
🚗 William Car
"Will kamu kenapa?" tanya Alice karena William sehabis menjemputnya William diam saja
"Will" panggil Alice sambil menggoyangkan badannya William yang sedang menyetir
"eh iya El, kenapa?" tanya William yang sudah sadar dari lamunannya
"kamu kenapa daritadi diem aja? Kamu sakit?" tanya Alice khawatir
"oh aku engga apa-apa kok, tenang aja" ucap William tersenyum terpaksa karena ia harus menunjukkan ke Alice kalau ia baik-baik saja
"hmm yaudah" ucap Alice lalu berbalik badan menghadap jendel mobil yang berada di sebelah kanannya
📍 Shanghai IFC Mall
Prada Store
"selamat datang" ucap seorang perempuan menyambut Alice dan William yang merupakan sales di toko tersebut
"ada yang bisa saya bantu?" tanya sales tersebut
"saya lagi cari baju untuk perempuan ini" ucap William sambil merangkul Alice
"baiklah, akan saya carikan tuan" ucap sales tersebut lalu meninggalkan William dan Alice
Setelah beberapa menit, sales tersebut kembali dengan membawa beberapa baju yang akan di pakai Alice
"permisi tuan, saya sudah dapatkan baju untuk nona" ucap sales tersebut
"bagaimana kalau nona ikut kami untuk mencoba baju-bajunya?" tanya sales tesebut
"baiklah" jawab Alice lalu mengikuti langkah sales tersebut meninggalkan William sendirian
William masih memikirkan apa yang ia lihat di rumah Alice sebelumnya
~Flashback ON~
📍 Alice's Home
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
"ka, tolong buka kan pintunya takutnya boss aku yang datang" teriak Alice dari dalam kamar
"iya" teriak Rosalie lalu melangkahkan kakinya ke pintu utama untuk membukakan pintunya
*ceklek* Rosalie membuka pintunya
William yang menghadap keluar rumah lalu berbalik ke rumah Alice karena ia mendengar pintu terbuka
"siapa ya?" tanya Rosalie
"Ayla" kaget William
William yang melihat siapa yang ada di depannya hanya mematung
"kenapa Ayla ada di rumahnya Alice?" tanya William dalam hati terheran-heran
"mas pasti bossnya Alice ya, sebentar ya Alicenya lagi ganti baju" ucap Rosalie
"mas-nya bisa duduk dulu disana" lanjut Rosalie sambil menunjuk kursi panjang yang ada di sebelah kiri William
William dan Rosalie duduk sebelahan di kursi panjang tersebut sambil menunggu Alice selesai berganti baju
"oh ya saya lupa menawarkan minum sama mas, mas mau minum apa?" tanya Rosalie
William yang di tanya Rosalie hanya diam saja sambil memandang Rosalie
"mas" panggil Rosalie sambil melambaikan telapak tangannya di depan wajah William
"hmm iya?" tanya William yang sudah sadar dari lamunannya
"mas-nya mau minum apa?" tanya Rosalie sekali lagi
"hmm tidak usah takutnya ngerepotin" tolak William
"tidak apa-apa, takutnya Alicenya masih lama" ujar Rosalie
Tiba-tiba saja Alice sudah ada di depan pintu utama sudah selesai berganti baju
"eh Will, maaf ya nunggu lama" ucap Alice
William yang mendengar suara Alice lalu menatap Alice
"hmm tidak apa-apa" ucap William
"ka, aku pergi dulu ya sama William" pamit Alice
"iya, hati-hati kamu di jalan" ucap Rosalie
"kan bukan aku yang nyetir mobilnya, masa yang hati-hati aku" canda Alice
"ya tetap saja dimanapun kamu berada harus hati-hati dan juga kamu bisa bilang ke boss kamu ini" ucap Rosalie
"iya ka, iya" ujar Alice
"aku jalan dulu ya ka, bye" pamit Alice sekali lagi sambil cipika-cipiki sama kakaknya
William dan Alice pun melangkahkan kakinya menuju ke mobilnya William, lalu mobilnya William melaju dengan kecepatan sedang
~Flashback OFF~
"kenapa si Ayla, engga kenalin aku sama sekali ya" ucap William dalam hati dengan heran
Alice pun sudah berganti baju dengan mencoba gaun pertama dan melangkahkan kakinya menuju William yang sedang duduk di salah satu sofa di store tersebut
"Will" panggil Alice
William yang merasa di panggil menolehkan kepalanya ke arah Alice yang sudah memakai sebuah gaun
