Boss And Me

Boss And Me
Chapter 3



Selasa, 13 Februari


05.00


Kamar Alice


Alice masih tidur tiba tiba saja ada chat masuk di hpnya


ting..ting *bunyi handphone*


πŸ“± LAURA "Lis jadi ke J. Corporation?" pesan dalam chat tersebut yang ternyata dari sahabatnya Alice yaitu Laura Analise


setelah 15 menit Laura tidak chat Alice lagi, tetapi Laura yang menunggu balasan chat tidak kunjung di balas ia akhirnya nge-chat Alice lagi


πŸ“± LAURA "Alice in The World"


πŸ“± LAURA "where are you?"


setelah sekitar 30 menit kemudian, Alice baru bangun tidur dan langsung menyalakan hpnya yang sudah ada 3 chat dari Laura


πŸ“± ALICE "jadi kok Lau"


πŸ“± ALICE "sorry, gue baru bangun 😫"


πŸ“± ALICE "Lau marah ya?"


πŸ“± ALICE "sorry deh πŸ™"


πŸ“± LAURA "dasar kebo, baru bangun jam segini"


πŸ“± LAURA "kita mau berangkat jam berapa? kalo lu jam segini baru bangun"


πŸ“± ALICE "jam 7 saja"


πŸ“± ALICE "tapi kamu jemput aku ya"


πŸ“± LAURA "yaudah aku siap-siap dulu"


πŸ“± ALICE "oke deh Laura yang paling cantik"


πŸ“± ALICE "thanks ya sudah mau nganterin gue"


πŸ“± LAURA "ya sama-sama 😘"


Laura yang membaca balasannya Alice hanya tersenyum dengan tingkah lakunya Alice yang sering menggemaskan untuknya


07.00


Laura pun sudah sampai dirumah Alice


Tok..Tok *ketuk pintu*


"ayo Lau, nanti telat" Alice yang membuka pintunya lalu berjalan ke arah mobil Laura


Laura yang melihat tingkah laku Alice hanya geleng-geleng kepala, sedangkan di dalam rumah Alice ada kakaknya Alice yaitu Rosalie


"siapa ya?" tanya Rosalie ke Laura yang masih di depan pintu


"oh saya temennya Alice, nama saya Laura" balas Laura dan membungkuk 90 derajat ke arah Rosalie


"oh temennya Alice, engga usah terlalu formal santai saja" maksud Rosalie adalah jangan terlalu formal adalah membungkuk 90 derajat karena Rosalie hanya kakak temannya Laura


"nama saya Rosalie"


"yaudah yuk Laura nanti kita kesiangan sampai sananya" ucap Alice tiba-tiba yang sudah berdiri di antara Rosalie dan Laura


"iya" balas Laura


"yaudah ka aku sama Laura berangkat dulu ya" ucap Alice sama kakaknya sambil membungkuk


Laura dan Alice pun berangkat ke J. Corporation menaiki mobil Laura


"mereka mau kemana ya" ucap Rosalie dalam hati


"sudahlah aku engga usah khawatir sama Alice"


09.00


setelah bermacet-macet ria Laura dan Alice pun sampai di J. Corporation


Receptionist


"selamat datang di J. Corporation, ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis


"oh ya mba, saya mau tanya tentang magang di perusahaan ini" jawab Alice ke resepsionis


"oh tentang Magang, sebentar ya saya tanya sama orang atas dulu ya"


Resepsionis bertanya ke orang yang bertanggung jawab tentang magang dan Resepsionis pun selesai teleponnya


"mbanya bisa naik ke lantai 10, lalu bisa masuk ke ruangan HRD" ucap resepsionis memberikan informasi


"baik mba, terima kasih" ucap Alice


lalu Alice dan Laura pun naik ke lantai 10, lalu mereka mencari ruangan HRD dan setelah menemukan ruangan HRD Laura menunggu di depan ruangan tersebut


Tok..Tok *ketuk pintu*


"silahkan masuk" jawab orang yang berada di dalam ruangan tersebut


"permisi pak"


"silahkan duduk nona" orang tersebut mempersilahkan Alice duduk di kursi yang sudah di sediakan di ruangan tersebut


"ada yang bisa saya bantu nona?" tanya orang tersebut yang merupakan manager HRD


"begini pak saya ingin magang di perusahaan ini, apakah bisa?" tanya Alice ke manager HRD


"bisa" jawab manager HRD


"kamu dari universitas mana?" lanjut manager HRD


"saya dari J. University" jawab Alice


di saat Alice sedang di wawancara manager HRD, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu ruangan tersebut


"oh pak Revan ada yang bisa saya bantu?" tanya manager HRD lalu berdiri menghampiri seseorang yang mengetuk pintu ruangan tersebut


"oh engga saya sama Mr. Johnson cuman mau bicara sebentar dengan bapak" ucap seseorang yang bernama Revan


"ternyata pak Adi sedang ada tamu nanti habis makan siang saja saya sama Mr. Johnson bicarainnya" lanjut Revan


"oh begitu baiklah pak Revan" ucap manager HRD


orang tersebut pun keluar dari ruangan tersebut


"maaf nona Keneisha tadi ada halangan" manager HRD langsung duduk di kursinya


"iya pak tidak apa-apa"


"kayanya tadi pak manager HRD sebut nama pak Revan, kaya pernah dengar tapi dimana ya" kata Alice dalam hati


setelah di wawancara +- 30 menit, akhirnya mereka mengakhiri wawancaranya


"selamat bergabung di J. Corporation nona Keneisha, Anda diterima magang di perusahaan ini" ucap manager HRD ke Alice yang dari tadi tegang


"terima kasih pak, kalo begitu saya permisi dulu"


"selamat siang pak" lanjut Alice sambil berlalu keluar ruangan manager HRD


Alice menghampiri Laura yang sedang duduk sambil bermain hpnya


"Alice bagaimana kamu diterima?" tanya Laura


Alice ditanya Laura malah diam saja dengan mimik sedih


"kamu engga diterima ya? engga apa-apa nanti kita perusahaan lain saja" ucap Laura sambil memeluk Alice


"aku engga mau cari perusahaan lain" ucap Alice masih dengan mimik sedih


"jangan begitu El masih banyak kok perusahaan mempunyai kualitas yang sama kaya J. Corporation" ucap Laura


"ih Lau aku belum selesai bicara, aku engga cari perusahaan lain karena ..." ucap Alice yang langsung di potong oleh Laura


"karena apa El?"


