
~2 bulan kemudian~
08.00
📍 Johnson’s Home
William Bedroom
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
“ka ayo kita sarapan dulu” panggil Lisa yang berada di luar kamar William
“iya, sebentar lagi kakak nyusul” jawab William yang sedang merapihkan pakaiannya
Lisa pun pergi menuju ke ruang makan yang berada di lantai 1 sedangkan kamar William letaknya berada di lantai 2
Kitchen Room
“morning chef” sapa William ke chef yang memang setiap sarapan atau makan siang memasak di rumahnya karena selama Lisa hamil dan menyusui di rumah akan memakai chef dan pelayan supaya Lisa tidak repot dalam urusan rumah
“morning too Mister, anda pagi hari ini ingin sarapan apa?” tanya chef tersebut yang sudah ada berhadapan dengan William yang terhalang dengan meja bar
“hmm seperti biasa saja” jawab William
“baik Mister” balas chef tersebut langsung membuatkan sarapan untuk William
“Chef” panggil William
“iya Mister, ada lagi?” tanya chef tersebut
“oh tidak, saya cuman nanti tolong bawakan saya bekal untuk makan siang” ucap William
“tapi 2 bekal ya chef” pesan William
“2 mister?” tanya sekali lagi chef tersebut takut salah dengar, William membalas dengan anggukkan kepala
“baik Mister” ucap chef tersebut
“tapi tolong nanti langsung kasih ke supir saya saja dan juga jangan bilang ke Hendy maupun Lisa tentang ini” pesan William memperingatkan
“baik Mister” chef tersebut mengiyakan takutnya ia akan di pecat jika tidak menuruti William
Dinning Room
“kok lama banget ka” protes Lisa
“oh tadi pesan sarapan dulu ke chef” ucap William lalu duduk di kursi yang biasa ia tempati
“oh gitu” ucap Lisa lalu memakan makanannya kembali
Mereka (William, Lisa dan Hendy) makan sarapannya dengan tenang
\~\~\~\~\~
đźš—Â William Car
“maaf Mister ini titipan dari chef di rumah” ucap supir yang bekerja bersama keluarga Johnson sambil mengasih 2 bekal makan ke William yang berada di jok belakang
“terima kasih pak” ucap William
“hmm tapi pak Wang tolong jangan kasih tau Lisa ataupun Hendy tentang bekal makan ini” pesan William
“baik Mister” jawab supir tersebut dengan nama Andre Wang
\~\~\~\~\~
📍 J. Corporation
CEO Room
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
“masuk” teriak William dari dalam ruangannya
“hai Will” sapa Allysia sambil melangkahkan kaki menuju ke sofa lalu mendudukinya
“ada apa kamu kesini?” tanya William melihat ke arah Allysia
“aku mau ngajakin makan siang bareng, kamu mau ga?” tanya Allysia
“engga bisa” tolak langsung William tanpa fikir panjang
“loh kenapa?” tanya Allysia sambil menyilangkan tangannya
“aku sudah ada janji makan siang” jawab William
“sama siapa?” tanya Allysia curiga
“sama klien penting” jawab William
“tumben makan siang bareng klien biasanya kan engga pernah” ucap Allysia
“yah ini kan sesekali makan siang bareng klien” ucap William sambil mengerjakan pekerjaannya
“yah yaudah deh, aku makan siang bareng sama Revan aja deh” ucap Allysia lalu melangkahkan kaki menuju pintu ruangan William supaya ke ruangan Revan
~Depan Ruangan William~
“hai Alice” sapa Allysia yang sudah ada di depan meja Alice
“pagi nona, apakah anda sudah bertemu dengan Mr. Johnson?” tanya Alice
“sudah” jawab Allysia