"cantik" ucap William dalam hati
"bagaimana?" tanya Alice
"ganti El" suruh William
"kenapa? Gaun ini cantik kok" tanya Alice
"hmm atasnya terlalu terbuka" jawab William
Mau ga mau Alice mengganti gaunnya dengan gaun yang lain
Sudah 30 menit Alice mengganti beberapa gaun dan William juga tidak menyetujui Alice memakai gaun-gaun tersebut
"Will, aku capek ya dan habis ini gaun yang terakhir aku coba" ucap Alice lalu melangkahkan kaki menuju ruang ganti bersama sales tersebut
Alice pun keluar dengan memakai gaun yang terakhir yang di pilih sales dari store tersebut
"Will ini gaun yang terakhir ya, aku habis ini engga mau ganti lagi" ujar Alice agak kesal
"yaudah pakai yang itu cocok di kamu-nya juga" ucap William lalu berdiri
"yaudah aku ganti baju dulu" ucap Alice lalu pergi meninggalkan William untuk mengganti pakaian ia pakai pas ke store tersebut
Setelah William dan Alice memilih gaun lalu membayarnya, mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu baru mereka akan ke salon setelahnya
Restaurant
"kamu mau makan apa?" tanya William ke Alice
"aku samain aja sama kamu" jawab Alice yang masih agak kesal karena kejadian di store tadi
"hmm mbak" panggil William ke pelayan restoran yang tidak jauh dari mejanya
"iya tuan, anda ingin pesan apa?" tanya pelayan tersebut
"hmm saya pesan makanannya ini 2 sama minumannya yang ini 2 juga" jawab William sambil menunjuk gambar yang ada pada buku menu
"baik tuan, silahkan di tunggu pesanannya" ucap pelayan tersebut lalu mengambil kembali buku menu yang ada di meja lalu melangkahkan kaki meninggalkan meja William dan Alice
"El kamu masih marah sama saya?" tanya William
Alice yang di tanya hanya diam karena ia masih agak kesal dengan William
"yaudah saya minta maaf sama kamu" ucap William sedikit menyesal karena membuat Alice kesal terhadapnya
"ngapain kamu minta maaf sama aku? Memangnya kamu punya salah sama aku?" tanya Alice balik
"yah kan saya udah buat kamu gonta-ganti gaun di store tadi" jawab William
"engga apa-apa, memang kok gaun-gaun yang tadi aku coba engga ada cocok di aku" ujar Alice
"engga kok, kamu cocok pakai apa aja kamu kelihatan cantik memakai gaun-gaun tadi tapi menurut aku gaun-gaun itu terlalu terbuka jadi takutnya akan mengundang para laki-laki" ceplos William
"tapikan kamu juga laki-laki, apa kamu juga tergoda sama aku?" tanya Alice
"yaiyalah kan aku laki-laki normal pasti aku tergoda melihat kamu" ceplos William
Alice terdiam mendengar apa yang di ucapkan William begitupun William langsung terdiam setelah apa yang di ucapkan
Tiba-tiba saja, pelayan membawa pesanan mereka setelah mereka mengecek pesanan mereka telah komplit pelayan tersebut pun pergi dari meja Alice dan William
Alice dan William pun memakan makanan mereka masing-masing, setelah selesai mereka melangkahkan kakinya menuju salon yang berada di mall tersebut
Salon Hair
"mba tolong make over perempuan ini" ucap William ke pegawai salon tersebut sambil mendorong pelan Alice ke arah pegawai tersebut
"baik tuan, saya pastikan tuan akan kagum dengan nona ini" ucap pegawai salon tersebut
"nona mari ikut saya" ujar salon pegawai tersebut sambil menggandeng tangan Alice
Selama Alice di make over oleh salah satu pegawai salon disana, William menunggu Alice sambil mencari dan membeli satu set pakaian yang akan ia kenakan di acara perayaan 100 hari sang keponakan
1 jam kemudian, Alice telah selesai di makeover akhirnya telah rapih dengan memakai gaun yang di belikan William tadi, sedangkan William juga sudah mengganti pakaiannya dengan satu set pakaian yang ia beli tadi
"wow nona cantik sekali" terpana pegawai salon tersebut sambil melihat pantulan Alice di cermin sambil merapihkan rambutnya Alice
