
Setelah beberapa hari Alice pulang dari rumah sakit, Alice kembali bekerja menjadi sekertaris dari William Johnson, tetapi ada hal yang mengganjal dari sifat dan sikap dari William yang biasanya hangat dan baik terhadap Alice tetapi menjadi dingin dan lebih menjadi pendiam dan kaku
Itulah yang menjadi pertanyaan Alice setelah kembali bekerja, William sebelumnya tidak pernah menjenguknya di rumah sakit dan sekarang Mr. Johnson malah menjadi seperti sekarang dan juga sering marah-marah kalau ada karyawan yang membuat kesalahan
“Mr. Johnson kenapa ya akhir-akhir ini sikapnya sering marah-marah terus” gumam seorang karyawati yang pernah Alice dengar setelah karyawan tersebut keluar dari ruangan bossnya tersebut
“hai” sapa seorang perempuan ke Alice
“oh hai” sapa balik Alice ke perempuan tersebut dengan heran
“kenalkan nama aku Allysia Cherilyn kamu bisa panggil aku Allysia” ucap perempuan tersebut sambil memperkenalkan dirinya
“kamu pasti sekertaris barunya William” tebak Allysia
“iya saya sekertaris barunya Mr. Johnson” jawab Alice
“saya temannya William dan Revan semenjak SMA” ucap Allysia, Alice membalas dengan anggukan
“apa Williamnya ada didalam?” tanya Allysia
“oh Mr. Johnson ada di dalam nona Allysia” jawab Alice
“yaudah saya masuk dulu ya, bye Alice” ucap Allysia lalu memasuki ruangan William
“Alice dia hanya temannya boss, kenapa kamu bisa engga suka begitu sih” ngomel Alice dalam hati untuk dirinya sendiri
CEO Room
*ceklek* bunyi buka pintu ruangan William membuat sang empunya ruangan menoleh
“Allysia” panggil William langsung berdiri menghampiri Allysia lalu memeluknya
“oh my god, nice to meet you again” ucap William lalu melepaskan pelukannya
“kapan kamu balik dari praha?” tanya William yang sudah duduk di sofa yang berada di dalam ruangan bersama Allysia
“sudah 1 minggu yang lalu, tapi aku mampir ke seoul dulu” jawab Allysia
“oh gitu” ucap William
“yaudah gue mau ngelanjutin kerjaan gue dulu ya” ucap William lalu melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya
“oh ya katanya Revan kerja disini juga, dimana dia?” tanya Allysia yang sudah duduk di kursi di depan meja kerja William
“oh dia kerja di bidang desain grafis, kamu mau ketemu sama dia?” tanya William sambil menatap Allysia
“iya nih aku kangen banget sama tuh anak” ucap Allysia
“yaudah aku panggilin sekertarisku buat nganterin kamu ke ruangan Revan” ucap William lalu di balas anggukan oleh Allysia
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
“masuk” teriak William dari dalam ruangannya
“permisi Mister, anda memanggil saya?tanya Alice yang sudah memasuki ruangan William dan juga sudah berdiri di samping meja kerjanya William
“gini Alice tolong kamu antarkan teman saya ini ke ruangan Mr. Boughton” ucap William sambil menatap Alice lalu ke Allysia
“baik Mister” ucap Alice sambil membungkukkan badannya
“silahkan nona mari saya antar” ucap Alice
“Will aku ke Revan dulu ya, jangan kangen loh sama aku” ledek Allysia, William hanya membalas dengan geleng-geleng kepalanya mendengar ucapan Allysia sedangkan Alice yang mendengar ucapan Allysia hanya diam dan merasakan dadanya sakit
Allysia dan Alice pun keluar dari ruangan William menuju ruangan Revan yang berada di lantai 20
Divisi Desain Grafis
“wah siapa tuh yang dateng” ucap karyawan yang merupakan bawahannya Revan yang menatap arah datangnya Allysia dan Alice
