
📍 Super Brand Mall, Shanghai
Bioskop XXI
“yaudah saya akan beli tiketnya dan kamu beli makanannya” ucap William sambil mengasihkan kartu kreditnya ke Alice
“lalu pinnya Mister?” tanya Alice
“nanti saya sms kamu saja pinnya” jawab William lalu meninggalkan Alice
Alice pun melangkahkan kakinya menuju store food yang berada di dalam bioskop
“ingin pesan apa mbak?” tanya kasir store food tersebut
“hmm saya pesan cola 2 sama pop cornnya 2” jawab Alice
“mbak kami sedang ada promo makanan untuk couple” tawar kasir tersebut
“bagaiman mbak tertarik membelinya?” tanya kasir tersebut
“isinya apa saja ya mbak?” tanya Alice
“oh isinya ada popcorn 1 tapi yang besar, 2 corndog dan cola medium 2” jelas kasir tersebut
“bagaimana mbak?” tanya kasir tersebut
“pasti Mister belum makan” tebak Alice dalam hati
“yaudah paket itu saja satu” ucap Alice
“baiklah mbak, bayarnya pakai kartu atau cash?” tanya kasir tersebut sambil melihat ke alat kasirnya
“hmm saya pakai kartu ini mbak” ucap Alice sambil ngasih cc milik William
“oke terima kasih mbak, silahkan ambil makanannya di take 2” ucap kasir tersebut sambil ngasih cc milik William
“terima kasih mbak” ucap Alice lalu melangkah kakinya menuju take 2
Alice sudah mengambil makanannya dan melangkah kaki menuju ke arah William yang sudah duduk di salah satu sofa yang berada di dalam bioskop tersebut
“kita nontonnya di studio 2” ujar William, Alice membalas hanya dengan anggukan menandakan ia mengerti
“hmm Alice besok kan adalah 100 harinya keponakanku, kamu mau datang bersama saya?” tanya William
“sebentar, Alice saya izin ke toilet sebentar” lanjut William lalu meninggalkan Alice yang masih diam memikirkan jawaban untuk William
Alice menunggu William sambil memakan popcorn karena ia merasa bosan dan juga pusing jawaban apa yang harus kasih kepada William
“huft akhirnya lega juga” ujar William yang sudah duduk di samping Alice
“oh ya bagaimana Alice apa kamu mau datang ke 100 harinya keponakan saya?” tanya William, Alice membalas hanya menganggukan kepalanya
“yes” ujar William dalam hati
“El pintu studio 2 sudah di buka, ayo kita kesana” ajak William
“nih kamu bawa tiketnya saya yang bawa makanan dan minumannya” tawar William lalu Alice menyerahkan makanan dan juga minumanannya lalu ia juga menerima tiketnya
Studio 2, Bioskop XXI
Alice dan William sudah menempati tempat duduk yang sudah di tentukan
“El sebelumnya sudah pernah nonton film horor?” tanya William
“hmm sudah pernah Mister” jawab Alice
“memangnya kamu sebelumnya sudah pernah nonton film horor apa?” tanya William
“The Conjuring 2, Insidous The Last Key, Gonjiam dan Anabelle, Mister” jawab Alice
“wah itu semua mah engga terlalu seram, saya dulu pas nonton film Gonjiam agak aneh” ujar William
“aneh bagaimana Mister?” tanya Alice
“yah filmnya menceritakan rsj gonjiam tapi kaya bukan film horor, malah menceritakan seperti vlogger yang mengunjungi rsj tersebut terus mereka biasa-biasa aja” ujar William
“iya sih tapikan Mister diakhir filmnya agak menakutkan” ucap Alice
“iya kamu benar saya agak kaget waktu nonton film itu pas bagian akhir filmnya” ujar William
“yaudah daripada kita bicara lagi, lebih baik kita nonton filmnya aja, soalnya sudah mau mulai” lanjut William menunjuk layar studio yang mau memutarkan filmnya
Setelah selesai nonton film selama kurang lebih 95 menit mereka keluar dari studio tersebut dan menuju ke toilet... setelah selesai dari toilet mereka bertemu di depan pengambilan makanan
