Boss And Me

Boss And Me
Chapter 20



Setelah nge-gym, William dan Alice memutuskan untuk ke restaurant untuk membeli air mineral karena air mineral yang ada di kamar mereka sudah habis


The Cafe, Mulia Resort


“mba beli air mineralnya 4 botol ya” pinta William ke pegawai hotel yang berada di hadapannya


“iya Sir tunggu sebentar saya ambilkan dulu” ucap pegawai hotel tersebut lalu melangkahkan kaki menuju tempat dimana air mineral botol berada


“ini Sir pesanan anda” pegawai hotel tersebut mengasihkan 4 botol air mineral ke William lalu di terima oleh William


“jadi berapa?” tanya William sambil mengeluarkan dompetnya


“totalnya jadi 24 ribu rupiah Mister” jawab pegawai hotel tersebut


William mengasihkan uang 1 lembar 50 ribuan


“sebentar Mister saya ambil kembaliannya” ucap pegawai hotel


“tidak usah, ambil saja kembaliannya” ucap William lalu melangkahkan kaki ke arah keberadaan Alice berdiri


“ini 2 botol buat kamu” ucap William mengasihkan 2 botol yang berada di tangannya


“terima kasih ya” ucap Alice sambil menerima 2 botol air mineral tersebut


“iya sama-sama, yaudah yuk balik ke kamar” ajak William


William dan Alice melangkahkan kaki menuju lift, setelah sampai di depan kamarnya Alice


~Depan 140 Room~


“yaudah aku ke kamar dulu ya” ucap William sambil mengusap kepalanya Alice


“hmm” ucap Alice


“good night El” ucap William


“good night too Will” balas Alice lalu masuk kedalam kamarnya


WILLIAM JOHNSON (@willjohnson)


@aliceknsha “Will anterin aku yuk” 22.00


@willjohnson “kemana?” 22.00


@aliceknsha “mini market yang di depan hotel” 22.01


@willjohnson “yaudah sekarang aku ke kamar kamu” 22.01


William sudah ada didepan kamarnya Alice yang ternyata sudah ada Alice berdiri disana


“kamu kenapa engga nunggu didalem aja?”


“engga apa-apa biar cepat aja ke mini marketnya”


“yaudah yuk ke sana nanti keburu malem lagi” ajak William lalu menggandeng tangannya Alice


“iya yuk” Alice membalas gandengan tangannya William


Ind*mar*t\, Nusa Dua\, Bali


“emangnya kamu mau beli apa?” tanya William setelah sesaimpainya di minimarket


Alice bukannya menjawab pertanyaan William ia terus berjalan kearah rak sebuah barang yang ia butuhkan saat ini dan William hanya mengikuti kemana langkah kaki Alice


“kamu minta aku temani ke minimarket cuman mau beli pembalut?” kaget William


“iya, emangnya kamu fikir aku ke minimarket beli apa?” sewot Alice


“ya kan aku kira kamu mau beli cemilan” ucap William dengan pelan


“yaudah kalau kamu engga ikhlas temani aku ke sini lebih baik kembali ke hotel aja”


“engga kok sayang aku ikhlas temani kamu kesini beli apapun itu” William memeluk Alice dari belakang


“udah lepas, malu dilihatin orang tau” Alice mencoba menyingkirkan tangannya William


“iya aku akan lepas, tapi kamu janji jangan marah lagi sama aku” William mengulurkan jari kelingkingnya


“iya aku janji” Alice menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking William


“yaudah yuk kita bayar”


“kamu engga mau beli cemilan gitu?” tanya Alice


“engga” jawab William santai


“beli aja cemilan Will” paksa Alice


“loh kan aku engga mau beli cemilan sayang”


“ya kan buat aku dikamar nanti”


“emangnya kamu engga takut gendut kalau kamu nyemil pada malam hari?” tanya William


“apa kamu ngatain aku gendut?” marah Alice lalu memutarkan badannya menghadap William


“aku engga ngatain kamu gendut sayang, aku cuman bilang kamu engga takut gendut”


“aku engga takut, emangnya kalau aku gendut kamu engga suka lagi sama aku?” tanya Alice


“aku suka sama kamu bukan karena badan kamu maupun wajah kamu tapi hati kamu yang membuat aku suka sama kamu” jawab William lalu memeluk Alice


“masa?”