"baik kita ke depan, pasti pacar nona pangling sama penampilan nona seperti ini" ucap pegawai salon tersebut sambil melangkahkan kaki menuju ke arah William bersama Alice
"permisi tuan, ini pacar anda sudah selesai di makeover" ucap pegawai salon tersebut
William pun menengok ke arah Alice terpesona dengan apa yang ia lihat
"cantik" puji William yang masih memandangi Alice membuat Alice tersipu malu mendengar pujian William
"pacar anda sudah cantik sebelum dimakeup tuan, sekarang ia dimakeup jadi tambah cantik deh" jelas pegawai salon tersebut
"bukan begitu tuan?" tanya pegawai salon tersebut
William menganggukkan kepalanya sambil tersenyum bahwa ia setuju dengan apa yang di bilang pegawai salon tersebut
Setelah selesai pembayaran William dan Alice melangkahkan kaki menuju parkiran salon
William pun melajukan mobilnya menuju ke rumah keluarga besar Johnson, karena acara perayaan 100 harian sang keponakan akan segera di laksanakan
\~\~\~\~\~
15.00
📍 Johnson's Home
Sesampainya di rumah keluarga besar Johnson, William dan Alice sudah turun dari mobilnya William lalu melangkahkan kaki menuju ke pintu utama
"ya ampun ka, kok jam segini baru sampe sih" ujar Lisa yang sedikit kesal dengan sang kakak
"oh ada Alice, apa kabar?" tanya Lisa ke Alice yang berdiri di samping William
"saya baik" jawab Alice
"yaudah yuk Alice ka Will kita masuk acaranya sudah mau di mulai" ajak Lisa lalu masuk ke dalam rumah dan juga di ikuti oleh William dan Alice
"hai El" panggil Revan yang berada di belakang Alice yang sendirian karena William harus mengikuti Lisa
"oh hai Mr. Boughton" ucap Alice
"engga usah panggil Mister segala panggil aja Revan kalau kita di luar kantor" pinta Revan
"iya Mister, ehm maksudnya Revan" jawab Alice
"kamu sendirian ke sininya?" tanya Revan
"oh engga, saya tadi sama William dan William lagi ada urusan sama adiknya" jawab Alice
"oh begitu, yaudah yuk kita cari tempat duduk yuk" ajak Revan
Mereka sudah dapat tempat duduk lalu mereka menempatinya sambil mengobrol santai karena para tamu juga belum pada datang
Setelah beberapa menit kemudian, para tamu mulai berdatangan sedangkan William, Lisa dan Hendy menyambut para tamu yang berdatangan... Sedangkan Alice sedang sendirian karena tadi Revan pamit untuk mengobrol sebentar dengan para perempuan-perempuan
"dasar Revan playboy" gumam Alice
Alice melihat ke arah sekelilingnya yang sudah banyak orang-orang yang sedang berbincang-bincang dengan orang yang berada di sebelahnya sedangkan Alice hanya meminum minumannya yang berada di depannya yang sudah disediakan
Setelah para tamu sudah pada datang, acara perayaan "100 Days Disa Johnson Connor" pun di mulai yang di buka oleh sang ayah Disa yaitu Hendy Connor bersama sang ibu Disa yaitu Lisa J. Connor setelah itu penyambutan dari sang paman Disa yaitu William Johnson
Setelah memberikan penyambutan, William segera menghampiri Alice yang sedang menikmati snack dan minuman yang di sediakan
"El" panggil William yang berada di belakang Alice
"iya" jawab Alice yang menengok ke arah William
"ada apa Will?" tanya Alice setelah William duduk di kursi di samping Alice karena penghuninya sedang makan
"ayo ikut aku sebentar" ajak William
"mau ngapain?" tanya Alice
"aku mau ngenalin kamu ke keluarga aku" jelas William, Alice yang mendengar penjelasan agak kaget
"loh untuk apa aku di kenalin ke keluarga kamu?" tanya Alice
"kan biar mereka kenal kalau kamu adalah sekertaris penggantinya Diandra" jawab William
"oh begitu, yaudah deh" ucap Alice pada akhirnya bersama William menghampiri keluarga Johnson yang sedang mengobrol santai
"paman" panggil William ke pamannya yang sedang duduk sambil mengobrol dengan istrinya/bibinya William yang berada di sampingnya