"kebiasaan ya omongan aku di potong mulu" kata Alice kesal


"hehehe iya maaf deh terus bagaimana?" tanya Laura


"karena aku diterima magang di perusahaan ini" ucap Alice dengan wajah senang


"beneran El?"


"iya beneran, masa aku bohong sama kamu"


setelah wawancara mereka pun pergi makan siang bareng


12.00


πŸ“Shanghai Grandmother


"kamu tau gak aku beneran deg degan kalo kamu engga diterima magang di J. Corporation" kata Laura sambil menyetuh dadanya sambil memeragakan deg degan dengan tangannya


"hehehe maaf deh" ucap Alice sambil cengengesan


"huft iya deh aku maafin" kata Laura mengalah


"Lau enggak salah kita makan disini?" kata Alice sambil melihat keadaan sekitar restoran


"enggak, emangnya kenapa?" tanya Laura


"pasti disini harga makanan sama minumannya mahal-mahal semua, aku takut engga sanggup bayar makanannya"


tiba-tiba saja ada pelayan yang menghampiri mereka sambil membawa 2 menu untuk mereka


"silahkan mbak mau pesan apa ya?" tanya pelayan tersebut


"itu kan Lau makanan sama minuman di sini mahal-mahal semua" pelayan yang mendengar ucapan Alice hanya tersenyum


"enggak apa-apa, biar aku yang traktir kamu hari ini" kata Laura sambil melihat buku menu


"oh ya mbak saya pesan ini sama minumannya ini" ucap Laura ke waitress tersebut


"kamu mau pesan apa El?" tanya Laura ke Alice


"pesanan aku samain saja sama kamu" ucap Alice, sebenarnya Alice bingung ingin memesan apa dan engga enak hati karena selalu di traktir sama Laura


"yaudah mbak makanannya 2 porsi dan minuman satu lagi ini" ucap Laura ke waitress tersebut


waitress itu pun pergi dengan pesanan Laura dan Alice


setelah beberapa menit menunggu, akhirnya waitress pun membawa pesanan mereka


mereka pun memakan makanan mereka hingga habis setelah itu mereka pergi pulang dan Laura mengantarkan Alice ke rumahnya


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


16.30


πŸ“J. Corporation


CEO ROOM


tok...tok...tok *ketuk pintu*


"masuk" suara seorang pria dari dalam ruangan


"maaf Mr." suara perempuan


"iya ada apa Diandra?" suara laki-laki tersebut yang bernama William Johnson terhadap perempuan tersebut yang ternyata sekertarisnya bernama Diandra Smith


"saya ingin memberitahukan Mr. nanti malam jam 7 malam Mr. akan ke J. Mall" kata Diandra memberitahukan sechedule boss nya tersebut


"baiklah" ucap William yang masih fokus ke arah laptopnya


"kalau begitu saya permisi dulu Mr." Diandra keluar dari ruangan bossnya setelah mendapatkan jawaban dari bossnya


πŸ“± WILLIAM "woi van"


πŸ“± REVAN "apa beb?"


πŸ“± REVAN "hahahah 🀣"


πŸ“± WILLIAM "dih geli gue sama lu"


πŸ“± REVAN "iya ada apa Will?"


πŸ“± WILLIAM "temenin gue ke J. Mall yuk jam 7-an"


πŸ“± REVAN "mau ngapain?"


πŸ“± WILLIAM "biasalah pekerjaan, tanda tangan kerja sama antara J. Corporation dengan PCY Company"


πŸ“± REVAN "lu engga minta di temenin sekertaris lu?"


πŸ“± WILLIAM "enggak, gue enggak enak sama si Ben"


πŸ“± REVAN "kenapa enggak enak?"


πŸ“± WILLIAM "ya masa gue minta di temenin sama Diandra mulu kan Diandra juga sudah ada suami, pasti suaminya lebih butuh dia daripada gue"


πŸ“± REVAN "oke, tapi lu jemput gue di apartemen gue"


πŸ“± WILLIAM "ketemuan di sana saja deh Van. enggak usah manja lu jadi cowok"


πŸ“± REVAN "manja? oh oke gue enggak mau nemenin lu kesana"


πŸ“± WILLIAM "iya..iya gue jemput lu di apartemen"


πŸ“± REVAN "good πŸ‘, gue tunggu ya beb 😘"


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


20.00


πŸ“J. Mall


setelah menemui klien, William dan Revan berjalan-jalan di mall tetapi Revan tidak sengaja melihat 2 orang yang salah satu dari perempuan tersebut ia mengenalinya


"Will itu bukannya dia?" ucap Revan sambil menepuk pundaknya William


"dia siapa sih Van?" kata William penasaran yang belum melihat ke arah yang di lihat Revan


"itu di sana" Revan menunjuk 2 perempuan tersebut


William pun melihat 2 perempuan yang di tunjuk Revan, benar apa yang dikatakan oleh Revan.. William terlihat terkejut melihat perempuan tersebut


~Bersambung~


Siapa ya yang dilihat William dan Revan?


Jangan lupa Like and Comment