“iya”


“yaudah kamu pilih aja cemilan yang kamu suka” ucap William lalu mengambil keranjang yang tidak jauh darisana


“kamu taruh pembalutnya di keranjang aku yang akan bawakan keranjangnya kamu tinggal ambil cemilan yang kamu suka” suruh William sambil membawa keranjang


Setelah mereka berbelanja di minimarket mereka kembali ke hotel


📍 Mulia Resort, Nusa Dua, Bali


~Depan 140 Room~


“terima kasih ya kamu udah nganterin aku ke minimarket” ucap Alice sambil mengangkat kantong plastik yang ia bawa


“iya sama-sama”


“yaudah aku masuk dulu ya” ucap Alice lalu membuka pintu kamarnya dengan key card


Tiba-tiba William menahan Alice dengan memegang tangannya Alice


“ada apa Will?” tanya Alice


“engga ada kecupan selamat malam atau ucapan selamat malam buat aku?” tanya balik William


“oke, good night Will” jawab Alice


William tidak membalas ucapan Alice malahan William makin mendekat ke arah Alice lalu setelah beberapa centi wajah William mendekat sambil menutup matanya... Bibir William dan bibir Alice sudah menyatu yang awalnya hanya bibir William mengecup lama-kelamaan bibir mereka melumat satu sama lain


140 Room


Setelah di kamar Alice mereka masih berciuman dan bibir William sudah turun ke leher Alice


“hmm” desah Alice


“Will” panggil Alice yang masih dengan bernada desahan


“hmm” jawab William yang masih mencium leher Alice


“please stop”


“hmm”


Alice mendorong tubuh William untuk menjauhinya


“loh kok berhenti sih” ucap William yang masih berkabut gairah


“aku lagi datang bulan Will, jadi kita harus berhenti” ucap Alice mengingatkan


“oh” lesu William


“yaudah aku mau ke kamar mandi dulu” Alice melangkahkan kaki menuju kamar mandi sambil membawa underware dan pembalut yang ia beli tadi


“huh gagal deh” kata William dalam hati


Setelah berganti Alice keluar dari kamar mandi dan ia melihat William masih di dalam kamarnya dan sedang duduk di atas kasur


“kok kamu masih disini? Engga balik ke kamar kamu?” tanya Alice


“hmm apa aku boleh tidur disini sama kamu?” tanya balik William


“apa tidur disini?” kaget Alice


“engga boleh aku tidur disini? Yaudah deh aku balik ke kamar aku aja deh” ucap William dengan lesu


“yaudah iya kamu boleh tidur disini” ucap Alice mengalah


“iya beneran” jawab Alice


“tapi kamu bawa baju mandi kamu dan kamu ganti baju kamu dengan piyama”


“iya, yaudah aku ke kamar dulu nanti aku kesini lagi” William meninggalkan Alice sendirian dikamarnya


“ya tuhan semoga keputusan aku engga salah” kata Alice dalam hati


“loh kok kamu bawa koper” ucap Alice setelah melihat William masuk ke kamarnya sambil membawa sebuah koper


“iya, kan malam ini dan esok malam aku mau tidur disini bareng kamu” ucap William enteng


“engga, kamu malam ini aja tidurnya engga ada esok malam”


“ih El engga apa-apa kali nanti setelah kita pulang ke Shanghai kita juga engga bisa tidur bareng”


Alice diam saja tanpa menjawab ucapan William


“kalau kamu diam berarti kamu menyetujui ucapan aku” ucap William sambil menarik kopernya dan menempatkan kopernya disebelah koper Alice