“Alice bagaiman menurut kamu film barusan?” tanya William
“bagus Mister” jawab Alice
(karena film masih tayang di bioskop, jadi penulis tidak akan spoilerkan yang berada di dalam film ini)
“kasihan ya perempuannya baru menikah harus memainkan permainan petak umpet seperti itu” ujar William, Alice hanya membalas dengan menganggukan kepalanya
“menurut kamu Alice, kalau kamu kaya perempuan apa yang akan kamu lakukan?” tanya William
“maksud Mister?” tanya Alice
“ya maksud saya kamu menikah dengan seorang laki-laki dan keluarga suami kamu seperti kaya yang ada seperti di film itu, bagaimana perasaan kamu?” tanya William, Alice hanya membeku ditempat mendengar ucapan William
“sudah kamu tidak menanggapi ucapan saya, saya hanya bercanda saja” ujar William
“yaudah yuk kita lanjut cari kado buat keponakan saya” ajak William, lalu mereka melangkahkan kaki menuju toko peralatan dan baju-baju bayi
Pigeon Baby Shop
“Alice menurut kamu ini bagus engga?” tanya William sambil menunjukkan sebuah baju yang sangat lucu menurut William kepada Alice
“bagus Mister” jawab Alice
“Alice kalau berdua saja sama saya kamu jangan panggil saya dengan sebutan Mister panggil saya William saja” ucap William sambil memengang pundaknya Alice
“iya Mister, ups maksudnya William” ucap Alice
“nah gitukan di dengarnya enak” ucap William
“ayo kita cari di toko yang lain saja dulu yuk” ajak William sambil menarik tangannya Alice
Setelah mengelilingi mall selama 30 menit, akhirnya William dan Alice sudah mendapatkan barang yang cocok untuk kado keponakannya William
“huft akhirnya setelah mengelilingi mall dapat juga kadonya” ucap William sedikit kelelahan
Mereka duduk di kursi panjang yang sudah di sediakan berada di sekitaran Mall
“El bagaimana kita makan malam dulu sebelum pulang” ajak William
“iya Will” jawab Alice
Wangchi Chuancai
Alice dan William sudah memesan makanan dan minumannya tinggal menunggu pelayan mengantarnya
“hmm Alice, besok saya akan menjemput kamu untuk ke perayaan keponakan saya” jelas William
“tidak usah William, saya bisa sendiri kesananya” tolak Alice
“kesana sendiri? Memangnya kamu sudah tau alamat rumah saya?” tanya William dengan tersenyum geli sedangkan Alice menggaruk tekuknya yang tidak gatal karena ia malu
“hehehe saya tidak tau William” ujar Alice
“yaudah saya akan menjemput kamu” ucap William
Lalu tiba-tiba saja pelayan datang mengantarkan pesanan mereka lalu mereka menghabiskan makanan dan minumannya... Setelah itu William mengantarkan Alice terlebih dahulu sebelum ia pulang ke rumahnya
~Depan Rumah Alice~
21.30
đźš—Â William Car
“terima kasih ya Will” ucap Alice
“seharusnya saya yang bilang terima kasih sama kamu, karena kamu sudah mau menemani saya membeli kado untuk keponakan saya” ujar William
“iya sama-sama William” ujar Alice
“ya sudah, saya masuk dulu ya” ujar Alice, William membalas dengan anggukan lalu Alice keluar dari mobilnya William
“yasudah kamu hati-hati ya Will” ujar Alice memperingatkan
“iya, yasudah saya jalan dulu, selamat malam” ucap William
“selamat malam juga” balas Alice lalu William melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah Alice
Alice pun masuk ke dalam rumahnya setelah mobilnya William tidak terlihat lagi
📍 Alice’s Home
“aku pulang” teriak Alice
“El kamu baru pulang? Tumben sampai malam” tanya Rosalie
“iya tadi aku nemenin boss aku dulu cari kado untuk keponakannya” jawab Alice
“oh gitu, pantesan bawaan kamu banyak banget” ujar Alice
