara Mrs. Smith menjadi asistennya Mr. Johnson?” tanya Alice sekali supaya ia tidak salah dengar
“iya menjadi asisten Mr. Johnson, karena Mrs. Smith akan mulai cuti senin besok jadi yang akan menggantikannya adalah kamu Alice”
“kenapa harus saya bu? Kenapa engga karyawan yang lain? Kan saya cuman anak magang” jelas dan tanya Alice yang sedikit penasaran
“hmm karena kamu magang jadi kamu hanya sementara disini takutnya kalau karyawan tetap disini malah mereka tidak ingin mereka kembali ke posisi mereka sebelumnya” alasan bu Rina supaya Alice tidak mengetahui sebenarnya itu permintaan CEO Perusahaan
~beberapa hari yang lalu~
16.45
CEO Room
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
“masuk” teriak William dari dalam ruangannya
Diandra pun masuk ke ruangan tersebut setelah dipersilahkan oleh pemiliknya
“ada apa Diandra?” tanya William aneh, karena selama ini Diandra tidak pernah masuk ke ruangannya kecuali ia lupa sechedule hari ini tetapi menurutnya ia sechedule dia hari ini sudah selesai
“maaf Mister, saya cuman mau kasih ini ke Mister” Diandra kasih surat ke William
William membukanya ternyata surat pemberitahuan cuti atas nama Diandra Connor Smith
“Cuti? Memangnya kamu mau kemana sampai cuti selama 5 bulan?” tanya William karena menurut William ini sangat mendadak
“saya sedang mengandung Mister dan suami saya tidak mengijinkan saya bekerja selama saya sedang mengandung” jelas Diandra
“saya tau Diandra kamu sedang mengandung, tapi kamu tau kan persyaratan untuk karyawan yang mau cuti?” tanya William sambil tanganya di silangkan ke dada
“saya tau Mister, jadi saya akan bekerja selama 1 minggu sebelum saya mulai bercuti” jelas Diandra, memang syarat cuti dari J. Corporation karyawan harus bekerja selama perusahaan belum mendapatkan pengganti sementara dari karyawan tersebut
“baiklah Diandra, saya mengijinkan kamu untuk cuti”
“terima kasih Mister” Diandra membungkukan badannya
“tidak usah membungkukan badan Diandra kamu sedang mengandung nanti saya akan dimarahi oleh Julian (suami Diandra) sama Hendy (kakak Diandra)” William pun berdiri dan mengusap badannya Diandra karena menurutnya Diandra sudah di anggap sebegai adik bagi William
“yaudah kamu boleh lanjut bekerja”
“terima kasih Will” ucap Diandra mengundurkan diri untuk keluar dari ruangan tersebut
“Diandra akan cuti mulai minggu depan, tapi siapa ya yang mau menggantikan Diandra selama itu” ucap William dalam hati dengan bingung dan bertanya-tanya
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
“masuk” teriak William
“tumben lu ke sini?” tanya William ke orang yang baru masuk ke ruangannya
“eits bro inikan sudah waktunya pulang kerja” jelas orang tersebut yang ternyata Revan
William pun melihat ke jam tangannya ternyata sudah hampir jam 5 sore
“Van ini masih 5 menit lagi pulangnya” jelas William yang ternyata masih ada waktu 5 menit lagi
“karena masih ada 5 menit lagi, lebih baik gue ke ruangan lu aja deh” jelas Revan karena menurut Revan meskipun 5 menit lagi tapi itu sama saja waktunya pulang
“yaudah terserah lu gue menyelesaikan pekerjaan ini dulu”
“baiklah Boss” ucap Revan sambil mengangkat tangannya menandakan hormat ke William
William yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya dan William melanjutkan pekerjaannya
\~\~\~\~\~
🚗 William Car
“gue denger dari Julian kalau Diandra ngajuin cuti ke lu?” tanya Revan
William yang mendengar pertanyaan Revan hanya mengangguk karena ia harus fokus menyetir
“berapa lama Diandra cutinya?” tanya Revan lagi
“5 bulan”