“yaudah aku ganti baju dulu ya” ucap William lalu melangkahkan kaki menuju kamar mandi


William sudah berganti pakaian menjadi piyama dan mereka sudah tiduran di atas kasur dengan posisi Alice membelakangi William dan William dengan senang hati memeluk Alice dari belakang


“good night Will” ucap Alice


“good night too El” balas William


Lalu mereka sudah tidur di temani oleh sinar rembulan dan bintang-bintang dengan nyenyak


~Keesokkan Harinya~


07.00


140 Room


William dan Alice masih tertidur sambil berpelukan dibawah selimut tebal mereka, setelah semalam mereka menghabiskan malam yang begitu panjang... Alice sudah bangun dari tidurnya, ia berusaha menyingkirkan tangannya William yang berada di perutnya


“Will, minggir dulu tangan kamu aku mau mandi dulu” Alice mengelus tangannya William yang berada di perutnya


“hmm” gumam William yang masih berada diposisinya sebelumnya


“ayolah Will, aku mau mandi” ujar Alice yang masih berusaha menyingkirkan tangannya William


“mandi bareng aja” canda William


“enak aja mandi bareng, aku engga mau” tolak Alice


“kan semalem engga jadi sayang”


“aku kan udah bilang sama aku, aku engga mau melakukan itu sebelum aku menikah” marah Alice


“iya, iya maaf aku kan cuman bercanda sayang” ucap William lalu memeluk Alice dari belakang


“yaudah aku mandi, sana kamu bau belum mandi”


“ya meskipun aku bau belum mandi yang penting aku kegantengan aku ga luntur” pede William


“ih pede banget kamu” ucap Alice lalu memukul William dengan bantal yang berada di dekatnya


“ih sayang kalau masih pagi tuh akunya jangan dipukul tapi disayang aja” ujar William


“huh maunya kamu disayang” ucap Alice lalu melangkahkan kaki menuju kamar mandi


Sedangkan William kembali tidur, karena hari ini ia sangat mengantuk


Bathroom


“huh ini pasti kerjaannya William semalem deh” kesal Alice sambil mengaca dan memperlihatkan lehernya yang penuh kemerahan akibat ulah William


Alice sudah selesai mandi ia sudah berpakaian rapi lalu Alice melihat ke arah kasur ternyata William masih meringkuk di bawah selimut sambil memeluk gulingnya


“ya tuhan dia mau sampai kapan tidurnya” kata Alice dalam hati lalu melangkahkan kaki menuju kasur yang diatasnya masih ada William sedang tidur


“Will ayo dong bangun” Alice berusaha membagunkan William dengan cara menggoyang-goyangkan badannya William


“hmm” gumam William males-malesan


“ayolah Will bangun dong nanti kita telat sarapannya” ucap Alice yang masih berusaha membangunkan William dengan cara menggoyang-goyangkan badannya William


“masa bangunin pacarnya begitu sih seharusnya bangunin tuh di cium gitu” ucap William yang masih memejamkan matanya


“yah itu mah mau kamu dicium” ucap Alice yang melemparkan bantal ke arah William


“yaudah kalau kamu engga mau bangun, aku sarapan duluan ya sekalian mau cari pacar baru soalnya pacarku satu ini tidurnya kebo aku engga suka” Alice mengecangkan suaranya supaya William dengar


“eh jangan masa belum 24 jam jadi kamu mau cari pacar baru lagi” William buru-buru bangun dari tidurnya lalu melangkahkan kaki menuju ke kamar mandi


Alice yang mendengar ucapan William hanya tertawa kecil dan menggeleng-gelengkan kepalanya lalu ia memutuskan untuk sarapan dulu di bawah biar William menyusulnya nanti