“tapi kamu sudah makan belum?” tanya Rosalie
“kalau belum kakak akan hangatkan makanannya” ujar Rosalie
“tidak usah ka, aku sudah makan tadi sama boss aku” jawab Alice
“oh gitu” ucap Rosalie
“yaudah aku mandi dulu ya, soalnya badan aku lengket banget ini” ujar Alice, Rosalie hanya membalas dengan menganggukan kepalanya lalu Alice melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya
22.00
📍 Johnson’s Home
“ya ampun ka, daritadi aku tungguin kok kakak baru pulang sih” ujar Lisa yang lagi duduk di ruang keluarga sambil menonton tv menunggu sang kakak
“hmm tadi kakak cari kado dulu buat besok” ujar William
“kakak engga usah repot-repot seperti itu mainan maupun bajunya Dysa masih banyak yang belum terpakai” ujar Lisa
“Lisa aku belikan ini karena aku sayang sama keponakan aku, kalau baju ataupun mainan Dysa masih banyak itu karena kamu terlalu banyak belanja” ujar William agak kesal
“iya deh maafkan aku ka” ucap Lisa menyesal karena telah mengatakan seperti itu ke kakaknya
“lalu kakak cari kadonya sama siapa?” tanya Lisa
“sama Alice” jawab William
“sama sekertaris baru kakak itu? Kok engga sama ka Allysia?” tanya Lisa
“Allysia tadi juga engga menghubungi kakak, jadi yaudah daripada engga ada temannya mendingan sama sekertaris kakak” jawab William
“yah padahal tadi sore ka Allysia kemari buat nemuin kakak biar kakak di temani ka Allysia belanja bareng” ujar Lisa
“sudahlah Lisa, aku sudah belanja ini” ujar William lalu meninggalkan Lisa sendirian karena ia agak kesal dengan kelakuan adiknya yang selalu mendekatkan ia ke Allysia
William Bedroom
“pusing deh sama kelakuannya si Lisa ini” ucap William pelan lalu duduk di sofa dan menyenderkan badannya ke sofa untuk menghilangkan penat seharian bekerja di kantor dan belanja tadi
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
“masuk” teriak William dari dalam kamarnya
“Will” panggil Hendy
“eh Hen, ada apa?” tanya William
“tadi gue denger obrolan lu sama Lisa, jangan di masukkin ke dalam hati ya” ujar Hendy
“iya gue ngerti kok” ucap William
“Lisa begitu supaya lu lupain perempuan itu” ujar Hendy
“gue sebenarnya sudah melupakan perempuan itu Hen” ujar William
“karena sudah ada Alice yang menggantikan perempuan itu?” tebak Hendy
William yang mendengar tebakkan Hendy hanya diam membeku
“kenapa diam Will? Tebakan gue bener?” tanya Hendy
“tapi gue minta satu hal sama lu Will, lu jangan pernah menjadikan Alice pelarian lu sama kaya perempuan-perempuan yang pernah lu pacarin dan pada akhirnya lu pacarin mereka hanya sementara” ujar Hendy
“iya gue engga akan jadikan Alice pelarian kok, sepertinya Alice adalah masa depan gue yang selama ini gue cari” ujar William sambil membayangkan masa depannya bersama Alice
“ya gue senang akhirnya lu bisa jatuh cinta lagi dan semoga pilihan lu kali ini engga salah” ujar Hendy menepuk pundaknya William lalu keluar dari kamarnya William
~Keesokkan Harinya~
07.00
📍 Johnson’s Home
Semua para pembantu di rumah keluarga Johnson sedang sibuk mempersiapkan peringatan 100 harinya nona muda keluarga Johnson
William Bedroom
William sudah bersiap untuk pergi ke rumah Alice untuk menjemputnya membawa Alice ke olahraga terlebih dahulu lalu ke salon
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
“masuk” teriak William dari dalam kamarnya
“loh kakak kok udah rapi aja, kan acaranya nanti sore” ujar Lisa yang sedang memandangi sang kakak dari ujung kepala ke kaki sang kakak
“kakak mau ke rumah Alice dulu” ujar William