“hah 5 bulan? Lama banget” Revan kaget mendengar pernyataan William
“padahal kan kehamilan Diandra baru 6 bulan” Revan terheran-heran
“terus lu udah dapet kandidat pengganti sementara Diandra?” tanya Revan lagi
William yang mendengar Revan hanya menggelengkan kepalanya
“bagaimana kalau Alice aja yang menggantikan sementara Diandra jadi asisten lu?” tawar Revan
William yang mendengar tawaran Revan mengerem mendadak mobilnya dan membuat jidat Revan kejedot dashboard
“aduh, jidat gue” ngeluh Revan sambil mengusap jidatnya
William yang mendengar keluhan Revan hanya diam saja, dia memikirkan tawaran Revan
“woi jalan dong, jangan berhenti di tengah jalan begini emang nih jalanan milik nenek moyang lu” teriak pengemudi lain yang mobilnya terhalang oleh mobil William
“Will ayo jalan” Revan menggoyangkan pundak William
“eh, iya” William pun menjalankan kembali mobilnya
\~\~\~\~\~
18.00
📍 Johnson’s Home
William baru sampai rumahnya setelah mengantarkan Revan ke apartemennya
“aku pulang” kata William memberitahukan ke orang rumah kalau ia sudah pulang
“hei ka Will udah pulang, kakak mau makan dulu?” tawar Lisa
“tidak usah Lisa nanti aja kakak makannya” jawab William sambil melangkahkan kakinya ke kamarnya yang berada di lantai 2
William’s Bedroom
“bagaimana kalau Alice aja yang menggantikan sementara Diandra jadi asisten lu?” kata Revan yang terngiang-ngiang di kepala William
“apa aku harus mengerjakan Alice tapi nanti alasannya apa untuk mengerjakan Alice jadi asistenku, Alice kan tidak ada pendidikan untuk menjadi sekertaris” kata William dalam hati
“tapi kalau aku buka lowongan nanti malah lebih lama dari yang aku tentukan ke Diandra” lanjut kata William dalam hati
“daripada aku memikirkan itu lebih baik aku beres-beres dulu deh” William pun melangkahkan kakinya ke kamar mandi
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
“ka Will ayo kita makan malam dulu” ajak Lisa dari luar kamar William
William pun membukakan pintunya dan melangkahkan kakinya ke ruang makan bersama Lisa
Dining Room
“Will aku dengar Diandra cuti, apa benar?” tanya Hendy ke William
“hmm” jawab William dengan berdehem
“apa ka Diandra cuti? Terus nanti penggantinya ka Diandra siapa?” tanya Lisa
“hmm kakak belum tau”
“belum tau? Kenapa ka Will? Apa kandidatnya belum ada?” tanya Lisa
“kalau kamu masih bahas pekerjaan kakak, lebih baik kakak engga usah makan aja” ucap William agak kesal ke adiknya yang sangat cerewet menurutnya
“iya..iya maaf deh” ucap Lisa menyesal
Mereka melanjutkan makannya dengan tenang
Family Room
William dan Hendy sedang kumpul ber dua di ruang keluarga, sedangkan Lisa sedang di kamarnya mengurus bayinya baru berusia 1 bulan lebih
“Will gimana udah ada kandidat penggantinya Diandra?” tanya Hendy
“belum ada” jawab William
“tapi Revan mengajukan seseorang buat penggantinya Diandra” lanjut William
“siapa?” tanya Hendy penasaran tumben-tumbenan Revan mengajukan seseorang biasanya engga pernah
“Alice” jawab William
“apa Alice? Alice yang mendonorkan darahnya ke Lisa?” tanya Hendy kaget
“kenapa Revan mengajukan dia jadi penggantinya Diandra?”
“engga tau gue”
“kan Alice kuliahnya di business management bukan sekertaris”
“nah itu yang membuat gue bingung kenapa Revan mengusulkan perempuan ini”
Ternyata Lisa mendengar percakapan antara William dan Hendy di ruang keluarga
“oh ternyata perempuan yang mendonorkan darahnya ke aku namanya Alice dan dia menjadi kandidat pengganti sementara ka Diandra”
“kayanya aku harus telepon ka Revan”
Tut..Tut *sambungan telepon”
📞LISA “halo ka Revan”
📞REVAN “iya Lisa ada apa?”