“jangan-jangan karyawan baru di divisi kita lagi” ucap karyawan yang lainnya
Manager Desain Grafis Room
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
“masuk” teriak Revan dari dalam ruangannya
Alice dan Allysia pun masuk ke dalam ruangannya Revan, Revan belum menyadari siapa yang masuk ke ruangannya ia masih fokus ke pekerjaannya
“permisi Mr. Boughton” ucap Alice memandangi Revan yang masih fokus ke pekerjaannya
“iya” ucap Revan lalu menoleh ke arah suara berasal
“Allysia” teriak kaget Revan lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah Allysia berdiri langsung memeluknya
“ya tuhan Lys aku kangen banget sama kamu” ucap Revan yang masih memeluk Allysia
“aku juga kangen banget sama kamu” ucap Allysia membalas pelukan Revan
Revan pun melepaskan pelukan Allysia
“udah ketemu belum sama William?” tanya Revan
“udah kok, ini kan sekertaris barunya” jawab Allysia
“oh ada Alice maaf ya dan terima kasih sudah nganterin Allysia kesini” ucap Revan menundukkan kepalanya
“iya Mister sama-sama, kalau begitu saya balik ke ruangan Mr. Johnson” pamit Alice
“oh begitu El, terima kasih sekali lagi El” ucap Revan, lalu Alice melangkahkan kaki meninggalkan divisi desain grafis
“hmm Van” panggil Allysia yang sudah duduk di kursi yang berada di depan meja kerjanya Revan dan Revan sudah kembali duduk di kursi kebesarannya
“iya Lys, kenapa?” jawab Revan yang masih fokus ke laptopnya
“hmm, si Diandra udah lama engga kerja lagi di J. Corporation?” tanya Allysia heran
“cuti? Emangnya si Diandra kenapa sampe cuti segalam?” tanya Allysia
“oh dia kan lagi hamil jadi suaminya minta buat dia cuti aja dari pekerjaannya” jawab Revan tanpa menoleh ke arah Allysia
“oh begitu, lalu yang menggantikan Diandra perempuan yang tadi?”
“iya tapi cuman sementara engga selamanya”
“kenapa sementara doang?”
“kan perempuan tadi cuman magang di sini, jadi kalau Diandra sudah selesai cutinya perempuan tadi akan balik ke kuliahnya”
“udah ah aku mau fokus ngerjain ini dulu, kita ngobrolnya nanti saja pas makan siang bareng William” lanjut Revan
Allysia pun diam saja setelah mendengar ucapan Revan barusan
11.55
“selamat siang Alice” sapa Revan
“selamat siang Mr. Boughton” sapa balik Alice sambil membungkukkan badannya
“ada William di dalam?” tanya Revan keberadaan William
“oh Mr. Johnson ada di dalam Mister” jawab Alice
Revan dan Allysia pun masuk ke ruangan William.. tidak berapa lama kemudian mereka ke luar kembali dan sudah bersama William pastinya
“loh kok Alice masih ada di sini? Engga makan siang?” tanya Revan
“saya masih ada kerjaan Mister” jawab Alice
“sudah ah ayo kita makan siang bareng kita bertiga” ajak Reva
“tidak usah Mister, saya takut mengganggu” tolak Alice
“mengganggu apanya sih, tidak apa-apa” ucap Revan
“iya kan Will?” tanya Revan ke William, Alice juga melihat raut wajah bossnya tersebut
“hmm” jawab William dengan berdeham
“nah kan itu Mr. Johnson aja engga apa-apa yaudah yuk” ajak Revan sambil menggandeng tangannya Alice, membuat William melirik kelakuannya Revan tersebut
📍 Windows on The Park Restaurant
William, Alice, Revan dan Allysia pun sudah mendapatkan tempat duduk lalu mereka menempatinya Alice dan Allysia duduk bersebelahan lalu William dan Revan duduk di hadapan mereka dan lalu mereka memesan makanan ke pelayan tinggal menunggu pesanan mereka datang mereka mengobrol