“ke rumah sekertaris kakak? Mau ngapain kakak ke sana pagi-pagi begini” ujar Lisa
“kakak mau ngajakin Alice olahraga dulu lalu baru ke salon” ujar William yang sedang memakai jam tangan mewah miliknya
“yaudah kakak keluar dulu, bye Lisa” ucap William sambil mengecup kening sang adik lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar
“kok kakak jadi makin deket sih sama sekertaris barunya itu” ujar Lisa pelan yang agak kesal
07.30
📍 Alice’s Home
Dinning Room
“El kamu ke perayaan 100 hari keponakan boss kamu itu jam berapa?” tanya Rosalie
“kurang tau deh ka, soalnya aku lupa lagi nanyain semalam” ujar Alice
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
“aku aja ka yang bukain pintunya” ujar Alice lalu melangkahkan kakinya ke pintu utama untuk membukakan pintunya
“siapa ya?” tanya Alice sambil membuka pintu utama rumahnya
“William” ucap Alice kaget
“kamu ngapain kemari pagi-pagi? Memangnya acara keponakan kamu sekarang?” tanya Alice
“oh engga saya cuman mau ngajakin kamu olahraga bareng, kamu mau?” tanya William
“olahraga? Boleh deh tunggu sebentar ya aku ganti baju dulu, kamu bisa duduk dulu di situ” ucap Alice sambil menunjukkan kursi yang berada di samping kirinya
“iya akan saya tunggu” ujar William
Alice pun masuk ke dalam rumahnya lagi lalu ke kamarnya... Beberapa menit kemudian Alice pun keluar dari rumahnya sudah berganti baju olahraga dan memakai sepatu olahraga
“sudah siap?” tanya William
“sudah yuk” jawab Alice
Alice dan William pun berjalan kaki, karena mereka akan ber-olahraga di lapangan dekat rumahnya Alice
09.00
Lapangan Olahraga
Setelah selesai ber-olahraga jogging, mereka pun beristirahat karena terlalu melelahkan setelah 1 jam mereka mengitari lapangan yang tidak terlalu besar tersebut
“huh capek juga ya ternyata” ujar Alice agak lelah
“memangnya kamu engga pernah olahraga?” tanya William
“engga pernah saya sibuk kuliah sama magang jadinya saya engga sempat olahraga deh” jawab Alice yang masih meluruskan kakinya dan menundukkan kepalanya
“ya meskipun kamu engga sempat olahraga seperti ini kan kamu bisa ber-olahraga ringan di rumah, seperti squad, sit up, atau yang lainnya” ujar William
“saya olahraga seperti itu di rumah tapi cuman 3 kali dalam seminggu takutnya saya kelelahan kalau setiap hari” ujar Alice
“ya engga apa-apa itu bagus juga untuk tubuh dan kesehatan” ujar William
“gimana saya belikan kamu minum di mini market situ?” tanya William menunjuk ke mini market yang tidak jauh dari lapangan tersebut
“boleh, maaf kalau merepotkan” ujar Alice
“oh tidak apa-apa, yaudah saya akan belikan air dulu” ujar William lalu melangkahkan kakinya menuju ke mini market tersebut
Setelah beberapa menit William sudah kembali membeli minuman di mini market tersebut terlihat William membawa kantong plastik yang tidak terlalu besar
“ini minumannya” ucap William sambil mengasihkan minumannya ke Alice
“terima kasih” ucap Alice sambil membuka tutup botolnya lalu meminum minumannya hingga setengah botol
“kamu sudah sarapan belum?” tanya William
“sudah Will” jawab Alice
“yah padahal saya mau ngajakin kamu sarapan” ucap William
“maaf ya Will” ucap Alice sambil mengapitkan kedua telapak tangannya
“tidak apa-apa, sebagai gantinya bagaimana kamu temani saya sarapan” ucap William
“iya deh saya akan nemenin kamu” ucap Alice
“yaudah yuk” ajak William lalu berdiri dan berjalan menjauh, Alice pun menyusul William di belakangnya
Selesai sarapan, William dan Alice pun pulang ke rumahnya Alice
~Depan Rumah Alice~