“apa nanti William ada meeting pas makan siang?” tanya Allysia
“meeting? Saya rasa Mr. Johnson tidak ada meeting pas makan siang” jawab Alice
“engga ada? Apa kamu yakin?” tanya Allysia sekali lagi
“iya saya yakin nona” jawab Alice
“aku mau makan siang bareng Revan, bagaimana kamu ikut makan siang bareng aku dan Revan?” tanya Allysia
“hmm bagaimana ya nona saya takut memang Mr. Johnson ada meeting saat makan siang, kalau saya makan siang bareng nona nanti Mr. Johnson meetingnya kerepotan” jawab Alice
“huft yaudah deh aku makan siang bareng Revan aja deh” ucap Allysia
“maaf ya nona” ucap Alice yang tidak enak hati menolak ajakan Allysia
“engga apa-apa Alice, saya mau ke ruangan Revan dulu ya” ucap Allysia lalu melangkahkan kaki menuju ke lift untuk ke ruangan Revan yang berada di lantai 20
Setelah Allysia pergi ke ruangan Revan, tiba-tiba saja pintu ruangan William terbuka dan menampakkan William
“El nanti siang kamu makan siang bareng saya” ucap William yang sudah ada di samping meja Alice
“baik Mister” ucap Alice
“yaudah saya mau ke toilet dulu” ucap William lalu melangkahkan kakinya menuju toilet yang berada di lantai 25 karena toilet yang berada di ruangannya sedang rusak
\~\~\~\~\~
12.00
CEO Room
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
“masuk” teriak William dari dalam ruangannya
“permisi pak” ucap Alice masuk ke dalam ruangannya William lalu melangkahkan kakinya menuju ke meja William
“sebentar ya Alice saya sedang merapihkan ini sebentar” ucap William sambil mengerjakan pekerjaannya
Setelah selesai mengerjakan pekerjaannya William merapihkan berkas-berkasnya lalu mengambil paper bag yang di dalamnya ada 2 bekal makanan untuk Alice dan dirinya
“loh kamu ngapain bawa file-file itu?” tanya William yang melihat ke arah Alice yang membawa berkas-berkas dan tasnya
“hmm saya kira kita akan meeting sambil siang Mister” jawab Alice
“oh engga kok, kita akan makan siang di sini” ucap William
“ayo kita makan siang dulu” ajak William yang sudah mengeluarkan 2 bekal makanannya ke atas meja lalu duduk di sofa, sedangkan Alice memperhatikan 2 bekal makanan tersebut
“tapi Mister kenapa ada 2 bekal makannya?” tanya Alice
“iya, kan kita berdua yang mau makan” jawab William
“kita berdua?” tanya Alice sedikit kaget dengan jawabannya William
“iya kita berdua, udah ayo kamu duduk di sini” ucap William menyuruh Alice duduk di sebelahnya
Akhirnya Alice duduk disamping William, William dan Alice pun mulai membuka bekal makanan mereka masing-masing
“udah di bilang jangan pakai daun bawang masih aja pakai daun bawang” gumam William yang sudah membuka bekal makannya dan melihat isinya yang ternyata ada daun bawang yang merupakan sayuran yang tidak ia suka
“ada apa Mister?” tanya Alice yang mendengar samar-samar gumamman William
“oh saya cuman agak kesal dengan chef di rumah sudah tau saya tidak suka dengan daun bawang” ucap William
“mau saya bantu menyingkirkan daun bawangnya Mister?” tanya Alice
“boleh deh” jawab William
Akhirnya Alice membantu William menyingkirkan daun bawang dari bekal makannya William ke bekal makanannya sedangkan William hanya menyenderkan badannya ke kursi sambil melihat isi emailnya dari kliennya
Beberapa menit kemudian ...