“Lys, kok kamu engga bilang-bilang sih sama aku dan Will kalau kamu akan datang ke Shanghai” ucap Revan
“ya kan aku cuman mau kasih kalian suprise, jadi pas aku ke seoul kenapa aku mengunjungi sahabat-sahabat aku satu ini” ucap Allysia sambil memandang Revan lalu memandang William
“lalu bagaimana dengan pekerjaan kamu di Praha lancar?” tanya William yang sedari tadi hanya memandangi Revan dan Allysia
“lancar kok, malah sekarang sudah diangkat menjadi wakil direktur disana” ucap Allysia sambil memegang tangannya William karena terlalu senang hingga Allysia tidak menyadari hal tersebut, Alice yang melihat hal tersebut hanya tersenyum kecut
“ya tuhan, seharusnya aku engga ada disini.. aku malah mengganggu mereka yang sedang reuni” ucap Alice dalam hati yang melihat asyiknya mereka bertiga mengobrol
“wah bagus dong” ucap William lalu melepaskan perlahan telapak tangannya yang di pegang Allysia
Pesanan mereka pun sampai dan mereka pun langsung memakan makanan mereka masing-masing.. Setelah selesai makan siang, mereka kembali ke J. Corporation
📍 J. Corporation
Basement Floor
“Will, Van” panggil Allysia
William dan Revan membalikkan badan mereka ke arah Allysia secara bersamaan sedangkan Alice yang tidak dipanggil namanya juga ikut memberhentikan langkah kakinya
“iya Lys” ucap William dan Revan berbarengan
“aku balik dulu ya, kasihan adik aku di rumah sendirian” pamit Allysia
“iya kamu hati-hati di jalan” ucap William lalu mengusap rambutnya Allysia, Alice yang melihat adegan itu hanya melihat ke arah lain
Allysia pun meninggalkan William, Revan dan Alice dan menuju ke arah parkiran
William pun melanjutkan jalannya di belakangnya ada Revan dan Alice
“kamu yang sabar ya El” ucap Revan sambil mengelus pundak Alice
“sabar? Untuk apa Mister?” tanya Alice heran dengan tingkah Revan
“saya tau kamu engga suka kan kalau William lebih perhatian ke Allysia” ucap Revan sambil memasukkan kedua telapak tangannya ke saku celananya, reaksi Alice hanya diam setelah mendengar ucapan Revan karena benar adanya
“mereka hanya berteman sejak kecil mangkanya William lebih perhatian ke Allysia daripada ke adiknya sendiri” ucap Revan
“lah tadi katanya nona Allysia kalau dia berteman sama Mr. Johnson dan Mr. Boughton sejak SMA?” tanya Alice heran
“oh kalau saya dan Allysia memang teman sejak SMA kalau Allysia dan William berteman sejak kecil sedangkan saya dan William berteman sejak SD... Allysia dari SD hingga SMP sekolahnya di Seoul karena orang tuanya asli orang Seoul” jelas Revan
Tak terasa mereka bercerita dari lantai basement hingga masuk ke dalam lift dan sudah sampai di lantai 20
“duluan ya El, bro Will” ucap Revan sambil melambaikan tangannya dan melangkahkan kakinya menuju divisi desain grafis lalu punggungnya menghilang dari pandangan William dan Alice
William dan Alice hanya diam saja di dalam lift tanpa mengeluarkan suara mereka, setelah itu mereka sudah sampai di lantai 25... Alice kembali ke mejanya sedangkan William masuk ke ruangannya tanpa mengucapkan apapun ke Alice
“Mr. Johnson kenapa ya dari saya masuk kerja lagi engga pernah ngomong atau ngobrol apapun sama aku” tanya Alice dalam hati dengan heran
~Bersambung~
Jangan lupa Like and Comment, karena Like dan Comment sangat berharga bagi penulis, supaya penulis bisa semangat menulis cerita ini
Thanks ^^