“hmm El” panggil William
“iya” jawab Alice menengok ke arah William
“saya mau ngajak kamu ke suatu tempat, kamu mau?” ajak William
“mau, tapi saya mandi dulu” ujar Alice
“engga apa-apa, saya juga mau ke apartemennya Revan dulu” ucap William
“oh yaudah” ucap Alice
“yaudah saya permisi dulu ya” pamit William lalu melangkahkan kakinya menuju mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya
“iya Will hati-hati” ucap Alice lalu William melajukan mobilnya menuju ke apartemennya Revan yang tidak terlalu jauh dari rumahnya Alice
📍 Revan’s Apartemen
Ting...Tong...Ting...Tong *bel*
“iya sabar, siapa sih yang pagi-pagi kemari” ucap Revan yang masih mengantuk lalu membuka pintu utama
*ceklek* Revan membuka pintu dan di depannya sudah ada William dengan memakai baju olahraga
“ngapain lu kemari? Mau ngajakin olahraga? Engga ah gue lagi mager banget ini” ujar Revan yang memandang William dari atas kepala hingga kaki dan langsung berfikiran sendiri tanpa mendengarkan sahabatnya ngomong
“dih siapa juga yang mau ngajakin lu olahraga” ucap William lalu masuk ke dalam apartemen Revan
“terus lu mau nagapin kemari pagi-pagi?” tanya Revan menyusul William
“gue cuman mau numpang mandi dimari” ujar William santai sambil duduk di sofa lalu menyenderkan badannya
“dih enak banget lu dateng-dateng langsung bilang numpang mandi... lu fikir air di sini engga bayar apa” ujar Revan kesal
“yaelah Van lu aja sering nginep, makan, mandi di rumah gue, gue engga pernah minta ganti rugi ke lu... dan uang yang lu dapatkan dari perusahaan gue juga” balas William
Revan yang mendengar ucapan William langsung diam tidak mengeluarkan ekspresinya sebelumnya yang terlihat kesal sekarang ia malah cengengesan
“hehehe yaudah lu boleh mandi sepuas lu atau selama yang lu mau” ucap Revan mempersilahkan William mandi
“ikhlas engga lu?” tanya William
“ikhlas gue kok” jawab Revan
“awas lu kalau engga ikhlas hitungannya dosa” ujar William lalu berlalu menuju ke kamar mandi yang berada di kamarnya Revan
“Van lu harus ikhlas, engga mau kan dosa lu nambah cuman gara-gara hal ini” ujar Revan dalam hati sambil mengelus dadanya
Beberapa menit kemudian, William baru selesai mandi dan ganti bajunya jadi rapih dan wangi pastinya
“lu mau kemana sih jam segini udah rapih aja” ucap Revan
“gue mau ngajakin Alice jalan-jalan” ujar William
“wis udah gece aja pendekatannya” celetuk Revan
“iya lah nanti Alice di embat sama cowok lain, kalau engga gece pendekatannya” ujar William sambil memakai kembali jam tangan mewahnya
“iya deh terserah lu, awas nanti adik lu melakukan hal yang sama ke mantan-mantan lu terhadap Alice” ucap Revan membuat William terdiam memikirkan apa yang di ucapkan Revan
“yah gue harap Lisa engga melakukan itu semua” harap William
“ya amin deh, semoga Lisa sudah berubah” ujar Revan
\~\~\~\~\~
📍 Alice’s Home
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
“ka, tolong buka kan pintunya takutnya boss aku yang datang” teriak Alice dari dalam kamar
“iya” teriak Rosalie lalu melangkahkan kakinya ke pintu utama untuk membukakan pintunya
*ceklek* Rosalie membuka pintunya
William yang menghadap keluar rumah lalu berbalik ke rumah Alice karena ia mendengar pintu terbuka
“siapa ya?” tanya Rosalie
“Ayla” kaget William
~Bersambung~
Jangan lupa Like and Comment, karena Like dan Comment kalian sangat berarti bagi penulis supaya penulis bisa semangat untuk menulis cerita ini... Penulis menerima saran dan kritik dari para pembaca.
Thanks ^^