“Mister ini saya sudah menyingkirkan daun bawangnya” ucap Alice lalu mengembalikan bekal makanannya William ke pemiliknya
“terimah kasih, ya sudah kamu di lanjut makannya” ucap William lalu memakan makanannya bersama dengan Alice
Mereka makan dengan tenang tidak ada menganggunya (yaiyalah engga ada menganggu karena pintu ruangannya William di kunci sama William sendiri), setelah selesai makan mereka membereskan bekal makanan mereka masing-masing
“besok kita makan siang bareng lagi” ucap William
“makan siang bareng lagi?” tanya Alice
“kenapa kamu engga mau makan siang bareng saya lagi?” tanya William
“oh e-engga kok Mister, saya bersedia” jawab Alice
“yaudah kalau begitu, kamu bisa kembali ke meja kamu” ucap William sambil menaruh 2 bekal makan tersebut ke dalam paper kembali
~Depan Ruangan William~
“huft kenyang juga ya makan segitu aja” gumam Alice
“hai Alice” ucap Allysia yang sudah kembali makan siang bareng Revan
“loh kok kamu engga ikut meeting bersama William?” tanya Allysia heran, Alice yang di tanya Allysia hanya diam saja ia bingung harus menjawab apa ke Allysia
Tiba-tiba saja pintu ruangan William terbuka lalu William keluarlah dari ruangannya
“hei Will bukannya kamu ada meeting pas makan siang?” tanya Allysia yang sudah berdiri di hadapan William
“meeting?” tanya balik William dengan heran dengan pertanyaan Allysia
“iya tadi pagi kamu bilang kamu engga bisa makan siang bareng aku dan Revan kamu ada meeting sama klien kamu” ucap Allysia yang menyadarkan William dengan kata-katanya tadi pagi
“kenapa gue bisa lupa, kalau gue bilang begitu sama Allysia” ucap William dalam hati
“oh meetingnya sebelum jam makan siang tiba-tiba aja kliennya ada urusan penting jadi engga jadi deh meetingnya” alasan William
“oh begitu” ucap Allysia percaya dengan William
“terus kamu ngapain kesini?” tanya William
“oh engga, aku cuman mau pamit sama kamu” ucap Allysia
“sebentar aku ke toilet dulu, kamu langsung masuk aja ke ruangan aku” ucap William lalu meninggalkan Alice dan Allysia
“Alice aku masuk dulu ya” ucap Allysia
“iya nona” balasan Alice
Allysia pun masuk ke ruangannya William
Setelah beberapa menit, akhirnya William selesai dari toilet dan sudah duduk di sofa yang berada di hadapan Allysia
“jadi kamu pamit, memangnya kamu kemana?” tanya William
“aku harus balik ke seoul kasihan ayahku sendirian disana” jawab Allysia
“oh begitu, jam berapa kamu flight?” tanya William
“jam 9 lewat 5 pagi, kalau dari rumah mungkin jam 7 pagi ke bandaranya” ucap Allysia
“yaudah nanti aku akan ke bandara sama Lisa, kita ketemuan aja di bandara” jelas William
“kamu sama Lisa engga usah nganterin aku segala” ucap Allysia tidak enak hati
“engga apa-apa, kan aku sebagai teman yang baik harus mengantar temannya” ucap William tenang tetapi berbeda dengan Allysia yang mendengar ucapan William seperti sakit hati setelah mendengarnya
“oh yaudah” ucap Allysia sambil tersenyum sedikit terpaksa
“hmm Will, aku pulang dulu ya aku ada janji sama teman aku” pamit Allysia
“mau aku antarkan?” tawar William
“engga usah, aku tadi kesini naik mobil kok” ucap Allysia, William hanya membalas dengan menganggukkan kepalanya
“yaudah aku permisi dulu ya” pamit Allysia lalu melangkahkan kaki menuju pintu ruangan William
“hati-hati di jalan Allysia” ucap William sedikit berteriak
~Keesokan Harinya~
06.30
📍 Johnson’s Home
“kamu beneran engga bisa ikut?” tanya William ke Lisa
“iya beneran, aku harus jaga Disa daritadi rewel banget” ucap Lisa sambil menggendong sang anak
“yaudah aku ke rumahnya Allysia dulu” pamit William
“iya ka hati-hati di jalan ya” ucap Lisa
William pun masuk ke dalam mobilnya dan mobilnya pun melaju ke arah rumah Allysia
📍 Allysia’s Home
Ting...Tong...Ting..Tong *bunyi bell*
“iya sebentar” teriak seorang ibu dari dalam rumah Allysia