"iya Will" jawab paman
"perkenalkan paman ini Alice Keneisha dia adalah sekertaris baruku" ucap William memperkenalkan Alice ke pamannya
"oh sekertaris penggantinya Diandra yang sedang cuti" ucap paman sambil memandang Alice dari atas kepala hingga ujung kaki
"hmm, yaudah aku kesana sebentar ya paman" pamit William
"ayo El" ajak William ke Alice sambil merangkul pinggangnya Alice
William dan Alice melangkahkan kaki menuju ke 2 orang laki-laki yang sedang berdiri di samping tempat makanan dan minuman sambil berbincang-bincang
"Mr. Smith" panggil William setelah sampai di belakang 2 orang tersebut yang ternyata salah satu laki-laki tersebut adalah Mr. Smith yang merupakan kliennya
"hei Mr. Johnson, selamat ya" ucap Mr. Smith sambil menjulurkan tangannya ke arah William
"terima kasih anda sudah mau datang ke acara keponakan saya ini" ucap William
"iya sama-sama" balas Mr. Smith
"oh ya Mr. Johnson kalau kita di luar rapat tolong panggil saya Kevin saja" lanjut Mr. Smith, nama lengkap Mr. Smith adalah Kevin Smith
"baiklah Kevin, oh ya kamu juga harus panggil saya William saja" ucap William
"baiklah William" ucap Kevin
"hai Alice" sapa Kevin ke arah Alice yang berada di samping William
"hai Mr. Smith" balas sapa Alice ke Kevin sambil membungkukkan badannya
"El, kamu juga panggil saya Kevin saja sama seperti William" pinta Kevin, Alice menengok ke arah William yang berada di sampingnya William membalas dengan menganggukkan kepalanya yang artinya ia setuju
"iya Kevin" jawab Alice
"nah gitukan enak di dengarnya" ucap Kevin
"Vin, tolong temani Alice sebentar ya saya harus kesana sebentar" pamit William
"baik Will" ucap Kevin
William pun meninggalkan Alice bersama Kevin dan sekertarisnya Kevin
"bagaimana El tawaran saya waktu itu?" tanya Kevin
"tawaran apa?" tanya balik Alice
"tawaran setelah kamu selesai kuliahnya, apa kamu mau bekerja di perusahaan saya?" tanya Kevin
Alice hanya diam karena ia bingung harus menjawab apa pertanyaan tersebut
"engga usah di fikirkan saya akan tunggu jawaban kamu sampai kapanpun" ucap Kevin, Alice membalas dengan menundukkan kepalanya sebagai permintaan maafnya
"yaudah yuk kita duduk disana saja yuk" ajak Kevin, lalu mereka bertiga melangkahkan kaki menuju kursi yang kosong yang tidak jauh dari mereka berdiri
\~\~\~\~\~
Setelah selama 2 jam acara perayaan "100 Days Disa Johnson Connor" pun selesai. William, Lisa, Hendy dan Alice berdiri di dekat pintu keluar untuk memberikan kata-kata "terima kasih sudah datang" kepada para tamu yang hadir. Kenapa Alice ada disana? Karena William memaksa Alice untuk menemaninya untuk mengantarkan para tamu jika Alice tidak mau maka William tidak akan mau mengantar Alice pulang ke rumahnya
\~\~\~\~\~
19.00
~Depan Rumah Alice~
🚗 William Car
"terima kasih ya Will kamu sudah mengantarkan aku pulang" ucap Alice
"iya sama-sama" ucap William
Alice ingin membuka pintu mobil untuk keluar dari mobilnya William, tetapi tiba-tiba saja William memegang tangan Alice... William langsung menarik tangannya Alice lalu mencium pipi kirinya Alice dengan secepat kilat yang membuat Alice membeku di tempat
"good night Alice" bisik William tepat di telinga Alice membuat Alice langsung tersadar lalu keluar dari mobilnya William, mobil William pun melesat jauh dari perkarangan rumahnya Alice setelah Alice sudah masuk ke dalam rumahnya
~Bersambung~
Jangan lupa Like and Comment, karena Like dan Comment kalian sangat berarti bagi penulis supaya penulis bisa semangat untuk menulis cerita ini... Penulis menerima saran dan kritik dari para pembaca.
Thanks ^^
Alice Keneisha at 100 Days Disa J. Connor
William Johnson at 100 Days Disa J. Connor
Kevin Smith at 100 Days Disa J. Connor