📞LISA “apa benar ka Diandra mengajukan cuti ke ka Will?”
📞REVAN “iya, apa William sudah cerita ke kamu?”
📞LISA “iya tadi ka Will cerita ke aku dan Hendy”
📞LISA “apa kakak mengajukan seseorang ke ka Will?”
📞REVAN “iya kakak mengajukan seseorang ke Will, kenapa memangnya?”
📞LISA “seseorang itu yang mendonorkan darahnya ke aku, bukan ka?”
📞REVAN “ka..kamu tau darimana soal pendonor kamu?”
📞LISA “kakak engga usah tau aku tau darimana, tapi yang terepenting kakak mau kan membantu aku”
📞REVAN “membantu apa?”
Lisa pun memberitahukan apa yang ada di fikiran selama ini setelah dia mendapatkan informasi pendonornya
📞LISA “gimana ka?”
📞REVAN “yaudah nanti kakak usahakan ya”
📞REVAN “semua keputusan ada di tangan Will jadi aku engga bisa berbuat apa-apa kalau Will menolaknya”
📞LISA “iya ka engga apa-apa terima kasih ka”
📞REVAN “iya sama-sama yaudah kakak tutup teleponnya iya”
📞LISA”iya ka, bye”
📞REVAN “bye”
Mereka pun mengakhiri sambungan telepon mereka
\~\~\~\~\~
Keesokan harinya
14.30
📍 J. Corporation
CEO Room
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
“masuk” teriak William dari dalam ruangannya
Revan pun masuk ke ruangan William dan William sedang mengerjakan pekerjaannya
“ngapain lu kemari?” tanya William ke Revan
“bukannya belum waktunya pulang kerja?” tanya William terheran
“huh, gini Will gue mau bicarain yang waktu kemarin kita di mobil” jelas Revan sambil duduk di sofa yang sudah di sediakan disana
William yang mendengar Revan ke ruangannya karena ingin membahas masalah itu lagi lalu berjalan menghampiri Revan dan duduk di seberang Revan
“gue udah fikirin ini secara matang-matang, tapi gue takut nantinya karyawan dan karyawati akan berfikir kalau gue pilih kasih karena gue milih Alice daripada mereka yang sudah kerja di J. Corporation selama ini” jelas William sambil bersandar dan menyilangkan tangannya ke dada
“iya juga sih, tapi kan gue takutnya kalau masa cuti Diandra habis karyawan itu pasti otomatis ke posisi dia sebelumnya itu pasti engga bisa di terima karyawan itu dan Diandra akan taruh di posisi mana?” tanya Revan
William hanya diam menanggapi pertanyaan Revan karena menurutnya ini sangat membingungkan
“gimana dengan saran gue kemarin tentang Alice untuk menggantikan Diandra untuk sementara?” tanya Revan
“dari pada lu harus buka lowongan lagi kan waktunya mepen Will” jelas Revan
“ini hitung-hitung lu balas budi ke Alice karena ia sudah mendonorkan darahnya ke Alice dan juga lu bisa jadiin Alice sapi perah untuk di ambil darahnya untuk Lisa deh, gimana?” lanjut Revan
“benar juga darah Lisa dan Alice cocok dan darah mereka berdua sangat langka” kata William dalam sambil berfikir
“yaudah gue rasa saran lu baik juga, yaudah gue mau panggil manager marketing dulu” ucap William lalu melangkahkan kakinya ke arah meja dan ia menghubungi Diandra
📞DIANDRA “iya Mister, ada yang bisa saya bantu?”