“heh ada tuan William cari non Allysia ya?” tanya bibi yang ternyata adalah pembantu rumah tangga di rumah Allysia
“iya bi, Allysianya ada?” tanya balik William
“non Allysia ada, tuan masuk dulu aja soalnya non Allysia masih di kamarnya sebentar lagi turun” ucap bibi
“iya bi” ucap William lalu masuk ke dalam rumah Allysia setelah di dalam William duduk di sofa yang berada di ruang tamu di rumah Allysa
“tuan ingin minum apa?” tanya bibi
“hmm air mineral saja bi” jawab William
“baik tuan, saya ambilkan sebentar” ucap bibi lalu pergi meninggalkan William, setelah beberapa menit kemudian bibi kembali sambil membawa segelas yang berisikan air mineral
“ini tuan minumnya” ucap bibi sambil menaruhkan gelas tersebut ke atas meja
“terima kasih bi” ucap William lalu meminum sedikit air mineral tersebut
“yaudah tuan saya balik ke belakang dulu ya” ucap bibi
“iya bi, silahkan” ucap William setelah itu bibi pun melangkahkan kaki ke belakang
~Beberapa menit kemudian~
“hei Will” sapa Allysia yang sudah turun dari kamarnya yang berada di lantai 2 sambil menarik sebuah koper
“udah siap semuanya?” tanya William
“udah kok” jawab Allysia
“kok kamu sendirian aja, engga bareng sama Lisa?” tanya Allysia
“Lisa engga bisa ikut nganterin kamu katanya” jawab William
“kenapa?” tanya Allysia
“soalnya Disa lagi rewel banget dari tadi malem” jawab William
“oh gitu” ucap Allysia
“mau aku langsung masukin barang-barangnya ke dalam mobil?” tanya William
“iya” jawab Allysia
William pun memasuki barang-barang Allysia di bantu oleh pak Hwang (supir keluarga Johnson), sedangkan Allysia pamit ke bibi karena ia harus segera ke bandara takut telat
\~\~\~\~\~
08.00
📍 Pudong International Airport
William dan Allysia sudah sampai di terminal 2 bandara pudong, shanghai mereka sedang mengerluarkan barang-barang Allysia yang ternyata sangat banyak di bantu oleh supirnya William
“thanks ya Will udah nganterin gue ke bandara” ucap Allysia yang sudah selesai mengeluarkan barang-barangnya dari dalam bagasi mobil
“iya sama-sama, kamu kaya sama siapa aja” ucap William sambil mengusap pundaknya Allysia, Allysia hanya membalas dengan senyuman
“”yaudah aku check in dulu ya” ucap Allysia
“mau aku bantuin bawain barang-barang kamu sampai counter check-in?” tawar William
“boleh deh” ucap Allysia lalu mereka melangkahkan kaki menuju counter check-in sedangkan William sambil mendorong trolley yang mengangkut barang-barang Allysia
Setelah sampai di counter check-in pesawat Air China Business Class tujuan Seoul, William hanya mendorong trolley sampai di samping Allysia lalu ia keluar dari counter check-in tersebut
Setelah beberapa menit Allysia di counter check-in sambil mengurus barang-barangnya untuk di masukin ke bagasi pesawat
“bagaimana udah?” tanya William
“udah kok” jawab Allysia
“yaudah kamu hati-hati nanti di pesawat, kalau udah sampai di seoul hubungi aku atau Lisa” ucap William sambil mengelus kepala Allysia
“iya Will” ucap Allysia
“nanti kalau kamu ada waktu luang sering-sering main ke Shanghai” ucap William
“iya Will aku janji deh sama kamu aku bakal sering-sering main ke Shanghai” ucap Allysia
“yaudah aku masuk dulu ya soalnya udah di panggil” lanjut Allysia
“iya salam buat ayah kamu bilang kalau William kangen banget sama beliau” ucap William
“hehehe iya..iya, yaudah aku masuk dulu, bye Will” ucap Allysia terkekeh dengar ucapan William
“iya bye Lys” ucap William setelah melihat Allysia mulai memasuki tempat check-in untuk di periksa identitas penumpang sebelum memasuki pesawat
Setelah mengantarkan Allysia, William berniat pulang dulu ke rumahnya karena ia belum mengganti pakaiannya
~Bersambung~
Jangan lupa Like and Comment, karena Like dan Comment kalian sangat berarti bagi penulis supaya penulis bisa semangat untuk menulis cerita ini... Penulis menerima saran dan kritik dari para pembaca.
Thanks ^^