\~\~\~\~\~


07.45


The Cafe, Mulia Resort


Alice sudah menempati salah satu meja di cafe tersebut sambil menunggu William ia sudah mengambil makanan manis yang sudah disediakan hotel untuk sarapan para tamunya


“hai sendirian aja” sapa seorang pria duduk di bangku yang berada diseberang Alice


Alice hanya diam saja tidak menjawab sapaan pria tersebut, karena ia tidak mengerti bahasa yang digunakan pria tersebut


(note Author : jadi percakapan selama di novel adalah bahasa mandarin dan translate ke bahasa Indonesia, karena tamu tersebut orang Indonesia jadi pakai bahasa Indonesia)


“excuse me, where are you from? (permisi, kamu berasal darimana?)” tanya pria tersebut basa-basi


Alice tidak juga menjawab pertanyaan dari pria tersebut karena takutnya pria tersebut orang jahat


“hey you don’t have to be afraid I’m a local tour guide and I live around here (hey, kamu jangan takut aku pemandu wisata lokal dan aku juga tinggal di daerah sini)” jelas pria tersebut yang ternyata pemandu wisata dari Bali


Alice juga masih mendiamkan pria tersebut sambil memakan kue manis yang berada di atas meja tersebut, sebenarnya ia tertarik karena pria tersebut adalah pemandu wisata pasti pria tersebut juga tahu dari sini


“if you need anything you can call me at the number on this card (jika kamu butuh sesuatu kamu bisa hubungin aku di nomor yang ada di kartu ini)” ucap pria tersebut sambil mengasihkan kartu namanya dan menaruhnya diatas meja


“well, now you’’ll excuse me, I have to go back to work (jadi, aku permisi dulu, karena aku harus kembali kerja lagi)” ucap pria tersebut melangkahkan kaki menuju pintu keluar dari cafe tersebut


“hey sayang maaf nunggu lama, soalnya tadi di lift ngantri” ucap William sambil duduk di kursi yang tadi di duduki pria pemandu wisata


“loh ini kartu nama siapa” ucap William sambil mengambil kartu nama tersebut


“oh tadi ada pria yang merupakan local guide”


“ngobrol sama kamu?” tanya William


“oh engga dia cuman menawarkan kalau kita membutuhkan sesuatu kita bisa hubungi dia di nomor yang ada di kartu nama itu” jawab Alice


“oh gitu aku simpan aja deh kali aja nanti berguna” William menyimpan kartu nama tersebut kedalam kantong celananya


\~\~\~\~\~


10.00


📍 Garuda Wisnu Kencana, Bali



William dan Alice sudah sampai di GWK yang merupakan tempat wisata terkenal di Bali


“kenapa kita kesini?” tanya William ke guide yang tadi pagi ngobrol sama Alice di cafe... ya William memutuskan menghubungi pria tersebut karena menurutnya mereka akan lebih muda untuk kemana-mana dan mudah mendapatkan informasi dari pria tersebut tentang Bali maupun tempat wisatanya


“karena Sir tempat ini sangat terkenal di Bali maupun Wisatawan juga kemari kalau ke Bali” jawab pria tersebut yang bernama Indra


“oh gitu, Sir sama Alice mau foto-foto disana?” tanya Indra sambil mengarahkan tangannya ke arah 2 tebing di tengahnya ada jalanan buat foto-foto para wisatawan


“boleh?” tanya William


“boleh dong Sir” jawab Indra


“El ayo kita foto disana” ajak William ke Alice


“aku engga mau ah” tolak Alice


“ih kenapa?” tanya William


“aku engga suka foto-foto”


“ayolah foto sama aku disini kali aja kita bisa kesini lagi”


“yaudah deh” Alice menyetujui permintaan William


~Bersambung~


Jangan lupa Like and Comment, karena Like dan Comment kalian sangat berarti bagi penulis supaya penulis bisa semangat untuk menulis cerita ini... Penulis menerima saran dan kritik dari para pembaca.


Thanks ^^