📞WILLIAM “Diandra tolong kamu panggilkan manager marketing untuk ke ruangan saya”
📞DIANDRA “baik Mister”
Sambungan teleponnya pun terputus dan Diandra pun ke divisi marketing
Manager Marketing Room
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
“masuk” teriak bu Rina selaku manager marketing
Diandra pun masuk ke ruangan tersebut dan membuat bu Rina berdiri karena tumben-tumbenan sekertaris CEO perusahaan ke ruangannya
“ada apa ya Mrs. Smith?” tanya bu Rina
“hmm permisi bu Rina anda di panggil oleh Mr. Johnson untuk ke ruangannya” jelas Diandra
“baik Mrs. Smith” bu Rina pun langsung melangkahkan kakinya ke lantai 25 letak ruangan CEO bersama Diandra
CEO Room
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
“masuk” teriak William dari dalam ruangannya
“permisi Mister ini bu Rinanya” Diandra masuk dan memberitahukan kalau manager marketingnya sudah ada
“baiklah kalau begitu, kamu boleh kembali ke meja” ucap William sambil menghampiri bu Rina
“maaf bu, silahkan duduk” William mempersilahkan bu Rina duduk di sofa dan disana masih ada Revan karena Revan harus memastikan apakah William akan memperkerjakan Alice menjadi asistennya
“begini bu Rina saya memanggil bu Rina ke ruangan saya.. saya ingin menyampaikan sesuatu ke bu Rina tentang Alice” jelas William memanggil ke ruangannya
“Alice? Memangnya Alice kenapa Mister? Apa Alice membuat masalah kepada anda? Tanya bu Rina beruntun
“oh engga, Alice anaknya baik tapi saya ....” William mengambil nafas supaya ia tidak salah mengambil keputusan ini
“saya ingin Alice menggantikan Diandra untuk sementara menjadi asisten saya” jelas William
“Alice menggantikan sementara Mrs. Smith, kenapa harus Alice Mister? Kenapa engga karyawan lain aja?” tanya bu Rina penasaran
“gini bu Rina saya tidak bisa menggantikan Diandra ke karyawan lain takutnya karyawan lain tidak ingin kembali ke posisi mereka setelah bekerja sebagai sekertaris saya” William memberi penjelasan alasan ia memilih Alice
“oh begitu Mister, tapi saya takut kalau Alice akan mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari karyawan lain”
William yang mendengar penjelasan bu Rina hanya diam benar apa yang dikatakan bu Rina
“tidak akan bu, saya janji saya akan menjaga anak magang itu dengan baik pasti tidak akan mengganggu Alice selama ia menjadi sekertaris saya” jelas William dan ia takut apakah janjinya bisa ia tepati atau tidak
“berapa Alice akan menjadi sekertaris Mister?” tanya bu Rina
“selama 5 bulan karena itu masa cuti Diandra” jawab William
“baiklah kalau begitu Mister, saya permisi dulu” bu Rina pun keluar dari ruangannya
~kembali ke Alice dan Bu Rina~
“bagaimana Alice? Apakah kamu mau?” tanya bu Rina
“kan kamu bisa belajar kalau nantinya kamu kerja dan menjadi sekertaris dan kamu sudah bisa memahami pekerjaan menjadi sekertaris bagaimana” jelas bu Rina memberi pengertian ke Alice takutnya Alice akan menolak
“baiklah bu, saya akan menerimanya” ucap Alice yang menerima kesempatan ini
“nah bagus Alice kalau begitu kamu akan mulai kerja besok dan besok kamu langsung aja ke ruangan Mr. Johnson yang ada di lantai 25” jelas bu Rina
“oh ya kamu jangan kasih tau ke siapapun kalau kamu yang menggantikan Mrs. Smith” jelas bu Rina memperingatkan Alice takutnya ada yang tidak suka Alice menjadi sekertaris CEO
“baik bu” ucap Alice sambil menganggukan kepalanya
“yaudah segitu saja kalau begitu kamu bisa melanjutkan pekerjaan kamu” ucap bu Rina menyuruh Alice keluar lalu Alice keluar dan kembali ke mejanya
“maafkan saya Alice” ucap bu Rina menundukkan kepalanya
\~\~\~\~\~
“Alice kenapa kamu di panggil sama bu Rina” tanya Rani
“oh engga apa-apa Ran” jawab Alice lalu melanjutkan pekerjaannya
“kok tumben Alice engga mau cerita aku ya” ucap Rani dalam hati
~Bersambung~
Jangan Lupa Like and Comment